Kembali
HYBRID RACE 7 min read 27 August 2026

HYROX Serbu Asia: Beijing Jadi Panggung September, Hong Kong Ditunjuk Tuan Rumah World Championships 2027

HYROX makin agresif ekspansi ke Asia, Beijing bersiap gelar race spektakuler di Ice Ribbon bekas venue Olimpiade musim dingin, sementara Hong Kong resmi ditunjuk sebagai tuan rumah HYROX World Championships 2027, yang pertama kalinya digelar di kawasan Asia-Pasifik.

HYROX Serbu Asia: Beijing Jadi Panggung September, Hong Kong Ditunjuk Tuan Rumah World Championships 2027
Foto: South China Morning Post (foto oleh Jocelyn Tam).

Dunia hybrid racing lagi panas-panasnya menatap Asia. Dalam hitungan minggu ke depan, ribuan atlet bakal berpeluh di atas es beku yang disulap jadi arena lari dan sled push di Beijing, sementara di sisi lain peta, Hong Kong baru saja diumumkan sebagai tuan rumah HYROX World Championships 2027 — yang pertama kalinya gelaran puncak HYROX digelar di kawasan Asia-Pasifik. Dua kabar besar ini datang beruntun dan makin menegaskan satu hal: HYROX bukan lagi sekadar tren kebugaran anak Eropa, tapi sudah jadi fenomena olahraga global yang serius menggarap pasar Asia.

Buat yang belum familiar, HYROX adalah format hybrid race yang menggabungkan lari 8 kilometer (dibagi delapan segmen 1 km) dengan delapan functional station di antaranya — mulai dari sled push, sled pull, burpee broad jumps, sampai wall balls di penghujung race. Formatnya konsisten di semua kota, sehingga waktu finish atlet di Beijing bisa langsung dibandingkan dengan atlet di Sydney, Kopenhagen, atau Jakarta. Justru karena format yang “adil” dan bisa dibandingkan lintas kota inilah HYROX meledak jadi salah satu kompetisi hybrid fitness terbesar di dunia dalam beberapa tahun terakhir.

Beijing Jadi Panggung Baru: Race di Atas Bekas Venue Olimpiade

Kabar pertama datang dari Beijing. HYROX Beijing 2026 dijadwalkan digelar pada 12-13 September 2026, dengan rangkaian technical dan check-in sudah dimulai sejak 11 September. Yang bikin event ini istimewa bukan cuma soal jumlah peserta, tapi lokasinya: National Speed Skating Oval, atau yang lebih dikenal dengan julukan “Ice Ribbon” (冰丝带), salah satu venue paling ikonik peninggalan Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022.

Venue ini awalnya dibangun untuk cabang speed skating, lengkap dengan desain atap melengkung berbentuk pita yang jadi salah satu ikon visual Olimpiade Beijing. Sekarang, lantai yang biasanya jadi lintasan es itu akan disulap jadi arena lari dan functional station HYROX — kombinasi yang jarang bisa ditemui di kota lain.

Menurut rilis dari Velites Sport, yang menjadi salah satu partner perlengkapan resmi HYROX, venue ini menawarkan lintasan lebar, permukaan mulus, dan fasilitas kelas Olimpiade yang ideal untuk race cepat dan transisi antar-station yang bersih. Cuaca September di Beijing pun relatif bersahabat untuk lomba endurance, berkisar 18-27°C, jauh dari kelembapan menyengat ala musim panas di banyak kota Asia Tenggara.

Race weekend di Beijing akan mencakup kategori HYROX Men dan Women (Open dan Pro), Doubles (Men, Women, Mixed), hingga kategori Relay, dengan jadwal terbagi di sepanjang Jumat sampai Minggu. Bagi atlet internasional yang berencana datang, akses ke venue terbilang mudah — sekitar 30-40 menit dari Bandara Internasional Beijing Capital, atau 45-60 menit dari Bandara Daxing, dengan pilihan MRT, taksi, hingga ride-share seperti Didi.

Hong Kong Ditunjuk Jadi Tuan Rumah World Championships 2027

Kabar yang jauh lebih besar datang beberapa bulan sebelumnya, tapi efeknya masih terasa hangat hingga sekarang: HYROX resmi mengumumkan Hong Kong sebagai tuan rumah PUMA HYROX World Championships 2027. Ajang puncak musim ini akan digelar di AsiaWorld-Expo pada 10-13 Juni 2027, dan ini adalah kali pertama sepanjang sejarah HYROX gelaran level dunia ini keluar dari Eropa dan Amerika, mendarat di kawasan Asia-Pasifik.

Pengumuman ini sendiri disampaikan secara resmi di tengah gelaran HYROX World Championships 2026 di Strawberry Arena, Stockholm, Swedia — semacam serah terima tongkat estafet dari musim ini ke musim depan. Di Stockholm, gelar juara dunia Elite 15 direbut oleh dua atlet Amerika, Dylan Scott (53:47) di kategori putra dan Alyssa McElheny (56:59) di kategori putri, yang keduanya mengejutkan banyak pihak karena bukan favorit utama sebelum race dimulai.

Yang membuat pemilihan Hong Kong terasa masuk akal bukan cuma soal simbolis. Pertumbuhan HYROX di kota ini terbilang luar biasa cepat. Saat pertama kali digelar di Hong Kong pada 2022, jumlah pesertanya belum sampai 1.000 orang. Bandingkan dengan edisi keenam yang digelar Mei 2026 lalu di AsiaWorld-Expo — jumlah peserta melonjak jadi hampir 20.000 atlet dalam waktu kurang dari empat tahun. Lonjakan sebesar itu jarang terjadi di cabang olahraga partisipatif mana pun, dan jadi alasan utama kenapa HYROX melihat Hong Kong sebagai “pintu masuk” yang tepat untuk ekspansi ke Asia-Pasifik.

Sekilas Delapan Station HYROX

No.StationJarak/Repetisi
1SkiErg1000 m
2Sled Push50 m
3Sled Pull50 m
4Burpee Broad Jumps80 m
5Rowing1000 m
6Farmers Carry200 m
7Sandbag Lunges100 m
8Wall Balls100 repetisi

Setiap station diselingi lari 1 km, sehingga total jarak lari mencapai 8 km plus delapan station di atas — format yang sama persis dipakai di Beijing maupun nanti di Hong Kong.

PUMA x HYROX Deviate Elite 4
Cocok Buat Kamu
PUMA x HYROX Deviate Elite 4
HYROX Beijing makin dekat dan ekspansi ke Asia nggak akan berhenti di situ. Kalau kamu juga mau mulai latihan hybrid, PUMA x HYROX Deviate Elite 4 didesain khusus buat lari dan functional station HYROX.
Lihat Produk →

Kenapa Asia-Pasifik Jadi Prioritas HYROX

Ekspansi ke Beijing dan penunjukan Hong Kong bukan kebetulan yang berdiri sendiri. Musim 2025/2026 sendiri sudah mencatat sekitar 1,5 juta partisipan HYROX tersebar di 95 kota di seluruh dunia, dan proyeksi musim 2026/2027 disebut-sebut bisa menembus lebih dari 2 juta atlet di 95-plus kota. Dengan angka pertumbuhan seperti itu, kawasan Asia — terutama China raya dan Asia Tenggara — jadi target ekspansi yang logis, mengingat populasi besar dan minat terhadap functional fitness serta hybrid training yang terus naik dalam beberapa tahun terakhir.

Bukan cuma soal jumlah peserta lokal. Ada juga faktor pariwisata olahraga (sport tourism) yang jadi pertimbangan besar bagi kota tuan rumah. Acara sekelas World Championships bisa mendatangkan ribuan atlet dan pendamping dari luar negeri, yang otomatis berdampak ke sektor perhotelan, transportasi, hingga citra kota di mata dunia.

Reaksi dari Berbagai Pihak

Penunjukan Hong Kong disambut positif oleh berbagai pihak, mulai dari petinggi HYROX sendiri hingga pejabat pemerintah setempat. Christian Toetzke, Co-Founder sekaligus CEO HYROX, menyebut keputusan ini sebagai tonggak penting bagi perkembangan hybrid racing di kawasan Asia-Pasifik.

“Hosting our 2027 season finale in Hong Kong is a historic step forward for hybrid racing in the APAC region.”

Christian Toetzke, Co-Founder & CEO HYROX, sebagaimana dilaporkan oleh ANTARA News

Dukungan juga datang dari sisi pemerintah Hong Kong. Rosanna Law, Secretary for Culture, Sports and Tourism Hong Kong SAR, menekankan bahwa event ini bukan cuma soal olahraga, tapi juga soal memperkuat posisi Hong Kong sebagai destinasi event kelas dunia.

“This choice showcases our capacity to host large-scale sporting events and underscores Hong Kong’s appeal as a premier tourist destination.”

Rosanna Law, Secretary for Culture, Sports and Tourism Hong Kong SAR, sebagaimana dilaporkan oleh South China Morning Post

Senada, Dr Peter Lam selaku Chairman Hong Kong Tourism Board menyebut ajang ini akan menambah daftar mega event kelas dunia yang pernah digelar di kota tersebut, sekaligus memperkuat branding Hong Kong sebagai “Events Capital of Asia”. Dari sisi brand partner, Marwin Hoffman, VP Train Marketing PUMA, turut menyampaikan kebanggaannya atas kerja sama jangka panjang dengan HYROX yang kini membuahkan hasil berupa gelaran akbar di Asia.

Yang menarik, hanya sekitar 0,5% atlet HYROX terbaik di dunia yang berhak lolos kualifikasi untuk tampil di World Championships — jadi meski venue-nya di Hong Kong, kompetisi yang bakal tersaji tetap murni level elite dunia, bukan sekadar perayaan lokal.

Apa Artinya buat Komunitas Hybrid Racing di Indonesia?

Buat komunitas hybrid racing dan functional fitness di Indonesia, dua kabar ini jelas jadi sinyal penting. Semakin dekat lokasi gelaran besar HYROX secara geografis — baik Beijing maupun Hong Kong — semakin realistis pula bagi atlet-atlet Asia Tenggara, termasuk Indonesia, untuk menjadikan kompetisi level regional maupun dunia sebagai target yang bisa dikejar, tanpa harus terbang jauh-jauh ke Eropa atau Amerika seperti musim-musim sebelumnya. Kalau tren pertumbuhan peserta di Hong Kong bisa dijadikan patokan — dari ratusan ke puluhan ribu peserta dalam waktu singkat — bukan tidak mungkin skema serupa juga terjadi di kota-kota besar Asia Tenggara dalam beberapa tahun ke depan.

Penutup

Dengan Beijing bersiap menggelar race di atas venue Olimpiade musim dingin bulan depan, dan Hong Kong mempersiapkan diri sebagai tuan rumah World Championships 2027, jelas terlihat bahwa HYROX sedang menancapkan taruhan besar di Asia. Dua tahun ke depan bakal jadi periode krusial untuk melihat apakah momentum pertumbuhan pesat ini bisa berlanjut, sekaligus menjadi ajang pembuktian apakah kawasan Asia-Pasifik benar-benar siap menjadi pusat gravitasi baru bagi dunia hybrid racing.

Artikel ini dirangkum dari:

EXPLORE 20FIT

More ways to move.