Michael Brennan menutup Baycurrent Classic 2026 sebagai juara di Yokohama, sedangkan Grant Forrest mengakhiri penantian panjang dengan merebut Open de España di Madrid pada Minggu (11/10/2026).

Akhir pekan golf dunia pada Minggu (11/10/2026) melahirkan dua juara baru di dua benua. Di Yokohama Country Club, Jepang, pegolf muda Amerika Serikat Michael Brennan merebut gelar Baycurrent Classic 2026 (PGA Tour) dengan total 268 atau 16 di bawah par, unggul satu pukulan atas Keith Mitchell dan Jacob Bridgeman. Pada saat bersamaan di Club de Campo Villa de Madrid, Spanyol, pegolf Skotlandia Grant Forrest mengakhiri penantian panjang dengan menjuarai Open de España (DP World Tour) di angka 270 atau 14 di bawah par, juga hanya terpaut satu pukulan dari dua pengejar terdekat, Eugenio Chacarra dan Victor Pérez.
Baycurrent Classic yang menandai kehadiran PGA Tour di Jepang berakhir dengan kejutan manis bagi Michael Brennan. Pegolf berusia 24 tahun itu menutup turnamen berhadiah total US$8 juta di lapangan par 71 Yokohama Country Club dengan empat kartu skor konsisten, yakni 68, 67, 65, dan 68, untuk total 268 alias 16 di bawah par. Capaian itu cukup untuk menahan tekanan hingga pukulan terakhir dan memastikan gelar juara.
Brennan hanya unggul satu pukulan atas dua pesaing yang finis di posisi kedua bersama, yaitu Keith Mitchell dan Jacob Bridgeman, yang sama-sama menuntaskan empat hari di angka 269 atau 15 di bawah par. Persaingan di papan atas tetap rapat sampai lubang-lubang penutup, khas turnamen tanpa pemotongan yang membuat seluruh peserta bermain penuh empat ronde.
Sorotan besar justru datang dari nama yang gagal mempertahankan gelarnya. Xander Schauffele, juara Baycurrent Classic edisi sebelumnya sekaligus unggulan utama, harus puas berada di posisi empat bersama dengan 13 di bawah par (271). Ia berbagi tempat itu bersama Brian Harman, Ryan Gerard, Jordan Smith, dan Stephan Jaeger. Lewat kemenangan ini, Brennan mengantongi cek juara senilai US$1,44 juta dan 500 poin FedExCup, modal besar pada seri musim gugur.
Kemenangan di Yokohama melengkapi musim yang luar biasa bagi Brennan. Ini adalah gelar ketiganya sepanjang karier di PGA Tour sekaligus kemenangan kedua pada musim 2026. Sebelumnya, pegolf Amerika itu menjuarai Wyndham Championship pada Agustus 2026, melengkapi terobosan pertamanya yang datang lewat undangan sponsor di Bank of Utah Championship pada Oktober 2025.
Baycurrent Classic sendiri merupakan ajang ketiga dari delapan seri FedExCup Fall, bagian dari kalender PGA Tour yang memperebutkan poin peringkat menjelang pergantian musim. Format tanpa pemotongan memberi ruang bagi pemain yang start lambat untuk mengejar, namun pekan ini justru dimanfaatkan sempurna oleh pegolf muda yang tampil stabil sejak hari pertama. Lapangan di Jepang juga menjadi magnet besar bagi penonton tuan rumah yang menantikan aksi bintang-bintang dunia di tanah Asia.
Bagi Brennan, konsistensi menjadi kunci. Ia tidak sekali pun mencatat skor di atas par sepanjang empat ronde dan memangkas peluang para bintang mapan untuk menekan. Hasil ini menegaskan bahwa generasi muda PGA Tour semakin berani mengambil alih panggung, bahkan ketika harus berhadapan langsung dengan peraih medali emas Olimpiade seperti Schauffele pada ronde penutup.
Sekitar sepuluh ribu kilometer dari Yokohama, drama berbeda tersaji di Club de Campo Villa de Madrid. Grant Forrest, pegolf Skotlandia yang sudah lama menanti kembali ke jalur juara, menuntaskan Acciona Open de España presented by Madrid sebagai pemenang dengan total 270 atau 14 di bawah par. Ia merangkai ronde 66, 67, 67, dan 70 di lapangan par 71 tersebut.
Hari terakhir berlangsung menegangkan. Forrest memulai ronde penutup sebagai pemuncak klasemen bersama Joe Dean di angka 13 di bawah par, dengan Victor Pérez menguntit satu pukulan di belakang. Meski sempat membukukan empat bogey sepanjang 18 lubang terakhir, Forrest tetap mampu menjaga ketenangan dan menutup dengan 70 untuk memastikan kemenangan tipis.
Di garis finis, keunggulannya hanya satu pukulan. Eugenio Chacarra dari Spanyol dan Victor Pérez dari Prancis berbagi posisi kedua dengan 13 di bawah par (271), sementara Jacob Skov Olesen asal Denmark menyusul di tempat keempat dengan 12 di bawah par. Daniel Brown dan Joe Dean, keduanya dari Inggris, mengisi posisi lima bersama di angka 11 di bawah par. Chacarra menjadi penampil tuan rumah terbaik, hiburan bagi publik Madrid yang memadati lapangan sepanjang pekan.
Kemenangan ini punya arti besar bagi Forrest maupun sejarah turnamen. Ia tercatat sebagai pegolf Skotlandia kelima yang menjuarai Open de España, dan menariknya tiga dari lima kemenangan Skotlandia itu terjadi di Club de Campo Villa de Madrid. Lapangan di ibu kota Spanyol seolah menjadi tanah keberuntungan bagi para pegolf Negeri Tartan.
Lebih dari sekadar trofi, gelar ini membuka pintu ke panggung terbesar golf dunia. Sebagai juara, Forrest dipastikan menembus Masters untuk kali pertama dan kembali tampil di The Open Championship. Dua tiket itu menjadi bonus manis yang mengubah arah musimnya secara drastis, apalagi setelah penantian panjang untuk kembali merasakan kemenangan di DP World Tour.
Open de España merupakan bagian dari Race to Dubai, klasemen poin musiman DP World Tour. Dengan menerapkan pemotongan pemain setelah dua ronde, turnamen ini menuntut konsistensi sejak hari pertama, dan Forrest menjawabnya dengan tiga ronde pembuka yang seluruhnya di bawah 68. Hasil ini melontarkan posisinya dalam perburuan Race to Dubai sekaligus menegaskan kebangkitan kariernya di pentas Eropa.
Meski digelar pada pekan yang sama, Baycurrent Classic dan Open de España melayani dua skema berbeda. Di Amerika, Baycurrent menjadi salah satu seri FedExCup Fall PGA Tour dengan hadiah besar dan tanpa pemotongan, sedangkan di Eropa, Open de España menjadi ajang Race to Dubai DP World Tour yang memberlakukan cut setelah dua hari. Perbedaan format itu turut membentuk strategi para pegolf.
Bagi Brennan, gelar ini memperkuat posisinya pada awal musim baru PGA Tour dan menjaga momentum setelah kemenangan Wyndham. Bagi Forrest, trofi Madrid menjadi penanda kebangkitan sekaligus jaminan tampil di dua kejuaraan major musim depan. Keduanya, meski berasal dari generasi dan latar berbeda, sama-sama membuktikan bahwa ketenangan di ronde penutup lebih menentukan daripada sekadar start cepat.
Pekan golf elite belum berhenti. Kalender kini bergeser ke Asia, dengan rangkaian turnamen LPGA yang akan membuka serinya di China pekan depan, sementara PGA Tour dan DP World Tour meneruskan agenda musim gugur masing-masing. Para penggemar di Indonesia pun punya banyak alasan untuk terus memantau papan skor pekan demi pekan.
Minggu 11 Oktober 2026 akan dikenang sebagai hari ketika dua pegolf dengan cerita berbeda sama-sama naik podium tertinggi. Michael Brennan menegaskan diri sebagai salah satu wajah muda paling menjanjikan di PGA Tour, sedangkan Grant Forrest membuktikan bahwa kesabaran dan ketekunan akhirnya berbuah manis di DP World Tour. Dua kemenangan tipis berselisih satu pukulan itu menjadi pengingat bahwa di golf level tertinggi, margin juara kerap setipis satu ayunan. Untuk hasil resmi dan klasemen lengkap, pembaca dapat merujuk situs PGA Tour dan DP World Tour.
Kartu siap posting dibuat otomatis dari artikel ini.
Di HP, tombol Share to Instagram membuka menu share dan Anda tinggal pilih Instagram Stories atau Feed. Di desktop, gambar disimpan dulu lalu diunggah dari Instagram.
20FIT Media
Choose what this story was worth to you.
You’ll finish paying right here — this page stays open.
QRIS, bank transfer, e-wallet or card.
Trouble with an e-wallet? Open the payment page in a new tab.
Finished? — thank you for supporting 20FIT.
Opening secure checkout…