Raphinha Absen dari Shortlist Ballon d’Or, Panel ESPN FC: Wajar, Tapi Daftarnya Kepanjangan
Panel ESPN FC Extra Time bahas absennya Raphinha dari shortlist 30 nominasi Ballon d'Or, sekaligus kritik format daftarnya yang dinilai kepanjangan.
Daftar pendek 30 nominasi Ballon d’Or selalu memicu perdebatan, dan tahun ini giliran absennya Raphinha dari daftar tersebut yang jadi sorotan di ESPN FC Extra Time. Alejandro Moreno dan panel membedah alasan di balik snub itu, sebelum diskusi melebar jadi kritik ke format daftar itu sendiri.
Snub yang Dinilai Masuk Akal
Ditanya soal absennya Raphinha, Alejandro Moreno langsung menegaskan dirinya tidak keberatan sama sekali dengan keputusan tersebut. Alasannya sederhana: performa winger Barcelona itu sepanjang musim lalu memang jauh dari kata layak untuk diganjar pengakuan sebesar itu.
“Raphinha struggled with injuries all last season. Didn’t have a good World Cup either. So, he doesn’t deserve to be on the list given the performances.”
— Alejandro Moreno, panelis ESPN FC Extra Time
Menurut Moreno, cedera yang terus mengganggu sepanjang musim ditambah penampilan kurang meyakinkan di Piala Dunia membuat absennya Raphinha dari 30 besar bukan sebuah kejutan, apalagi kontroversi.
Kritik ke Daftar 30 Nama yang Dinilai Kepanjangan
Diskusi kemudian bergeser ke isu yang lebih besar: Moreno menilai format shortlist Ballon d’Or berisi 30 nama itu sendiri sudah kebablasan. Baginya, publik sebenarnya tidak butuh daftar sepanjang itu untuk mulai membicarakan siapa yang pantas jadi pemain terbaik dunia.
“This whole 30 list is too long, too big, and it’s including players that… they’re not winning the Balon d’Or. So why are we going through this? Get to the top three, top five, and then have a conversation about them.”
— Alejandro Moreno, panelis ESPN FC Extra Time
Moreno mencontohkan Ferran Torres sebagai salah satu nama di daftar yang menurutnya jelas tidak berada dalam percakapan serius perebutan gelar. Ironisnya, ia balik menegaskan bahwa jika standar masuk daftar memang selonggar itu, seharusnya Raphinha pun berhak mendapat tempat — sebuah kritik yang menyoroti inkonsistensi kriteria seleksi.
Panel Juga Geram soal Aturan Substitusi 10 Detik
Topik lain yang tak kalah panas adalah keputusan kontroversial yang membuat Real Madrid harus bermain dengan 10 orang, gara-gara Vinicius Junior dinilai terlalu lama meninggalkan lapangan usai ditarik keluar — lebih dari batas 10 detik yang ditentukan aturan. Craig Burley tak menahan diri dalam mengkritik keras aturan tersebut.
“You cannot punish a team for a minute because a guy took more than 10 seconds to get off the field. I mean, that’s just absolute garbage.”
— Craig Burley, panelis ESPN FC Extra Time
Bagi Burley, masalah utamanya bukan soal niat aturan itu untuk mengurangi buang-buang waktu, melainkan bobot hukuman yang dinilai jauh tidak sepadan dengan pelanggarannya — membuat tim harus bermain kekurangan orang selama satu menit penuh hanya karena keterlambatan beberapa detik saja.
Kenapa Ini Relevan Buat Kamu
Dua perdebatan ini sebenarnya punya benang merah yang sama: soal standar dan konsistensi. Baik dalam menilai siapa yang pantas diganjar penghargaan, maupun dalam menegakkan aturan pertandingan, hal yang paling sering dipersoalkan bukan tujuannya, melainkan bagaimana standar itu diterapkan secara adil dan proporsional. Prinsip yang sama juga berlaku di level mana pun kamu berolahraga — penilaian dan aturan yang konsisten selalu jadi fondasi kompetisi yang sehat.
Artikel ini dirangkum dari:
- ESPN FC Extra Time: Thoughts on Raphinha not being on the Ballon d’Or short list? https://youtu.be/RN5bFxT-aic