Hasil final Cincinnati Open 2026: Coco Gauff juara tunggal putri, Arthur Fils rebut gelar Masters pertama. Simak skor, kejutan besar, dan momentum ke US Open.

Turnamen di Ohio itu meledak jadi ajang kejutan. Unggulan-unggulan teratas rontok lebih awal, dan yang mengangkat trofi justru dua wajah yang mungkin tak kamu duga. Gauff kembali berjaya di lapangan yang dulu jadi batu loncatan gelar Grand Slam pertamanya, sementara Fils meraih mahkota Masters 1000 perdana dalam kariernya. Enam hari lagi, cerita berlanjut ke New York.
Kalau kamu sempat menebak nama-nama langganan puncak akan mengangkat trofi, siap-siap kaget. Turnamen yang berakhir Minggu, 23 Agustus 2026 ini justru menobatkan Coco Gauff di tunggal putri dan Arthur Fils di tunggal putra. Keduanya menutup pekan yang penuh kejutan dengan performa meyakinkan di partai puncak.
Gauff, petenis Amerika Serikat, menaklukkan rekan senegaranya Jessica Pegula. Sementara Fils, pemuda Prancis berusia 22 tahun, meredam tuan rumah Frances Tiafoe untuk merebut gelar terbesar dalam kariernya sejauh ini. Berikut rekap hasil finalnya.
| Kategori | Juara | Runner-up | Skor |
|---|---|---|---|
| Tunggal Putra | Arthur Fils (Prancis, unggulan 21) | Frances Tiafoe (AS) | 6-3, 1-6, 6-0 |
| Tunggal Putri | Coco Gauff (AS) | Jessica Pegula (AS) | 6-2, 6-4 |
Ini bukan sekadar final biasa. Duel Gauff kontra Pegula adalah final tunggal putri sesama Amerika Serikat pertama di Cincinnati dalam 56 tahun terakhir — sebuah momen langka yang bikin publik tuan rumah bergemuruh.
Di lapangan, Gauff tampil lebih tajam. Ia menang 6-2, 6-4 hanya dalam waktu sekitar 1 jam 14 menit. Menurut ESPN, ini adalah gelar Cincinnati kedua bagi Gauff — dan kamu perlu ingat detail ini: terakhir kali ia juara di sini, ia melanjutkannya dengan gelar Grand Slam pertamanya di US Open. Kemenangan ini juga menuntaskan enam laga beruntun yang ia menangi di lapangan keras Cincinnati.
Jalan Gauff ke final tidak mudah. Di semifinal ia menyingkirkan petenis Ceko yang sedang panas, Sara Bejlek, dengan 6-4, 6-1. Pegula sendiri sampai ke final setelah menghentikan juara bertahan Iga Swiatek lewat pertarungan tiga set 7-5, 4-6, 6-4.
Yang menarik, seusai laga Pegula justru memberi peringatan halus untuk lawan-lawan berikutnya soal kondisi Gauff jelang New York.
“Coco yang percaya diri dan berbahaya seperti ini akan sangat sulit dihadapi di New York nanti.”
— Jessica Pegula, runner-up Cincinnati Open 2026
Karena inilah gelar ATP Masters 1000 pertama dalam karier Arthur Fils. Bagi pemain unggulan ke-21 berusia 22 tahun, menembus dan memenangi turnamen sekelas ini adalah lompatan besar.
Finalnya sendiri seperti roller coaster. Fils membuka dengan dominan, mencuri break lebih awal, memimpin 3-0, lalu menutup set pertama dengan tiga ace beruntun untuk menang 6-3. Tiafoe — yang tampil di final Cincinnati keduanya — membalas garang di set kedua, langsung nge-break dan melaju 3-0 sebelum menyudahi set itu 6-1.
Tapi di set penentu, Fils kembali mengambil alih kendali sepenuhnya. Ia melesat 4-0 lewat dua break, sementara pukulan backhand Tiafoe makin sering meleset. Hasilnya set ketiga yang telak: 6-0. Sebuah penutup yang nyaris sempurna untuk momen paling manis dalam karier sang juara.
Nah, di sinilah letak drama sesungguhnya turnamen ini. Nama-nama yang biasanya kamu harapkan ada di final justru rontok sebelum waktunya.
Bejlek yang masih muda pun tak kuasa menyembunyikan emosinya seusai mengalahkan sang nomor satu dunia. Ia mengaku sampai kehilangan kata-kata dan bermain sepenuhnya mengikuti insting, bukan pikiran.
Ini pertanyaan wajar. Dua bintang muda paling dominan saat ini, Jannik Sinner dan Carlos Alcaraz, absen dari Cincinnati karena masalah cedera. Ketiadaan mereka jelas membuka jalan — dan sebagian menjelaskan kenapa bagan pun jadi jauh lebih terbuka dari biasanya.
Bagi Fils, ini peluang emas yang ia manfaatkan sepenuhnya. Tapi perlu kamu catat juga: gelar tetaplah gelar. Poin dan kepercayaan diri yang ia bawa ke New York adalah nyata, terlepas dari siapa yang absen.
Momentumnya besar, terutama di sisi putri. Pola sejarah berpihak pada Gauff — juara Cincinnati lalu juara US Open pernah ia lakoni. Dengan kepercayaan diri yang lagi memuncak dan permainan net yang makin agresif, ia jadi salah satu unggulan paling menakutkan di Flushing Meadows.
Di sisi putra, ceritanya lebih terbuka. Dengan Sinner dan Alcaraz yang diharapkan pulih dan kembali di New York, plus rontoknya banyak unggulan di Cincinnati, US Open 2026 berpotensi jadi ajang yang sulit ditebak. Fils datang dengan status juara Masters segar, sementara Tiafoe membawa luka final yang bisa jadi bahan bakar.
Satu hal yang pasti: papan atas tenis dunia sedang bergolak, dan itu kabar bagus buat kamu yang suka kejutan.
US Open 2026 dijadwalkan dimulai 30 Agustus 2026 di Flushing Meadows, New York. Kabar baiknya, kamu di Indonesia tetap bisa mengikuti setiap ayunan raketnya — asal siap dengan hitungan waktu.
New York memakai zona waktu Eastern Time (ET), sementara kita di WIB berjarak 11 jam lebih cepat. Artinya:
Untuk menontonnya, cek platform streaming olahraga berlangganan dan kanal TV berbayar yang memegang hak siar Grand Slam di kawasan ini, serta jadwal resmi di situs US Open. Karena hak siar bisa berubah tiap musim, sebaiknya konfirmasi ulang ketersediaan di platform langgananmu menjelang hari pertama.
Dan hei — kalau kamu ikut begadang demi sesi malam, jangan lupa jaga ritme tubuhmu. Tidur cukup dan gerak teratur bikin kamu tetap bugar, sama seperti para atlet yang kamu tonton. Nonton tenis sambil menjaga kebugaran? Itu perpaduan yang sangat 20FIT.
Kartu siap posting dibuat otomatis dari artikel ini.
Di HP, tombol Share to Instagram membuka menu share dan Anda tinggal pilih Instagram Stories atau Feed. Di desktop, gambar disimpan dulu lalu diunggah dari Instagram.
20FIT Media
Pick an amount and pay in seconds.
You’ll finish paying right here — this page stays open.
QRIS, bank transfer, e-wallet or card.
Trouble with an e-wallet? Open the payment page in a new tab.
Finished? — thank you for supporting 20FIT.
Opening secure checkout…