Kembali
F1 7 min read 27 August 2026

Drama Zandvoort: Norris Menang Lagi, Verstappen Crash, Mercedes Bikin Geger dengan Team Order

Lando Norris meraih kemenangan beruntun di GP Belanda 2026 usai insiden red flag Max Verstappen di lap pertama, sementara team order kontroversial Mercedes untuk Kimi Antonelli memicu reaksi menarik dari George Russell.

Drama Zandvoort: Norris Menang Lagi, Verstappen Crash, Mercedes Bikin Geger dengan Team Order
Foto: Getty Images / Formula1.com.

Akhir pekan balapan terakhir Formula 1 di Zandvoort untuk enam tahun ke depan ternyata jadi salah satu yang paling dramatis musim ini — Max Verstappen crash keras di lap pertama, Lando Norris comeback untuk meraih kemenangan beruntun, dan Mercedes memicu kontroversi dengan team order yang mengorbankan posisi George Russell demi Kimi Antonelli di perebutan gelar juara dunia. Balapan yang digelar akhir pekan lalu (21-23 Agustus 2026) ini bukan cuma soal siapa yang menang, tapi juga soal bagaimana pertarungan gelar musim 2026 makin memanas jelang seri-seri krusial menjelang akhir tahun, termasuk Monza yang tinggal beberapa hari lagi.

Buat penggemar F1 di Indonesia yang mungkin sempat begadang atau baru sempat nonton ulang highlight-nya, ini rangkuman lengkap soal apa yang terjadi di Zandvoort, kenapa ini penting buat persaingan gelar, dan apa artinya buat drama yang bakal berlanjut di GP Italia.

Insiden Lap Pertama: Verstappen Menghantam Tembok

Balapan baru berjalan satu lap ketika red flag langsung dikibarkan. Max Verstappen, yang start dari posisi cukup kompetitif di lintasan basah, kehilangan traksi bagian belakang mobil Red Bull-nya dan menghantam tembok pembatas dengan keras. Untungnya, juara dunia empat kali ini dilaporkan baik-baik saja meski mobilnya rusak parah dan tidak bisa melanjutkan balapan.

Verstappen sendiri buka suara soal penyebab crash tersebut usai balapan.

“It was still quite wet in that corner… It caught me out, simple as that.”

Max Verstappen, Pembalap Red Bull Racing, seperti dilaporkan Sky Sports F1

Kondisi trek yang masih basah di beberapa titik jadi faktor utama insiden ini. Balapan sempat dihentikan untuk proses pembersihan dan perbaikan barrier sebelum akhirnya dilanjutkan dengan standing restart. Bagi Verstappen, ini jadi akhir yang pahit di GP kandang rekan-rekannya di paddock — apalagi Zandvoort memang dijadwalkan absen dari kalender F1 untuk enam tahun ke depan setelah musim ini, jadi balapan ini otomatis jadi “perpisahan” sementara dengan sirkuit ikonik di pesisir Belanda tersebut.

Norris Comeback, Rebut Kemenangan dari Antonelli

Setelah restart, Kimi Antonelli langsung tancap gas dan berhasil menyalip Norris untuk memimpin balapan. Remaja Italia yang jadi pemuncak klasemen musim ini pun sempat membangun jarak aman di depan pembalap McLaren tersebut. Tapi Norris tidak menyerah begitu saja.

Memasuki sepertiga akhir balapan, Norris mulai menggerogoti jarak dan akhirnya berhasil merebut kembali posisi terdepan dari Antonelli. Dari sana, juara dunia bertahan asal Inggris ini terus menjaga jarak hingga akhirnya finis dengan keunggulan lebih dari 11 detik — kemenangan beruntun keduanya secara berturut-turut, sekaligus kemenangan ketiga McLaren secara beruntun di Zandvoort.

“The move was good! I knew I wasn’t going to get many chances… I knew I had to make it.”

Lando Norris, Pembalap McLaren, seperti dilaporkan Sky Sports F1

Soal peluangnya di perburuan gelar juara dunia yang makin realistis, Norris memilih untuk tetap merendah dan tidak jumawa.

“It sounds boring, but one race at a time… There’s no point thinking that far ahead.”

Lando Norris, seperti dilaporkan Sky Sports F1

Di lain kesempatan, Norris juga menggambarkan betapa sulitnya balapan ini secara keseluruhan, dari kondisi trek yang berubah-ubah sampai tekanan dari para pembalap Mercedes di depannya.

“Amazing. A tough race… Probably one of my better wins – we had to fight for it well but the pace was strong.”

Lando Norris, seperti dilaporkan Formula1.com

Hasil Lengkap GP Belanda 2026

Berikut hasil 10 besar balapan yang digelar di Circuit Zandvoort tersebut:

PosPembalapTimSelisih
1Lando NorrisMcLaren2:04:44.859
2Kimi AntonelliMercedes+11.536s
3George RussellMercedes+15.906s
4Lewis HamiltonFerrari+16.755s
5Charles LeclercFerrari+17.258s
6Oscar PiastriMcLaren
7Liam LawsonRed Bull
8Nico HulkenbergAudi
9Fernando AlonsoAston Martin
10Pierre GaslyAlpine

Lima pembalap gagal finis di balapan ini, termasuk Verstappen, Valtteri Bottas, Esteban Ocon, Lance Stroll, dan Ollie Bearman.

Kontroversi Team Order Mercedes

Salah satu subplot paling menarik dari akhir pekan ini justru datang dari internal Mercedes. Menjelang akhir balapan, tim asal Brackley itu memutuskan untuk melakukan strategi pit stop berbeda antara kedua pembalapnya. Antonelli dipanggil masuk untuk mengganti ban baru yang lebih lunak, sementara Russell tetap di lintasan dengan ban yang lebih tua — sebuah keputusan yang sempat membuat Russell naik ke posisi kedua di belakang Norris.

Namun begitu Antonelli kembali ke lintasan dengan ban segar, Mercedes langsung memberi instruksi ke Russell untuk membiarkan rekan setimnya lewat di Turn 1. Menariknya, dari radio tim, Russell sempat terdengar tidak begitu senang dengan instruksi tersebut — sesuatu yang wajar mengingat posisi finis di podium F1 punya nilai poin yang signifikan buat klasemen konstruktor maupun personal.

Meski begitu, setelah balapan selesai dan emosi mereda, Russell justru membela keputusan tim tersebut secara terbuka saat diwawancara media.

“Kimi was ahead of me anyway so he deserved to finish ahead. Of course when you’re in the race, you want to fight for every single position.”

George Russell, Pembalap Mercedes, seperti dilaporkan Formula1.com

Russell bahkan mengakui bahwa secara pace, Antonelli memang lebih cepat dengan ban barunya sehingga swap posisi itu cuma soal waktu.

“With the pace with the new tyre, he would’ve overtaken me anyway so it was the right decision. Just happy to be standing on the podium.”

George Russell, seperti dilaporkan Formula1.com

Terlepas dari drama tersebut, Russell mengaku akhir pekan ini jadi salah satu penampilan terbaiknya belakangan ini.

“I come away from this weekend as a whole satisfied – it’s been my best weekend for quite a while. I’ll take those positives.”

George Russell, seperti dilaporkan Formula1.com

Ia juga menyinggung soal timing Virtual Safety Car yang menurutnya kurang menguntungkan buat posisinya, karena memberi kesempatan gratis buat Lewis Hamilton melakukan pit stop tanpa kehilangan banyak waktu.

“I think that first VSC towards the end came at a tough point because it gave Lewis that opportunity to get a free pit stop.”

George Russell, seperti dilaporkan Formula1.com
LAICA Move Mat Matras
Cocok Buat Kamu
LAICA Move Mat Matras
Pembalap F1 rutin latihan mobility buat nahan tekanan G-force di trek. Kamu nggak perlu jadi pembalap buat mulai rutin stretching, cukup gelar matras ini di rumah.
Lihat Produk →

Dampak ke Klasemen: Antonelli Makin Kokoh di Puncak

Hasil di Zandvoort ini punya efek langsung ke peta persaingan gelar juara dunia musim 2026. Dengan finis P2, Antonelli memperlebar keunggulannya di puncak klasemen menjadi 59 poin. Sementara itu, Norris — yang berstatus juara bertahan — berhasil memangkas jarak dengan pembalap Mercedes tersebut, meski defisitnya masih terpaut cukup jauh di angka 83 poin dari total klasemen musim ini.

Yang menarik, persaingan gelar musim ini bukan cuma soal Antonelli versus Norris. Racikan performa yang konsisten dari Hamilton di Ferrari sejak comeback performanya beberapa balapan terakhir juga membuat papan atas klasemen makin sengit, sementara Russell sendiri masih realistis untuk terus mengejar dari posisi ketiga di klasemen tim maupun individu.

Di sisi konstruktor, empat tim papan atas — Mercedes, Ferrari, McLaren, dan Red Bull — terus bersaing ketat di depan, sementara Racing Bulls dan Alpine punya pertarungan sendiri di papan tengah untuk posisi kelima dan keenam.

Menuju Monza: Drama Berlanjut?

Setelah drama di Zandvoort, sirkus F1 langsung tancap gas menuju Monza untuk Gran Premio d’Italia yang akan digelar pada 4-6 September 2026. Balapan di “Temple of Speed” ini biasanya jadi salah satu ajang paling emosional dalam kalender, apalagi buat tim tuan rumah Ferrari yang selalu didukung ribuan tifosi di tribun.

Dengan performa Hamilton yang makin on-fire belakangan ini bersama Ferrari, dan tensi internal Mercedes antara Antonelli-Russell yang belum sepenuhnya reda meski sudah “didamaikan” secara verbal, Monza berpotensi jadi panggung berikutnya buat drama serupa. Belum lagi McLaren yang jelas sedang dalam momentum bagus dengan dua kemenangan beruntun, serta Red Bull yang harus bangkit dari hasil buruk usai crash Verstappen di Zandvoort.

Sesi kualifikasi GP Italia dijadwalkan berlangsung Sabtu, 5 September 2026, dan balapan utama pada hari Minggu, 6 September 2026 malam waktu Eropa — yang jika dikonversi kira-kira akan jatuh pada malam hari waktu WIB, jadi penggemar F1 Indonesia masih berpeluang menyaksikannya secara live tanpa harus begadang terlalu larut.

Penutup

GP Belanda 2026 di Zandvoort mungkin sudah usai, tapi gemanya masih akan terasa sampai beberapa balapan ke depan. Insiden Verstappen jadi pengingat betapa berbahayanya kondisi trek basah bahkan buat pembalap sekelas juara dunia empat kali, kemenangan beruntun Norris menunjukkan McLaren sedang dalam performa terbaiknya, dan drama team order Mercedes membuktikan bahwa persaingan gelar juara dunia musim ini bukan cuma soal battle antar tim, tapi juga battle internal yang tak kalah sengit. Semua mata sekarang tertuju ke Monza — akankah Ferrari bangkit di kandang sendiri, atau justru McLaren dan Mercedes yang akan terus mendominasi cerita musim 2026?

Artikel ini dirangkum dari:

EXPLORE 20FIT

More ways to move.