Coello/Tapia dan Sanchez/Ustero Juara Rotterdam P2 2026, Düsseldorf Menyusul
Coello/Tapia dan Ari Sanchez/Ustero menjuarai Premier Padel Rotterdam P2 2026, mengulang gelar Paris Major mereka. Tur kini berlanjut ke Germany P2 di Düsseldorf sebelum Milano P1.
Dua pasangan nomor satu dunia kembali berpesta di lapangan kaca. Pada final Premier Padel Rotterdam P2 2026, Minggu (4/10/2026) di Rotterdam, Belanda, Arturo Coello/Agustin Tapia merebut gelar putra setelah menang 6-3, 6-2 atas Franco Stupaczuk/Jon Sanz dalam 1 jam 9 menit, sedangkan Ari Sanchez/Andrea Ustero menjuarai nomor putri lewat kemenangan 6-4, 6-4 atas Paula Josemaria/Bea Gonzalez dalam 1 jam 41 menit. Hanya beberapa hari setelah padel mencetak sejarah medali pertama Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya, kalender profesional Premier Padel langsung berlanjut tanpa jeda ke Jerman.
Baca Cepat
- Final putra Rotterdam P2: Coello/Tapia, unggulan 1 sekaligus pasangan nomor satu dunia, menang 6-3, 6-2 atas Stupaczuk/Sanz dalam 1 jam 9 menit; menurut FIP, itu gelar ke-10 duo tersebut sepanjang 2026.
- Final putri: Ari Sanchez/Andrea Ustero menang 6-4, 6-4 atas Paula Josemaria/Bea Gonzalez dalam 1 jam 41 menit, setelah di semifinal menyingkirkan unggulan teratas Delfi Brea/Gemma Triay.
- Menurut FIP, laga itu menjadi final ke-100 sepanjang karier Ari Sanchez; bagi Stupaczuk/Sanz, ini final pertama mereka sebagai pasangan di Premier Padel.
- Tur berlanjut tanpa jeda: Germany P2 di Castello Düsseldorf digelar 4-11 Oktober 2026 (babak utama mulai 6 Oktober), lalu Oysho Milano P1 pada 12-18 Oktober.
Final Putra Rotterdam P2: Coello/Tapia Kunci Gelar Ke-10 Musim Ini
Final nomor putra berlangsung sepihak. Arturo Coello dan Agustin Tapia, pasangan nomor satu dunia sekaligus unggulan teratas, menundukkan Franco Stupaczuk/Jon Sanz dua set langsung, 6-3 dan 6-2, hanya dalam 1 jam 9 menit, menurut laporan resmi Federasi Padel Internasional (FIP). Duo Spanyol-Argentina itu mencatat 41 pukulan bersih (winners) berbanding 27 milik lawan, sebuah selisih yang menegaskan dominasi mereka sejak awal laga.
Kemenangan ini memperpanjang musim emas Coello/Tapia. FIP mencatat gelar Rotterdam sebagai trofi ke-10 mereka sepanjang 2026, melanjutkan rentetan yang membuat keduanya kokoh di puncak ranking dunia. Seusai laga, Coello menilai timnya “cepat menemukan solusi” ketika mendapat tekanan, dan menikmati atmosfer tribun Belanda, seperti dikutip FIP.
Di sisi lain, final ini tetap bersejarah bagi pihak yang kalah. Franco Stupaczuk dan Jon Sanz baru menjalani final pertama mereka sebagai satu pasangan di Premier Padel, menurut FIP, setelah melewati bagan yang ketat sepanjang pekan di Rotterdam. Meski gagal menembus perlawanan pasangan nomor satu dunia, capaian menembus partai puncak menandai kemajuan kombinasi anyar tersebut.
Hasil Rotterdam juga mengulang pola final besar sebelumnya. Pada Paris Major (Roland Garros) yang digelar September, Coello/Tapia sudah lebih dulu merebut gelar dengan menundukkan Federico Chingotto/Alejandro Galán 6-3, 4-6, 7-6, menurut FIP. Rotterdam menjadi bukti bahwa, di penghujung musim, dua nama itu masih menjadi tolok ukur tertinggi di nomor putra.
Final Putri: Ari Sanchez Sentuh Final Ke-100, Ustero Dua Gelar Beruntun
Di nomor putri, Ari Sanchez dan Andrea Ustero menuntaskan pekan sempurna. Mereka menang 6-4, 6-4 atas Paula Josemaria/Bea Gonzalez dalam 1 jam 41 menit, menurut laporan FIP. Jalan menuju trofi tidak mudah: di semifinal, Sanchez/Ustero lebih dulu menyingkirkan unggulan teratas Delfi Brea/Gemma Triay, sebelum menaklukkan pasangan unggulan papan atas lain di partai puncak.
Gelar ini punya makna ganda. Menurut FIP, ini menjadi trofi kedua beruntun sekaligus yang keempat bagi Sanchez/Ustero sepanjang musim 2026, menegaskan konsistensi mereka sebagai salah satu kekuatan utama di sektor putri. Ustero menyebut timnya “bekerja sangat keras” agar sanggup memenangi laga-laga bertensi tinggi seperti ini, seperti dikutip FIP.
Bagi Ari Sanchez, Minggu di Rotterdam adalah tonggak pribadi. FIP mencatat laga tersebut sebagai final ke-100 sepanjang kariernya, sebuah angka yang jarang dicapai pemain mana pun di olahraga ini. Sanchez mengaku sangat bahagia dan menyebut dua gelar beruntun sebagai target yang berhasil ia wujudkan, seperti dikutip FIP.
Hasil ini pun menggemakan Paris. Di final Paris Major, Sanchez/Ustero menjuarai nomor putri dengan kemenangan telak 6-2, 6-0 atas Martina Calvo/Claudia Fernández, menurut FIP. Rotterdam menjadi penegasan bahwa pasangan itu tengah berada dalam performa terbaik menjelang rangkaian turnamen pamungkas musim ini.
Dua Panggung Padel yang Berjalan Bersamaan
Pekan pertama Oktober 2026 memperlihatkan dua wajah padel yang berjalan beriringan. Di Nagoya, padel debut sebagai cabang bermedali di Asian Games dan Indonesia pulang dengan perak serta perunggu dari nomor putri, sebuah tonggak sejarah bagi olahraga yang masih seumur jagung di Tanah Air. Pada saat yang hampir bersamaan, di Rotterdam, para bintang tur profesional justru sedang memperebutkan gelar Premier Padel.
Perbedaannya terletak pada format. Asian Games adalah ajang multicabang antarnegara, tempat setiap federasi menurunkan tim nasionalnya. Sementara itu, Premier Padel adalah sirkuit profesional individu tempat nama-nama seperti Coello, Tapia, Galán, Chingotto, Sanchez, Ustero, Josemaria, Gonzalez, Brea, dan Triay saling berhadapan sepanjang musim. Kedua panggung itu berjalan di waktu yang berdekatan, sehingga pekan ini padel seolah tampil dalam dua versi sekaligus.
Bagi penggemar di Indonesia, dua panggung tersebut saling melengkapi. Asian Games memberi kebanggaan dan bukti bahwa atlet Indonesia bisa bersaing di level Asia, sedangkan Premier Padel memperlihatkan seperti apa standar tertinggi dunia saat ini. Jarak di antara keduanya menjadi peta jalan yang jelas: inilah level yang ingin didekati oleh pemain-pemain muda Indonesia pada tahun-tahun mendatang.
Germany P2 Düsseldorf Bergulir: Coello/Tapia dan Galán/Chingotto Unggulan Teratas
Tanpa banyak jeda, kalender langsung berpindah ke Jerman. Germany Premier Padel P2 digelar di Castello Düsseldorf pada 4-11 Oktober 2026, dengan total hadiah sekitar 264.534 euro, menurut data turnamen FIP. Babak kualifikasi berlangsung 4-6 Oktober, sementara babak utama bergulir mulai Selasa (6/10/2026), sehingga turnamen ini sedang berjalan ketika artikel ini disusun.
Daftar unggulan dipimpin nama-nama familiar. Agustin Tapia/Arturo Coello menjadi unggulan pertama, diikuti Alejandro Galán/Federico Chingotto di posisi kedua, lalu Juan Lebrón/Leo Augsburger sebagai unggulan ketiga, menurut bagan FIP. Para unggulan teratas mendapat bye langsung ke babak 16 besar, pola standar di turnamen P2 dengan bagan putra berisi 28 pasangan.
Tahun lalu, pada edisi perdana Premier Padel di Düsseldorf (2025), gelar putra justru direbut Galán/Chingotto yang menundukkan Coello/Tapia 7-6, 6-2, sedangkan nomor putri dimenangi Brea/Triay atas Josemaria/Sanchez 6-4, 4-6, 6-3 dalam laga sekitar 3 jam 20 menit, menurut FIP. Artinya, dua pasangan juara Rotterdam kini harus menghadapi lawan-lawan yang sudah terbukti bisa mengalahkan mereka di lapangan yang sama.
Karena turnamen masih berjalan, hasil dari Düsseldorf akan diperbarui seiring babak demi babak. Mengacu jadwal FIP, babak pertama putra berlangsung 6-7 Oktober dan putri pada 7 Oktober, babak 16 besar dijadwalkan 8 Oktober, perempat final 9 Oktober, semifinal 10 Oktober, dan final pada 11 Oktober 2026.
Setelah Düsseldorf: Milano P1, Kuwait, dan Perburuan Ranking Akhir Musim
Rotterdam dan Düsseldorf hanyalah dua dari rangkaian turnamen beruntun di musim gugur. Setelah Jerman, tur bergeser ke Italia untuk Oysho Milano Premier Padel P1 pada 12-18 Oktober 2026, salah satu panggung P1 bergengsi menjelang akhir musim. Agenda Oktober kemudian berlanjut dengan turnamen di Kuwait pada 26-31 Oktober, menurut kalender resmi Premier Padel.
Rentetan padat ini memang khas babak akhir musim, saat perburuan poin ranking memasuki fase paling menentukan. Dominasi Coello/Tapia di nomor putra, yang sudah mengoleksi 10 gelar pada 2026 menurut FIP, membuat persaingan menuju peringkat satu akhir tahun semakin ketat bagi para penantang seperti Galán/Chingotto dan Lebrón/Augsburger.
Di sektor putri, konsistensi Sanchez/Ustero bersanding dengan kekuatan Brea/Triay serta Josemaria/Gonzalez. Sebagai gambaran, pada Madrid P1 awal September, gelar putra sempat jatuh ke tangan Galán/Chingotto dan nomor putri dimenangi Brea/Triay, menurut catatan Premier Padel 2026. Peta kekuatan yang berganti-ganti itulah yang membuat setiap turnamen sisa musim ini layak diikuti.
Apa Artinya Buat Penggemar Padel Indonesia
Momentum padel di Indonesia sedang tinggi. Setelah medali perdana di Asian Games dan menjelang debut padel sebagai cabang resmi di SEA Games 2027, antusiasme di lapangan-lapangan kaca dalam negeri terus tumbuh. Di titik inilah hasil Premier Padel seperti Rotterdam P2 menjadi relevan: ia memberi tolok ukur tentang seperti apa permainan di level tertinggi, mulai dari penempatan bola, permainan dinding, hingga penguasaan area net yang memisahkan juara dari sekadar penantang. Bagi penggemar maupun pemain muda Indonesia, mengikuti tur dunia sekaligus mendukung atlet nasional adalah dua cara menikmati olahraga yang sama, sambil menatap panggung berikutnya yang kini sudah terbentang dari Düsseldorf hingga Milano.
Artikel ini dirangkum dari:
- FIP – Coello-Tapia and Sanchez-Ustero take the Rotterdam P2 titles (recap final, 4 Oktober 2026)
- FIP – Arsip berita Cupra Rotterdam Premier Padel P2 2026
- Wikipedia – Premier Padel 2026 (kalender dan hasil turnamen)
- FIP – Halaman resmi Germany Premier Padel P2 2026 (Düsseldorf)
- Padel Speak – Panduan Rotterdam P2 2026 (jadwal dan bagan)
- FIP – Coello/Tapia dan Sanchez/Ustero juara Paris Major 2026
- FIP – Chingotto/Galan dan Brea/Triay juara Düsseldorf P2 2025
- Premier Padel – Debut Premier Padel di Jerman (Düsseldorf 2025)
- Red Bull – Seri dan kalender Premier Padel 2026