Hasil Final Padel Asian Games 2026: Fadona/Fitriani Raih Perak, Novela/Beatrice Perunggu
Home / Padel

Hasil Final Padel Asian Games 2026: Fadona/Fitriani Raih Perak, Novela/Beatrice Perunggu

Fadona/Fitriani kalah 3-6, 4-6 dari tuan rumah Jepang di final dan membawa pulang perak, sedangkan Novela/Beatrice menggilas Filipina 6-0, 6-0 untuk perunggu. Indonesia menutup debut padel Asian Games dengan dua medali.

On this page

    Hasil final padel Asian Games 2026 pada Sabtu (3/10/2026) menutup debut cabang ini dengan dua medali untuk Indonesia. Fadona Kusumawati/Fitriani Sabatini kalah 3-6, 4-6 dari tuan rumah Jepang, Saki Tsukamoto/Kae Tokumoto, dalam 1 jam 55 menit dan membawa pulang perak, sedangkan Novela Putria/Beatrice Gumulya menggilas Danna Abad/Joshea Malazarte dari Filipina 6-0, 6-0 dalam 40 menit untuk meraih perunggu.

    Baca Cepat

    • Final putri: Fadona/Fitriani (unggulan 7) kalah 3-6, 4-6 dari Tsukamoto/Tokumoto (Jepang, unggulan 2) di Nagoya City Higashi Sports Center; Indonesia sempat unggul 4-1 di set kedua sebelum Jepang menyapu lima game beruntun.
    • Perunggu putri: Novela/Beatrice (unggulan 3) menang 6-0, 6-0 atas Abad/Malazarte (Filipina) dalam 40 menit, sehari setelah kalah 1-6, 3-6 dari Jepang di semifinal.
    • Ganda putra: Qatar juara lewat kemenangan 6-3, 6-1 atas Malaysia di final, sedangkan Iran meraih perunggu setelah derbi sesama Iran.
    • Indonesia membawa pulang satu perak dan satu perunggu, dua dari enam medali padel yang diperebutkan, sehingga menjadi satu-satunya negara dengan dua medali di debut padel Asian Games.

    Hasil Final Padel Putri Asian Games 2026: Fadona/Fitriani Kalah 3-6, 4-6 dari Jepang

    Final putri berlangsung 1 jam 55 menit di Nagoya City Higashi Sports Center, menurut catatan ANTARA. Fadona/Fitriani, unggulan ketujuh, menghadapi unggulan kedua sekaligus tuan rumah, Saki Tsukamoto/Kae Tokumoto, di depan pendukung Jepang yang memenuhi tribun. Pasangan Indonesia sempat memimpin 2-1 di set pertama, tetapi Jepang berbalik unggul 5-3 dan menutup set itu 6-3 lewat game kesembilan yang diwarnai dua kali deuce, seperti dikutip Viva.

    Set kedua sempat memberi harapan. Fadona/Fitriani memenangi dua game pertama, memperlebar keunggulan menjadi 4-1, dan masih unggul 4-3. Setelah itu, menurut Republika, empat kesalahan beruntun membuat Jepang menyamakan 4-4, berbalik unggul 5-4, lalu menutup set 6-4 setelah pengembalian Fadona yang gagal. Tsukamoto/Tokumoto menyapu lima game terakhir untuk mengunci emas. Total poin hanya terpaut tujuh, yakni 58 untuk Jepang dan 51 untuk Indonesia, menurut ANTARA.

    Jalan menuju final sebenarnya nyaris tanpa celah. Dalam enam set sebelum final, Fadona/Fitriani hanya kehilangan dua game, termasuk saat menyingkirkan unggulan pertama Jepang, Chifumi Sato/Kotomi Ozawa, 6-0, 6-1 di perempat final. Kontras itu terasa di final, ketika Jepang memenangi 12 game dalam dua set.

    Seusai laga, Fitriani mengakui timnya “kalah pengalaman, mereka jauh lebih berpengalaman”. Fadona menyebut pasangan Jepang sudah sekitar sembilan tahun bermain padel, sementara ia dan Fitriani baru sekitar dua tahun, seperti dikutip Sumeks dan Sketsindonews. Tsukamoto/Tokumoto mengalahkan kedua pasangan Indonesia dalam dua set langsung, 6-1, 6-3 atas Novela/Beatrice di semifinal dan 6-3, 6-4 atas Fadona/Fitriani di final. Berdasarkan bagan FIP dan hasil laga yang dilaporkan, Jepang menjuarai nomor ini tanpa kehilangan satu set pun.

    Hasil Perebutan Perunggu: Novela/Beatrice Menggilas Filipina 6-0, 6-0

    Perebutan perunggu dibuka pukul 11.00 waktu setempat atau 09.00 WIB, menurut jadwal FIP, dan nyaris tanpa perlawanan. Novela Putria/Beatrice Gumulya, unggulan ketiga, menang 6-0, 6-0 atas Danna Abad/Joshea Malazarte dalam 40 menit, terdiri dari 19 menit untuk set pertama dan 21 menit untuk set kedua. Indonesia mengumpulkan 54 poin, sedangkan Filipina hanya 18, menurut ANTARA.

    Kemenangan itu menjadi jawaban atas kekalahan 1-6, 3-6 dari Jepang di semifinal sehari sebelumnya. Bagi Abad/Malazarte, pasangan dengan nomor unggulan 23, dua laga melawan wakil Indonesia berakhir tanpa satu game pun: 0-6, 0-6 dari Fadona/Fitriani di semifinal dan 0-6, 0-6 dari Novela/Beatrice di perebutan perunggu.

    Novela mengaku senang karena mereka bermain lepas dan dominan. Beatrice menekankan persiapan mental, bukan hanya fisik, karena sejak awal tahu bagan ini tidak mudah, dan menyebut mereka harus move on dari kekalahan di semifinal agar tidak terbawa ke hari berikutnya, seperti dikutip tvOne dan Viva.

    Perlengkapan Padel Rekomendasi Redaksi
    Wilson OPTIX V1 Padel Rackets
    Raket padel Wilson seri OPTIX V1 untuk pemain yang ingin mulai serius melatih voli dan smash di dekat net setelah menyaksikan final Nagoya.
    Lihat →
    adidas Court Quick Padel Men’s Shoes
    Sepatu padel adidas Court Quick versi pria untuk sesi latihan rutin, dari reli panjang di dinding kaca hingga adu cepat di depan net.
    Lihat →
    Wilson Team Tas Raket Padel Padel Racket Bags Black/Off White
    Tas raket padel Wilson Team warna Black/Off White untuk membawa raket, bola, dan perlengkapan lain ke lapangan.
    Lihat →

    Final Ganda Putra: Qatar Juara, Malaysia Perak, Iran Perunggu

    Di nomor putra, emas dibawa pulang Qatar. Kakak beradik Mashari Naif/Rashed Naif menang 6-3, 6-1 atas Christian Chin/Aidan Yunus (Malaysia) di final, menurut laporan FIP. Keduanya, yang juga juara FIP Asia Padel Cup tahun lalu, menang dua set langsung sejak perempat final, termasuk atas wakil Iran, Golestan/Roghani, di semifinal.

    Perunggu ditentukan lewat derbi sesama Iran, karena kedua pasangan Iran sama-sama kalah di semifinal. Amirmohammad Jamshidi/Farsad Shahi menang 6-3, 6-4 atas Golestan/Roghani. Tidak ada wakil Indonesia di podium putra: kedua pasangan putra Merah Putih sudah tersingkir di babak awal, sehingga seluruh medali Indonesia datang dari nomor putri.

    Peta Medali Padel Asian Games 2026: Indonesia Satu-satunya dengan Dua Medali

    Padel hanya memperebutkan dua nomor di Aichi-Nagoya, sehingga total hanya ada enam medali. Pembagiannya berdasarkan hasil final dan perebutan perunggu adalah sebagai berikut.

    • Jepang: satu emas lewat Tsukamoto/Tokumoto (putri).
    • Qatar: satu emas lewat Mashari Naif/Rashed Naif (putra).
    • Indonesia: satu perak (Fadona/Fitriani) dan satu perunggu (Novela/Beatrice), keduanya di nomor putri.
    • Malaysia: satu perak lewat Chin/Yunus (putra).
    • Iran: satu perunggu lewat Jamshidi/Shahi (putra).

    Dengan dua medali, Indonesia menjadi satu-satunya negara yang membawa pulang lebih dari satu medali padel di debut cabang ini. CNN Indonesia mencatat perak Fadona/Fitriani sebagai medali perak ke-11 kontingen Indonesia di Asian Games 2026.

    Hasil ini juga melampaui target. Menurut Bola.com (17 Agustus), Wakil Ketua PBPI Akash Natani menyebut target realistis Indonesia adalah minimal satu medali, dengan tim putri sebagai tumpuan setelah meraih perunggu FIP Asia Cup 2025 di Doha. Seorang pengurus PBPI, seperti dikutip Liputan6, juga berharap tim putri bisa lebih baik dari peringkat ketiga Asia tahun lalu. Indonesia pulang dengan dua medali, salah satunya perak, sehingga kedua tolok ukur itu terlampaui.

    Dari Lapangan Tenis ke Podium Asian Games, Lalu Menatap SEA Games 2027

    Dua medali ini lahir dari pemain yang baru sebentar menekuni padel. Fadona dan Fitriani sebelumnya atlet tenis dan baru sekitar satu sampai dua tahun bermain padel, seperti dikutip ANTARA. Beatrice juga mantan pemain tenis nasional yang berhenti sekitar dua tahun sebelum Asian Games. Menurut ANTARA, ia awalnya bermain padel hanya untuk bersenang-senang, lalu menjalani latihan intensif di Spanyol sebagai persiapan.

    Pola hasil di Nagoya konsisten. Di luar dua laga melawan Tsukamoto/Tokumoto, Fadona/Fitriani dan Novela/Beatrice tidak kehilangan satu set pun, tetapi pasangan Jepang itu mengalahkan keduanya dalam dua set langsung. Federasi sudah lama mengakui jurang pengalaman tersebut: Wakil Ketua PBPI Mochtar Sarman, seperti dikutip Bola.com, menyebut atlet Indonesia baru dua sampai tiga tahun bermain padel, sedangkan banyak lawan di Asia sudah tujuh sampai delapan tahun.

    Soal langkah berikutnya, Wakil Menpora Taufik Hidayat, yang hadir di arena, berterima kasih atas perjuangan Fadona/Fitriani dan meminta mereka tetap bersemangat menghadapi kejuaraan lain, seperti dikutip MCI News. Panggung terdekat adalah SEA Games 2027 di Malaysia, tempat padel dijadwalkan debut sebagai cabang resmi, bukan eksibisi, menurut IDN Times dan Bolasport.

    Perak dan Perunggu yang Menandai Debut Padel Indonesia

    Padel baru debut di Asian Games, dan Indonesia langsung pulang dengan dua medali. Emas memang lepas ke tangan tuan rumah setelah Fadona/Fitriani memimpin 4-1 di set kedua, tetapi hasil ini sulit dibayangkan ketika para pemainnya baru dua tahun menekuni padel. Dua medali itu masuk ke total 39 medali Indonesia (5 emas, 11 perak, 23 perunggu) yang menempatkan Merah Putih di peringkat ke-16 saat Asian Games Aichi-Nagoya ditutup pada 4 Oktober, menurut ANTARA. Setelah Nagoya, tantangannya bergeser: bagaimana memangkas jarak pengalaman dengan negara-negara yang sudah lebih lama bermain padel.

    Artikel ini dirangkum dari:

    Was this story useful?

    Keep reading

    Explore the Ecosystem

    Satu akun untuk klinik, kelas, membership, dokter, coach, dan tiket event.

    All ›

    Book Your Session by Location

    Pilih kebutuhanmu, kami tunjukkan lokasinya.

    All ›
    Share on XWhatsApp