Persib memimpin Grup E ACL Two dengan enam poin. Rabu, 28 Oktober, Melbourne Victory datang ke Bandung dengan empat poin dan momentum 3-0.

Marc Klok baru saja meninggalkan lapangan Si Jalak Harupat setelah kartu kuning kedua, dan Persib Bandung masih unggul 1-0 atas The Cong-Viettel. Sepuluh lawan sepuluh, Rabu malam, 14 Oktober 2026, mereka bertahan sampai peluit akhir. Hasilnya: enam poin dari dua laga dan puncak Grup E AFC Champions League Two.
Pertanyaannya sekarang bukan lagi apakah Persib bisa bersaing, melainkan apakah mereka bisa menjaga jarak dari Melbourne Victory, tamu di Bandung pada Rabu, 28 Oktober. Klub Australia itu menempel di peringkat kedua dengan empat poin, dan pertemuan dua kali dalam tujuh hari menentukan siapa yang menguasai grup.
Ringkasnya: Persib memimpin Grup E dengan enam poin, unggul dua poin atas Melbourne Victory. Laga 28 Oktober di Bandung disusul tandang ke Melbourne pada 4 November; keduanya akan menentukan apakah Persib mengunci jalur ke fase gugur.
Kemenangan pertama datang jauh dari rumah. Pada 16 September, Persib menang 1-0 di markas FC Seoul, Seoul World Cup Stadium. Julio Cesar mencetak gol pada menit kelima dari sepak pojok Marc Klok, lalu Persib menahan tekanan Seoul sepanjang laga, menurut InvestorTrust.
Media itu mencatat hasil tersebut sebagai kemenangan pertama klub Indonesia atas wakil Korea Selatan di negaranya, setelah wakil Indonesia kalah dalam 10 laga tandang sebelumnya di sana sejak era Asian Club Championship. Pelatih Igor Tolic, menurut iNews/RCTI+, lebih dulu memastikan kondisi fisik pemain karena Persib baru bermain di derbi melawan Persija, lalu menyesuaikan taktik menghadapi Seoul yang agresif setelah jeda.

Tiga pekan kemudian, RCTI+ melaporkan Persib kembali menang 1-0, kali ini lewat penalti Mariano Peralta pada menit ke-45 setelah ia dilanggar di kotak penalti. Paulinho Curua dari Viettel diusir pada menit ke-67, disusul Klok yang menerima kartu kuning kedua tak lama sesudahnya.
Melbourne membuka grup dengan hasil 1-1 melawan Viettel. Pada 14 Oktober mereka menghancurkan Seoul 3-0 di Rectangular Stadium lewat gol Guillermo May, Clarismario Santos, dan Jordi Balladong, seperti dilaporkan Starnews Korea.
Konteks kemenangan itu perlu dicatat. Pelatih Seoul, Kim Ki-dong, kata Starnews, menegaskan timnya tidak akan habis-habisan di ACL Two sebelum gelar K League 1 aman, sehingga banyak starter tidak dimainkan. Skor 3-0 menunjukkan kekuatan Melbourne, tetapi tidak sepenuhnya mengukur seberapa tajam mereka menghadapi tim yang turun penuh.

Dua kemenangan Persib sama-sama berskor 1-0. Itu efisien, tetapi juga tipis. Pertahanan menjaga gawang tetap bersih di dua laga, sementara serangan bergantung pada momen bola mati dan penalti.
Soal kartu merah Klok, kapten sekaligus pengirim umpan gol di Seoul, dampaknya ke laga Melbourne belum dikonfirmasi sumber yang kami baca. Aturan disiplin kompetisi lazimnya menghukum kartu merah dengan absen setidaknya satu laga; keputusan resmi menunggu AFC. Jika Klok absen, Tolic harus mencari pengatur tempo baru di lini tengah.
Ada taruhan yang lebih luas. Kemenangan Persib atas Viettel menambah 1.000 poin koefisien dan mengangkat Indonesia dari peringkat ke-19 ke ke-16 dalam daftar koefisien kompetisi Asia versi Footy Ranking, menurut iNews/RCTI+. Hasil di fase grup ikut menentukan posisi liga domestik, dan laga lain seperti Persib vs Viettel sudah kami bahas, begitu pula posisi Persib di Super League.
Kalender sesudahnya tidak ringan. Setelah dua laga melawan Melbourne, Persib menjamu Seoul pada 25 November dan menutup fase grup di Hanoi melawan Viettel pada 2 Desember. Artinya, enam poin hari ini belum menjamin apa pun; dua laga kandang-tandang melawan Melbourne akan menentukan apakah Persib masuk ke bulan Desember dengan kendali penuh atas nasibnya sendiri atau harus berhitung. Seri 1-1 Melbourne melawan Viettel di laga pembuka juga menunjukkan klub Australia itu bisa kehilangan poin di tangan lawan yang di atas kertas lebih lemah.
Dua laga melawan Melbourne akan menunjukkan apakah Persib tim yang benar-benar nyaman di Asia atau hanya tim yang beruntung di momen yang tepat. Setelah Seoul tumbang di kandangnya sendiri, ekspektasi di Bandung sudah berubah.
Persib menjamu Melbourne Victory pada Rabu, 28 Oktober 2026 di Grup E. Pertemuan kedua digelar 4 November di AAMI Park, Melbourne.
Setelah dua laga, Persib memimpin dengan 6 poin, disusul Melbourne Victory 4 poin, The Cong-Viettel 1 poin, dan FC Seoul 0 poin.
Julio Cesar mencetak gol tunggal ke gawang FC Seoul pada 16 September, dan Mariano Peralta mencetak penalti ke gawang Viettel pada 14 Oktober.
Kartu siap posting dibuat otomatis dari artikel ini.
Di HP, tombol Share to Instagram membuka menu share dan Anda tinggal pilih Instagram Stories atau Feed. Di desktop, gambar disimpan dulu lalu diunggah dari Instagram.
20FIT Media
Pick an amount and pay in seconds.
You’ll finish paying right here — this page stays open.
QRIS, bank transfer, e-wallet or card.
Trouble with an e-wallet? Open the payment page in a new tab.
Finished? — thank you for supporting 20FIT.
Opening secure checkout…