Raphinha Kian Menggila, Panel ESPN FC Sebut Barca Untung Gagal Boyong Julian Alvarez
Barcelona sempurna 8 kemenangan usai menekuk Sevilla 3-1 lewat hat-trick Raphinha. Panel ESPN FC menyebutnya kandidat pemain terbaik dunia dan Barca untung gagal merekrut Julian Alvarez.
Barcelona seperti tak terbendung. Kemenangan 3-1 atas Sevilla akhir pekan lalu — lengkap dengan hat-trick Raphinha — membuat Blaugrana menyapu delapan kemenangan beruntun di awal musim. Dalam pembahasan di kanal ESPN FC, para pundit sepakat pada satu hal: Raphinha sedang tampil seperti salah satu pemain terbaik dunia, dan Barcelona boleh jadi justru beruntung gagal mendatangkan penyerang incaran mereka. Berikut rangkumannya.
Baca Cepat
- Barcelona menang 3-1 atas Sevilla dan mencatat delapan kemenangan beruntun di awal musim La Liga 2026/27.
- Raphinha kembali mencetak hat-trick — golnya lahir lewat kaki kanan, sundulan, dan kaki kiri.
- Panel ESPN FC menilai Raphinha kini salah satu pemain terbaik dunia, apalagi setelah sukses dimainkan sebagai penyerang tengah.
- Muncul anggapan Barca justru diuntungkan karena gagal merekrut Julian Alvarez, sebab solusinya sudah ada di dalam skuad.
Start Sempurna, Raphinha Rebut Sorotan
Barcelona menuntaskan laga ke markas Sevilla dengan kemenangan 3-1. Tuan rumah sempat unggul lebih dulu lewat sundulan Youssouf Fofana pada menit ke-19, tetapi Raphinha membalikkan segalanya. Ia menyamakan kedudukan pada menit ke-22, lalu melengkapi hat-trick sempurna — kaki kanan, kepala, kaki kiri — lewat gol di menit ke-52 dan ke-69. Hasil ini menjaga rekor sempurna Barcelona: delapan menang dari delapan laga.
Yang membuat penampilan Raphinha makin fenomenal, ini adalah hat-trick beruntunnya, hanya berselang tiga hari setelah ia mencetak tiga gol dalam kemenangan 7-2 atas Racing Santander. Torehannya pun melonjak menjadi 14 gol di seluruh ajang musim ini — angka yang membuat para pundit ESPN FC ramai memujinya.
Baca juga: start sempurna Barcelona dan hat-trick gemilang Raphinha atas Sevilla.
Mimpi Buruk Para Bek
Salah satu pundit yang berlatar belakang pemain bertahan mengaku angkat topi. Menurutnya, Raphinha memiliki paket lengkap: teknik, kecepatan, dan skill, ditambah mentalitas serta cara berpikir seorang pemimpin. Untuk menghadapinya, ia menyarankan bek agar tidak mudah terpancing menjatuhkan diri dan tetap bertahan pada posisi, karena kecepatan dan trik Raphinha bisa membuat lawan terlihat konyol.
“Dia punya teknik, kecepatan, dan skill. Tambahkan cara berpikirnya — dia bermain seolah selalu ingin menang dan tak peduli siapa lawannya. Itu yang membuatnya luar biasa.”
Mario, ESPN FC
Dari Winger Terbaik Jadi Nomor 9
Poin yang paling membuat para pundit terkesan adalah kesediaan Raphinha berubah peran. Musim lalu ia bisa disebut winger terbaik dunia, namun Hansi Flick memintanya bermain sebagai penyerang tengah — dan Raphinha menjalaninya tanpa keluhan, lalu tetap tampil sama hebatnya. Bagi para mantan pemain, transisi setajam itu di level tertinggi adalah sesuatu yang patut dihormati.
Dari sinilah muncul salah satu “andai” paling menarik musim ini. Barcelona sempat mengincar seorang penyerang murni, Julian Alvarez, tetapi gagal mendapatkannya. Alih-alih menjadi masalah, kegagalan itu justru membuka jalan bagi Raphinha untuk mengisi peran nomor 9 — dan kini ia terlihat seperti pemain terbaik dunia. Solusi terbaik Barcelona ternyata sudah ada di dalam rumah.
“Dia winger terbaik dunia musim lalu. Lalu Flick datang dan berkata, ‘Aku ingin kau bermain di tengah.’ Dia hanya menjawab, ‘Baik’ — lalu tampil sehebat ini.”
Analis, ESPN FC
Sentuhan Tangan Hansi Flick
Keberhasilan Raphinha tak lepas dari manajemen pemain Hansi Flick. Salah satu pundit yang mengenal sang pelatih menggambarkannya sebagai pemimpin sejati — sosok yang membuat pemain rela berjuang mati-matian untuknya, dengan wibawa yang hadir tanpa perlu dipamerkan. Ia bahkan menceritakan pernah bertemu Flick yang sedang mengunjungi berbagai klub hanya untuk mempelajari hal-hal baru.
“Hansi Flick pemimpin hebat, sosok yang membuatmu rela berjuang untuknya. Ia punya wibawa tanpa harus menunjukkannya.”
Jan, ESPN FC
Jeda Internasional dan Ujian Berikutnya
Kegemilangan Barcelona kini terhenti sejenak oleh jeda internasional. Namun kalender langsung menyodorkan akhir pekan besar begitu kompetisi bergulir lagi: pada 10 Oktober tersaji laga ganda yang menggoda, Barcelona menjamu Getafe, disusul Real Madrid menghadapi Villarreal. Dua hasil itu bisa menjadi penentu awal peta perebutan gelar La Liga.
Semua Mata Tertuju pada Raphinha
Pesan besar dari pembahasan para pundit cukup jelas: Barcelona tidak hanya menang, tetapi juga bermain dengan gembira dan enak ditonton — dan Raphinha berada di jantung semua itu. Dari winger terbaik menjadi nomor 9 yang mematikan, ia sedang menikmati momen terbaik kariernya.
Simpan artikel ini dan ikuti terus perjalanan Barcelona serta aksi Raphinha sepanjang musim La Liga 2026/27.