Rollback Bola Golf: Kenapa Jarak Drive Tak Bisa Dijinakkan
Home / Golf

Rollback Bola Golf: Kenapa Jarak Drive Tak Bisa Dijinakkan

Rekor jarak drive PGA Tour terus pecah, sementara rollback bola golf mundur ke 2030. Mengapa golf kesulitan mengerem jarak pukulan, dan apa artinya bagi pegolf biasa?

On this page

    Pada sore 15 Maret 2026, Cameron Young berdiri di tee hole 18 TPC Sawgrass dengan keunggulan tipis atas Matt Fitzpatrick dan air danau menganga di sisi kiri fairway. Ia mengayunkan driver, dan bola melesat, memantul, lalu menggelinding di fairway yang keras sampai berhenti 375 yard (sekitar 343 meter) dari tee. Menurut situs atletik Wake Forest, kampus tempat Young dulu bermain, itu drive terjauh yang pernah tercatat di hole tersebut. Beberapa menit kemudian ia mengangkat trofi The Players Championship, gelar PGA Tour keduanya.

    Detail yang luput dari sorotan siaran langsung justru paling menarik bagi para pengatur golf. Menurut laporan Associated Press yang dimuat Golf Channel, Young musim ini memakai bola Titleist baru berputaran rendah yang sudah memenuhi standar uji jarak versi baru, standar yang dirancang khusus untuk memangkas jarak pukulan para pemukul terjauh. Hasilnya, ia tidak kehilangan jarak sedikit pun. Tiga bulan kemudian, di Shinnecock Hills, USGA dan R&A mengumumkan bahwa rencana “rollback” bola golf yang mereka susun bertahun-tahun ditunda, sekaligus dibuka lagi untuk ditinjau ulang.

    Ringkasnya: Golf profesional terus memecahkan rekor jarak. Aldrich Potgieter kini rata-rata memukul drive di atas 331 yard per pukulan di PGA Tour, padahal rata-rata seluruh tur 30 tahun lalu hanya sekitar 255 yard. Aturan bola baru yang semula berlaku 2028 kini mundur ke Januari 2030, karena tur dan otoritas golf sendiri ragu aturan itu cukup ampuh. Akar masalahnya bukan hanya bola, melainkan gabungan atlet yang makin kuat, data peluncuran yang presisi, dan peralatan yang terus berkembang.

    Bola yang Sudah “Legal 2030”, Tapi Tetap Terbang 375 Yard

    Kisah Young merangkum dilema yang membelit golf selama hampir satu dekade. Rencana rollback bertumpu pada satu ide sederhana: kalau bola diuji dengan ayunan robot yang lebih cepat tetapi batas jaraknya tidak dinaikkan, produsen terpaksa membuat bola yang sedikit lebih “malas”. Namun pemain elite tidak memukul seperti robot. Mereka menyesuaikan sudut luncur, putaran bola, dan spesifikasi stik dengan bantuan radar peluncuran yang membaca setiap pukulan hingga desimal.

    Menurut Golf Channel, salah satu keberatan utama pemain sejak awal adalah bahwa standar baru akan memukul sebagian pemain jauh lebih keras daripada yang lain, tergantung bagaimana masing-masing meluncurkan bola. Ketika bola berputaran rendah ternyata bisa lolos uji sekaligus mempertahankan jarak, keberatan itu berubah dari teori menjadi bukti di lapangan. CEO USGA Mike Whan sendiri mengakui ada pertanyaan apakah pengurangan jarak dari uji bola yang baru akan cukup, mengingat luasnya cakupan teknologi dalam permainan ini.

    Sorotan ronde final Cameron Young di The Players Championship 2026, termasuk drive panjang di hole 18 TPC Sawgrass. Video: PGA Tour

    Pertanyaan besarnya pun jadi lebih tajam: kalau bola yang sudah dirancang lebih pendek tetap bisa terbang sejauh itu, apakah golf memang mampu menjinakkan jarak? Atau jarak sudah menjadi bagian dari DNA golf modern yang tak bisa lagi ditarik mundur?

    Tiga Puluh Tahun, Empat Puluh Yard

    Angka-angkanya mencolok. Dalam analisis 30 tahun data PGA Tour yang diterbitkan Golf Monthly pada Juni 2026, John Daly menjadi pemukul terjauh pada 1996 dengan rata-rata 288 yard. Saat itu ia 33 yard lebih jauh daripada rata-rata tur, dan hanya sepuluh pemain yang rata-ratanya melewati 280 yard. Sepuluh tahun kemudian, pada 2006, rata-rata seluruh tur sudah menyamai angka Daly, sementara Bubba Watson memimpin dengan 319 yard.

    Pada 2016 rata-rata tur naik lagi ke 292 yard, dengan Rory McIlroy memimpin di 317 yard. Lalu datang era baru. Bryson DeChambeau mencatat 322,1 yard pada 2020, McIlroy menaikkannya menjadi 326,3 yard pada 2023, dan pemain muda Afrika Selatan Aldrich Potgieter kini melampaui keduanya. Per 7 Oktober 2026, menurut GolfMagic, Potgieter rata-rata memukul 331,9 yard dengan driver PXG Lightning Tour Max, sedikit di depan McIlroy yang mencatat 330,3 yard.

    • 1996: pemimpin jarak John Daly 288 yard; rata-rata tur sekitar 255 yard (Golf Monthly)
    • 2006: pemimpin Bubba Watson 319 yard; rata-rata tur sekitar 288 yard (Golf Monthly)
    • 2016: pemimpin Rory McIlroy 317 yard; rata-rata tur 292 yard (Golf Monthly)
    • 2020: Bryson DeChambeau mencetak rekor 322,1 yard (MyGolfSpy)
    • 2023: McIlroy memperbarui rekor menjadi 326,3 yard (GolfMagic, MyGolfSpy)
    • 2025: rata-rata PGA Tour 302,8 yard, naik rata-rata 1,09 yard per tahun sejak 2016 (laporan jarak tahunan USGA dan R&A)
    • 2026: Aldrich Potgieter 331,9 yard per 7 Oktober; McIlroy 330,3 yard (GolfMagic)

    Yang paling mengusik barangkali bukan para pemukul terjauh, melainkan pemukul terpendek. Golf Monthly mencatat Brandt Snedeker, pemain dengan rata-rata drive terpendek di PGA Tour musim ini, memukul sekitar 281 yard. Tiga puluh tahun lalu, angka itu cukup untuk masuk sepuluh besar pemukul terjauh. GolfMagic menambahkan bahwa pada 2026, 13 pemain rata-rata memukul setidaknya 320 yard, dan setiap pemain di 50 besar daftar jarak berada di atas 311 yard.

    Rory McIlroy, pemukul terjauh kedua PGA Tour 2026 dengan rata-rata 330,3 yard
    Rory McIlroy, pemegang rekor jarak 2023, kini berada di urutan kedua daftar jarak drive PGA Tour 2026 di belakang Aldrich Potgieter. Foto: GolfMagic

    Golf Monthly juga mencatat lebih dari 50 turnamen dalam empat musim terakhir dimenangi dengan skor 20 di bawah par atau lebih baik. Bagi kubu yang menginginkan rollback, angka itu tanda bahwa lapangan klasik makin mudah “ditaklukkan” dengan tenaga. Bagi kubu penentang, skor rendah juga lahir dari green yang lebih mulus, setelan lapangan yang lebih lunak, dan kualitas pemain yang lebih merata.

    Delapan Tahun Menuju Satu Angka: 317 Yard

    Upaya resmi mengerem jarak dimulai pada 2018, ketika USGA dan R&A meluncurkan Distance Insights Project, kajian bertahun-tahun tentang dampak jarak terhadap permainan. Pada Maret 2023, kedua badan itu melontarkan usulan pertama: sebuah Model Local Rule yang memungkinkan penyelenggara turnamen elite mewajibkan bola berjarak lebih pendek. Artinya, pemain profesional memakai satu jenis bola, sementara pegolf rekreasi tetap memakai bola biasa. Golf menyebut konsep ini “bifurkasi”.

    Usulan itu langsung ditolak PGA Tour dan PGA of America. Menurut CBS Sports, PGA Tour menyampaikan bahwa meski ada dukungan untuk membatasi kenaikan jarak di masa depan, ada keyakinan luas bahwa aturan lokal itu “tidak diperlukan dan bukan demi kepentingan terbaik permainan”. PGA of America menyoroti persoalan teknis: bagaimana mengawasi pemain agar memakai bola yang benar, toko yang harus menyetok dua spesifikasi bola, hingga driving range dan pelatih yang harus menyediakan keduanya.

    Pada 6 Desember 2023, USGA dan R&A menjawab dengan langkah yang mengejutkan banyak orang: aturan baru berlaku untuk semua pegolf. Menurut NBC Sports, Overall Distance Standard (ODS) diubah. Bola akan diuji dengan kecepatan ayunan 125 mph, naik dari 120 mph, atau setara kecepatan bola 183 mph dari sebelumnya 176 mph. Batas jarak maksimal tetap 317 yard (sekitar 290 meter), dengan toleransi tiga yard. Kondisi uji juga bergeser dari sudut luncur 10 derajat dengan putaran 2.520 rpm menjadi 11 derajat dengan 2.200 rpm.

    Ronde final Hero World Challenge 2023, sepekan sebelum USGA dan R&A mengumumkan rollback bola golf
    Hero World Challenge 2023 menjadi panggung perdebatan para pemain soal rollback, sepekan sebelum pengumuman resmi pada 6 Desember 2023. Foto: NBC Sports

    Dampaknya dihitung cukup rinci. Menurut USGA dan R&A, seperti dikutip NBC Sports, pemukul terjauh diperkirakan kehilangan 13–15 yard per drive, pemain tur rata-rata dan pemain elite pria 9–11 yard, pemain LPGA 5–7 yard, dan pegolf rekreasi lima yard atau kurang. Lebih dari 30 persen bola yang kini lolos uji akan tetap lolos di bawah standar baru. Jadwalnya dibuat bertahap: Januari 2028 untuk golf elite, 2030 untuk semua orang.

    Dasar keputusan itu adalah data kecepatan bola di level puncak. Menurut pernyataan kedua badan, sepuluh pemain tercepat pada 2023 rata-rata menghasilkan kecepatan bola 186 mph, 25 tercepat 183,4 mph, dan yang paling cepat mencapai 190 mph. Dengan kata lain, standar uji lama tertinggal jauh di belakang realitas tur.

    “Tata kelola itu sulit,” kata Whan dalam pernyataan resminya saat itu, dikutip NBC Sports dan CBS Sports. “Dan meski ribuan orang akan bilang kami bertindak terlalu jauh, akan ada sama banyaknya yang bilang kami tidak cukup berbuat untuk melindungi permainan ini dalam jangka panjang.” Ia menambahkan bahwa sejak awal mereka berusaha melakukan yang benar bagi permainan tanpa bias. “Seperti yang sudah kami katakan, tidak berbuat apa-apa bukanlah pilihan.”

    Para Pemain Terbelah: Dari Tiger Woods hingga Keegan Bradley

    Ruang ganti PGA Tour tidak pernah satu suara soal ini. Sepekan sebelum pengumuman, di Hero World Challenge, Tiger Woods mengulang posisi lamanya. “Kami terus berteriak bahwa bola harus diperlambat, tapi bola terus bertambah cepat sepanjang karier saya, dan inilah kita sekarang,” ujarnya, dikutip NBC Sports. “Saya selalu mendukung bifurkasi. Saya selalu mengatakannya. Sama seperti tongkat kayu dan tongkat logam [di bisbol].” Menurut CBS Sports, Woods juga menyebut dirinya di usia 47 tahun memukul lebih jauh daripada saat masih berusia 21 tahun dan baru masuk tur.

    McIlroy, yang lebih belakangan berbalik mendukung rollback, menulis di media sosial bahwa ia tidak memahami kemarahan publik. “Ini tidak akan berdampak apa pun bagi pegolf rata-rata dan mengembalikan golf ke jalur keberlanjutan,” tulisnya, dikutip CBS Sports. Ia menyalahkan sesama pemain elite dan produsen stik serta bola yang menolak bifurkasi. “Bifurkasi adalah jawaban logis untuk semua orang, tapi lagi-lagi dalam permainan ini, uang yang bicara.”

    Di kubu seberang, suaranya tidak kalah keras. Keegan Bradley, yang dulu terpaksa mengubah gaya putting-nya setelah USGA dan R&A melarang putter yang ditambatkan ke tubuh, menyebut keputusan itu hukuman bagi pemain atas kesalahan regulator. “Saya rasa kami terus dihukum atas kesalahan yang mereka buat. Kalau mereka membiarkan bola terbang terlalu jauh, itu bukan masalah kami,” katanya, dikutip NBC Sports. “Saya benar-benar menganggap ini salah satu hal terbodoh yang pernah saya dengar.”

    PGA Tour sebagai organisasi juga menolak. Dalam memo kepada pemain pada hari pengumuman, yang dikutip NBC Sports, tur menyatakan bahwa kenaikan kecepatan uji ke 125 mph “tidak proporsional” dengan laju kenaikan yang terlihat dari data radar peluncuran PGA Tour. “Karena itu, kami tidak mendukung pengumuman hari ini terkait kenaikan ke 125 mph, karena meyakini penyesuaian yang lebih moderat lebih tepat.” Memo yang sama menegaskan bahwa jarak adalah hasil banyak faktor, dan tur akan memakai data ShotLink untuk mempelajari bagaimana setelan lapangan dan desain bisa meredam efek jarak.

    Di luar tur, sebagian pemangku kepentingan justru mendorong rollback. Field Level Media mencatat bahwa Augusta National Golf Club, tuan rumah Masters, termasuk pihak yang mendukung langkah untuk melindungi lapangan bersejarah dari kekuatan pemain modern. Sebaliknya, PGA Tour di bawah komisioner kala itu, Jay Monahan, vokal menentang.

    Juni 2026: Rem Diinjak di Shinnecock Hills

    Lalu, pada 17 Juni 2026, beberapa jam sebelum konferensi pers tahunan Whan menjelang US Open, terbit pernyataan bersama yang ditandatangani bukan hanya USGA dan R&A, tetapi juga PGA Tour dan DP World Tour. Isinya: tidak akan ada perubahan pada metode uji ODS hingga Januari 2030, sementara berbagai opsi dievaluasi.

    Ada dua alasan resmi. Pertama, menurut Golfweek, ketika USGA dan R&A meminta masukan pada Januari 2026, mayoritas industri golf lebih memilih satu tanggal berlaku, Januari 2030, ketimbang dua tahap. David Dusek, penulis senior peralatan Golfweek, menjelaskan logika bisnisnya: produsen tidak ingin membuat bola untuk dua standar uji sekaligus, merek merencanakan lini produk bertahun-tahun ke depan, dan toko menyimpan stok.

    Alasan kedua lebih mengejutkan. Pernyataan itu menyebut diskusi antara badan pengatur, pimpinan PGA Tour, Dewan Penasihat Pemain PGA Tour, dan pimpinan DP World Tour menghasilkan tiga kesepakatan: jarak di level elite terus naik; tur khawatir standar ODS yang baru mungkin tidak mencapai hasil yang diinginkan; dan ada kesediaan bersama untuk “mempertimbangkan ulang pendekatan alternatif” yang bisa lebih berpengaruh terhadap laju kenaikan jarak tanpa mengganggu pasar bola golf secara keseluruhan.

    Di Shinnecock Hills, Whan berbicara dengan nada yang jauh lebih terbuka dibanding 2023. “Mungkin ada beberapa ide di sini yang dibuka kembali, yang dulu pernah kami lihat dan mungkin kami tutup pintunya karena sebagian masukan dari tur,” katanya, dikutip Golf Channel. “Saya rasa akan jadi cara memerintah yang salah kalau kami tidak mendengarkan itu, ketika kini kami mulai membicarakan tujuan yang serupa.”

    Menurut Golf Channel, Whan dan pejabat USGA selama tiga tahun berturut-turut menghadapi skeptisisme, bahkan kritik, dari pemain PGA Tour di Memorial Tournament. Tahun ini, katanya, suasananya berbeda. “Yang benar-benar berubah belakangan ini adalah jumlah pemain individu yang maju, baik dalam pertemuan itu maupun sesudahnya, dengan keinginan nyata untuk membantu, berbagi, dan meminta lebih banyak informasi,” ujar Whan. Justin Thomas, salah satu pemain yang terlibat, memuji pendekatan yang lebih kolaboratif. Ia menyebut kekhawatiran soal jarak tidak salah, hanya saja cara yang ditempuh sebelumnya tidak menyelesaikan masalah.

    Whan juga menyebut jeda ini sebagai “kesempatan untuk berpikir lebih besar”, menurut Field Level Media. Saat ditanya apakah USGA dan R&A akan mempertimbangkan solusi “sempit” yang hanya menyasar bola kompetisi, jawabannya lugas: “Solusi yang lebih sederhana dan lebih sempit, itulah yang akan kami pelajari.” Ia tidak menyebut kata bifurkasi, tetapi bagi banyak pengamat, arah pernyataan itu sulit disalahpahami.

    Ia juga menolak anggapan bahwa penundaan berarti kembali berjalan pelan. “Ini bukan upaya delapan tahun lagi,” kata Whan, dikutip Golf Channel. “Kita harus mengerjakannya dengan rasa mendesak.” Today’s Golfer menulis bahwa sang CEO bahkan mengakui rollback versi lama “mungkin tidak cukup”.

    Bukan Cuma Bola: Atlet, Data, dan Driver

    Mengapa standar yang disusun selama bertahun-tahun bisa dianggap kurang ampuh bahkan sebelum berlaku? Jawabannya terletak pada fakta bahwa jarak adalah persamaan dengan banyak variabel, dan bola hanyalah salah satunya.

    Golf Monthly menyebut lonjakan besar jarak terjadi tak lama setelah pergantian milenium, ketika desain bola berinti padat dan berlapis menggantikan bola lama, sementara kepala driver menjadi lebih besar dan lebih pemaaf terhadap pukulan meleset. Di saat bersamaan, kebugaran pemain melonjak: latihan kekuatan, analisis performa, dan pelatihan kecepatan ayunan menjadi standar. Kombinasi itu, tulis Golf Monthly, menciptakan “badai sempurna”.

    Generasi Potgieter adalah produk penuh dari era tersebut. Pada Juli 2025, Sports Illustrated mencatat Potgieter yang saat itu berusia 20 tahun menjadi pemain termuda dari Afrika Selatan yang menang di PGA Tour, lewat playoff lima hole di Rocket Classic, Detroit. Ia juga pernah menjadi juara termuda dalam sejarah Korn Ferry Tour pada 2023. Pemain seperti dia tumbuh dengan radar peluncuran di samping matras latihan, mencari kombinasi sudut luncur dan putaran yang memeras setiap yard dari bola.

    Karena itu USGA dan R&A sejak 2023 sudah mengakui bahwa bola bukan satu-satunya sasaran. Menurut NBC Sports, kedua badan juga berencana memperluas pengujian “driver creep”, yakni driver yang semula lolos uji tetapi melewati batas setelah dipakai berulang kali, serta meneliti tingkat “pemaaf” driver terhadap pukulan yang tidak tepat di tengah. “Kami akan meminta masukan dan terus bekerja dengan industri, termasuk produsen, untuk mengidentifikasi fitur desain driver yang bisa diatur sebagai cara memberi penghargaan pada pukulan tepat di tengah dibanding pukulan meleset,” bunyi pernyataan mereka.

    Scottie Scheffler memukul di ronde ketiga Presidents Cup 2026 di Medinah
    Scottie Scheffler, pemain nomor satu dunia, hanya berada di peringkat 38 daftar jarak drive PGA Tour 2026 dengan 312,7 yard. Foto: GolfMagic

    Ada pula argumen tandingan yang patut dicatat: jarak tidak otomatis berarti juara. GolfMagic menyoroti bahwa Potgieter, pemukul terjauh musim ini, belum menambah gelar PGA Tour sepanjang 2026. Sebaliknya, Scottie Scheffler, juara empat major dan pemain nomor satu dunia, hanya berada di peringkat 38 daftar jarak dengan 312,7 yard. Scheffler menutup musim dengan gelar FedEx Cup lagi, bukti bahwa permainan besi, konsistensi, dan permainan pendek masih menentukan. Kubu penentang rollback memakai contoh semacam ini untuk menyatakan bahwa golf belum menjadi olahraga satu dimensi.

    Namun, bagi pendukung rollback, persoalannya bukan siapa yang menang, melainkan apa yang hilang. Ketika rata-rata pemain memukul drive 300 yard lebih, hole par-4 yang dulu menuntut pukulan kayu atau besi panjang kini cukup dihadapi dengan wedge. Ragam pukulan yang dulu diuji lapangan klasik menyempit, dan tantangan arsitektur lapangan bergeser menjadi soal panjang semata.

    Ongkos Tersembunyi: Air, Lahan, dan Lapangan Bersejarah

    Golf merespons jarak dengan cara paling kasat mata: memanjangkan lapangan. Contoh paling terkenal ada di Augusta National. Menurut Sports Illustrated, hole 13 yang ikonik, par-5 bernama Azalea, diperpanjang 35 yard menjadi 545 yard untuk Masters 2023, setelah bertahan di 510 yard sejak 2002. Pada April 2022, ketua Augusta National Fred Ridley sudah mengisyaratkan perubahan itu: menurutnya, pemain yang hanya butuh besi pendek atau menengah untuk mencapai green hole tersebut tidak sesuai dengan maksud rancangan aslinya.

    Tidak semua lapangan punya kemewahan lahan seperti Augusta. Banyak lapangan bersejarah dikepung kota, laut, atau jalan raya. Old Course di St Andrews, yang setiap tahun menjadi tuan rumah Alfred Dunhill Links Championship, punya ruang terbatas untuk ditambah panjangnya tanpa mengubah karakter yang membuatnya istimewa.

    Pernyataan bersama Juni 2026 merinci kekhawatiran yang lebih luas. Menurut Golfweek, USGA dan R&A telah menghabiskan delapan tahun terakhir menyuarakan konsekuensi jangka panjang dari kegagalan menahan kenaikan jarak: penggunaan air, bahan kimia, dan uang yang makin besar untuk merawat lapangan yang makin luas, serta menurunnya nilai pukulan dan strategi di lapangan-lapangan bersejarah. Woods merangkumnya lebih sederhana pada 2023, seperti dikutip CBS Sports: lahan yang tersedia sudah tidak cukup lagi.

    Isu ini juga menyangkut rekayasa lapangan di tingkat turnamen. Penyelenggara kerap mengandalkan rough tebal, fairway sempit, atau penempatan pin ekstrem untuk mengimbangi jarak, seperti cara lapangan Port Royal di Bermuda menguji pemain lewat karakternya sendiri. Masalahnya, solusi semacam itu bergantung pada cuaca dan karakter lapangan, sehingga tidak bisa dijadikan aturan universal.

    Apa Artinya bagi Pegolf Biasa, Termasuk di Indonesia

    Bagi pegolf akhir pekan, perdebatan ini terasa jauh, tetapi ujungnya akan sampai ke tas mereka. Di bawah rencana 2023, standar baru berlaku untuk semua orang pada 2030. Artinya, bola yang dijual bebas, termasuk yang dipasarkan di Indonesia, pada akhirnya harus mengikuti standar uji baru bila ingin tetap sah dipakai menurut Peraturan Golf yang diterbitkan USGA dan R&A.

    Dampaknya bagi amatir diperkirakan kecil. USGA memproyeksikan pengurangan lima yard atau kurang per drive bagi pegolf rekreasi, karena kecepatan ayunan mereka jauh di bawah 125 mph sehingga perbedaan desain bola tidak banyak berpengaruh. Golf Monthly mengutip data Shot Scope yang menyebut pegolf amatir rata-rata kini memukul drive 245 yard, naik 32 yard dibanding rata-rata 2016 yang dilaporkan USGA. Angka-angka itu perlu dibaca hati-hati karena metode pengukurannya berbeda, tetapi arahnya sama: amatir pun ikut menikmati kemajuan teknologi.

    Pertanyaan yang masih terbuka adalah apakah “solusi yang lebih sempit” yang kini dikaji Whan akan membebaskan amatir dari aturan baru sama sekali. Kalau golf akhirnya kembali ke gagasan bola khusus kompetisi elite, pegolf di lapangan-lapangan Jakarta, Bali, atau Batam mungkin tidak perlu mengganti bola sama sekali. Sebaliknya, kalau standar universal tetap berjalan pada 2030, produsen akan mengganti lini produknya secara bertahap, dan perubahan itu akan terasa lebih pada label kemasan daripada di papan skor.

    Bagi industri, yang dipertaruhkan adalah kepastian. Golfweek mencatat bahwa merek merencanakan produk bertahun-tahun ke depan, toko memegang stok, dan pemain tur membangun kebiasaan di sekitar model bola tertentu. Setiap perubahan arah regulasi berarti biaya riset, produksi, dan pemasaran yang harus dihitung ulang.

    Mencari Rem yang Benar-Benar Bekerja

    Dari semua ini, jawaban atas pertanyaan besar itu mulai terlihat. Golf bukannya tak mampu menjinakkan jarak; golf terlambat menyadari bahwa jarak bukan satu tombol yang bisa diputar. Ia adalah hasil dari bola, driver, tubuh atlet, data, dan cara lapangan disiapkan. Rencana 2023 menyasar satu variabel dengan presisi tinggi, tetapi para pemain elite, seperti ditunjukkan Young di Sawgrass, cukup cerdas untuk menyesuaikan variabel lain.

    Penundaan ke 2030 memberi ruang untuk pendekatan yang lebih menyeluruh, dan untuk pertama kalinya para pemain duduk di meja yang sama dengan regulator. Namun waktu bukan sekutu siapa pun. Data USGA menunjukkan rata-rata PGA Tour naik sekitar satu yard setiap tahun dalam satu dekade terakhir, dan generasi Potgieter baru saja memulai karier. Setiap tahun penundaan berarti satu tahun lagi lapangan-lapangan klasik menghadapi pemain yang lebih kuat.

    Whan, yang menyebut dirinya orang yang melihat gelas setengah penuh, memilih membaca momen ini sebagai peluang. “Anda bisa mengambil sudut pandang bahwa sudah lima tahun dan tidak ada yang membantu,” katanya di Shinnecock Hills, dikutip Field Level Media. “Atau Anda bisa bilang, kalau kita bisa sampai pada sesuatu yang lebih baik bersama-sama, bukankah itu bagus untuk permainan ini?” Pertanyaannya kini bukan lagi apakah golf akan mengerem jarak, melainkan siapa yang memegang pedal rem, dan apakah rem itu benar-benar menggigit sebelum bola berikutnya terbang lebih jauh lagi.

    Pertanyaan Umum

    Apa itu rollback bola golf?

    Rollback adalah perubahan standar uji jarak bola golf (Overall Distance Standard) oleh USGA dan R&A. Bola akan diuji dengan kecepatan ayunan 125 mph, naik dari 120 mph, dengan batas jarak tetap 317 yard plus toleransi tiga yard, sehingga bola yang kini mendekati batas jarak tidak lagi lolos uji.

    Kapan aturan bola golf baru mulai berlaku?

    Semula Januari 2028 untuk golf elite dan 2030 untuk semua pegolf. Pada 17 Juni 2026, USGA, R&A, PGA Tour, dan DP World Tour mengumumkan tidak ada perubahan uji ODS hingga Januari 2030, sementara pendekatan alternatif dikaji.

    Seberapa besar dampaknya bagi pegolf amatir?

    Menurut proyeksi USGA dan R&A pada 2023, pegolf rekreasi diperkirakan kehilangan lima yard atau kurang per drive, sedangkan pemukul terjauh di tur profesional kehilangan 13–15 yard.

    Siapa pemukul terjauh di PGA Tour saat ini?

    Aldrich Potgieter dari Afrika Selatan, dengan rata-rata 331,9 yard per 7 Oktober 2026 menurut GolfMagic, melampaui rekor McIlroy (326,3 yard pada 2023) dan DeChambeau (322,1 yard pada 2020).

    Sumber

    1. USGA, R&A to delay golf ball ‘rollback’ until January 2030 — Golf Channel (Associated Press), 17 Juni 2026
    2. Golf ball rollback slowed until 2030 as USGA, tours seek solution — Golfweek/Yahoo Sports (David Dusek), 17 Juni 2026
    3. USGA, R&A delaying golf ball rollback till at least 2030 — Field Level Media, Juni 2026
    4. Golf ball rollback delayed as USGA chief admits it ‘probably isn’t enough’ — Today’s Golfer, Juni 2026
    5. USGA, R&A officially announce golf-ball rollback, beginning in 2028 — NBC Sports, 6 Desember 2023
    6. USGA, R&A announce universal golf ball rollback to limit distance with implementation set for 2028 — CBS Sports, Desember 2023
    7. PGA Tour Driving Distance Average: How Has The Data Changed In The Last 30 Years? — Golf Monthly, 5 Juni 2026
    8. PGA Tour Driving Distance 2026: Top 100 Leaders — GolfMagic, 7 Oktober 2026
    9. He Shattered The Tour’s Distance Record With A Driver You Never Would Have Guessed — MyGolfSpy, 2026
    10. Annual Drive Distance Report 2025 — USGA & The R&A, musim 2025
    11. Cameron Young Rallies to Win 2026 Players Championship — Wake Forest Athletics, 15 Maret 2026
    12. Golf’s Longest Driver Is Only Getting Started — Sports Illustrated, 1 Juli 2025
    13. Augusta National Reveals New Yardage for the Lengthened 13th Hole at the Masters — Sports Illustrated, 2023
    14. Cameron Young’s 3-under back nine leads to second win | Round 4 | THE PLAYERS | 2026 — PGA Tour (YouTube), Maret 2026
    Was this story useful?

    Keep reading

    Explore the Ecosystem

    Satu akun untuk klinik, kelas, membership, dokter, coach, dan tiket event.

    All ›

    Book Your Session by Location

    Pilih kebutuhanmu, kami tunjukkan lokasinya.

    All ›
    Share on XWhatsApp