Statistik Final FIFA ASEAN Cup 2026: Timeline Gol, Kartu Merah, dan Adu Penalti 4-2 Indonesia vs Thailand
Indonesia juara FIFA ASEAN Cup 2026 usai menang adu penalti 4-2 atas Thailand (2-2 sampai 120 menit). Simak statistik lengkapnya: timeline gol Dean James dan Elkan Baggott, kartu merah Mickelson menit 81, hingga rincian delapan algojo adu penalti dan penyelamatan Emil Audero.
Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menang adu penalti 4-2 atas Thailand, Senin (5/10/2026) malam di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), menyusul hasil imbang 2-2 sepanjang 120 menit (1-1 di waktu normal). Dean James membuka skor pada menit ke-84 dan Elkan Baggott memaksakan hasil imbang lewat gol menit ke-116, membalas gol Iklas Sanron (87′) dan Peeradol Chamrasamee (110′) milik Thailand yang sudah bermain dengan 10 orang sejak Nicholas Mickelson diganjar kartu kuning kedua pada menit ke-81. Di titik penalti, kiper Emil Audero menjadi pahlawan dan Garuda tampil sempurna 4 dari 4.
Baca Cepat
- Skor akhir Indonesia 2-2 Thailand (1-1 di waktu normal), Garuda juara lewat adu penalti 4-2. Laga dipimpin wasit Ko Hyung-jin asal Korea Selatan di SUGBK, kickoff 20.00 WIB.
- Empat gol dalam satu laga, semuanya di 45 menit terakhir ke atas: Dean James (84′), Iklas Sanron (87′), Peeradol Chamrasamee (110′), dan Elkan Baggott (116′); babak pertama berakhir tanpa gol.
- Thailand bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-81 setelah Nicholas Mickelson menerima kartu kuning kedua atas pelanggaran terhadap Ole Romeny.
- Adu penalti 4-2: Indonesia sukses 4 dari 4 (Diks, James, Baggott, Pattynama); Thailand 2 dari 4, tendangan Sarach Yooyen membentur tiang dan Nattapong Sayriya digagalkan Audero.
Timeline Gol: Siapa Cetak Gol dan Menit Berapa
Final perdana FIFA ASEAN Cup 2026 baru benar-benar hidup di babak kedua. Setelah 45 menit pertama berakhir tanpa gol, Dean James memecah kebuntuan pada menit ke-84 dan membawa Indonesia unggul 1-0. Keunggulan itu hanya bertahan tiga menit: Iklas Sanron menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-87, dan skor itu bertahan sampai waktu normal usai. Di babak tambahan, Thailand ganti memimpin lewat Peeradol Chamrasamee pada menit ke-110, sebelum Elkan Baggott menyelamatkan Garuda dengan gol penyeimbang 2-2 pada menit ke-116, hanya sekitar empat menit menjelang adu penalti.
| Menit | Pencetak Gol (Tim) | Skor |
|---|---|---|
| 84′ | Dean James (Indonesia) | 1-0 |
| 87′ | Iklas Sanron (Thailand) | 1-1 |
| 110′ | Peeradol Chamrasamee (Thailand) | 2-1 |
| 116′ | Elkan Baggott (Indonesia) | 2-2 |
Sumber: linimasa dan hasil pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 serta laporan detik; babak pertama berakhir 0-0, skor 2-2 bertahan sampai 120 menit.
Keempat gol lahir berdekatan: dua gol waktu normal tercipta dalam rentang tiga menit (84′ dan 87′), dua gol babak tambahan dalam rentang enam menit (110′ dan 116′). Indonesia dua kali berada dalam tekanan, yakni disamakan hanya tiga menit setelah unggul lalu dibalik di babak tambahan, tetapi dua kali pula menjawab di saat genting, termasuk gol Baggott yang nyaris di ujung perpanjangan waktu.
Kartu Merah Mickelson Menit 81 dan Dampak 10 Pemain
Momen yang mengubah arah laga datang tiga menit sebelum gol pertama. Pada menit ke-81, bek Thailand Nicholas Mickelson menerima kartu kuning kedua karena melanggar Ole Romeny, sehingga wasit Ko Hyung-jin mengeluarkannya dari lapangan. Sejak saat itu Thailand harus bertahan dengan 10 pemain, beban yang mereka pikul selama sisa waktu normal plus seluruh 30 menit babak tambahan.
Hitungan waktu menegaskan dampaknya. Dari menit ke-81 sampai peluit panjang babak tambahan, Thailand bermain kalah jumlah selama hampir 40 menit efektif, periode saat tiga dari empat gol laga ini tercipta. Gol pembuka Dean James datang hanya tiga menit setelah kartu merah, dan gol penyeimbang Baggott pada menit ke-116 juga lahir saat lawan berkurang satu pemain. Thailand tetap sanggup berbalik unggul lewat Chamrasamee, bukti daya tahan mereka, tetapi keunggulan jumlah pemain membuat Indonesia terus menekan sampai laga berujung ke titik penalti. Mickelson, yang sebelum turnamen tercatat sebagai pemain termahal Thailand versi Transfermarkt, meninggalkan lini belakang Gajah Perang pincang justru saat laga memasuki fase paling krusial.
Adu Penalti 4-2: Delapan Algojo dan Penyelamatan Audero
Karena skor 2-2 bertahan sampai 120 menit, juara ditentukan lewat adu penalti, dan di sinilah Indonesia tampil nyaris sempurna. Lima tendangan pertama berjalan bergantian tanpa kesalahan sampai Kevin Diks, Dean James, dan Elkan Baggott menuntaskan tiga giliran pertama Garuda. Titik balik terjadi pada ronde keempat: Sarach Yooyen gagal karena bolanya membentur tiang, membuat Thailand tertinggal. Shayne Pattynama lalu mengubah keunggulan menjadi 4-2, dan Emil Audero menutup drama dengan menggagalkan tendangan Nattapong Sayriya.
| No | Algojo (Tim) | Hasil | Skor |
|---|---|---|---|
| 1 | Kevin Diks (Indonesia) | Gol | 1-0 |
| 2 | Manuel Bihr (Thailand) | Gol | 1-1 |
| 3 | Dean James (Indonesia) | Gol | 2-1 |
| 4 | Waris Choolthong (Thailand) | Gol | 2-2 |
| 5 | Elkan Baggott (Indonesia) | Gol | 3-2 |
| 6 | Sarach Yooyen (Thailand) | Gagal (kena tiang) | 3-2 |
| 7 | Shayne Pattynama (Indonesia) | Gol | 4-2 |
| 8 | Nattapong Sayriya (Thailand) | Gagal (diselamatkan Audero) | 4-2 |
Indonesia sukses 4 dari 4 tendangan (100 persen), Thailand 2 dari 4 (50 persen). Tendangan kelima Thailand tidak diperlukan karena Garuda sudah unggul tak terkejar. Sumber: urutan adu penalti FIFA ASEAN Cup 2026 dan laporan detik.
Dalam angka, perbedaannya tegas. Indonesia tidak membuang satu pun peluang dari titik putih, sementara Thailand kehilangan dua, satu ke tiang gawang dan satu ke tangan Audero. Kiper asal klub Italia itu tampil sebagai starter di bawah mistar pada laga final ini, bukan Maarten Paes, dan justru menjelma menjadi penentu gelar.
Statistik Pertandingan: Yang Terverifikasi dan Yang Belum
Untuk data rinci seperti penguasaan bola, total tembakan, tembakan tepat sasaran, sepak pojok, pelanggaran, dan offside, penyedia statistik resmi seperti FIFA match centre dan Sofascore umumnya memerlukan waktu untuk merilis angka final seusai laga. Sampai artikel ini disusun tidak lama setelah peluit panjang, angka-angka itu belum tersedia secara konsisten dan terverifikasi, sehingga redaksi memilih tidak memuat data yang belum bisa dipastikan. Bagian ini akan diperbarui begitu data resmi terbit.
Yang sudah pasti dari jalannya pertandingan adalah sebagai berikut:
- Skor: 1-1 di waktu normal, 2-2 setelah 2×15 menit babak tambahan, Indonesia menang adu penalti 4-2.
- Gol per babak: 0 di babak pertama, 2 di babak kedua (menit 84 dan 87), 2 di babak tambahan (menit 110 dan 116).
- Jumlah pemain: Thailand bermain 10 orang sejak menit ke-81 hingga akhir, Indonesia 11 pemain penuh.
- Kartu: satu kartu merah untuk Thailand (Mickelson, akumulasi dua kartu kuning).
- Adu penalti: 8 tendangan dieksekusi; Indonesia 4 gol dari 4, Thailand 2 gol dari 4 (satu kena tiang, satu diselamatkan kiper).
Sumber: linimasa dan hasil pertandingan dikonfirmasi laporan detik serta match centre FIFA ASEAN Cup 2026; rincian gol per babak dihitung redaksi dari menit terjadinya gol.
Beberapa pola tetap bisa dibaca tanpa menunggu angka penyedia data. Selama lebih dari 80 menit pertama, kedua tim gagal mencetak gol, lalu empat gol beruntun lahir hanya dalam rentang sekitar 32 menit terakhir sampai akhir babak tambahan. Artinya, final ini lebih banyak ditentukan oleh momen-momen kunci di ujung laga ketimbang dominasi yang merata sepanjang 120 menit. Pada akhirnya, metrik yang paling menentukan bukan penguasaan bola, melainkan konversi dari titik penalti: Indonesia 100 persen, Thailand 50 persen.
Formasi dan Susunan: 3-4-2-1 Indonesia Lawan 4-4-2 Thailand
Menurut grafik statistik publik yang beredar (nowdots), Indonesia turun dengan formasi 3-4-2-1 dan Thailand memakai 4-4-2. Redaksi menegaskan pola dan susunan ini mengacu pada grafik tersebut, bukan daftar pemain resmi yang sudah dipastikan dari laporan pertandingan, sehingga sebaiknya diverifikasi ulang ketika line-up resmi terbit.
Yang bisa dipastikan adalah para pemain yang berkontribusi langsung. Emil Audero menjadi kiper utama Indonesia sekaligus penyelamat di adu penalti. Kevin Diks mengenakan ban kapten dan menjadi algojo pertama. Dean James mencetak gol waktu normal sekaligus algojo penalti, Elkan Baggott mencetak gol penyeimbang di babak tambahan sekaligus algojo, dan Shayne Pattynama melengkapi daftar algojo Garuda. Di kubu Thailand, Iklas Sanron dan Peeradol Chamrasamee mencetak gol, Manuel Bihr dan Waris Choolthong sukses dari titik penalti, sementara Sarach Yooyen serta Nattapong Sayriya gagal, dan Nicholas Mickelson terusir pada menit ke-81.
Dari sisi rotasi, grafik mencatat Indonesia melakukan pergantian pada menit 46, 60, 65, 101, dan 109, dua di antaranya di babak tambahan, sementara Thailand mengganti pemain pada menit 53, 63, 79, dan 91. Banyaknya pergantian memperlihatkan kedua pelatih memburu kesegaran saat laga meluas ke 120 menit.
Arti Statistik: Garuda Patahkan Rekor dan Balas Final 2002
Di atas kertas, kemenangan ini terasa istimewa. Indonesia yang menghuni peringkat ke-118 FIFA mengalahkan Thailand yang berada jauh di atas pada posisi ke-94. Pertemuan ini sekaligus menjadi laga ke-79 kedua negara. Sebelum malam ini, Thailand unggul telak dengan 37 kemenangan berbanding 25 (plus 16 imbang) dari 78 pertemuan, dan Indonesia belum pernah menang atas Thailand sejak 14 Desember 2016. Trofi final terakhir Garuda atas Thailand bahkan harus ditarik jauh ke SEA Games 1991.
Ada simetri yang manis dalam angka. Final Indonesia lawan Thailand terakhir di Gelora Bung Karno terjadi pada Piala AFF 2002: ketika itu laga berakhir 2-2 dan Thailand menang adu penalti 4-2. Dua puluh empat tahun kemudian, di stadion yang sama, skornya sama persis 2-2 dan adu penalti juga berakhir 4-2, tetapi kali ini giliran Indonesia yang tersenyum.
Statistik tiga laga fase grup sempat menyebut Indonesia lebih subur (11 gol) sementara Thailand lebih rapi dalam penguasaan bola. Namun final menegaskan bahwa hasil kerap ditentukan oleh detail: satu kartu merah pada menit ke-81, dua gol di saat genting, dan empat tendangan penalti yang semuanya masuk. Itulah angka-angka yang akhirnya membawa trofi perdana FIFA ASEAN Cup ke Jakarta.
Artikel ini dirangkum dari:
- FIFA: FIFA ASEAN Cup 2026, match centre dan hasil pertandingan (data resmi) tautan
- detik: kanal FIFA ASEAN Cup 2026, laporan final dan adu penalti Indonesia vs Thailand tautan
- CNN Indonesia: Head to Head Indonesia vs Thailand, Garuda Sulit Menang tautan
- Bola.com: Head to Head Timnas Indonesia Vs Thailand Jelang Final FIFA ASEAN Cup 2026, 78 Kali Bertemu tautan
- detik: Final Indonesia Vs Thailand, Duel Tim Peringkat FIFA tautan
- Kompas Bola: Head to Head Timnas Indonesia Vs Thailand, Misi Garuda Putus Puasa Kemenangan tautan
- Grafik statistik publik nowdots: formasi 3-4-2-1 vs 4-4-2 dan data pergantian pemain (kredit grafik statistik).