Jogging di CPI Makassar: Dari Tempat Olahraga hingga Pusat “Running Lifestyle”
Kawasan Center Point of Indonesia (CPI) kini semakin identik sebagai salah satu tempat jogging dan lari favorit di Kota Makassar. Tidak hanya menjadi lokasi olahraga, kawasan reklamasi di pesisir Kota Daeng ini juga berkembang menjadi pusat gaya hidup sehat sekaligus ruang sosial…
Kawasan Center Point of Indonesia (CPI) kini semakin identik sebagai salah satu tempat jogging dan lari favorit di Kota Makassar. Tidak hanya menjadi lokasi olahraga, kawasan reklamasi di pesisir Kota Daeng ini juga berkembang menjadi pusat gaya hidup sehat sekaligus ruang sosial baru bagi masyarakat urban.
Setiap pagi dan sore, ratusan warga memadati jalur pedestrian CPI untuk berlari, jogging, bersepeda, maupun sekadar berjalan santai menikmati pemandangan laut. Menariknya, aktivitas olahraga di kawasan ini kini tidak lagi sekadar soal menjaga kebugaran, tetapi telah menjadi bagian dari tren lifestyle yang berkembang di kalangan masyarakat Makassar.
Mengapa CPI Makassar Jadi Tempat Jogging Favorit?
Popularitas CPI sebagai lokasi olahraga terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Kawasan ini menjadi alternatif utama selain Pantai Losari karena menawarkan lintasan yang lebih luas, jalan yang tertata rapi, serta suasana modern dengan latar laut dan kawasan waterfront.
Bagi para pelari, CPI menawarkan pengalaman yang berbeda dibanding lokasi olahraga lainnya di Makassar. Udara laut yang sejuk, jalur pedestrian yang nyaman, dan panorama matahari terbit maupun terbenam menjadi daya tarik utama yang membuat warga terus kembali berolahraga di kawasan ini.
Rute Lari di CPI Makassar
Salah satu keunggulan CPI adalah lintasan larinya yang fleksibel dan dapat disesuaikan dengan target masing-masing pelari.
Jalur jogging membentang dari area depan RS Siloam Makassar, melewati Jembatan Tongkonan, kawasan Waterfront, hingga Sunset Quay CitraLand City Losari.
Untuk rute pendek, pelari dapat menempuh jarak sekitar 1,5 kilometer dengan mengambil jalur dari gerbang masuk kawasan reklamasi menuju bundaran Patung Ikan Djuku Kalabine lalu kembali ke titik awal.
Sementara itu, rute menengah memiliki panjang sekitar 2,5 kilometer dengan lintasan yang diperpanjang hingga kawasan Waterfront dan Sunset Quay.
Bagi pelari yang sedang mengejar target jarak lebih jauh, kawasan CPI memungkinkan eksplorasi lintasan hingga lima sampai enam kilometer atau lebih dengan beberapa kali putaran. Sebagian pelari bahkan menghubungkan rute mereka hingga ke kawasan Pantai Losari untuk mendapatkan variasi jalur yang lebih panjang.
Waktu Terbaik untuk Berolahraga di CPI
Pada pagi hari, kawasan CPI mulai ramai sejak pukul 06.00 hingga 08.00 WITA. Banyak warga memanfaatkan udara segar untuk berlari sebelum memulai aktivitas.
Sementara itu, suasana sore hari mulai ramai sejak pukul 16.30 WITA hingga menjelang matahari terbenam. Selain berolahraga, banyak pengunjung datang untuk menikmati panorama sunset yang menjadi salah satu daya tarik utama kawasan ini.
Spot Ikonik yang Dilewati Pelari
Selain lintasan yang nyaman, CPI juga menawarkan berbagai pemandangan menarik yang membuat pengalaman berlari terasa lebih menyenangkan.
Salah satu ikon yang paling sering terlihat dari jalur jogging adalah Masjid 99 Kubah yang berdiri megah di tepi pantai. Bangunan ikonik tersebut menjadi latar favorit bagi banyak warga yang berolahraga di kawasan CPI.
Pelari juga akan melewati Jembatan Tongkonan yang mengadopsi bentuk rumah adat Toraja. Jembatan ini menjadi salah satu landmark paling dikenal di kawasan reklamasi sekaligus titik favorit untuk menikmati pemandangan sekitar.
Tak jauh dari sana terdapat bundaran Patung Ikan Djuku Kalabine yang kerap dijadikan titik putar para pelari maupun lokasi berkumpul komunitas olahraga.
Sementara di kawasan Sunset Quay, pengunjung dapat menikmati suasana waterfront modern dengan latar kanal, deretan bangunan estetik, serta panorama matahari terbenam yang menjadi favorit warga Makassar.
Jogging Sambil Berburu Foto Estetik Jadi Tren Baru
Seiring meningkatnya popularitas olahraga lari, muncul pula fenomena baru di kawasan CPI. Banyak warga yang datang tidak hanya untuk berolahraga, tetapi juga mengabadikan momen selama beraktivitas.
Tidak sedikit pelari yang mengenakan outfit olahraga terbaik mereka ketika berlari di CPI. Latar laut, cahaya matahari sore, dan suasana kawasan yang modern membuat hasil foto terlihat menarik untuk dibagikan ke media sosial.
Salah seorang pelari, Dewi Mahmud, mengaku suasana CPI menjadi salah satu alasan dirinya rutin berolahraga di kawasan tersebut.
“Kalau lari di CPI suasananya memang berbeda. Banyak fotografer yang mengabadikan momen para pelari, jadi banyak juga yang datang dengan outfit olahraga terbaik mereka. Selain olahraga, sekalian dapat dokumentasi yang bagus untuk dibagikan di media sosial,” ujarnya.
Menurut Dewi, suasana sore hari menjadi waktu favorit karena pemandangan sunset memberikan latar yang menarik bagi para pelari.
“Kalau sore hari apalagi, banyak sekali yang datang karena suasana sunset-nya bagus. Jadi setelah olahraga bisa sekalian menikmati pemandangan dan bertemu teman-teman komunitas,” katanya.
Fotografer Jalanan Jadi Bagian dari Budaya Lari
Fenomena lain yang turut berkembang di CPI adalah semakin banyaknya fotografer jalanan yang mendokumentasikan aktivitas olahraga warga.
Mereka biasanya berdiri di sejumlah titik strategis sepanjang lintasan untuk mengabadikan momen para pelari yang melintas.
Yudi, salah seorang fotografer yang rutin memotret aktivitas olahraga di CPI, mengatakan minat masyarakat untuk memiliki dokumentasi saat berolahraga terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
“Sekarang banyak pelari yang memang senang memiliki dokumentasi saat berolahraga. Ada yang sedang latihan untuk lomba, ada juga yang sekadar ingin menyimpan kenangan ketika lari bersama teman-teman,” ujarnya.
Menurutnya, waktu menjelang matahari terbenam menjadi momen yang paling diminati karena pencahayaan alami di kawasan CPI menghasilkan foto yang menarik.
“Kalau sore memang paling ramai. Cahaya mataharinya bagus dan latar belakang laut membuat hasil fotonya lebih estetik,” katanya.
CPI dan Tumbuhnya Running Lifestyle di Makassar
Fenomena yang terjadi di CPI menunjukkan bagaimana budaya lari di Makassar terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir.
Jika sebelumnya olahraga lari lebih banyak dilakukan untuk menjaga kebugaran, kini aktivitas tersebut telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban. Kehadiran komunitas lari, meningkatnya partisipasi dalam berbagai event running, serta tren berbagi aktivitas olahraga di media sosial menjadi gambaran perubahan tersebut.
Di kawasan CPI, aktivitas olahraga kini berpadu dengan interaksi sosial, dokumentasi fotografi, dan gaya hidup sehat yang semakin populer di kalangan masyarakat.
Dengan lintasan yang nyaman, panorama laut yang menarik, serta tumbuhnya budaya olahraga yang semakin kuat, CPI kini menjelma menjadi salah satu pusat aktivitas lari paling populer di Makassar.
Bagi sebagian warga, kawasan ini mungkin hanya tempat untuk jogging atau berlari. Namun bagi banyak orang lainnya, CPI telah menjadi ruang bertemu, bersosialisasi, menikmati suasana kota, sekaligus mengekspresikan gaya hidup aktif yang semakin berkembang di Kota Daeng. (*)
***
Laporan kontributor Makassar, Ina Maharani