Kembali
PANJAT TEBING 5 min read 22 September 2026

Indonesia Raih Perak di World Climbing Series Chongqing 2026

Indonesia meraih perak lewat Kadek Adi Asih dan Raji'ah Sallsabillah di World Climbing Series Chongqing 2026, sepekan setelah emas Antasyafi Robby Al Hilmi di Guiyang, jadi modal jelang Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Indonesia Raih Perak di World Climbing Series Chongqing 2026
Foto: Wikimedia Commons

Indonesia mengakhiri rangkaian World Climbing Series Chongqing 2026 dengan satu medali perak. Pasangan speed relay putri Kadek Adi Asih dan Raji’ah Sallsabillah takluk dari tuan rumah China di partai final yang berlangsung ketat, Minggu (20/9/2026). Hasil ini datang sepekan setelah Antasyafi Robby Al Hilmi mempersembahkan emas nomor speed perorangan putra di Guiyang, menjadikan dua seri penutup ini modal penting Indonesia menjelang Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Baca Cepat

  • Kadek Adi Asih dan Raji’ah Sallsabillah meraih perak nomor speed relay putri di World Climbing Series Chongqing 2026, Minggu (20/9/2026), setelah kalah dari China di final.
  • Pasangan China, Fan Jingyue dan Zhang Shaoqin, menang dengan catatan gabungan 12,97 detik, jauh meninggalkan Indonesia yang mencatat 15,30 detik; Italia meraih perunggu.
  • Sepekan sebelumnya di Guiyang, Antasyafi Robby Al Hilmi menyabet emas speed perorangan putra dengan catatan 4,65 detik, emas pertamanya musim ini.
  • Dua hasil ini menjadi modal Indonesia menjelang Asian Games Aichi-Nagoya 2026 pada 29 September-3 Oktober, tempat cabang panjat tebing menargetkan tiga medali emas.

Perak yang Nyaris Jadi Emas

Kadek Adi Asih dan Raji’ah Sallsabillah melaju mulus hingga partai puncak nomor speed relay putri di Chongqing. Namun di final, giliran tuan rumah China yang tampil lebih solid. Kadek membuka relay dengan catatan 6,70 detik, sebelum Raji’ah melanjutkan di larian kedua dengan waktu 8,60 detik sehingga total waktu Indonesia menjadi 15,30 detik. Rekaman pertandingan menunjukkan Raji’ah sempat tergelincir saat berlari di dinding, yang membuat catatan waktunya melambat signifikan pada partai penentuan tersebut.

China lewat Fan Jingyue dan Zhang Shaoqin finis lebih dulu dengan total 12,97 detik untuk mengunci emas, sementara Giulia Randi dan Beatrice Colli asal Italia melengkapi podium dengan meraih perunggu. Meski gagal naik ke podium tertinggi, Raji’ah menegaskan kunci performa timnya terletak pada konsistensi dan tekad memberikan yang terbaik di setiap kesempatan memanjat, sementara Kadek mengakui perlu meningkatkan fokus agar pikiran tak buyar saat berlari di dinding, ditambah porsi latihan agar catatan waktunya lebih stabil.

China Berjaya di World Climbing Series Chongqing 2026, Robby Cs Kandas di Speed Relay Putra

Di luar hasil Indonesia, World Climbing Series Chongqing 2026 yang digelar 18-20 September itu didominasi tuan rumah. China memuncaki klasemen medali dengan raihan dua emas, satu perak, dan dua perunggu. Selain emas dari relay putri, China juga mengunci nomor mixed relay lewat Mu Yujun dan Ling Yongzhi.

Pada nomor speed perorangan, gelar putra justru direbut Ryo Omasa asal Jepang dengan catatan 4,78 detik, mengalahkan Leander Carmanns dari Jerman (4,90 detik) dan wakil tuan rumah Zhao Yicheng (5,28 detik) — sekaligus gelar pertama Omasa di ajang seri dunia ini. Di nomor putri, Emma Hunt dari Amerika Serikat tampil sebagai yang tercepat dengan 6,13 detik. Sementara itu, nasib kurang beruntung dialami Antasyafi Robby Al Hilmi dan Raharjati Nursamsa di nomor speed relay putra, yang langkahnya terhenti di babak perempat final. Robby yang berstatus juara Guiyang di nomor speed perorangan juga tak mampu menembus podium Chongqing, yang sepenuhnya menjadi milik Omasa, Carmanns, dan Zhao.

Rekomendasi Perlengkapan Panjat Tebing
TaffSPORT Tali Paracord Climbing Rope 10mm
Tali paracord steel buckle serbaguna, cocok untuk latihan panjat tebing maupun kebutuhan outdoor lainnya.
Lihat →
SVRG Climbing Board 2,4 Meter Peg Board
Papan panjat portabel untuk melatih grip dan kekuatan lengan ala atlet speed climbing dari rumah.
Lihat →
SVRG Batoo Climbing Shoes
Sepatu panjat tebing pria dan wanita dengan grip kuat, cocok untuk rock climbing maupun bouldering.
Lihat →

Modal dari Guiyang: Emas Perdana Antasyafi Robby Musim Ini

Sepekan sebelum Chongqing, kontingen Indonesia lebih dulu merayakan sukses di Guiyang, China, pada 11-13 September. Antasyafi Robby Al Hilmi tampil sebagai yang tercepat di nomor speed perorangan putra dengan catatan 4,65 detik, mengungguli dua climber China, Ling Yongzhi (4,75 detik) dan Chu Shouhong (4,80 detik), di partai final.

Gelar ini istimewa karena menjadi emas pertama Robby musim ini, setelah sebelumnya ia hanya mengoleksi perak di seri Madrid dan Chamonix. Berkat hasil tersebut, Robby kini kokoh di puncak klasemen sementara peringkat dunia speed perorangan putra 2026. Indonesia menambah pundi medali lewat nomor mixed relay, di mana pasangan Raharjati Nursamsa dan Rajiah Sallsabillah menang telak atas tuan rumah dengan catatan 11,35 detik berbanding 14,85 detik milik China.

PR Besar Soal Konsistensi Jelang Asian Games

Torehan di dua seri terakhir ini menggambarkan performa Indonesia yang masih naik turun. Robby yang berstatus juara Guiyang tak mampu mengulang keberhasilan di nomor speed perorangan Chongqing, sementara nomor speed relay putra kandas lebih awal di perempat final. Satu-satunya medali di Chongqing datang dari nomor relay putri, itu pun perak.

Kalangan pelatih menilai mempertahankan performa di setiap seri jauh lebih sulit ketimbang mengejarnya untuk pertama kali. Konsistensi menjadi pekerjaan rumah utama tim panjat tebing Indonesia, mengingat lawan-lawan seperti China dan Jepang menunjukkan kedalaman skuad yang merata di berbagai nomor pada dua seri terakhir ini.

Asian Games Aichi-Nagoya, Panggung Pembuktian Berikutnya

Dua seri penutup di China ini sekaligus menjadi persiapan akhir menjelang Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang, yang berlangsung 29 September-3 Oktober mendatang di Nagoya International Exhibition Hall. Cabang panjat tebing di ajang ini mempertandingkan nomor speed dan lead untuk putra maupun putri.

Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yenny Wahid menargetkan tiga medali emas dari ajang ini: dua dari nomor speed putra dan putri, serta satu dari nomor lead. Modal emas Robby di Guiyang dan perak Kadek/Raji’ah di Chongqing diharapkan menjadi bekal mental positif bagi skuad Merah Putih untuk tampil maksimal di Jepang.

Artikel ini dirangkum dari:

  • Antara News: Kadek Asih/Raji’ah sabet perak speed relay putri seri Chongqing tautan
  • CGTN: China’s athletes stand out at World Climbing Series in Chongqing tautan
  • Antara News: Antasyafi Robby sabet medali emas World Climbing Series Guiyang 2026 tautan
  • Sindonews: Panjat Tebing Targetkan 3 Emas Asian Games 2026, Nomor Speed dan Lead Jadi Tumpuan tautan
EXPLORE 20FIT

More ways to move.