Padel bukan sekadar tren. Cek manfaat padel untuk kardio, koordinasi, dan sosial, perkiraan kalori terbakar, plus tips aman buat pemula di sini.

Dulu kamu mungkin mikir padel itu cuma tren sosialita di kota besar, olahraga “biar bisa foto di court estetik”. Tapi begitu raket pertama menyentuh bola, kamu paham kenapa semua orang tiba-tiba pindah dari lari malam ke court kaca. Ini bukan sekadar hype, badanmu benar-benar dapat sesuatu.
Ada satu momen yang dialami hampir semua orang sebelum main padel: skeptis. Kamu lihat teman-teman upload video main, ketawa-ketawa di court kaca, dan diam-diam kamu mikir, “Ah, itu cuma buat yang jago tenis.” Atau, “Pasti susah, males ah.” Anggapan-anggapan itu wajar. Tapi begitu kamu benar-benar berdiri di court dan raket ringan itu ada di tanganmu, cerita berubah total. Mari kita bandingkan.
| Anggapan sebelum coba | Fakta setelah rutin main |
|---|---|
| “Harus jago tenis dulu.” | Servisnya dari bawah dan court-nya kecil, kamu bisa langsung rally di sesi pertama. |
| “Cuma buat gaya-gayaan, nggak ngebakar kalori.” | Satu jam bisa membakar sekitar 400–600 kalori, setara sesi kardio serius. |
| “Olahraga individual, sepi.” | Padel itu selalu ganda. Kamu main berdua, ada obrolan, ada tim. |
| “Rawan cedera kayak tenis.” | Raket tanpa senar meredam getaran ke lengan, risiko tennis elbow lebih rendah. |
| “Ribet, harus latihan lama.” | Teknik dasarnya sederhana, kamu bisa menikmati poin sejak kali pertama. |
Perhatikan polanya. Hampir semua keraguan berasal dari membandingkan padel dengan tenis, padahal keduanya beda karakter. Padel dirancang supaya cepat dinikmati, dan justru di situ letak candunya.
Padel itu kardio yang menyamar jadi permainan. Ritmenya cepat, kamu terus bergerak menyamping, maju-mundur, dan berhenti mendadak. Menurut LTA Padel, satu sesi bisa membakar lebih dari 400 kalori, dan estimasi umum berkisar 400–600 kalori per jam tergantung intensitas. Artinya, satu jam bareng teman diam-diam sudah memenuhi anjuran 150 menit aktivitas fisik moderat per minggu.
Manfaatnya nggak berhenti di jantung. Gerakan eksplosif padel melatih koordinasi mata-tangan, refleks, dan keseimbangan sekaligus. Kaki, glute, dan core bekerja lewat lunge dan sprint pendek, sementara tubuh atas terlatih lewat ayunan, voli, dan smash. Ini latihan seluruh badan yang tidak terasa seperti latihan.
Lalu ada bonus yang paling sering diremehkan: kesehatan mental. Main padel memicu pelepasan dopamin, endorfin, dan serotonin, hormon-hormon yang bikin mood naik. Ditambah sifatnya yang selalu ganda, kamu dapat interaksi sosial yang nyata, bukan sekadar scroll layar. Buat kamu yang lagi jenuh dengan rutinitas gym sendirian, ini penyegaran yang pas dengan semangat gaya hidup aktif ala 20FIT: bergerak itu harus terasa menyenangkan, bukan jadi beban.
“Yang bikin padel nagih bukan cuma keringatnya, tapi tawa dan koneksi yang datang bareng setiap poin.”
— Tim Riset 20FIT Media, dari catatan LTA Padel
Ini bagian yang paling menenangkan buat kamu yang minder. Tiga hal membuat padel jauh lebih mudah didekati dibanding olahraga raket lain. Pertama, servis dilakukan dari bawah, jadi tidak butuh teknik lempar-pukul yang rumit. Kedua, court-nya lebih kecil dan dikelilingi dinding kaca, jadi bola tetap “hidup” dan rally berlangsung lebih lama, kamu tidak capek mengejar bola ke mana-mana. Ketiga, formatnya selalu ganda, sehingga beban lari dibagi berdua bersama pasangan mainmu.
Hasilnya, kurva belajarnya landai. Kamu bisa serve, rally, dan menikmati poin sejak menit-menit awal, tanpa harus ikut kelas berbulan-bulan dulu. Rasa “aku bisa” itulah yang bikin orang balik lagi minggu depan.
Meski ramah, padel tetap olahraga dengan gerakan berhenti mendadak dan pivot cepat, jadi kenali risikonya. Berdasarkan panduan Padel39, ini yang paling sering terjadi:
Benang merahnya sederhana: pemanasan dinamis sebelum main, pendinginan sesudah, sepatu yang tepat, dan latihan kekuatan rutin. Empat kebiasaan itu memangkas sebagian besar risiko.
Buat kamu yang baru mulai, ini bekal cepatnya:
Kalau kamu merasa padel tiba-tiba ada di mana-mana, kamu tidak salah. Menurut laporan yang dikutip PadelBiz, jumlah klub padel di Indonesia melonjak 295% sepanjang 2025, dengan lebih dari 1.580 court baru dibangun dalam setahun, dan proyeksi menembus 700 klub pada 2026. Jakarta dan Banten jadi motor utamanya. Kabar baiknya buat dompetmu: tarif per jam di Indonesia termasuk paling terjangkau di kawasan, sekitar 39–67% lebih murah dibanding Singapura, Qatar, atau UAE.
Cara mulainya gampang. Buka aplikasi booking court atau cari “padel” plus nama kotamu di peta, banyak klub kini punya jadwal open play dan sesi khusus pemula. Ajak dua atau tiga teman, sewa raket di tempat, dan pesan satu slot 60–90 menit. Satu sesi saja biasanya cukup untuk mengerti kenapa olahraga ini bikin nagih, dan kenapa ia cocok banget jadi bagian gaya hidup aktifmu.
Kartu siap posting dibuat otomatis dari artikel ini.
Di HP, tombol Share to Instagram membuka menu share dan Anda tinggal pilih Instagram Stories atau Feed. Di desktop, gambar disimpan dulu lalu diunggah dari Instagram.
20FIT Media
Pick an amount and pay in seconds.
You’ll finish paying right here — this page stays open.
QRIS, bank transfer, e-wallet or card.
Trouble with an e-wallet? Open the payment page in a new tab.
Finished? — thank you for supporting 20FIT.
Opening secure checkout…