Zandvoort Gelar Dutch GP Terakhirnya, F1 Buka Paruh Kedua dengan Antonelli di Puncak
Sebelum jeda musim panas dimulai, gambaran musim 2026 masih terasa seperti dominasi satu tim. Mercedes memenangi enam balapan pertama secara beruntun dan tak satu pun tim lain sempat menyentuh puncak podium.
Sebelum jeda musim panas dimulai, gambaran musim 2026 masih terasa seperti dominasi satu tim. Mercedes memenangi enam balapan pertama secara beruntun dan tak satu pun tim lain sempat menyentuh puncak podium.
Gambaran itu sudah berubah cukup jauh ketika F1 kembali ke lintasan di Zandvoort akhir pekan ini. Dan Dutch GP 2026 punya lapisan cerita tambahan: ini adalah kali terakhir balapan tersebut digelar.
Bagaimana Peta Kekuatan Berubah Sepanjang Paruh Pertama
Formula1.com merangkum perubahan yang terjadi antara awal musim dan jeda musim panas. Perbandingannya cukup mencolok.
| Awal Musim (Ronde 1-6) | Menjelang Zandvoort (Ronde 12) |
| Mercedes menang enam balapan secara beruntun | Mercedes hanya menang dua dari lima balapan berikutnya |
| Belum ada tim lain yang menyentuh puncak podium | Ferrari menang lewat Hamilton di Barcelona dan Leclerc di Silverstone, lalu McLaren menyusul lewat Norris di Budapest |
| George Russell difavoritkan sebagai penantang gelar utama | Antonelli memimpin klasemen dengan selisih 50 poin, Russell melorot ke posisi ketiga |
| Zandvoort masih terlihat sebagai bagian tetap dari kalender | Zandvoort menggelar balapan terakhirnya sebelum digantikan Turki dan Portugal pada 2027 |
| Kalender 2026 dianggap sudah final | GP Bahrain dipindahkan ke Sepang, Malaysia, dan status dua seri penutup masih belum pasti |
Yang paling mengejutkan dari daftar itu mungkin bukan soal siapa yang menang, melainkan siapa yang memimpin. Kimi Antonelli, yang banyak diprediksi jadi pembalap nomor dua di Mercedes, justru berdiri di puncak klasemen sejak Jepang.
Klasemen Pembalap Menjelang Zandvoort
Berikut posisi teratas klasemen pembalap setelah Grand Prix Hungaria, ronde ke-11 dari 23 seri musim ini.
| Pos | Pembalap | Tim | Poin |
| 1 | Kimi Antonelli | Mercedes | 219 |
| 2 | Lewis Hamilton | Ferrari | 169 |
| 3 | George Russell | Mercedes | 160 |
| 4 | Charles Leclerc | Ferrari | 138 |
| 5 | Lando Norris | McLaren | Pemenang GP Hungaria |
| 6 | Max Verstappen | Red Bull | Belum menang sepanjang musim |
Di klasemen konstruktor, Mercedes memimpin dengan 379 poin, unggul 72 poin atas Ferrari yang mengoleksi 307 poin. McLaren menyusul di posisi ketiga dengan 220 poin.
Antonelli sendiri sudah mengoleksi enam kemenangan, enam pole position, dan sembilan podium musim ini. Ia menjadi pemimpin klasemen termuda sepanjang sejarah Formula 1 dan pemegang rekor kemenangan terbanyak oleh pembalap remaja, dengan ulang tahun ke-20 jatuh pada 25 Agustus, dua hari setelah balapan di Zandvoort.
Kenapa Zandvoort Dicoret dari Kalender
Circuit Zandvoort kembali ke kalender F1 pada 2021 setelah absen selama 36 tahun, dan langsung jadi salah satu balapan dengan atmosfer paling kuat berkat gelombang penggemar Belanda yang mengikuti Max Verstappen. Akhir pekan ini adalah penampilan terakhirnya.
Formula 1 akan menggantikan slot tersebut dengan balapan-balapan baru mulai 2027, termasuk Turki dan Portugal. Keputusan ini bagian dari upaya menyeimbangkan kalender yang terus melebar sambil membatasi jumlah total balapan per musim.
Buat penggemar, ini artinya lintasan dengan tikungan banked di Hugenholtzbocht dan Arie Luyendykbocht yang jadi ciri khasnya akan hilang dari kalender. Setidaknya untuk beberapa waktu ke depan.
Format Sprint yang Menambah Tekanan

Dutch GP 2026 digelar dengan format sprint, artinya ada balapan pendek pada Sabtu yang menyediakan poin tambahan sebelum balapan utama pada Minggu, 23 Agustus.
Format ini punya konsekuensi khusus di awal paruh kedua. Tim punya waktu latihan bebas yang jauh lebih sedikit untuk menyetel mobil setelah dua pekan penutupan pabrik. Kesalahan setup di Jumat sore tidak punya banyak ruang untuk diperbaiki.
Formula1.com juga mencatat Dutch GP adalah balapan tunggal terakhir musim ini. Setelah Zandvoort, sisa kalender dipenuhi rangkaian balapan beruntun tanpa banyak jeda, dengan lebih dari 300 poin masih tersedia dari 12 ronde yang tersisa.
Kalender yang Masih Bisa Berubah Lagi
Salah satu cerita paling tidak biasa musim ini adalah kalender yang terus bergerak. GP Bahrain akhirnya tetap digelar, tapi dipindahkan ke Sepang International Circuit di Malaysia pada 2-4 Oktober, terselip di antara Azerbaijan dan Singapura.
Sepang membuat debutnya di F1 pada 1999 dan menghadirkan kombinasi tikungan cepat mengalir, trek lurus panjang, serta zona pengereman berat. Cuacanya yang sulit diprediksi juga kerap menghasilkan balapan yang tidak berjalan sesuai skenario.
GPFans melaporkan status GP Qatar dan Abu Dhabi yang sedianya menutup musim masih diliputi ketidakpastian akibat situasi di Timur Tengah. Petinggi F1 sudah menegaskan Las Vegas tidak akan menjadi seri penutup dalam skenario apa pun, sehingga ada kemungkinan tambahan satu balapan di Eropa pada akhir tahun.
Di sisi lain kompetisi, tekanan sudah memakan korban pertama. Cadillac memberhentikan Team Principal Graeme Lowdon setelah musim debut mereka berjalan tanpa poin.
Ujian Terbesar buat Verstappen di Kandang Sendiri
Max Verstappen sudah tiga kali menang di Zandvoort. Tapi ia masuk ke edisi terakhir balapan kandangnya tanpa satu pun kemenangan sepanjang 2026, sebuah situasi yang jarang terjadi pada pembalap sekaliber juara dunia empat kali beruntun.
Kabar baiknya, ia menunjukkan tanda-tanda pemulihan menjelang jeda dengan tiga podium dari empat balapan terakhir, termasuk finis kedua di belakang Norris di Hungaria. Balapan terakhir di Zandvoort jelas jadi motivasi tambahan tersendiri.
| Guenther Steiner menilai Mercedes sudah tidak lagi membutuhkan Max Verstappen, karena Antonelli sudah membuktikan diri sebagai penantang gelar yang sesungguhnya di musim pertamanya memimpin klasemen. — Guenther Steiner, mantan Team Principal Haas F1 |
Spekulasi soal masa depan Verstappen memang jadi salah satu benang merah paruh kedua musim ini, dan setiap hasil di Zandvoort akan dibaca dalam konteks itu.
Kenapa Balapan Ini Layak Diikuti Penonton Indonesia
Ada satu alasan praktis. Balapan Eropa seperti Zandvoort umumnya dimulai sore hari waktu setempat, yang berarti jatuh pada malam hari WIB. Jauh lebih ramah dibanding seri Amerika yang memaksa penonton Indonesia begadang sampai dini hari.
Alasan kedua lebih dekat lagi ke rumah. Musim ini F1 akan singgah ke Asia Tenggara lewat balapan di Sepang pada awal Oktober, sirkuit terdekat dari Indonesia dalam kalender F1 modern. Bentuk performa tim-tim di Zandvoort akan jadi indikator awal tentang seperti apa persaingan yang bakal terlihat di Malaysia nanti.
| BACA ARTIKEL TERKAIT → Formula1.com: IT’S RACE WEEK: 5 storylines ahead of the 2026 Dutch Grand Prix → Formula1.com: 5 things to look forward to over the second half of the 2026 F1 season → GPFans: F1 2026 standings and remaining race schedule after the summer break |