Denmark Open 2026, Indonesia Turun Kekuatan Penuh
Indonesia menurunkan kekuatan penuh dengan 14 wakil di Victor Denmark Open 2026, turnamen BWF World Tour Super 750 yang berlangsung di Jyske Bank Arena, Odense, pada 13 hingga 18 Oktober 2026. Lima pasangan ganda putra menjadi kontingen terbesar sekaligus tumpuan utama, sementara…
Indonesia menurunkan kekuatan penuh dengan 14 wakil di Victor Denmark Open 2026, turnamen BWF World Tour Super 750 yang berlangsung di Jyske Bank Arena, Odense, pada 13 hingga 18 Oktober 2026. Lima pasangan ganda putra menjadi kontingen terbesar sekaligus tumpuan utama, sementara Jonatan Christie mengemban status juara bertahan setelah merebut gelar pada edisi 2025. Menariknya, skuad Merah Putih kali ini tampil tanpa dua nama besar, yakni Anthony Sinisuka Ginting dan Gregoria Mariska Tunjung.
Baca Cepat
- Indonesia turun dengan 14 wakil di lima sektor pada Denmark Open 2026 di Odense, 13 sampai 18 Oktober.
- Lima pasangan ganda putra menjadi kontingen terbesar, dipimpin Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.
- Jonatan Christie berstatus juara bertahan setelah menjuarai Denmark Open 2025.
- Skuad tampil tanpa Anthony Ginting dan Gregoria Mariska; babak pertama turnamen bergulir sejak 13 Oktober.
Kekuatan Penuh di Odense
Denmark Open adalah salah satu turnamen paling bergengsi dalam kalender BWF World Tour. Berstatus Super 750, ajang ini menawarkan poin dan hadiah besar yang selalu menarik minat para pebulu tangkis papan atas dunia. PBSI mengumumkan daftar wakil Indonesia melalui kanal resminya pada Senin, 12 Oktober 2026, menegaskan komitmen untuk tampil serius menjelang rangkaian akhir musim.
Total 14 wakil disebar di lima sektor. Pada tunggal putra, Indonesia menurunkan Jonatan Christie, Alwi Farhan, dan Mohammad Zaki Ubaidillah. Sektor tunggal putri hanya diwakili Putri Kusuma Wardani. Kekuatan terbesar justru ada di nomor ganda, baik ganda putra, ganda putri, maupun ganda campuran, yang menjadi harapan utama Indonesia untuk menembus babak-babak akhir di Odense.
Lima Ganda Putra Jadi Tumpuan
Sektor ganda putra menjadi yang paling ramai dengan lima pasangan sekaligus. Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin tampil sebagai nama paling berpengalaman. Mereka ditemani Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, serta Devin Artha Wahyudi/Ali Faathir Rayhan yang mewakili regenerasi.
Kehadiran lima wakil di satu sektor memberi Indonesia peluang besar untuk meloloskan banyak pasangan ke babak lanjutan. Persaingan internal ini sekaligus menjadi ajang pembuktian bagi pasangan-pasangan muda untuk menantang dominasi ganda-ganda papan atas dunia. Jika mampu tampil konsisten sejak babak awal, sektor ini berpotensi menjadi penyumbang hasil terbaik Indonesia di Odense.


Jonatan Christie dan Beban Juara Bertahan
Sorotan khusus tertuju pada Jonatan Christie. Tahun lalu, pebulu tangkis yang akrab disapa Jojo itu keluar sebagai juara Denmark Open 2025, sebuah gelar yang ia raih lewat perjuangan panjang. Kini ia kembali ke Odense dengan status juara bertahan, sebuah beban sekaligus motivasi untuk mengulang prestasi di tengah ketatnya persaingan tunggal putra dunia.
Di sektor yang sama, Alwi Farhan dan Mohammad Zaki Ubaidillah diharapkan menemani langkah Jojo. Keduanya mewakili lapis muda tunggal putra Indonesia yang terus didorong untuk naik level di panggung Super 750. Sementara itu, di tunggal putri, Putri Kusuma Wardani menjadi satu-satunya harapan Merah Putih dan dituntut tampil lepas sejak babak pertama.
Tampil Tanpa Ginting dan Gregoria
Salah satu catatan dari daftar wakil Indonesia di Denmark Open 2026 adalah absennya dua nama besar. Anthony Sinisuka Ginting tidak masuk dalam daftar tunggal putra, begitu pula Gregoria Mariska Tunjung di tunggal putri. Hingga laporan ini disusun, belum ada penjelasan resmi terkait alasan ketidakhadiran keduanya, apakah karena strategi pengaturan jadwal, kondisi fisik, atau pertimbangan lain.
Di sektor ganda putri, Indonesia tetap mengirim tiga pasangan, yakni Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, serta Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti. Dua pasangan ganda campuran melengkapi skuad, yaitu Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah dan Dejan Ferdinansyah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu. Komposisi ini menunjukkan Indonesia tetap tampil kompetitif di seluruh sektor meski tanpa dua bintangnya.
Babak Pertama dan Jadwal
Turnamen resmi bergulir sejak 13 Oktober 2026, dengan babak pertama yang menentukan langkah awal para wakil Indonesia. Undian mempertemukan setiap pemain dengan lawan yang berbeda tingkat kesulitan, sehingga hasil hari-hari pertama akan sangat menentukan sejauh mana Indonesia bisa melaju. Hasil setiap laga akan diperbarui mengikuti jalannya pertandingan sepanjang pekan ini.
Bagi penggemar yang ingin mengikuti perkembangan terkini, skor dan hasil resmi dapat dipantau melalui kanal BWF World Tour. Dengan agenda yang berlangsung hingga partai final pada 18 Oktober 2026, Indonesia berharap bisa menempatkan sebanyak mungkin wakil di babak perempat final dan seterusnya.
Momentum Jelang Akhir Musim
Denmark Open menjadi salah satu panggung penting bagi para pebulu tangkis untuk mengumpulkan poin dan kepercayaan diri menjelang rangkaian akhir musim. Bagi Indonesia, turnamen ini adalah kesempatan untuk mengukur kesiapan skuad, terutama di sektor ganda yang menjadi andalan. Konsistensi sejak babak awal akan menentukan apakah Merah Putih bisa pulang dengan hasil membanggakan.
Semangat para atlet di Odense juga bisa menjadi inspirasi bagi penggemar yang gemar bermain bulu tangkis. Olahraga ini menuntut kelincahan, kekuatan kaki, dan refleks cepat, yang semuanya dibangun lewat latihan rutin dan perlengkapan yang tepat. Pantau terus perjalanan wakil Indonesia di Denmark Open 2026 hingga partai puncak 18 Oktober.