Statistik Indonesia vs Thailand Jelang Final FIFA ASEAN Cup 2026: Gol, Head-to-Head, dan Nilai Skuad
Perbandingan data Indonesia dan Thailand jelang final FIFA ASEAN Cup 2026, Senin (5/10) pukul 20.00 WIB di SUGBK: statistik fase grup, rekor head-to-head 78 laga, pemain kunci, dan nilai pasar skuad.
Statistik Indonesia vs Thailand jelang final FIFA ASEAN Cup 2026, Senin (5/10/2026) pukul 20.00 WIB di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), menunjukkan dua tim yang sama rapat di belakang tetapi berbeda jauh di depan gawang: Indonesia mencetak 11 gol berbanding 7 milik Thailand, sama-sama kebobolan 2 gol, dan sama-sama mencatat 2 clean sheet. Sejarah berpihak pada Thailand, yang menang 37 dari 78 pertemuan dan 5 dari 6 final, sementara skuad Indonesia bernilai Rp396,91 miliar, sekitar 2,4 kali Thailand (Rp165,13 miliar).
Baca Cepat
- Fase grup: Indonesia 7 poin, 11 gol, kebobolan 2 (+9); Thailand 6 poin, 7 gol, kebobolan 2 (+5). Keduanya mencatat dua clean sheet, dan seluruh kebobolan masing-masing terjadi dalam satu laga.
- Head-to-head 78 laga sejak 1957: Indonesia 25 menang, 16 imbang, 37 kalah. Garuda belum menang sejak 14 Desember 2016 (tujuh laga: 3 imbang, 4 kalah) dan hanya sekali mengalahkan Thailand di final (SEA Games 1991).
- Pemain kunci: Mitchell Baker mencetak 5 gol (semuanya ke gawang Bangladesh) dan Ole Romeny 4 assist; di kubu Thailand, Teerasak Poeiphimai mencetak 2 gol dan Seksan Ratree memberi 2 assist.
- Nilai pasar Transfermarkt: Indonesia Rp396,91 miliar, Thailand Rp165,13 miliar; Kevin Diks (Rp86,91 miliar) sendirian melampaui separuh nilai skuad Thailand. Peringkat FIFA: Indonesia ke-117, Thailand ke-93.
Statistik Indonesia vs Thailand di Fase Grup: Garuda Subur, Gajah Perang Rapat
Kedua tim memainkan tiga laga dalam tujuh hari: Indonesia pada 25/9, 28/9, dan 1/10, Thailand pada 26/9, 29/9, dan 2/10. Indonesia menjuarai Grup A lewat produktivitas gol (11 berbanding 9 milik Malaysia, sama-sama tujuh poin), sedangkan Thailand juara Grup B karena menang 2-0 atas Vietnam saat keduanya sama-sama mengoleksi enam poin.
| Statistik | Indonesia | Thailand |
|---|---|---|
| Hasil (menang-seri-kalah) | 2-1-0 | 2-0-1 |
| Poin | 7 | 6 |
| Gol (rata-rata per laga) | 11 (3,67) | 7 (2,33) |
| Kebobolan (rata-rata per laga) | 2 (0,67) | 2 (0,67) |
| Selisih gol | +9 | +5 |
| Clean sheet | 2 | 2 |
| Penguasaan bola rata-rata | 46,6% | 53,7% |
| Sepak pojok (tiga laga) | 27 | 8 |
| Assist | 8 | 4 |
| Pencetak gol berbeda | 7 | 5 (+1 gol bunuh diri lawan) |
| Gol di menit 90 atau sesudahnya | 3 | 1 |
| Kartu kuning / merah | 7 / 1 | 4 / 0 |
| Laga di SUGBK (lokasi final) | 3 dari 3 | 0 dari 3 |
Sumber: FIFA (match centre dan linimasa pertandingan); rata-rata, total, dan hitungan sepak pojok dihitung redaksi.
Dua catatan data. Laporan pra-final detik menulis Thailand baru sekali kebobolan, padahal hasil 4-0, 2-0, dan 1-2 (dua gol Bjorn Kristensen) serta klasemen akhir Grup B mencatat dua. Penguasaan bola juga berbeda antarpenyedia: Bola.com menulis 57 persen untuk Indonesia lawan Singapura, FIFA 44,9 persen; tabel memakai FIFA untuk kedua tim.
Data tembakan tidak seragam: Bola.com mencatat 11 tembakan Indonesia ke gawang Singapura dan 32 (17 tepat sasaran) ke gawang Bangladesh, sedangkan detik (Sofascore) mencatat 4 berbanding 18 milik Malaysia saat Garuda bermain 10 orang sejak menit ke-37. Total tembakan Thailand belum tersedia secara konsisten, jadi tidak dibandingkan.
Head-to-Head Indonesia vs Thailand: Thailand Unggul 37-25 dari 78 Laga
Sejak 1957, Thailand unggul 12 kemenangan atas Indonesia (detik, Bola.com, CNN Indonesia), dan jaraknya terasa pada laga-laga terbaru.
| Rekor pertemuan | Indonesia menang | Imbang | Thailand menang |
|---|---|---|---|
| Sejak 1957 (78 laga) | 25 | 16 | 37 |
| 10 laga terakhir (2010 s.d. 2022) | 2 | 3 | 5 |
| 7 laga terakhir (sejak Des 2016) | 0 | 3 | 4 |
| Final (6 kali) | 1 | – | 5 |
| Kandang Indonesia (14 laga) | 7 | 2 | 5 |
Sumber: detik, Bola.com, CNN Indonesia; 7 dan 10 laga terakhir dihitung dari skor di detik dan CNN Indonesia.
Indonesia terakhir menang pada 14 Desember 2016, 2-1 di Stadion Pakansari (leg pertama final Piala AFF), lalu kalah 0-2 di leg kedua. Di final Piala AFF 2020 Garuda kalah agregat 2-6, dan pertemuan terakhir berakhir 1-1 pada 29 Desember 2022. Dalam tujuh laga terakhir Indonesia mencetak 7 gol dan kebobolan 18; final Senin menjadi pertemuan ke-79. Satu-satunya kemenangan Indonesia di final atas Thailand terjadi di SEA Games 1991 (detik). Okezone memuat hitungan lain (35 laga), sedangkan detik, Bola.com, dan CNN Indonesia memakai 78 laga.
Pemain Kunci Indonesia dan Thailand dalam Angka: Baker, Romeny, Teerasak
Produktivitas Indonesia bertumpu pada dua nama: 7 dari 11 gol melibatkan Mitchell Baker atau Ole Romeny, sebagai pencetak atau pemberi assist. Thailand lebih merata, dengan lima pencetak berbeda dan satu gol bunuh diri lawan.
| Pemain | Catatan fase grup |
|---|---|
| Mitchell Baker (19)Indonesia | 5 gol, semuanya lawan Bangladesh (menit 11, 20, 37, 42, 90+7) |
| Ole RomenyIndonesia | 1 gol (penalti lawan Singapura) dan 4 assist, semuanya lawan Bangladesh |
| Kevin Diks (kapten)Indonesia | 1 gol; pemain termahal turnamen, Rp86,91 miliar |
| Maarten Paes dan Emil AuderoIndonesia | Paes 2 clean sheet (Singapura, Malaysia); Audero kebobolan 2 gol lawan Bangladesh |
| Teerasak Poeiphimai (24)Thailand | 2 gol lawan Pakistan; tembakannya memicu gol bunuh diri Haris Zeb (CNN Indonesia menyebutnya hat-trick) |
| Seksan RatreeThailand | 2 assist, untuk Jude Soonsup-Bell (Pakistan) dan Iklas Sanron (Filipina) |
| Sarach Yooyen, Chaiyaphon Otton, Soonsup-Bell, SanronThailand | Masing-masing 1 gol |
| Tiga kiper berbedaThailand | Patiwat Khammai dan Saranon Anuin masing-masing clean sheet; Kampon Pathomakkakul kebobolan 2 gol |
Sumber: FIFA (gol, assist, susunan pemain); nilai pasar Transfermarkt melalui detik dan medcom.
Ketergantungan terlihat dari sebarannya: Baker mencetak 45 persen gol Indonesia (5 dari 11), seluruhnya dalam satu laga, dan Garuda gagal mencetak gol lawan Malaysia. Teerasak mencetak 29 persen gol Thailand (2 dari 7), dan Thailand mencetak gol di ketiga laganya. Baker juga memimpin daftar pencetak gol fase grup, di atas Bergson (Malaysia, 4) dan Kristensen (Filipina, 3).
Nilai Pasar Skuad dan Peringkat FIFA: Indonesia 2,4 Kali Lebih Mahal
| Perbandingan | Indonesia | Thailand |
|---|---|---|
| Nilai skuad (Transfermarkt) | Rp396,91 miliar (sekitar €22,8 juta) | Rp165,13 miliar (sekitar €9,5 juta) |
| Pemain termahal | Kevin Diks, Rp86,91 miliar (sekitar €5 juta) | Nicholas Mickelson, Rp17,38 miliar (sekitar €1 juta) |
| Nilai skuad sebelum turnamen (22-24/9) | Rp377,79 miliar | Rp159,09 miliar |
| Peringkat FIFA (poin) | 117 (1.163,15) | 93 (1.252,27) |
Sumber: Transfermarkt melalui detik, IDN Times (3/10), medcom, dan Infobanknews (22-24/9); peringkat FIFA dari detik; euro perkiraan redaksi (sekitar Rp17.380 per euro, tersirat dari angka media).
Nilai Kevin Diks seorang melampaui separuh nilai skuad Thailand. Empat dari enam pemain termahal turnamen berseragam Indonesia: Diks, Emil Audero (Rp48,67 miliar), Calvin Verdonk (Rp43,45 miliar), dan Maarten Paes (Rp34,76 miliar), menurut medcom (22/9); tidak ada pemain Thailand di daftar itu. Rasio nilai skuad naik dari 2,37 kali sebelum turnamen menjadi 2,40 kali.
Angka itu tidak menjamin hasil: pengamat Malaysia Raja Isa Raja Akram Shah mengingatkan di OneFootball bahwa nilai pasar tertinggi bukan jaminan juara, sementara peringkat FIFA memihak Thailand (93 berbanding 117).
Konteks di Balik Angka: Lawan, Lokasi, Rotasi, dan Jeda Istirahat
- Lawan dan lokasi: 9 dari 11 gol Indonesia lahir ke gawang Bangladesh (juru kunci Grup A) dan 4 dari 7 gol Thailand ke gawang Pakistan (juru kunci Grup B). Indonesia hanya bermain 0-0 dengan Malaysia, 10 pemain sejak menit ke-37; Thailand menang 2-0 atas Vietnam, runner-up grupnya. Indonesia memainkan semua laga di SUGBK, Thailand di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung.
- Rotasi: pelatih Anthony Hudson mengubah 9 dari 11 starter pada laga ketiga setelah tiket final aman, lalu Thailand kalah 1-2. Thailand memakai tiga kiper, tiga kapten, dan tiga formasi; Indonesia dua kiper dan tiga formasi (5-4-1, 4-4-1-1, 3-4-3).
- Jeda: dari kick-off laga terakhir ke final, Indonesia punya sekitar 96 jam dan Thailand sekitar 75 jam (hitungan dari jadwal FIFA).
Ringkasan Angka Jelang Final Senin Malam
Indonesia unggul pada gol per laga (3,67 berbanding 2,33), selisih gol (+9 berbanding +5), sepak pojok (27 berbanding 8), nilai skuad, laga di SUGBK, dan jeda istirahat. Thailand unggul pada head-to-head (37 menang berbanding 25), rekor final (5 dari 6), penguasaan bola (53,7 persen berbanding 46,6 persen), peringkat FIFA, dan sebaran pencetak gol yang lebih merata. Kebobolan dan clean sheet sama persis.
Final digelar Senin (5/10/2026) pukul 20.00 WIB di SUGBK, setelah Malaysia bertemu Vietnam di perebutan tempat ketiga pukul 16.00 WIB. Statistik tiga laga tidak bisa memastikan hasil pertemuan ke-79 kedua tim: Indonesia belum menang atas Thailand sejak 2016, sementara Thailand belum memainkan satu pun laga di SUGBK pada turnamen ini.
Artikel ini dirangkum dari:
- FIFA: Match centre Indonesia v Singapore, FIFA ASEAN Cup 2026 (data resmi) tautan
- FIFA: Match centre Malaysia v Indonesia, FIFA ASEAN Cup 2026 (data resmi) tautan
- FIFA: Match centre Indonesia v Bangladesh, FIFA ASEAN Cup 2026 (data resmi) tautan
- FIFA: Match centre Pakistan v Thailand, FIFA ASEAN Cup 2026 (data resmi) tautan
- FIFA: Match centre Thailand v Vietnam, FIFA ASEAN Cup 2026 (data resmi) tautan
- FIFA: Match centre Thailand v Philippines, FIFA ASEAN Cup 2026 (data resmi) tautan
- detik: Statistik Timnas Indonesia Vs Thailand Jelang Final FIFA ASEAN Cup 2026 tautan
- detik: Head to Head Indonesia Vs Thailand Jelang Final FIFA ASEAN Cup 2026, Siapa Lebih Unggul? tautan
- detik: Indonesia Vs Thailand: Duel Dua Skuad Termahal di FIFA ASEAN Cup 2026 tautan
- detik: Final Indonesia Vs Thailand: Duel Tim Peringkat 117 Lawan 93 Ranking FIFA tautan
- detik: Hasil Lengkap dan Klasemen Akhir FIFA ASEAN Cup 2026 di Fase Grup tautan
- detik: FIFA ASEAN Cup 2026: Statistik Indonesia Vs Malaysia Usai Duel Imbang 0-0 tautan
- detik: Hasil FIFA ASEAN Cup 2026: Thailand Bantai Pakistan 4-0 tautan
- CNN Indonesia: Head to Head Indonesia vs Thailand: Garuda Sulit Menang tautan
- CNN Indonesia: Hasil FIFA ASEAN Cup: Thailand Hajar Pakistan 4-0, Teearasak Hattrick tautan
- CNN Indonesia: Hasil FIFA ASEAN Cup: Laga 2 Kali Ditunda, Thailand Keok dari Filipina tautan
- Bola.com: Head to head Timnas Indonesia Vs Thailand Jelang Final FIFA ASEAN Cup 2026: 78 Kali Bertemu, Garuda Inferior tautan
- Bola.com: Statistik Timnas Indonesia saat Lumpuhkan Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026: Akurasi Buruk, Set Piece Tak Maksimal tautan
- Bola.com: Catatan Menarik setelah Timnas Indonesia Melibas Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026 tautan
- Kompas Bola: Head to Head Timnas Indonesia Vs Thailand, Misi Garuda Putus Puasa Kemenangan tautan
- Okezone (RCTI+): Head to Head Timnas Indonesia vs Thailand Jelang Final FIFA ASEAN Cup 2026: Selisih 6 Kemenangan! tautan
- IDN Times: Timnas Indonesia vs Thailand, Duel Skuad Termahal di FIFA ASEAN Cup tautan
- Medcom: Nilai Skuad Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 tautan
- Infobanknews: Timnas Indonesia Termahal di FIFA ASEAN Cup 2026, Market Value Tembus Rp377,79 Miliar tautan
- OneFootball: Market Value Timnas Indonesia Teratas di FIFA ASEAN Cup 2026, Pengamat: Tak Jaminan Jadi Juara tautan