Tinjauan 2025 memperkirakan 1–4 cedera per 1.000 jam bermain bulu tangkis. Ini ringkasan riset soal bagian tubuh rawan, pemanasan, dan beban latihan.

Satu angka dari tinjauan terbaru tentang bulu tangkis terasa kecil sampai dihitung: 1 sampai 4 cedera setiap 1.000 jam bermain. Pemain yang berlatih tiga kali seminggu, dua jam per sesi, melewati seribu jam dalam sekitar dua tahun. Dan angka itu, menurut penulis tinjauan, bisa lebih tinggi pada kelompok elite.
Pekan ini Yonex French Open 2026 berlangsung 20–25 Oktober di Arena Grand Paris, dan para pemain Indonesia ikut bertanding. Di lapangan klub dan GOR, pembaca amatir menjalani gerakan yang sama (lunge, lompatan, perubahan arah mendadak, smes) tanpa tim fisioterapi. Riset yang ada memberi petunjuk tentang apa yang bisa dilakukan, dengan catatan bukti masih terbatas.
Ringkasnya: Cedera bulu tangkis terutama menimpa tungkai bawah, lutut, dan bahu, dan sebagian besar bersifat ringan hingga sedang. Bukti paling menjanjikan untuk pencegahan adalah pemanasan khusus bulu tangkis dan pengelolaan kenaikan beban latihan, meski uji klinisnya masih kecil. Ini bukan nasihat medis.
Tinjauan sistematis oleh Stepper dan rekan di BMJ Open Sport & Exercise Medicine (Januari 2025) menemukan tungkai bawah paling sering terdampak, pada 41–92% cedera di seluruh studi. Cedera akibat penggunaan berlebih mencakup 25–74% kasus, dan 73–100% cedera tergolong ringan atau sedang.
Studi di jurnal Medicine (2020) terhadap 150 pemain Kejuaraan Senior Eropa BWF 2018 menemukan lutut paling sering cedera (22,44%), sementara bahu paling sering di anggota gerak atas (11,8%). Rata-rata pemain kehilangan 14,93 hari per cedera, dan 34,5% cedera berlangsung lebih dari 28 hari.
Untuk pemain amatir ganda di Korea Selatan, studi Applied Sciences (2024, Jeon, Lim, Cho) terhadap 504 peserta Turnamen Nasional 2023 mencatat pinggang (11,92%), pergelangan kaki (11,66%), serta lutut dan bahu (masing-masing 11,53%) saat bertanding. Saat latihan, punggung dan lutut (12,43%) serta bahu (12,21%) paling sering.

Satu uji acak berkelompok, PreventiBad, dimuat di Journal of Sports Sciences (2025). Pada 273 pemain remaja berusia sekitar 14 tahun selama delapan minggu, kelompok intervensi mencatat 1,23 cedera per 1.000 jam, versus 4,07 pada kelompok kontrol (rasio risiko 0,30; interval kepercayaan 95% 0,12–0,75).
Penulisnya menyebut studi ini awal, dan hanya 20 cedera terjadi secara total, sehingga estimasinya lebar dan tidak presisi. Konteks lebih luas datang dari meta-analisis program pemanasan pada anak dan remaja: rasio laju cedera gabungan 0,64 dari 15 studi, dengan catatan potensi bias publikasi.
Bagi pemain dewasa, pemanasan yang dianjurkan pelatih tidak jauh berbeda. Mantan petenis nomor dua dunia Hongyan Pi dan pelatih fisik Julie Cukierman menulis di blog Babolat: lakukan mobilitas sendi sekitar 5 menit, lalu pemanasan aktif 10–15 menit, sebelum pukulan di lapangan dimulai dari flat drive lambat menuju clear dan akhirnya smes.

Stepper dan rekan menyarankan memantau serta menyesuaikan beban latihan, karena kenaikan cepat dikaitkan dengan banyak cedera. Mereka mengutip satu studi bahwa 40% cedera terjadi setelah kenaikan beban mingguan di atas 10%. Itu bukan ambang universal, hanya sinyal untuk menaikkan volume secara bertahap.
Mereka juga menganjurkan program pencegahan yang menangani cedera penggunaan berlebih, termasuk mobilisasi dan latihan kekuatan, serta mengurangi beban perlambatan dan perubahan arah berulang demi latihan teknik. Penulis studi di Medicine menyarankan memperkuat otot di sekitar ligamen pergelangan kaki dan memperbaiki koordinasi sendi. Pengalaman bermain berbanding terbalik dengan laju cedera dalam model statistik mereka.
Perlu ditegaskan, penulis tinjauan 2025 menyebut buktinya heterogen. Nyeri yang menetap sebaiknya diperiksakan ke dokter atau fisioterapis, bukan diatasi sendiri.
Untuk liputan turnamen di Paris, baca 14 wakil Indonesia di French Open 2026 dan gelar Fajar/Fikri di Denmark Open.
Menurut penyelenggara, pertandingan di Paris dimainkan di arena baru di Tremblay-en-France. Di GOR dekat rumah, taruhannya lebih sederhana: pulang dengan lutut yang masih mau diajak main lagi minggu depan.
Tinjauan sistematis di BMJ Open Sport & Exercise Medicine (2025) memperkirakan 1–4 cedera per 1.000 jam bermain, dengan tungkai bawah sebagai bagian tubuh paling sering terdampak.
Uji acak PreventiBad pada 273 pemain remaja mencatat 1,23 cedera per 1.000 jam pada kelompok intervensi versus 4,07 pada kontrol, tetapi penulisnya menyebut studi ini awal dan jumlah cederanya hanya 20.
Tidak ada angka baku. Tinjauan 2025 hanya mengutip satu studi yang menemukan 40% cedera terjadi setelah kenaikan beban mingguan di atas 10%, dan menyarankan memantau serta menyesuaikan beban.
Kartu siap posting dibuat otomatis dari artikel ini.
Di HP, tombol Share to Instagram membuka menu share dan Anda tinggal pilih Instagram Stories atau Feed. Di desktop, gambar disimpan dulu lalu diunggah dari Instagram.
20FIT Media
Choose what this story was worth to you.
You’ll finish paying right here — this page stays open.
QRIS, bank transfer, e-wallet or card.
Trouble with an e-wallet? Open the payment page in a new tab.
Finished? — thank you for supporting 20FIT.
Opening secure checkout…