Marco Bezzecchi punya lima kemenangan MotoGP 2026 tetapi tertinggal 46 poin. Empat akhir pekan tanpa poin di Minggu menjelaskan mengapa gelarnya menjauh.

Setelah Mugello, Marco Bezzecchi memimpin klasemen MotoGP 2026 dengan 173 poin. Lima bulan kemudian, pembalap Aprilia itu memenangi seri Mandalika dan masih tertinggal 46 poin dari rekan setimnya, Jorge Martín. Lima kemenangan musim ini adalah angka yang cukup untuk menjadi juara; yang tak cukup adalah poin di empat akhir pekan tertentu.
Grande Prêmio menghitung bahwa di Hungaria, Ceko, Belanda, dan Jerman, Bezzecchi hanya mengumpulkan 13 dari 148 poin yang tersedia. Semuanya dari sprint, tanpa satu poin pun dari balapan Minggu. Menjelang seri Australia di Phillip Island, 23-25 Oktober, angka itu membingkai seluruh perburuan gelarnya.
Ringkasnya: Bezzecchi menang lima kali tetapi ketiga di klasemen dengan 309 poin, tertinggal 46 dari Martín dan 44 dari Marc Márquez. Menurut hitungan Grande Prêmio, yang menjauhkannya dari gelar adalah empat akhir pekan nyaris tanpa poin di tengah musim, bukan kurangnya kecepatan.
Bezzecchi memenangi empat dari tujuh seri pertama, yakni Thailand, Brasil, Amerika Serikat, dan Italia, menurut Wikipedia. Lalu rangkaiannya putus. Di Hungaria ia terlibat kontak lap pertama dengan Martín, dan di Belanda ia terjatuh pada lap kedua, menurut catatan Wikipedia. Di Jerman ia mengalami patah tulang selangka pada kualifikasi dan dinyatakan tak layak balapan.
Grande Prêmio menulis bahwa ia kehilangan tempat bukan karena kurang cepat, melainkan karena menjalani empat seri berturut-turut dengan nyaris tanpa poin. Dalam hitungan hipotetis media itu, jika ia mencetak rata-rata seperti di enam seri berikutnya, ia akan mendapat 69 poin lebih banyak, lebih besar dari selisih 46 poin yang kini memisahkannya dari Martín.

Dalam enam seri berikutnya Bezzecchi mengumpulkan 123 dari 222 poin, rata-rata 20,5 per akhir pekan. Di Indonesia, sprint hari Sabtu berakhir dini baginya: ia jatuh di tikungan pertama setelah kontak dengan Raúl Fernández, kecelakaan yang juga menyingkirkan Aprilia lain. Marc Márquez memenangi sprint itu.
Pada Minggu ia membalas. Bezzecchi menang 4,260 detik di depan Fernández, dan The Peninsula Qatar mencatat Aprilia menyapu empat posisi teratas, dengan Martín ketiga. Seluruh 25 poin Bezzecchi di Indonesia datang dari balapan itu.
Martín memimpin dengan 355 poin, dua poin di depan Márquez, kata Grande Prêmio dan The Peninsula Qatar. Bezzecchi berada 46 poin dari puncak, dengan lima seri dan 185 poin tersisa. GPOne mengutip Martín yang menyebut perebutan gelar sebagai pertarungan tiga arah.
Di dalam garasi Aprilia, ada pertanyaan yang lebih sulit. Grande Prêmio melaporkan tim mempertimbangkan perintah tim demi Martín, dan direktur teknis Fabiano Sterlacchini mengakui adanya pembahasan, tetapi belum ada instruksi resmi. Bezzecchi harus menerima kemungkinan membantu rekan yang unggul dalam klasemen, meski ia sendiri belum tersingkir dari perburuan gelar.

Phillip Island punya sejarah yang ikut membebani akhir pekan ini. Grande Prêmio mencatat Casey Stoner memegang rekor kemenangan beruntun terbanyak di kelas utama sirkuit itu, enam kali pada 2007-2012, dan Wayne Gardner memenangi balapan kelas utama pertamanya di sana pada 1989. Bagi para pembalap musim ini, ini kesempatan terakhir menulis nama di daftar itu sebelum Adelaide mengambil alih pada 2027.
Hasil Mandalika kami rangkum di Hasil MotoGP Mandalika 2026, dan konteks gelarnya di Jelang MotoGP Australia 2026, Martin dan Marquez Beda 2 Poin. Sirkuitnya sendiri kami ulas di MotoGP Phillip Island 2026: Balapan Terakhir Sebelum Adelaide.
Bezzecchi tidak butuh lima kemenangan lagi; ia butuh kemenangan di waktu yang tepat dan Martín serta Márquez yang gagal mencetak poin. Phillip Island menawarkan sprint dan balapan sekaligus, dan setelah empat akhir pekan yang hilang, setiap poin akhir pekan itu terasa lebih mahal.
Bezzecchi tertinggal 46 poin dari Martín (355 poin) dan 44 poin dari Marc Márquez (353) setelah 17 seri, menurut Grande Prêmio. Dengan 309 poin, ia kini ketiga.
Seri Phillip Island berlangsung 23-25 Oktober. Sprint Sabtu pukul 15.00 waktu setempat (sekitar 11.00 WIB) dan balapan Minggu 14.00 (sekitar 10.00 WIB), menurut jadwal Crash.net dan Motorsport.com.
Grande Prêmio melaporkan Aprilia mempertimbangkannya dan direktur teknis Fabiano Sterlacchini mengakui adanya pembahasan, tetapi belum ada instruksi resmi.
Kartu siap posting dibuat otomatis dari artikel ini.
Di HP, tombol Share to Instagram membuka menu share dan Anda tinggal pilih Instagram Stories atau Feed. Di desktop, gambar disimpan dulu lalu diunggah dari Instagram.
20FIT Media
Choose what this story was worth to you.
You’ll finish paying right here — this page stays open.
QRIS, bank transfer, e-wallet or card.
Trouble with an e-wallet? Open the payment page in a new tab.
Finished? — thank you for supporting 20FIT.
Opening secure checkout…