Kembali
BASKET 4 min read 22 September 2026

Basket Putri Indonesia Lolos ke Perempat Final Asian Games 2026 meski Dibantai China

Timnas basket putri Indonesia memastikan tempat di perempat final Asian Games 2026 sebagai runner-up Grup A, meski takluk 41-110 dari China di Aichi International, Nagoya, Senin (21/9/2026).

Basket Putri Indonesia Lolos ke Perempat Final Asian Games 2026 meski Dibantai China
Foto: Wikimedia Commons

Timnas basket putri Indonesia memastikan satu tempat di perempat final Asian Games 2026 meski takluk telak 41-110 dari China pada laga terakhir Grup A di Aichi International, Nagoya, Senin (21/9/2026).

Baca Cepat

  • Basket putri Indonesia lolos ke perempat final Asian Games 2026 sebagai runner-up Grup A, meski kalah 41-110 dari China di Nagoya, Senin (21/9/2026).
  • Modal kemenangan 61-52 atas Thailand pada 17 September membuat Indonesia finis dengan rekor satu menang satu kalah, unggul dari Thailand yang juga takluk 46-111 dari China.
  • Perempat final digelar Kamis, 24 September 2026; Indonesia berpeluang menyamai atau melampaui capaian delapan besar di Hangzhou 2022, saat kalah dari Jepang 47-89.
  • Tim asuhan pelatih asal Lithuania, Gitautas Kievinas, ini dipimpin kapten Dewa Ayu Made Sriartha Kusuma Dewi, yang juga menjadi pembawa bendera Indonesia di upacara pembukaan.

Basket Putri Indonesia Takluk 41-110 dari China

Menghadapi juara bertahan China di Aichi International, Indonesia sempat memberikan perlawanan pada kuarter pertama. Tembakan tiga angka Priscilla Karen serta poin-poin dari Kimberly Louis membuat skor baru 13-22 saat kuarter pembuka usai. Setelah itu, postur dan pengalaman pemain China seperti Zhang Ziyu yang menjulang 2,23 meter mulai berbicara: unggul 50-18 di paruh pertama, melebar jadi 80-27 pada akhir kuarter ketiga, sebelum laga ditutup dengan skor akhir 110-41 untuk China.

Pelatih Gitautas Kievinas mengakui ada jurang kualitas yang cukup lebar antara kedua tim, namun ia mengapresiasi semangat juang para pemainnya, terutama di kuarter pembuka. Kapten Dewa Ayu Made Sriartha Kusuma Dewi turut mengakui timnya belum tampil maksimal sepanjang laga, kendati sempat bangkit di kuarter ketiga sebelum akhirnya menyerah pada agresivitas serangan China.

Modal Awal: Kemenangan atas Thailand

Jalan Indonesia ke perempat final sebenarnya mulai terbuka sejak laga pembuka Grup A, 17 September 2026, ketika Indonesia mengalahkan Thailand dengan skor 61-52. Kemenangan itu menjadi modal krusial, sebab China kemudian membantai Thailand 111-46 dua hari berselang. Hasil-hasil tersebut membuat Indonesia finis di posisi kedua klasemen Grup A dengan rekor satu kemenangan satu kekalahan, di bawah China yang menyapu bersih dua laga, dan di atas Thailand yang finis juru kunci dengan dua kekalahan.

Format grup tiga tim yang hanya meloloskan dua tim terbaik membuat setiap poin dari laga pembuka menjadi krusial. Tanpa kemenangan atas Thailand, hasil buruk melawan China berpotensi memupus asa Indonesia melangkah lebih jauh di Aichi-Nagoya 2026.

Perlengkapan Basket Pilihan
Wilson FIBA 3×3 Official Game Basketball Size 7
Bola resmi FIBA 3×3, cocok untuk latihan maupun tanding indoor dan outdoor.
Lihat →
PUMA MB.05 “Showtime” LaMelo Ball
Sepatu basket signature LaMelo Ball dengan traksi kuat untuk gerakan eksplosif di lapangan.
Lihat →
PUMA Sepatu Basket Court Pro 3 Mid
Model mid-cut dengan cushioning responsif untuk stabilitas saat menyerang dan bertahan.
Lihat →

Menyamai Catatan Terbaik di Hangzhou 2022

Keberhasilan menembus perempat final kali ini menyamai capaian terbaik Indonesia empat tahun lalu. Di Asian Games Hangzhou 2022, tim putri Merah Putih juga menembus delapan besar sebelum tersingkir di tangan Jepang dengan skor 47-89. Manajer tim, Handoyo, menyebut pencapaian saat ini setidaknya sudah menyamai hasil edisi sebelumnya, dan berharap skuad asuhan Kievinas mampu melangkah lebih jauh lagi di Nagoya.

Untuk mewujudkan itu, Indonesia harus tampil lebih baik dibanding saat menghadapi China. Faktor fisik dan jam terbang menghadapi tim-tim kuat Asia akan menjadi ujian utama, mengingat lawan di perempat final dipastikan berasal dari grup lain dengan kualitas yang tidak kalah tinggi.

Kapten Asal Bali dan Racikan Pelatih Lithuania

Di balik perjalanan tim ini ada sosok Dewa Ayu Made Sriartha Kusuma Dewi, kapten sekaligus peraih medali emas SEA Games 2025 asal Bali. Sebelum turnamen bergulir, ia bersama atlet dayung Daniel Hutapea didapuk menjadi pembawa bendera Merah Putih pada upacara pembukaan Asian Games 2026 di Paloma Mizuho Stadium, Sabtu (19/9/2026), lengkap dengan busana bernuansa budaya Bali.

Di sisi pelatih, Indonesia mempercayakan racikan taktik kepada Gitautas Kievinas, pelatih asal Lithuania yang sudah menangani tim sejak Mei 2026. Ia dibantu jajaran asisten pelatih lokal, yakni Marlina Herawan, Andrie Ekayana Satya Santosa, Barikh Bill Kautsar, dan Millania Angela, dengan Handoyo sebagai manajer tim.

Asa ke Semifinal Menanti di Perempat Final

Babak perempat final basket putri Asian Games 2026 dijadwalkan berlangsung Kamis, 24 September 2026, dengan empat laga yang akan digelar berurutan mulai pukul 10.00, 13.00, 16.00, hingga 19.20 waktu setempat. Lawan Indonesia belum dipastikan pada saat artikel ini ditulis, menyusul belum rampungnya seluruh laga di grup lain.

Yang jelas, langkah ke delapan besar sudah menjaga asa Indonesia untuk melangkah lebih jauh dibanding sekadar mengulang sejarah. Dukungan publik kini tertuju pada laga krusial akhir pekan ini, saat Dewa Ayu dan kawan-kawan berusaha membuktikan bahwa hasil buruk melawan China hanyalah batu sandungan sementara menuju target yang lebih tinggi.

Artikel ini dirangkum dari:

  • ANTARA News: Takluk dari China, basket putri Indonesia tetap maju ke perempat final tautan
  • Poskota: Kalah dari Tiongkok, Tim Basket Putri Indonesia Tetap Lolos ke Perempat Final Asian Games 2026 tautan
  • Wikipedia: Basketball at the 2026 Asian Games – Women’s tournament tautan
  • CNN Indonesia: Dewa Ayu dan Daniel Pembawa Bendera Indonesia di Asian Games 2026 tautan
EXPLORE 20FIT

More ways to move.