Djokovic Juara Ketujuh China Open Beijing, Alcaraz Pertahankan Gelar Tokyo 2026
Dua final ATP 500 di Asia tuntas pada Selasa (6/10/2026): Novak Djokovic menjuarai China Open Beijing untuk ketujuh kalinya setelah Alex de Minaur mundur di final, sementara Carlos Alcaraz mempertahankan gelar Japan Open Tokyo dengan menundukkan Jiri Lehecka 7-6(4), 6-4.
Novak Djokovic dan Carlos Alcaraz sama-sama mengangkat trofi pada hari terakhir dua turnamen ATP 500 di Asia, Selasa (6/10/2026). Di China Open Beijing, Djokovic menjadi juara untuk ketujuh kalinya setelah Alex de Minaur mundur di final saat tertinggal 7-6(3), 0-1 karena cedera otot adduktor kiri. Di Japan Open Tokyo, Alcaraz mempertahankan gelarnya dengan menundukkan Jiri Lehecka 7-6(4), 6-4. Sementara itu, WTA 1000 China Open di Beijing masih bergulir menuju perempat final pada 8-9 Oktober dan final pada 11 Oktober.
Baca Cepat
- Djokovic, unggulan 6, menjadi juara China Open untuk ketujuh kalinya dan menjaga rekor tanpa kalah 34-0 di Beijing; de Minaur, unggulan 5, mundur di final karena cedera otot adduktor kiri saat tertinggal 7-6(3), 0-1.
- Dua laga terakhir Djokovic tidak tuntas: Daniil Medvedev didiskualifikasi pada semifinal (7-5, 5-3) dan de Minaur mundur di final; de Minaur sendiri lolos ke final setelah Hubert Hurkacz mundur di semifinal (6-4, 3-2).
- Alcaraz, unggulan utama, mempertahankan gelar Tokyo dengan mengalahkan Lehecka 7-6(4), 6-4 dan menjadi petenis putra pertama yang juara Tokyo dua tahun beruntun sejak Pete Sampras pada 1993-1994.
- Di WTA 1000 China Open, dua unggulan teratas Elena Rybakina dan Aryna Sabalenka sudah tersingkir; babak 16 besar bergulir, perempat final dijadwalkan 8-9 Oktober dan final 11 Oktober.
China Open: Djokovic Juara Ketujuh di Beijing, de Minaur Mundur di Final
Novak Djokovic memastikan gelar China Open 2026 di Diamond Court, Beijing, setelah Alex de Minaur mundur pada final, Selasa (6/10/2026). Djokovic, unggulan 6, lebih dulu merebut set pertama lewat tie-break dan memimpin 7-6(3), 0-1 ketika de Minaur memutuskan berhenti. Menurut lembar undian resmi ATP, petenis Australia itu menyerah karena cedera otot adduktor kiri. Gelar tersebut menjadi yang ketujuh bagi Djokovic di Beijing sekaligus menjaga rekornya tetap sempurna, 34-0, di turnamen yang kini tujuh kali ia menangi.
Bagi petenis Serbia berusia 39 tahun itu, kemenangan tersebut datang dalam penampilan keduanya di Beijing sejak 2015. Meski turun sebagai unggulan 6, Djokovic masuk turnamen dengan status peringkat dunia nomor 12, sedangkan de Minaur berada di peringkat 9. Sebagai juara, Djokovic berhak atas 500 poin peringkat ATP dan hadiah sekitar 764.750 dolar AS, sedangkan de Minaur sebagai runner-up membawa pulang 330 poin dan sekitar 411.480 dolar AS. Jalan Djokovic ke partai puncak sempat melewati kemenangan atas unggulan utama Alexander Zverev di perempat final, sebelum dua laga berikutnya justru berakhir tanpa dimainkan sampai tuntas.
Dua Laga Pamungkas Djokovic Berakhir Tanpa Diselesaikan Lawan
Hal yang membuat gelar ini terasa tidak biasa adalah cara Djokovic menutup dua laga terakhirnya. Pada semifinal, Senin (5/10/2026), Daniil Medvedev didiskualifikasi ketika Djokovic memimpin 7-5, 5-3. Unggulan 3 itu memukul bola ke arah tribun dan mengenai seorang penonton, lalu supervisor turnamen menyatakan diskualifikasi. Sehari kemudian, giliran de Minaur yang tidak mampu menuntaskan final karena cedera.
Yang menarik, de Minaur juga sampai ke final lewat laga yang tidak selesai. Di semifinal, lawannya, Hubert Hurkacz, mundur saat de Minaur memimpin 6-4, 3-2, juga karena masalah pada otot adduktor kiri. Dengan begitu, baik semifinal maupun final tunggal putra Beijing tahun ini berakhir tanpa poin terakhir yang benar-benar dimainkan, sebuah rangkaian yang jarang terjadi di babak sepenting itu.
Japan Open: Alcaraz Pertahankan Gelar Tokyo atas Lehecka
Di Ariake, Tokyo, Carlos Alcaraz berhasil mempertahankan gelar Japan Open dengan mengalahkan Jiri Lehecka 7-6(4), 6-4 pada final, Selasa (6/10/2026). Alcaraz, unggulan utama sekaligus juara bertahan, merebut set pertama lewat tie-break sebelum menuntaskan set kedua untuk memastikan trofi. Kemenangan itu menjadikannya petenis putra pertama yang juara Tokyo dalam dua tahun beruntun sejak Pete Sampras pada 1993-1994.
Lehecka, yang tampil tanpa status unggulan, menjalani pekan yang mengesankan sebelum terhenti di partai puncak. Pada semifinal, petenis Ceko itu menyingkirkan Valentin Vacherot 6-4, 6-2, sedangkan Alcaraz lebih dulu melewati perlawanan rekan senegaranya, Jaume Munar, dengan 5-7, 6-3, 6-1. Perjalanan Alcaraz ke semifinal pun tidak lepas dari cedera lawan, karena pada perempat final Denis Shapovalov mundur saat Alcaraz memimpin 7-6(3), 2-1. Sebagai juara, Alcaraz menambah 500 poin peringkat dan hadiah sekitar 437.955 dolar AS, sementara Lehecka membawa 330 poin dan sekitar 235.685 dolar AS.
WTA China Open: Dua Unggulan Teratas Tumbang, Perempat Final 8-9 Oktober
Berbeda dengan turnamen ATP yang sudah usai, WTA 1000 China Open di Beijing masih berlangsung dan dijadwalkan menutup dengan final pada 11 Oktober. Undian putri menjadi salah satu yang paling terbuka musim ini karena dua unggulan teratas tersingkir lebih awal. Elena Rybakina, petenis nomor 1 dunia, kalah di babak kedua, sedangkan Aryna Sabalenka, unggulan 2, dihentikan Nikola Bartunkova di babak ketiga.
Setelah babak ketiga tuntas, sejumlah nama papan atas tetap bertahan, antara lain Coco Gauff (unggulan 3), Iga Swiatek (unggulan 8), Mirra Andreeva (unggulan 4), Naomi Osaka, dan tuan rumah Zheng Qinwen. Di babak ketiga, Gauff menundukkan wildcard tuan rumah Xinran Sun 7-5, 6-1, sedangkan Osaka menyingkirkan Sara Bejlek untuk menjaga langkah. Babak 16 besar kemudian menyusul dengan sejumlah laga menarik, termasuk Gauff menghadapi Elise Mertens dan Swiatek melawan Iva Jovic. Jika keduanya menang, Gauff dan Swiatek berpeluang bertemu di perempat final yang dijadwalkan 8-9 Oktober.
Dari Indonesia, Janice Tjen sudah lebih dulu tersingkir di nomor tunggal putri, sedangkan Aldila Sutjiadi masih berkiprah di nomor ganda putri bersama Erin Routliffe. Rangkaian hasil di Beijing menjadi barometer penting menjelang turnamen pamungkas WTA pada akhir musim.
Angka, Poin, dan Rekor yang Mewarnai Dua Gelar ATP 500
Dua gelar ATP 500 ini meninggalkan sejumlah catatan. Djokovic kini mencatat 34-0 di Beijing, rekor tanpa kalah yang terus ia jaga sejak pertama kali tampil di sana, dan menambah koleksi gelarnya di kota itu menjadi tujuh. Kemenangan atas Zverev pada perempat final juga menegaskan bahwa petenis berusia 39 tahun itu masih mampu menaklukkan pemain papan atas, meski dua laga setelahnya ditentukan oleh diskualifikasi dan pengunduran diri lawan.
Di Tokyo, Alcaraz melengkapi pekan itu dengan status tak terkalahkan sepanjang penampilannya di turnamen tersebut. Dengan mempertahankan gelar, ia menyamai pencapaian langka yang terakhir diraih Sampras lebih dari tiga dekade lalu. Secara total, China Open Beijing tahun ini menyediakan hadiah sekitar 4,09 juta dolar AS, sedangkan Japan Open Tokyo sekitar 2,34 juta dolar AS, menurut lembar undian resmi ATP.
Agenda Berikutnya dan Cara Mengikuti
Setelah dua gelar ATP 500 di Beijing dan Tokyo, musim lapangan keras Asia memasuki fase pamungkas menjelang rangkaian penutup musim. Baik Djokovic maupun Alcaraz akan terus menjadi sorotan dalam perburuan poin peringkat, meski jadwal setiap pemain dapat menyesuaikan kondisi fisik, terutama setelah sejumlah laga pekan ini diwarnai cedera dan pengunduran diri.
Untuk penggemar di Indonesia, fokus pekan ini beralih ke WTA 1000 China Open yang masih bergulir di Beijing, dengan perempat final pada 8-9 Oktober dan final pada 11 Oktober. Hasil tunggal putra Beijing dan Tokyo sudah final, sehingga artikel ini memuat skor akhir yang telah dikonfirmasi lewat lembar undian resmi ATP. Perkembangan terbaru dari undian WTA, termasuk hasil babak 16 besar dan perempat final, akan menyusul seiring laga digelar.
Artikel ini dirangkum dari:
- Wikipedia: 2026 China Open tunggal putra (final Djokovic vs de Minaur) tautan
- Wikipedia: 2026 Japan Open Tennis Championships tunggal (final Alcaraz vs Lehecka) tautan
- Wikipedia: 2026 China Open tunggal putri (WTA 1000) tautan
- ATP: lembar undian resmi tunggal putra Beijing 2026 (PDF) tautan
- ATP: lembar undian resmi tunggal putra Tokyo 2026 (PDF) tautan
- ATP Tour: profil turnamen China Open Beijing tautan
- ATP Tour: profil turnamen Japan Open Tokyo tautan
- WTA Tennis: undian Beijing, Swiatek dan Gauff berpeluang bertemu di perempat final tautan