Kembali
PANJAT TEBING 7 min read 5 October 2026

Final Lead Asian Games 2026: Indonesia Tanpa Medali, Panjat Tebing Tutup dengan Satu Emas

Seo Chae-hyun dan Neo Suzuki merebut emas final lead Asian Games 2026 di Nagoya. Empat wakil Indonesia finis kelima dan kedelapan, sehingga panjat tebing RI menutup Nagoya dengan satu emas dari Desak Made.

Foto ilustrasi: venue panjat tebing Olimpiade Paris 2024 dengan dinding lead, dinding boulder, dan penonton di tribun
Foto: DarDarCH via Wikimedia Commons (CC0). Foto ilustrasi venue panjat tebing Olimpiade Paris 2024 di Le Bourget, Prancis, bukan dokumentasi final lead Asian Games 2026.

Seo Chae-hyun dari Korea Selatan dan Neo Suzuki dari Jepang merebut emas final lead Asian Games 2026 di Port Messe Nagoya, Sabtu (3/10/2026), sementara empat wakil Indonesia yang tampil di final pulang tanpa medali: Putra Tri Ramadani dan Alma Ariella Tsany finis kelima, Raviandi Ramadhan dan Sukma Lintang Cahyani kedelapan. Hasil itu menutup rekap panjat tebing Indonesia di Nagoya pada satu emas dari Desak Made Rita Kusuma Dewi di speed putri, tanpa perak dan perunggu, dari sembilan pemanjat yang diturunkan.

Baca Cepat

  • Final lead putri, Sabtu (3/10): Seo Chae-hyun (Korea Selatan) emas sebagai satu-satunya finalis yang mencapai Top, Ai Mori (Jepang) perak dengan 47+, dan Zhang Yuetong (China) perunggu dengan 39+.
  • Final lead putra: Neo Suzuki (Jepang) emas dengan 40+, Satone Yoshida (Jepang) perak dengan 38+, dan Lee Do-hyun (Korea Selatan) perunggu dengan 38 lewat countback atas Pan Yufei (China).
  • Wakil Indonesia di final lead: Putra Tri Ramadani kelima (32+), Alma Ariella Tsany kelima (35+), Raviandi Ramadhan kedelapan (23+), dan Sukma Lintang Cahyani kedelapan (28+). Tidak ada medali.
  • Rekap total: panjat tebing Indonesia di Nagoya membawa satu emas, dari Desak Made di speed putri dengan 6,062 detik. Kontingen menutup Asian Games dengan 39 medali (5 emas, 11 perak, 23 perunggu) di peringkat ke-16, menurut ANTARA.

Final Lead Asian Games 2026 Putri: Seo Chae-hyun Satu-Satunya yang Capai Top

Delapan pemanjat turun di final lead putri. Dalam lead, skor adalah nomor pegangan tertinggi yang dicapai, dan tanda plus berarti pemanjat sudah bergerak ke arah pegangan berikutnya. Seo Chae-hyun menjadi satu-satunya finalis yang menuntaskan rute hingga Top, menurut The Korea Times, sehingga emas jatuh ke Korea Selatan. Media itu juga mencatatnya sebagai pemanjat putri Korea Selatan pertama yang meraih emas Asian Games. Pekan itu Seo sudah mengantongi perunggu boulder.

Ai Mori dari Jepang finis dengan 47+ untuk perak. World Climbing menulis Mori sempat melompat ke arah pegangan terakhir tetapi gagal menahannya. Zhang Yuetong dari China, juara boulder putri, mengambil perunggu dengan 39+, disusul Kim Chae-yeong dari Korea Selatan di posisi keempat dengan 38+.

Wakil Indonesia finis di peringkat kelima dan kedelapan. Alma Ariella Tsany mencatat 35+, sedikit di atas Luo Zhilu dari China (35) dan Mei Kotake dari Jepang (34), sedangkan Sukma Lintang Cahyani menutup daftar final dengan 28+.

Final Lead Putra: Neo Suzuki Emas, Lee Do-hyun Menang Countback atas Pan Yufei

Final putra diikuti sembilan pemanjat, satu lebih banyak dari putri, karena tiga atlet berbagi peringkat ketujuh di semifinal. Neo Suzuki juara dengan 40+; World Climbing menulis ia terjatuh saat meraih gerakan berikutnya setelah pegangan ke-40. Rekan senegaranya, Satone Yoshida, meraih perak dengan 38+, sehingga Jepang menyapu dua posisi teratas.

Perunggu ditentukan lewat countback. Lee Do-hyun dari Korea Selatan dan Pan Yufei dari China sama-sama berhenti di pegangan 38, lalu Lee unggul karena capaian semifinalnya lebih tinggi, 33+ berbanding 23, tulis The Korea Times. Pan terdorong ke peringkat keempat. Bagi Lee, ini medali kedua di Nagoya setelah perak boulder.

Putra Tri Ramadani finis kelima dengan 32+, di depan Hu Junzhe dari China (28+) dan Noh Hyun-seung dari Korea Selatan (26+). Raviandi Ramadhan menempati peringkat kedelapan dengan 23+, satu tingkat di atas Auswin Aueareechit dari Thailand (21+). World Climbing menyebut Putra Tri memenangi emas World Climbing Series pertamanya tahun ini.

Perlengkapan Latihan buat Calon Climber
SVRG Climbing Board 2,4 Meter | Peg Board | Papan Panjat Tebing | Wall Climbing
Papan peg board sepanjang 2,4 meter untuk latihan memanjat dan melatih kekuatan lengan dari rumah.
Lihat →
Ecentio Tumbler 900ml Panas Dingin 24 Jam
Tumbler 900 ml berlabel tahan panas dan dingin 24 jam, cukup besar untuk membawa air selama sesi latihan panjang.
Lihat →
Nu Fit – Headband yoga / bandana olahraga / Headband Olahraga Pria / Headband Olahraga Wanita
Headband olahraga untuk pria dan wanita, membantu menahan keringat selama latihan di gym panjat.
Lihat →

Empat Wakil Indonesia Tembus Final Lead, tetapi Belum Sampai Podium

Di semifinal Jumat (2/10), Putra Tri menjadi yang terbaik di antara wakil Indonesia dengan peringkat ketiga di pegangan 36. Sukma dan Alma berbagi peringkat keenam dengan 39+, sedangkan Raviandi lolos dari peringkat ketujuh bersama dua pemanjat lain yang sama-sama berhenti di pegangan 23, menurut World Climbing dan FPTI. Di final, jarak ke podium sekitar enam pegangan bagi Putra Tri (32+ berbanding 38 milik peraih perunggu) dan sekitar empat pegangan bagi Alma (35+ berbanding 39+).

Ketua Umum PP FPTI Yenny Wahid mengakui lead belum menyumbang medali, tetapi, seperti dikutip ANTARA, tetap bersyukur keempat atlet masuk final dan menyebutnya “lompatan yang luar biasa”. Ia mengingatkan bahwa tiga sampai empat tahun lalu belum ada yang bisa mencapai final dan jam terbang atlet masih perlu ditambah.

Sukma Lintang Cahyani mengatakan itu final Asian Games pertamanya, sedangkan di World Cup ia paling jauh baru sampai semifinal; ia mengaku belum mengeluarkan seluruh kemampuan karena gugup. Alma menilai para juara bergerak tenang dan mengalir, dengan pembacaan jalur yang rapi soal titik istirahat dan posisi clipping. Keduanya menjadi satu-satunya wakil Asia Tenggara di final putri.

Rekap Panjat Tebing Indonesia di Asian Games 2026: Satu Emas, Enam Finalis

FPTI menurunkan sembilan pemanjat, lima putra dan empat putri, di speed, boulder, dan lead. Rinciannya:

  • Speed putri: Desak Made Rita Kusuma Dewi juara Rabu (30/9) dengan 6,062 detik, rekor Asian Games sekaligus rekor Asia menurut World Climbing, unggul 0,002 detik atas Deng Lijuan dari China (6,064 detik). Zhou Yafei false start sehingga hanya tiga pemanjat yang menyelesaikan final. Berthdigna Devi Surya Kusuma berhenti di semifinal.
  • Speed putra: tanpa medali. Aditya Tri Syahria memuncaki kualifikasi dengan 4,62 detik, rekor Asian Games, tetapi false start di final yang dimenangi Chu Shouhong dari China (4,714 detik). Veddriq Leonardo, peraih emas Olimpiade Paris 2024, gugur di semifinal.
  • Boulder putra: Raviandi Ramadhan (peringkat 9) dan Ravianto Ramadhan (peringkat 12) tidak menembus final. Indonesia tidak menurunkan pemanjat putri di boulder.
  • Lead: empat finalis tanpa medali, dengan peringkat kelima oleh Putra Tri dan Alma sebagai hasil terbaik.

Sekretaris Jenderal PP FPTI Wahyu Pristiawan Buntoro menyebut kepada ANTARA bahwa federasi menargetkan dua emas dari speed dan lead; yang terwujud satu. Enam pemanjat tampil di final (Desak, Aditya, Putra Tri, Raviandi, Alma, dan Sukma), sedangkan Veddriq, Berthdigna, dan Ravianto berhenti di fase sebelumnya. Yenny Wahid menilai Aditya sebenarnya tercepat secara catatan waktu, tetapi false start menutup peluangnya.

Klasemen Medali Panjat Tebing Asian Games 2026: Jepang Teratas, Indonesia Keempat

Enam nomor menghasilkan 18 medali. Jepang memimpin dengan dua emas, tiga perak, dan satu perunggu. China menyusul dengan dua emas, satu perak, dan satu perunggu, Korea Selatan memegang satu emas, satu perak, dan tiga perunggu, lalu Indonesia dengan satu emas. Iran dan Kazakhstan masing-masing membawa satu medali lewat Reza Alipour (perak speed putra) dan Damir Toktarov (perunggu speed putra). Hitungan ini disusun 20FIT dari hasil enam nomor yang sudah terverifikasi.

Polanya jelas: seluruh 12 medali boulder dan lead jatuh ke Jepang (6), Korea Selatan (4), dan China (2), dengan empat pemanjat membawa pulang dua medali, yakni Ai Mori, Lee Do-hyun, Seo Chae-hyun, dan Zhang Yuetong. Hanya speed yang medalinya tersebar ke lima negara, termasuk Indonesia.

Setelah Nagoya: Lead Berlatih ke Jepang, Sasaran Olimpiade Los Angeles 2028

FPTI berencana mengirim atlet lead berlatih di Jepang, kata Yenny Wahid kepada ANTARA, dengan harapan bisa berlatih bersama timnas Jepang dan mendapat exposure yang baik karena disiplin latihan di sana tinggi. Menurut ANTARA, pelatihan di luar negeri itu bisa berlangsung satu sampai dua bulan. Sehari sebelumnya, Wahyu Pristiawan Buntoro menyebut federasi berkomitmen menjalankan program pembinaan multiyear setelah Asian Games sebagai persiapan menuju Olimpiade Los Angeles 2028, dan pendanaan pelatnas kembali berjalan sejak pertengahan Agustus 2026. FPTI juga memproyeksikan Aditya Tri Syahria untuk Olimpiade 2028, tulis ANTARA.

Di tingkat kontingen, Indonesia menutup Asian Games dengan 39 medali, terdiri dari 5 emas, 11 perak, dan 23 perunggu, di peringkat ke-16. Panjat tebing menyumbang satu dari lima emas itu; sisanya datang dari bulu tangkis (dua), angkat besi, dan panahan. Asian Games berikutnya dijadwalkan di Doha, Qatar, pada 2030.

Artikel ini dirangkum dari:

  • World Climbing: Today at the Asian Games: Day 5 tautan
  • World Climbing: Today at the Asian Games: Day 4 tautan
  • World Climbing: Today at the Asian Games: Day 3 tautan
  • World Climbing: Today at the Asian Games: Day 2 tautan
  • World Climbing: Aichi-Nagoya all set for climbing tautan
  • ANTARA News: Panjat tebing lead tanpa medali pada Asian Games 2026 tautan
  • ANTARA News Jawa Barat: Hasil Asian Games 2026: Atlet Panjat Tebing Lead Putra dan Putri Indonesia Finis Peringkat 5 tautan
  • ANTARA News: FPTI apresiasi penampilan atletnya tembus final lead Asian Games 2026 tautan
  • ANTARA News: Final panjat tebing jadi pembuktian Sukma dan Alma di Asian Games tautan
  • ANTARA News: Dongkrak kualitas nomor lead, FPTI kirim atlet berlatih ke Jepang tautan
  • ANTARA News: Pemerintahan Prabowo-Gibran dukung penuh panjat tebing Indonesia tautan
  • ANTARA News: FPTI puji perjuangan Aditya kendati gagal sabet medali tautan
  • ANTARA News: Klasemen akhir medali Asian Games 2026: Indonesia tempati posisi ke-16 tautan
  • The Korea Times: Seo Chae-hyun wins gold; Lee Do-hyun takes bronze in sport climbing tautan
  • Kompas.tv: Panjat Tebing Asian Games 2026: 4 Atlet Lead Indonesia Tembus Final tautan
  • Okezone: Hasil Final Panjat Tebing di Asian Games 2026: 2 Atlet Indonesia Gagal Sumbang Medali tautan
  • RCTI+: Hasil Final Panjat Tebing Putra di Asian Games 2026: 2 Wakil Indonesia Tanpa Medali tautan
  • FPTI: Desak Made Persembahkan Emas Speed 4 Jalur Asian Games 2026 tautan
  • FPTI: Empat Atlet Lead Indonesia Lolos Putaran Final Asian Games 2026 tautan
  • FPTI: Yenni Wahid Lepas Atlet Panjat Tebing yang Akan Berjuang di Asian Games 2026 tautan
  • Koran Jakarta: Usai Bulu Tangkis, Indonesia Buru Emas dari Panjat Tebing tautan
EXPLORE 20FIT

More ways to move.