Jorge Martín unggul dua poin atas Marc Márquez jelang GP Australia terakhir di Phillip Island. Tiga faktor ini yang paling mungkin menentukan arah gelar MotoGP 2026.

Dua poin. Itu seluruh jarak antara Jorge Martín dan Marc Márquez ketika MotoGP tiba di Phillip Island untuk Grand Prix Australia terakhir sebelum balapan pindah ke Adelaide. Di Mandalika pekan lalu, keduanya sama-sama membawa pulang 22 poin, dan selisih itu tidak bergeser sedikit pun, menurut MCNews.
Di atas kertas ini duel biasa antara pemuncak klasemen dan pemburunya. Pada kenyataannya, Phillip Island menggabungkan tiga hal yang jarang berkumpul dalam satu akhir pekan: lintasan yang menguntungkan satu pembalap, data motor yang timpang, dan ramalan hujan yang bisa mengacak segalanya. Berikut ketiganya.
Ringkasnya: Martín (Aprilia, 355 poin) unggul dua poin atas Márquez (Ducati, 353) jelang GP Australia 23–25 Oktober 2026. Sejarah dan karakter sirkuit memihak Márquez, sementara hujan dan keunggulan Aprilia di tikungan cepat memberi Martín peluang bertahan.
Statistik berbicara untuk Márquez. Ia empat kali menang di Phillip Island, termasuk pada 2024, menurut Crash.net, dan jumlah itu terbanyak di antara pembalap grid saat ini; hanya Valentino Rossi dan Casey Stoner, masing-masing enam kemenangan, yang lebih banyak, tulis Motorsport Week.
Media yang sama mencatat bahwa Phillip Island berputar berlawanan arah jarum jam, tata letak yang cocok dengan gaya balap Márquez. Dari empat balapan di sirkuit semacam itu musim ini, ia mendominasi tiga di antaranya: Balaton Park, Sachsenring, dan Motorland Aragón. Martín, sebaliknya, belum pernah menyelesaikan satu lap pun dengan Aprilia RS-GP di Phillip Island, kata Crash.net.

Kali ini pembalap Aprilia yang tertinggal informasi. Musim lalu, Aprilia memanfaatkan keunggulan tikungannya untuk menang di sprint dan balapan utama lewat Marco Bezzecchi dan Raúl Fernández, ketika Martín dan Márquez sama-sama absen karena cedera, menurut Crash.net. Artinya, tidak satu pun dari dua pesaing gelar punya data langsung motor saat ini di sana.
Motorsport Week menghitung dampaknya ke sisa musim: dari tiga besar klasemen, hanya Bezzecchi yang punya data luas di sirkuit-sirkuit terakhir. Martín, kecuali di Lusail dan Valencia, belum pernah membalap di tempat lain dengan RS-GP, sementara Márquez hanya punya pengalaman dengan GP23 di empat dari lima trek terakhir. Bezzecchi, yang menurut MotoGP.com naik podium dalam tiga seri terakhir, tertinggal 46 poin dari Martín. Kami mengulas jalan terjalnya musim ini di artikel tentang Bezzecchi.
Aprilia datang dengan kepercayaan diri: mereka menempati posisi 1-2-3-4 di Mandalika, dengan Martín ketiga. Namun di sana pula Márquez menang sprint lalu finis keenam, dan menurut MCNews masalah tekanan ban depan Martín membuka pintu bagi sang juara bertahan.

Ramalan cuaca menjadi variabel liar. Crash.net melaporkan hujan diperkirakan turun pada Sabtu dan terutama Minggu. “Indonesia sudah masa lalu. Kami fokus ke Phillip Island,” katanya kepada MotoGP.com, lalu menambahkan bahwa ia merasa “cepat dan siap”.
Target Martín bukan kemenangan semata. “Jika kami bisa mengambil poin dari Marc, itu selalu bagus,” ujarnya, “tapi target saya tampil baik dan mencoba bersikap cerdas.” Dalam kondisi basah, finis di kedua balapan sering lebih berharga daripada menang satu dan jatuh di yang lain. Di sisi lain, Phillip Island memberi ruang bagi nama lain: Motorsport Week mengutip Jack Miller bahwa di sini pembalap bisa memperbaiki masalah setelan sambil jalan.
Tidak ada yang juara di Australia. Setelah Phillip Island masih ada Malaysia, Qatar, Portugal, dan Valencia, dengan jatah poin maksimal 148, dan MotoGP.com menyebut lima seri dalam enam pekan akan melahirkan satu juara. Ada pula hitungan imbang: Márquez punya enam kemenangan Grand Prix musim ini, Martín baru satu, sehingga Márquez unggul bila poin akhir sama.
Balapan ini juga menutup satu bab. Menurut Motorsport Week, ini edisi ke-30 sekaligus terakhir di Phillip Island sebelum Adelaide pada 2027, dan balapan kandang terakhir Jack Miller sebagai pembalap MotoGP penuh waktu. Kami menulis sejarah sirkuitnya di pratinjau sebelumnya. Sisanya diputuskan lintasan basah dan dua pembalap yang berjarak satu garis finis.
Jorge Martín memimpin dengan 355 poin, hanya dua poin di depan Marc Márquez yang punya 353. Marco Bezzecchi ketiga dengan 309 poin.
Tidak. Masih ada empat seri setelahnya (Malaysia, Qatar, Portugal, Valencia), sehingga gelar baru bisa diputuskan paling cepat di akhir musim.
Ini Grand Prix Australia ke-30 sekaligus yang terakhir di sirkuit tersebut; mulai 2027 balapan pindah ke sirkuit jalan raya Adelaide.
Kartu siap posting dibuat otomatis dari artikel ini.
Di HP, tombol Share to Instagram membuka menu share dan Anda tinggal pilih Instagram Stories atau Feed. Di desktop, gambar disimpan dulu lalu diunggah dari Instagram.
20FIT Media
Any amount helps. You choose.
You’ll finish paying right here — this page stays open.
QRIS, bank transfer, e-wallet or card.
Trouble with an e-wallet? Open the payment page in a new tab.
Finished? — thank you for supporting 20FIT.
Opening secure checkout…