Kembali
PANJAT TEBING 4 min read 10 September 2026

Modal Emas Chamonix, Veddriq Leonardo Incar Gelar yang Belum Pernah Diraih di Asian Games

Veddriq Leonardo bidik emas speed perorangan Asian Games 2026, gelar yang belum pernah diraihnya, bermodal juara Chamonix.

Modal Emas Chamonix, Veddriq Leonardo Incar Gelar yang Belum Pernah Diraih di Asian Games
Foto: Sindonews.

Satu gelar masih luput dari koleksi prestasi Veddriq Leonardo: medali emas speed perorangan di ajang Asian Games. Bermodal gelar juara di World Climbing Series Chamonix 2026 pada Juli lalu, atlet panjat tebing andalan Indonesia ini optimistis akhirnya bisa melengkapi koleksinya di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Baca Cepat

  • Veddriq Leonardo menargetkan emas speed perorangan di Asian Games 2026, gelar yang belum pernah diraihnya di ajang ini.
  • Prestasi terbaiknya di nomor tersebut baru perunggu, diraih pada Asian Games 2022 Hangzhou.
  • Veddriq meraih emas di World Climbing Series Chamonix 2026 pada Juli lalu.
  • Atlet China disebut sebagai rival terberat, dengan catatan waktu yang masih tipis dari Indonesia.

Mengejar Gelar yang Belum Pernah Diraih

Meski sudah jadi salah satu nama besar panjat tebing dunia, satu pencapaian masih luput dari genggaman Veddriq Leonardo: medali emas speed perorangan di ajang Asian Games. Prestasi terbaiknya di nomor ini baru sebatas perunggu, yang diraihnya pada Asian Games 2022 di Hangzhou, China. Kini, di Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Veddriq bertekad akhirnya melengkapi koleksi prestasinya.

Modal dari Chamonix

Kepercayaan diri Veddriq menjelang Asian Games ditopang pencapaian terbarunya di World Climbing Series Chamonix 2026, Prancis, pada Minggu 12 Juli lalu. Di sana, ia berhasil meraih medali emas nomor speed putra usai mengalahkan sesama atlet Indonesia, Antasyafi Robby Al Hilmi, di partai final — sebuah hasil yang sekaligus menegaskan kedalaman skuad speed climbing Indonesia saat ini.

China Jadi Rival Terberat

Meski optimistis, Veddriq tak menutup mata soal tantangan berat yang menanti. Ia secara khusus menyebut atlet asal China sebagai kompetitor terbesarnya di Asian Games nanti, dengan catatan waktu yang disebutnya masih sangat tipis dibanding milik atlet-atlet Indonesia. Persaingan ketat ini membuat setiap detail persiapan, mulai dari aspek teknis, fisik, hingga mental, menjadi krusial menjelang turun ke lintasan nanti.

Fokus Penuh Menuju Jepang

Seluruh rangkaian persiapan Veddriq kini diarahkan untuk mematangkan performa menjelang Asian Games Aichi-Nagoya 2026, yang akan berlangsung 19 September hingga 4 Oktober mendatang. Dengan modal gelar juara Chamonix dan pengalaman panjang di level internasional, harapan besar disematkan agar Veddriq bisa akhirnya mengunci gelar emas speed perorangan yang selama ini belum pernah ia raih di ajang multicabang Asia tersebut.

Kedalaman Skuad Speed Climbing Indonesia

Kemenangan Veddriq atas rekan senegaranya sendiri, Antasyafi Robby Al Hilmi, di final Chamonix jadi bukti nyata bahwa Indonesia kini tak lagi bergantung pada satu nama tunggal di nomor speed climbing. Kedalaman skuad seperti ini penting bagi keberlanjutan prestasi panjat tebing Indonesia di level dunia, memastikan regenerasi tetap berjalan meski nama-nama besar seperti Veddriq suatu saat mengakhiri kariernya.

Asian Games, Panggung Pembuktian di Level Asia

Bagi cabang panjat tebing, Asian Games merupakan salah satu ajang multicabang paling bergengsi di level Asia, mempertemukan kekuatan-kekuatan utama benua ini yang selama beberapa tahun terakhir didominasi atlet-atlet China dan Indonesia. Hasil di Aichi-Nagoya nanti berpotensi turut memengaruhi peta kekuatan speed climbing Asia menjelang ajang-ajang internasional berikutnya.

adidas Tennis Headband
Cocok Buat Kamu
adidas Tennis Headband Unisex
Manjat dengan intensitas tinggi bikin keringat gampang menetes ke mata. Headband ini bantu jaga fokus kamu tetap terjaga selama sesi latihan panjat tebing.
Lihat Produk →

Nomor Lain di Cabang Panjat Tebing

Di luar nomor speed yang jadi fokus utama Veddriq, cabang panjat tebing di ajang multicabang seperti Asian Games juga mempertandingkan nomor boulder dan lead yang menuntut pendekatan berbeda, lebih mengandalkan strategi dan teknik ketimbang kecepatan murni. Kombinasi berbagai nomor ini membuat panjat tebing terus berkembang sebagai cabang olahraga dengan variasi skill set yang luas, menarik minat atlet dengan karakter fisik dan gaya bertanding yang beragam.

Prestasi Indonesia di nomor speed selama ini menjadi salah satu andalan utama kontingen di berbagai ajang internasional, sejalan dengan tradisi panjang pembinaan atlet panjat tebing tanah air yang konsisten melahirkan nama-nama kompetitif di level dunia. Keberhasilan Veddriq dan rekan-rekannya turut menjadi inspirasi bagi regenerasi atlet muda panjat tebing Indonesia ke depannya.

Dukungan penuh dari federasi dan program pembinaan jangka panjang jadi faktor penting di balik konsistensi prestasi ini. Dengan modal mental juara dan jam terbang tinggi di kompetisi internasional, harapan besar publik Tanah Air kini tertuju pada Veddriq untuk akhirnya melengkapi satu-satunya gelar yang masih luput dari koleksi prestasinya di ajang multicabang Asia tersebut.

Yang Sering Ditanya

Apa target Veddriq Leonardo di Asian Games 2026?
Medali emas speed perorangan, gelar yang belum pernah ia raih di ajang Asian Games.

Apa prestasi terbaru Veddriq sebelum Asian Games?
Juara speed putra di World Climbing Series Chamonix 2026, Juli lalu.

Siapa rival terberat Veddriq di Asian Games 2026?
Atlet asal China, dengan catatan waktu yang disebut masih tipis dari Indonesia.

Artikel ini dirangkum dari:

  • Sindonews: Veddriq Leonardo Bidik Emas Panjat Tebing Asian Games 2026 tautan
  • Bola.com: Komentar Veddriq Leonardo Setelah Sabet Medali Emas di World Climbing Chamonix 2026 tautan
EXPLORE 20FIT

More ways to move.