Menikmati CFD Jalan Jenderal Sudirman Makassar, Ruang Olahraga yang Teduh dan Nyaman
Car Free Day (CFD) atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, menjadi salah satu pilihan warga untuk berolahraga pada Minggu pagi. Kawasan ini menawarkan ruang yang relatif lapang untuk jogging, jalan santai, bersepeda hingga senam.
Car Free Day (CFD) atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, menjadi salah satu pilihan warga untuk berolahraga pada Minggu pagi. Kawasan ini menawarkan ruang yang relatif lapang untuk jogging, jalan santai, bersepeda hingga senam.
Berbeda dengan sejumlah lokasi CFD di Makassar yang ramai dengan aktivitas kuliner dan pedagang, suasana di Jalan Jenderal Sudirman cenderung lebih fokus pada kegiatan olahraga. Jumlah pedagang yang relatif sedikit membuat warga memiliki ruang bergerak lebih luas tanpa harus berdesakan.
CFD Jalan Jenderal Sudirman Makassar Ramai Sejak Pagi
Aktivitas warga mulai terlihat sejak sekitar pukul 06.00 Wita. Ruas Jalan Jenderal Sudirman yang digunakan untuk CFD dipenuhi masyarakat dari berbagai usia, mulai dari anak-anak hingga lansia.
Warga datang bersama keluarga, teman maupun komunitas olahraga. Sebagian memilih berjalan santai, sementara lainnya memanfaatkan ruas jalan untuk jogging atau bersepeda.
Dinas Perhubungan Kota Makassar sebelumnya mencatat Jalan Jenderal Sudirman sebagai salah satu lokasi pelaksanaan Car Free Day di Kota Makassar. Pada pelaksanaan yang dipantau Dishub pada 2024, penutupan ruas jalan untuk CFD berlangsung pada pagi hari.
Suasana pagi menjadi salah satu daya tarik kawasan ini. Pepohonan yang tumbuh di sepanjang ruas Jalan Jenderal Sudirman membuat sejumlah titik terasa lebih teduh, terutama ketika aktivitas olahraga mulai ramai.
Tiga Titik Senam Ramaikan CFD Sudirman
Selain jogging dan jalan santai, senam bersama menjadi salah satu aktivitas yang paling banyak menarik perhatian pengunjung.
Setidaknya terdapat tiga titik senam yang berlangsung di sepanjang kawasan CFD. Masing-masing titik menghadirkan instruktur dan iringan musik yang berbeda sehingga warga dapat memilih lokasi sesuai preferensi.
Peserta dari berbagai kelompok usia mengikuti gerakan instruktur secara bersama-sama. Musik dengan tempo cepat membuat suasana CFD semakin meriah, sementara interaksi antara instruktur dan peserta membuat aktivitas senam menjadi salah satu magnet utama di kawasan tersebut.
Bagi masyarakat yang tidak mengikuti senam, ruas jalan tetap dapat dimanfaatkan untuk berjalan kaki, jogging maupun bersepeda.
Jalur Lebih Lapang untuk Jogging dan Bersepeda
Salah satu kelebihan CFD Jalan Jenderal Sudirman adalah ruang gerak yang relatif luas. Kondisi tersebut memberikan keleluasaan bagi warga yang ingin berolahraga dengan intensitas berbeda.
Pelari dapat melakukan beberapa putaran sesuai kemampuan. Pesepeda juga dapat menikmati lintasan tanpa harus terlalu sering berhadapan dengan aktivitas perdagangan di badan jalan.
Bagi warga yang hanya ingin berjalan santai, kawasan ini juga cukup fleksibel. Pengunjung dapat menentukan sendiri jarak dan durasi aktivitas tanpa harus mengikuti rute tertentu.
Di sekitar kawasan tersebut, Lapangan Hasanuddin juga menjadi salah satu fasilitas yang dimanfaatkan masyarakat untuk aktivitas olahraga. Sejumlah warga terlihat menggunakan area lapangan untuk berlari maupun melakukan latihan fisik.
Kawasan Teduh Dekat Rumah Jabatan Gubernur Sulsel
Karakter lain yang membedakan CFD Jalan Jenderal Sudirman adalah keberadaan pepohonan besar di sekitar kawasan rumah jabatan Gubernur Sulawesi Selatan.
Pepohonan tersebut memberikan kesan lebih rindang pada sejumlah bagian ruas jalan. Kondisi ini menjadi nilai tambah bagi masyarakat yang berolahraga pada pagi hari, terutama ketika matahari mulai terasa lebih terik.
Lingkungan yang relatif bersih dan tertata juga membuat kawasan ini tidak hanya digunakan untuk berolahraga, tetapi menjadi ruang berkumpul bagi masyarakat Makassar.
Tidak jauh dari area CFD, terdapat Monumen Mandala yang menjadi salah satu penanda penting di kawasan Jalan Jenderal Sudirman. Monumen tersebut juga menjadi salah satu titik yang kerap dimanfaatkan pengunjung untuk berfoto setelah berolahraga.
Minim Pedagang Jadi Daya Tarik CFD Sudirman
Hal lain yang membuat CFD Jalan Jenderal Sudirman memiliki karakter berbeda adalah jumlah pedagang kaki lima yang relatif lebih sedikit.
Dibandingkan sejumlah lokasi CFD lain seperti kawasan Boulevard maupun Center Point of Indonesia (CPI), aktivitas perdagangan di Jalan Jenderal Sudirman tidak terlalu dominan.
Kondisi tersebut justru menjadi daya tarik bagi masyarakat yang datang dengan tujuan utama berolahraga. Ruang yang lebih lapang membuat pengunjung dapat berjalan, berlari atau bersepeda dengan lebih leluasa.
Dian, warga Mallengkeri, mengaku hampir setiap pekan memilih CFD Jalan Jenderal Sudirman untuk berolahraga.
“Kalau saya lebih senang ke sini karena memang fokusnya olahraga. Jalanannya luas, rindang karena banyak pohon, terus tidak terlalu ramai pedagang. Jadi lebih enak buat jalan kaki atau jogging,” ujarnya.
Menurut Dian, panjang lintasan di kawasan tersebut juga membuatnya lebih mudah mengatur jarak olahraga.
“Kalau mau tambah jarak ya tinggal mutar lagi. Jadi lebih fleksibel dibanding harus jalan jauh sekali,” katanya.
Kemudahan mencari tempat parkir juga menjadi salah satu pertimbangan Dian untuk datang bersama keluarga.
“Parkirnya gampang dicari dan biayanya juga tidak mahal. Jadi lebih praktis kalau datang sama keluarga,” tuturnya.
Ia membandingkan suasana tersebut dengan CFD di kawasan Boulevard dan CPI yang menurutnya lebih ramai dengan aktivitas kuliner.
“Kalau di Boulevard atau CPI memang seru karena banyak jajanan dan pedagang. Tapi kalau memang niat olahraga, saya pilih Sudirman karena suasananya lebih tenang,” ungkapnya.
Jadi Titik Berkumpul Komunitas dan Kegiatan Publik
CFD Jalan Jenderal Sudirman tidak hanya digunakan untuk olahraga individu. Kawasan ini juga menjadi titik berkumpul berbagai komunitas di Makassar.
Komunitas lari dan sepeda menjadi bagian dari aktivitas olahraga yang terlihat pada Minggu pagi. Selain itu, kawasan CFD juga dapat menjadi ruang pertemuan bagi komunitas lain yang ingin mengadakan kegiatan di ruang publik.
Sejumlah perusahaan dan instansi juga memanfaatkan keramaian CFD untuk menggelar kegiatan seperti kampanye kesehatan, pemeriksaan kesehatan gratis, edukasi masyarakat hingga peluncuran produk.
Kondisi tersebut membuat CFD tidak hanya berfungsi sebagai ruang olahraga, tetapi juga sebagai ruang interaksi masyarakat dan tempat berlangsungnya berbagai aktivitas publik.
CFD Sudirman Jadi Ruang Olahraga Warga Makassar
Keberadaan ruang publik seperti CFD Jalan Jenderal Sudirman menjadi bagian penting dari aktivitas olahraga masyarakat Kota Makassar.
Dengan ruas jalan yang relatif lapang, suasana yang teduh, minim pedagang, serta beragam aktivitas seperti jogging, bersepeda dan senam, kawasan ini menawarkan pilihan bagi warga yang ingin mengisi Minggu pagi dengan berolahraga.
Keberadaan Lapangan Hasanuddin dan Monumen Mandala di sekitar kawasan juga menambah karakter lokasi tersebut.
Bagi warga yang mencari tempat jogging atau ruang olahraga di Makassar pada Minggu pagi, CFD Jalan Jenderal Sudirman menjadi salah satu pilihan yang menarik, terutama bagi mereka yang lebih mengutamakan aktivitas olahraga dibandingkan wisata kuliner. (*)
Laporan kontributor Makassar, Ina Maharani