Kembali
MMA 4 min read 29 August 2026

Bilal Hasan Menang KO Lawan Rojas di UFC Shanghai: Siapa Dia dan Apa Selanjutnya?

Bilal Hasan menang KO round 2 atas Nilson Rojas di debut UFC Shanghai, mempertahankan rekor sempurna 10-0. Simak profil, rekor pertarungan, dan apa selanjutnya buat petarung Indonesia ini.

Bilal Hasan, petarung flyweight Indonesia di UFC
Bilal Hasan menjelang laga UFC Shanghai. Foto: diambil dari artikel UFC.com.

Bilal “The IndoNinja” Hasan resmi mencatatkan sejarah baru buat Indonesia. Di Shanghai Oriental Sports Center, Sabtu (29/8/2026) waktu setempat, petarung flyweight ini menang KO round kedua atas Nilson “El Rayo” Rojas asal Peru dalam laga debut UFC-nya di UFC Fight Night: Nurmagomedov vs Song — sekaligus mempertahankan rekor sempurnanya yang kini 10-0.

Hasil Pertandingan: KO Dramatis di Round 2

Laga ini sempat berjalan sengit. Di awal ronde kedua, Rojas nyaris membalikkan keadaan lewat pukulan keras yang membuat Hasan sempat oleng. Namun Rojas kehabisan tenaga untuk menuntaskan momentum itu, dan Hasan justru bangkit lebih cepat — melangkah maju dan melepaskan straight right telak ke dagu Rojas yang langsung menjatuhkannya. Wasit menghentikan laga pada menit 2:28 ronde kedua.

Kemenangan ini istimewa karena Rojas sendiri bukan lawan sembarangan — sama-sama tak terkalahkan dengan rekor 9-0 dan tujuh kemenangan KO sebelum laga ini.

Siapa Itu Bilal Hasan?

Bilal Hasan, 25 tahun, lahir di Amerika Serikat namun bertarung membawa bendera Indonesia — menjadikannya petarung Indonesia kedua yang mengantongi kontrak UFC, setelah Jeka Saragih lebih dulu lolos lewat Road to UFC pada 2023. Ia berlaga di kelas flyweight (56,7 kg), dengan tinggi 170 cm dan jangkauan 178 cm, serta dikenal dengan gaya bertarung switch-stance yang eksplosif.

Sebelum ke UFC, Hasan adalah juara flyweight Cage Fury Fighting Championships (CFFC) dengan tiga kali mempertahankan gelar — semuanya menang sebelum batas waktu.

Rekor Pertarungan: Siapa Saja yang Pernah Dihadapi?

Sebelum laga melawan Rojas, Hasan membangun rekor 9-0 dengan delapan kemenangan finish. Berikut jejak lawan-lawannya yang tercatat:

  • Jerry Lleshi — laga debut profesional di CFFC 116, menang decision terpisah (split decision).
  • Jacob Romano (Februari 2024, Philadelphia) — Hasan meredam upaya takedown lawan, membuka luka di pelipis Romano lewat siku dari atas, lalu menutup laga di ronde kedua dengan tendangan roda berputar (spinning wheel kick).
  • Jose Leon (September 2024) — menang submission rear-naked choke, sekaligus merebut gelar juara flyweight CFFC.
  • Brian Hauser (Februari 2025) — mempertahankan gelar lewat KO pukulan ke tubuh (body punch).
  • Jason Eastman (Juni 2025, North Dakota) — mempertahankan gelar lagi lewat TKO ronde keempat, diawali tendangan depan ke tubuh lalu disusul rentetan pukulan.
  • Mridul Saikia (11 Agustus 2026, Dana White’s Contender Series) — menang TKO hanya dalam 45 detik, tampil sebagai favorit terbesar dalam sejarah 10 tahun DWCS, lalu merayakannya dengan moonwalk dan berterima kasih ke “Daddy Dana” — yang berujung kontrak UFC langsung dari Dana White.
  • Nilson Rojas (29 Agustus 2026, UFC Shanghai) — laga debut UFC, menang KO straight right ronde kedua.

Dari tujuh laga yang tercatat di atas, hanya satu yang berakhir lewat keputusan juri — sisanya semua selesai lebih cepat, mencerminkan gaya bertarung Hasan yang agresif dan finishing-oriented sejak awal karier.

Apa Selanjutnya buat Bilal Hasan?

Dana White sendiri memuji performa debut Hasan sebagai “no-brainer” untuk terus dipromosikan. Dengan status debutan yang langsung tampil impresif di kartu utama UFC Shanghai, manajemen UFC kemungkinan besar akan mencarikannya lawan dengan level lebih tinggi di divisi flyweight untuk menguji sejauh mana ia bisa melaju. Belum ada pengumuman resmi soal lawan berikutnya, tapi dengan rekor sempurna 10-0 dan delapan finish, wajar bila publik MMA mulai menyebut namanya sebagai salah satu prospect paling menjanjikan di kelas terbang saat ini — apalagi ia baru berusia 25 tahun, usia yang masih sangat muda untuk ukuran atlet UFC.

Dibandingkan Bintang UFC yang Rekornya Mirip

Rekor sempurna dengan mayoritas kemenangan finish di awal karier bukan hal baru di UFC — dan beberapa nama yang pernah punya pola serupa akhirnya jadi bintang besar promosi ini:

  • Khamzat Chimaev — sempat tak terkalahkan dan menggilas lawan-lawan awalnya di UFC dengan brutal (empat lawan pertamanya cuma berhasil melepas satu pukulan gabungan ke arahnya), membangun rekor 14-0 di UFC sebelum akhirnya jadi juara dan baru kalah pertama kali dari Sean Strickland di UFC 328.
  • Ilia Topuria — tak terkalahkan sepanjang 17 laga UFC (15 finish, gabungan KO dan submission) dan jadi juara ganda dua divisi (featherweight lalu lightweight) sebelum kekalahan pertamanya dari Justin Gaethje.
  • Umar Nurmagomedov — membangun rekor tak terkalahkan panjang di kelas bantamweight lewat kombinasi gulat elite dan submission, sampai akhirnya kalah decision dari juara Merab Dvalishvili di UFC 311.

Ketiganya sama-sama masuk UFC dengan rekor nyaris sempurna dan gaya finishing yang dominan — pola yang kini juga melekat pada Bilal Hasan. Tentu masih terlalu dini membandingkan pencapaian, tapi kombinasi usia muda, rekor sempurna, dan gaya bertarung spektakuler membuat banyak pengamat MMA menaruh perhatian khusus pada langkah Hasan selanjutnya di UFC.

Artikel ini dirangkum dari:

EXPLORE 20FIT

More ways to move.