CPI 35,1: Kenapa Lapangan Paris Masters Dibuat Lebih Lambat
Home / Insight

CPI 35,1: Kenapa Lapangan Paris Masters Dibuat Lebih Lambat

Court Pace Index Paris Masters turun dari 46,6 ke 35,1 pada 2025. Penjelasan angka CPI, alasan Pioline, dan keluhan Bublik, Alcaraz, serta Zverev.

On this page

    Alexander Bublik baru saja mengalahkan Alexei Popyrin di putaran pertama Paris Masters 2025 ketika ia ditanya soal lapangan. Jawabannya tanpa basa-basi: itu lapangan indoor tersulit yang pernah ia mainkan, “by far, by far, by far”, kata petenis Kazakhstan itu seperti dikutip Tennis Majors. Beberapa hari kemudian, Carlos Alcaraz mengaku tak punya rasa terhadap bola, dan Alexander Zverev menyebut permukaannya “cukup aneh”.

    Setahun berselang, pertanyaan yang sama kembali menggantung menjelang Paris Masters 2026 pada 2-8 November. Angka yang jadi biang keributan itu bernama Court Pace Index (CPI), ukuran kecepatan lapangan yang menentukan siapa diuntungkan: pemukul keras atau petarung reli panjang.

    Ringkasnya: CPI Paris Masters turun dari 46,6 pada 2024 menjadi 35,1 pada 2025, menurut data yang dikutip Puntodebreak. Direktur turnamen Cédric Pioline mengakui perlambatan itu disengaja. Kecepatan lapangan 2026 belum diumumkan, sehingga angka itu patut dicermati begitu pemain mulai berlatih.

    Apa itu CPI dan kenapa angkanya penting?

    CPI mengukur seberapa cepat bola melaju dan memantul setelah menyentuh permukaan. Angka kecil berarti lapangan lambat: bola memantul tinggi, pukulan datar kehilangan tenaga, reli memanjang. Angka besar sebaliknya, servis dan pukulan pertama jadi senjata. Puntodebreak menyebut 35,1 sebagai kecepatan menengah, tetapi turun lebih dari 24 persen dari tahun sebelumnya dan terendah di Paris sejak 2015.

    Ilustrasi kecepatan lapangan Paris Masters 2025 menurut data CPI
    Kecepatan lapangan Paris Masters 2025 jadi bahan perdebatan. Foto: Puntodebreak

    Pembanding lain: ATP Finals di Turin sekitar 40 pada 2024, sedangkan Shanghai 32 pada 2025, menurut Puntodebreak. Penulisnya, José Morón, berargumen bahwa lapangan lambat di akhir musim justru menambah beban fisik pemain yang sudah lelah atau cedera.

    Kenapa Paris sengaja memperlambat lapangan?

    Pioline terang-terangan. “It was our intention to slow it down,” katanya, menurut Tennis Majors. Ia menyebut ATP sebelumnya menilai lapangan edisi 2024 terlalu cepat. Pioline juga mengatakan permukaan resin menjadi lebih licin seiring berjalannya pekan.

    Bublik menolak penjelasan itu sebagai pembenaran. Menurut Tennis Majors, ia membandingkan dengan Accor Arena, arena lama yang lapangannya jauh lebih cepat; lapangan nomor satu, katanya, “seperti kilat” dan “seperti es, bisa dipakai main skate”. Sementara Tennishead mencatat komentarnya muncul setelah keluhan Alcaraz.

    Alexander Zverev mengkritik permukaan lapangan Paris Masters 2025
    Zverev ikut mengeluh soal permukaan di La Défense Arena. Foto: Puntodebreak

    Zverev, yang bicara kepada Eurosport usai menang tipis atas Camilo Ugo Carabelli, mengatakan ia tidak ingin terus jadi orang yang mengeluh tiap pekan. Tetapi, menurut dia, bila bola dipukul keras, bola justru kehilangan kecepatan. Ia sebelumnya juga menuding turnamen sengaja menyetel lapangan lambat demi Jannik Sinner dan Alcaraz; Puntodebreak menulisnya sebagai klaim, bukan fakta terkonfirmasi.

    Apa yang perlu dilihat di Paris Masters 2026?

    Menurut Matchstat, turnamen digelar 2-8 November di Plenitude Arena, Nanterre, dengan 56 petenis di undian tunggal dan 1.000 poin untuk juara. Sinner, juara bertahan, mengakhiri musim 2026 lebih awal karena cedera lutut kanan, sebagaimana juga kami tulis dalam ulasan lima kursi ATP Finals yang masih terbuka.

    Sejarah Paris menunjukkan kecepatan lapangan bisa dipolitisasi. Mantan direktur turnamen Jean-François Caujolle, dalam wawancara 2018 yang dikutip Puntodebreak, mengaku pada 2011 lapangan disetel sebagai yang tercepat di dunia untuk menguntungkan Roger Federer. Soal persaingan menjelang akhir musim, 20FIT juga mengulas Vienna 2026 tanpa Sinner.

    Fakta kunci

    • CPI Paris: 46,6 (2024) menjadi 35,1 (2025)
    • Pembanding: ATP Finals 2024 sekitar 40; Shanghai 2025 sekitar 32
    • Edisi 2026: 2-8 November, Plenitude Arena, Nanterre
    • Kecepatan 2026: belum dipublikasikan

    Begitu bola pertama dipukul di Nanterre, angka CPI akan segera muncul di layar siaran. Jika kembali di kisaran 35, keluhan Bublik akan mendapat gema lagi; jika dinaikkan, giliran para pemukul yang diuntungkan.

    Pertanyaan Umum

    Apa itu CPI dalam tenis?

    Court Pace Index adalah ukuran kecepatan permukaan lapangan, yang menggambarkan seberapa cepat bola melaju dan memantul. Angka lebih kecil berarti lapangan lebih lambat.

    Berapa CPI lapangan Paris Masters 2025?

    Menurut data yang dikutip Puntodebreak, CPI Paris Masters 2025 adalah 35,1, turun dari 46,6 pada 2024.

    Kapan Paris Masters 2026 digelar?

    Menurut Matchstat, turnamen berlangsung 2-8 November 2026 di Plenitude Arena, Nanterre, dekat Paris.

    Sumber

    1. Paris Crosses the Line: Slows Down Court Speed by Over 25% — Puntodebreak, 28 Oktober 2025
    2. Zverev's New Complaint: "I don't want to seem like the one who always complains, but.." — Puntodebreak, 30 Oktober 2025
    3. Bublik in Paris: "The slowest indoor court I've seen in my life" — Tennis Majors, 27 Oktober 2025
    4. Alexander Bublik gives his verdict on the courts at the Paris Masters after complaints from Carlos Alcaraz — Tennishead, Oktober 2025
    5. Paris Masters 2026 Predictions: Title Favorites, Dark Horses and How the Last Masters 1000 Shapes Turin — Matchstat, 2026
    6. ATP Paris Masters 2026 Schedule & Draw — Tennis-DB, 2026
    Was this story useful?

    Keep reading

    Explore the Ecosystem

    Satu akun untuk klinik, kelas, membership, dokter, coach, dan tiket event.

    All ›

    Book Your Session by Location

    Pilih kebutuhanmu, kami tunjukkan lokasinya.

    All ›
    Share on XWhatsApp