Marco Bezzecchi memenangi balapan utama MotoGP Mandalika 2026 dan mengantar Aprilia menyapu empat posisi teratas. Marc Marquez finis keenam, sementara Jorge Martin merebut kembali puncak klasemen dunia dengan keunggulan dua poin.

Marco Bezzecchi mempersembahkan kemenangan untuk Aprilia pada balapan utama Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok, Minggu (11/10), ronde ke-17 dari 22 seri. Bezzecchi menuntaskan 27 lap dalam 40 menit 46,582 detik, diikuti rekan sepabrikan Raul Fernandez dan Jorge Martin, sekaligus mengantar Aprilia menyapu empat posisi teratas untuk pertama kali sepanjang sejarah. Marc Marquez, yang sehari sebelumnya justru memenangi sprint, hanya finis keenam akibat masalah tekanan ban. Hasil itu membuat Jorge Martin merebut kembali puncak klasemen dunia dengan keunggulan tipis dua poin menjelang lima seri pamungkas.
Balapan utama di Mandalika berubah menjadi pesta Aprilia. Raul Fernandez, yang start dari posisi terdepan dan dilaporkan membalap dengan jari tangan kanan patah, memimpin sejak awal dan sempat menjaga jarak dari Bezzecchi. Namun kondisi fisik Fernandez memudar seiring bertambahnya lap. Di sekitar lap ke-18 dari total 27, Bezzecchi mengerem telat di tikungan pertama untuk merebut pimpinan, lalu perlahan membuka jarak hingga finis dengan keunggulan 4,260 detik. Jorge Martin yang start kelima bangkit cepat ke posisi ketiga sejak lap ketiga dan menutup podium dengan selisih 6,890 detik.
Bagi Bezzecchi, inilah kemenangan pertamanya sejak seri Italia di Mugello pada akhir Mei. Ini menjadi kemenangan kelimanya sepanjang musim 2026 sekaligus yang ke-11 dalam kariernya di kelas utama. Yang lebih bersejarah, hasil ini mengantar Aprilia menempatkan empat motornya di empat posisi teratas untuk pertama kali, lewat Bezzecchi dan Martin dari tim pabrikan serta Fernandez dan Ai Ogura dari satelit Trackhouse. Karakter Mandalika yang menuntut manajemen ban tinggi memang kerap dinilai bersahabat dengan motor Noale, dan akhir pekan ini pembuktiannya hadir secara nyaris sempurna.
Meski menang, Bezzecchi tetap menyebut tekanan ban sebagai tema besar akhir pekan. “Beruntung, saya tidak mengalami tekanan yang terlalu tinggi,” kata Bezzecchi seperti dikutip Antara seusai menambah 25 poin. Ia menambahkan bahwa hampir setiap sirkuit yang dikunjungi tim menghadirkan tantangan serupa terkait tekanan ban. Faktor itulah yang kemudian menjadi pembeda besar di barisan para pesaing, termasuk dua kandidat utama gelar juara dunia.
Marc Marquez sempat menjanjikan di awal balapan. Pembalap Ducati Lenovo itu berada di posisi ketiga pada lap-lap pembuka sebelum dilewati Martin. Ia lalu naik lagi ke posisi keempat pada lap ke-18 dengan menyalip Pedro Acosta. Namun cengkeraman bannya memburuk di fase akhir. Marquez kehilangan daya dorong dan melorot ke posisi keenam, dilewati Acosta dan Ogura pada lap ke-22, sementara Ogura akhirnya merebut posisi keempat dari Acosta di lap ke-25. Marquez menuntaskan lomba di urutan keenam, tertinggal 10,778 detik dari pemenang.
Masalah tekanan ban memang menghantui barisan di belakang Aprilia. Acosta pun mengeluhkan persoalan serupa yang membuat duelnya dengan Marquez berjalan naik-turun. Kontras dengan Marquez, Martin justru mampu mengelola lajunya dengan tenang dari posisi start kelima untuk mengamankan podium. Akhir pekan Mandalika juga menyisakan sejumlah insiden: Fermin Aldeguer terjatuh pada lap kedua dan dilaporkan harus menjalani operasi usai cedera, Francesco Bagnaia terjatuh di lap ketujuh, sementara Jack Miller dan Toprak Razgatlioglu juga gagal finis. Maverick Vinales bahkan terkena penalti 16 detik akibat tekanan ban yang terlalu rendah, meski tak mengubah urutan hasil.
Satu hari sebelum balapan utama, cerita justru berlawanan. Marc Marquez memenangi Tissot Sprint pada Sabtu (10/10), kemenangan sprint kedelapannya sepanjang musim 2026. Jorge Martin sempat memimpin sprint sebelum masalah tekanan ban memaksanya mengalah sekitar lima lap jelang bendera finis, lalu sebuah kesalahan kecil membuatnya melorot ke posisi keempat. Hasil itu membalik peta klasemen sementara: Marquez untuk pertama kalinya di musim 2026 naik ke puncak dengan keunggulan empat poin atas Martin menjelang balapan utama.
Namun kemenangan sprint itu datang dengan harga fisik. Marquez mengaku sempat pusing seusai naik podium, sesuatu yang disebutnya belum pernah ia alami sebelumnya, dan menggambarkan balapan yang sangat intens dengan ritme tinggi. Ia bahkan menyebut sudah mengira bakal kehilangan poin dari Martin akhir pekan ini, alih-alih justru memenanginya. Catatan itu terasa manis mengingat rekam jejak Marquez di Mandalika selama ini kelam, karena baru pada balapan utama Minggu ia akhirnya mencatatkan finis pertamanya di kelas utama pada sirkuit tersebut.
Dengan finis ketiga di balapan utama dan hanya keenam untuk Marquez, pendulum klasemen kembali berpihak pada Martin. Pembalap Aprilia itu kini memimpin dengan 355 poin, unggul dua angka atas Marquez yang mengoleksi 353 poin. Bezzecchi menguatkan posisi ketiga dengan 309 poin, atau tertinggal 46 angka dari puncak. Di belakang mereka menyusul Ai Ogura (259), Pedro Acosta (258), dan Fabio di Giannantonio (245), menandai persaingan ketat di papan tengah klasemen.
Secara matematis, perburuan gelar masih benar-benar terbuka. Lima seri tersisa menyediakan maksimal 185 poin, sehingga selisih dua angka antara Martin dan Marquez praktis tak berarti apa-apa untuk jangka panjang. Bezzecchi pun, dengan defisit 46 poin, secara teori belum sepenuhnya gugur meski peluangnya menyempit tajam. Seri berikutnya digelar di Australia pada 23-26 Oktober, dan setiap akhir pekan kini terasa seperti laga final beruntun bagi dua kandidat teratas.
Di tengah pesta Aprilia, publik tuan rumah tetap punya alasan untuk bangga. Veda Pratama, remaja 17 tahun yang membela Honda Team Asia di Moto3, finis keenam dan menjadi pembalap Honda terdepan di balapan tersebut. Veda sempat berada di rombongan terdepan pada awal lomba bersama Adrian Fernandez sebelum sedikit melorot, lalu bangkit lagi untuk mengamankan posisi enam besar, hanya 12,017 detik di belakang pemenang. Hasil solid itu menjadi bekal berharga bagi talenta muda Indonesia di hadapan publiknya sendiri.
Di kelas Moto2, Mario Suryo Aji yang memperkuat Idemitsu Honda Team Asia menyelesaikan balapan di posisi ke-20 pada lomba yang sempat dihentikan dengan bendera merah. Mario menilai hasilnya kurang beruntung, sebab sebelum bendera merah berkibar ia menyebut posisinya cukup baik untuk memperebutkan poin. Tekanan tampil di kandang sendiri menjadi pengalaman penting bagi kedua pembalap Merah Putih yang untuk pertama kali tampil bersama di akhir pekan GP Indonesia.
Satu gelar dunia bahkan sudah dipastikan di Mandalika. Maximo Quiles mengunci titel juara dunia Moto3 2026 setelah memenangi balapan, kemenangan kesepuluhnya musim ini. Rookie CFMOTO Gaviota Aspar itu kini mengoleksi 351 poin, unggul 132 angka atas rival terdekatnya David Almansa dengan lima seri tersisa, sehingga gelarnya tak lagi terkejar. Almansa finis kedua di balapan ini dan Brian Uriarte melengkapi podium di posisi ketiga.
Mandalika 2026 memang tidak melahirkan juara dunia MotoGP, tetapi akhir pekan ini menegaskan betapa rapatnya perebutan gelar musim ini. Dalam dua hari, pimpinan klasemen berpindah tangan dua kali: Marquez naik ke puncak lewat sprint, lalu Martin merebutnya kembali di balapan utama. Kebangkitan Aprilia yang menyapu empat besar menambah variabel baru, karena setiap podium yang dirampas Bezzecchi dan kawan-kawan ikut memengaruhi arah duel dua kandidat teratas.
Dengan selisih tetap dua poin dan lima seri tersisa, musim 2026 berpeluang besar baru diputuskan pada rangkaian lomba terakhir. Tensi makin terasa karena 2026 merupakan musim terakhir di bawah regulasi mesin 1.000 cc sebelum era 850 cc berlaku pada 2027, menjadikan perebutan mahkota kali ini sebagai penutup sebuah era. media.20fit.id akan terus mengikuti perkembangan menuju garis akhir musim, dimulai dari seri Australia akhir Oktober.
Kartu siap posting dibuat otomatis dari artikel ini.
Di HP, tombol Share to Instagram membuka menu share dan Anda tinggal pilih Instagram Stories atau Feed. Di desktop, gambar disimpan dulu lalu diunggah dari Instagram.
20FIT Media
Any amount helps. You choose.
You’ll finish paying right here — this page stays open.
QRIS, bank transfer, e-wallet or card.
Trouble with an e-wallet? Open the payment page in a new tab.
Finished? — thank you for supporting 20FIT.
Opening secure checkout…