Kembali
PANJAT TEBING 7 min read 2 October 2026

Final Speed Putra Asian Games 2026: Chu Shouhong Emas, Aditya False Start

Chu Shouhong (China) merebut emas final speed putra Asian Games 2026 dengan 4,714 detik, mengungguli Reza Alipour Shenazandifard (Iran) dan Damir Toktarov (Kazakhstan). Aditya Tri Syahria false start di final dan Veddriq Leonardo gugur di semifinal; Indonesia kini menunggu hasil lead pada 2-3 Oktober.

Foto ilustrasi dua pemanjat speed bersiap di dinding panjat saat Piala Dunia IFSC Chamonix 2018, dengan latar pegunungan
Foto: Tomáš Binter/Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0) — foto ilustrasi dua pemanjat speed bersiap di Piala Dunia IFSC Chamonix 2018 (12/7/2018), bukan dokumentasi Asian Games 2026

Chu Shouhong dari China menjuarai final speed putra Asian Games 2026 di Port Messe Nagoya, Kamis (1/10/2026), dengan catatan 4,714 detik, unggul atas Reza Alipour Shenazandifard dari Iran (5,367 detik) dan Damir Toktarov dari Kazakhstan (7,342 detik). Indonesia pulang tanpa medali dari nomor ini: Aditya Tri Syahria, pemuncak kualifikasi dengan rekor Asian Games 4,62 detik, melakukan false start di final dan didiskualifikasi, sedangkan Veddriq Leonardo terhenti di semifinal setelah finis ketiga di heat-nya. Perhatian kini beralih ke lead, dengan semifinal Jumat (2/10) dan final Sabtu (3/10) yang menjadi kesempatan terakhir Indonesia menambah medali dari panjat tebing.

Baca Cepat

  • Final speed putra, Kamis (1/10): Chu Shouhong (China) emas dengan 4,714 detik, Reza Alipour Shenazandifard (Iran) perak dengan 5,367 detik, dan Damir Toktarov (Kazakhstan) perunggu dengan 7,342 detik. Aditya Tri Syahria false start di Lane B dan didiskualifikasi.
  • Di semifinal, Aditya lolos dengan 4,786 detik, hanya 0,003 detik di depan Toktarov. Veddriq Leonardo finis ketiga di heat yang sama (4,95 detik menurut ANTARA, Republika, detik, dan RCTI+) dan tersingkir.
  • Boulder tuntas: Sorato Anraku (Jepang) juara putra dengan 74,5 poin, Zhang Yuetong (China) juara putri dengan 85 poin, hanya 0,2 poin di atas Ai Mori (Jepang). Indonesia tidak punya wakil di kedua final.
  • Lead tinggal dua nomor: semifinal Jumat (2/10) pukul 15.00 WIB (putri) dan 16.30 WIB (putra), final Sabtu (3/10) pukul 16.00 WIB dan 17.00 WIB. Hasil semifinal lead digelar Jumat (2/10) sore WIB dan akan diperbarui setelah terverifikasi.

Final Speed Putra Asian Games 2026: Chu Shouhong Emas, Aditya Gugur karena False Start

Final digelar Kamis (1/10) petang WIB di Port Messe Nagoya dalam format Speed 4 jalur, seperti final putri sehari sebelumnya. Empat pemanjat turun di partai penentu medali: Chu Shouhong, Reza Alipour Shenazandifard, Damir Toktarov, dan Aditya Tri Syahria, yang berada di Lane B. Menurut ANTARA, Aditya melakukan false start sehingga tidak dapat melanjutkan lomba; tvOne News menulis ia didiskualifikasi, sementara World Climbing menyebut ia berangkat terlalu dini.

Tinggal tiga pemanjat yang berlomba. Chu menutup final dengan 4,714 detik untuk emas, disusul Alipour Shenazandifard dengan 5,367 detik dan Toktarov dengan 7,342 detik, menurut ANTARA dan Republika. World Climbing mencatat perak itu sebagai medali Asian Games ketiga Alipour, sedangkan perunggu menjadi medali pertama Toktarov di level senior.

Seusai lomba, Aditya mengaku sudah berusaha tenang, percaya diri, dan yakin, tetapi tetap false start dalam hitungan sepersekian detik. Ia menyebut kejadian itu pelajaran berharga, terutama soal pengelolaan diri, seperti dikutip tvOne News.

Semifinal: Aditya Unggul 0,003 Detik, Veddriq Terhenti di Urutan Ketiga

Heat 1 semifinal mempertemukan Aditya, Veddriq Leonardo, Damir Toktarov, dan Aphiwit Limpanichpakdee dari Thailand, menurut CNN Indonesia dan RCTI+. Aditya finis pertama dengan 4,786 detik, hanya 0,003 detik di depan Toktarov (4,789 detik), seperti dilaporkan Republika. World Climbing menulis keduanya sama-sama mencatat 4,78 detik dan Aditya unggul di digit ketiga.

Veddriq finis ketiga dan gugur. ANTARA, Republika, detik, dan RCTI+ mencatat waktunya 4,95 detik, sedangkan CNN Indonesia menuliskan 5,023 detik. Peraih emas Olimpiade Paris 2024 itu sebelumnya lolos dari kualifikasi sebagai peringkat kelima dengan 4,78 detik dan dari perempat final dengan 5,29 detik; Aditya lolos dari perempat final dengan 4,83 detik, tulis RCTI+.

Heat 2 diwarnai dua false start. Ryo Omasa dari Jepang lebih dulu gagal start, lalu Long Jianguo dari China, peringkat kedua kualifikasi dengan 4,64 detik, melakukan hal serupa. Reza Alipour sempat memanjat cukup tinggi sebelum sadar ada false start, lalu turun dan bersiap lagi, tulis World Climbing. Dengan Omasa dan Long gugur, hanya Alipour dan Chu Shouhong (rekan senegara Long) yang tersisa dan keduanya otomatis lolos ke final.

Teman Latihan Climber, dari Gym sampai Rumah
SVRG Batoo Climbing Shoes – Sepatu Panjat Tebing Pria Wanita – Rock Climbing & Bouldering
Sepatu panjat untuk pria dan wanita, dibuat untuk rock climbing dan bouldering; titik awal bagi yang ingin mencoba dinding panjat indoor.
Lihat →
LAICA – Move Mat Matras
Matras untuk pemanasan, peregangan, dan pemulihan setelah sesi latihan yang berat.
Lihat →
Antarestar Hydropack Pionero Ultralight Trail Running Hiking
Tas hidrasi ultralight untuk trail running dan hiking, praktis dibawa saat perjalanan ke lokasi panjat outdoor.
Lihat →

Rekor 4,62 Detik Aditya dan Benang Merah False Start di Nagoya

Kegagalan Aditya terasa getir karena angkanya. Pada kualifikasi Rabu (30/9) ia mencetak 4,62 detik, rekor Asian Games yang memecahkan 4,95 detik atas nama Veddriq di edisi Hangzhou, menurut Tempo. Angka itu lebih cepat dari 4,714 detik yang mengantar Chu ke emas di final. Perbandingan lintas babak tidak menjamin hasil final, tetapi menunjukkan tipisnya jarak di nomor ini ketika pemanjat bersih dari kesalahan.

False start memang menjadi benang merah speed di Nagoya. Zhou Yafei dari China melakukan false start di final putri sehari sebelumnya sehingga hanya tiga atlet yang memanjat, menurut FPTI. Omasa dan Long menyusul di semifinal putra, lalu Aditya di final. Aditya sendiri sempat mencatat false start di kualifikasi sebelum membukukan 4,62 detik pada percobaan keempat.

Hasilnya, emas Desak Made Rita Kusuma Dewi di speed putri tetap menjadi satu-satunya medali panjat tebing Indonesia sejauh ini. Berthdigna Devi Surya Kusuma gugur di semifinal putri, sementara Aditya dan Veddriq pulang tanpa medali dari speed putra.

Final Boulder: Anraku dan Zhang Yuetong Juara, Indonesia Tanpa Wakil di Final

Boulder putra berakhir Rabu (30/9) dengan emas Sorato Anraku dari Jepang (74,5 poin), perak Lee Do-hyun dari Korea Selatan (49,7 poin), dan perunggu Tomoa Narasaki dari Jepang (44,9 poin), menurut The Korea Times. Dua wakil Indonesia, Raviandi Ramadhan dan Ravianto Ramadhan, belum menembus delapan besar: Raviandi finis kesembilan dan Ravianto ke-12, tulis Koran Jakarta.

Final boulder putri, Kamis (1/10), dimenangi Zhang Yuetong dari China dengan 85 poin, hanya 0,2 poin di depan Ai Mori dari Jepang (84,8 poin). Seo Chae-hyun dari Korea Selatan meraih perunggu dengan 70 poin; ia unggul atas Luo Zhilu dari China, yang juga mencetak 70 poin, berkat skor semifinal yang lebih tinggi, menurut The Korea Times. Indonesia hanya menurunkan atlet putra di boulder, sehingga tidak ada wakil Merah Putih di final putri.

Lead: Empat Wakil Indonesia Menunggu di Semifinal dan Final

Lead menutup rangkaian panjat tebing di Nagoya. Semifinal digelar Jumat (2/10): putri pukul 15.00 WIB dan putra pukul 16.30 WIB. Final menyusul Sabtu (3/10): putri pukul 16.00 WIB dan putra pukul 17.00 WIB, berdasarkan jadwal IDN Times dan Medcom. Hasil semifinal lead digelar Jumat (2/10) sore WIB dan akan diperbarui setelah terverifikasi.

Indonesia menurunkan Putra Tri Ramadani dan Raviandi Ramadhan di putra, serta Sukma Lintang Cahyani dan Alma Ariella Tsany di putri. World Climbing menyebut Putra Tri Ramadani meraih emas World Climbing Series pertamanya tahun ini dan sedang dalam performa bagus. Raviandi dan Alma mengamankan tiket lewat Kejuaraan Asia di Meishan, 12 April 2026, dengan sama-sama finis kesembilan di semifinal lead (37+ dan 43+), menurut ANTARA.

Sukma Lintang, atlet kelahiran Daerah Istimewa Yogyakarta yang juga tampil di Asian Games Hangzhou, menyebut Asian Games kali ini seperti Mini World Cup karena pemanjat kuat dari China, Korea, dan Jepang hadir semua, dikutip Harian Jogja sebelum keberangkatan. Di nomor lead, World Climbing mencatat Lee Do-hyun dan Seo Chae-hyun dari Korea Selatan merangkap boulder dan lead, sementara Sarina Ghaffari dari Iran lolos lewat hasil Kejuaraan Dunia.

Klasemen Medali Panjat Tebing dan Taruhan di Dua Nomor Terakhir

Setelah empat dari enam nomor selesai, China memimpin dengan dua emas (Zhang Yuetong dan Chu Shouhong) dan satu perak (Deng Lijuan). Jepang mengoleksi satu emas, satu perak, dan satu perunggu, Korea Selatan satu perak dan dua perunggu, sedangkan Indonesia punya satu emas dari Desak Made. Iran dan Kazakhstan masing-masing membawa satu medali lewat Alipour (perak) dan Toktarov (perunggu). Hitungan ini disusun 20FIT dari hasil yang sudah terverifikasi di atas.

Dengan speed dan boulder rampung, lead putri dan putra menjadi satu-satunya peluang Indonesia menambah medali dari panjat tebing di Nagoya. Siapa yang lolos ke final dan siapa yang naik podium baru terjawab pada semifinal Jumat dan final Sabtu.

Artikel ini dirangkum dari:

  • ANTARA News: Aditya Tri gagal raih medali setelah false start di final speed putra tautan
  • CNN Indonesia: Hasil Asian Games: False Start, Aditya Gagal Raih Medali Nomor Speed tautan
  • detik.com: Asian Games 2026: Aditya Tri Syahria False Start, Gagal Dapat Medali tautan
  • Republika: Speed Putra Gagal Sumbang Medali, Veddriq Terhenti di Semifinal, Aditya Tri False Start di Final tautan
  • tvOne News: Aditya Tri Syahria Didiskualifikasi, Panjat Tebing Speed Putra Gagal Raih Medali di Asian Games 2026 tautan
  • tvOne News: Gagal Persembahkan Medali untuk Indonesia usai False Start di Final Speed Putra Asian Games 2026, Aditya Tri Buka Suara tautan
  • RCTI+: Hasil Asian Games 2026: Aditya Tri dan Veddriq Leonardo Gagal Sumbang Medali dari Panjat Tebing tautan
  • World Climbing: Today at the Asian Games: Day 3 tautan
  • World Climbing: Aichi-Nagoya all set for climbing tautan
  • The Korea Times: Sport climber Seo Chae-hyun wins bronze for 2nd straight medal tautan
  • The Korea Times: [ASIAN GAMES] Sport climber Lee Do-hyun grabs silver in men’s boulder tautan
  • Koran Jakarta: Usai Bulu Tangkis, Indonesia Buru Emas dari Panjat Tebing tautan
  • ANTARA News Yogyakarta: Raviandi dan Alma lengkapi kuota panjat Indonesia ke Asian Games 2026 tautan
  • Harian Jogja: Sukma Lintang Wakili Indonesia di Asian Games 2026 tautan
  • IDN Times: Jadwal Tanding Cabor Panjat Tebing di Asian Games 2026, Siap Dimulai tautan
  • Medcom: Jadwal Atlet Indonesia di Asian Games Hari Ini, Jumat (2/10): Berburu Medali dari Panahan hingga Padel tautan
  • Tempo: Indonesia’s Aditya Sets New Asian Games Sport Climbing Record tautan
  • FPTI: Desak Made Persembahkan Emas Speed 4 Jalur Asian Games 2026 tautan
  • CNN Indonesia: Hasil Asian Games: Desak Juara Panjat Tebing, Indonesia Raih Emas ke-4 tautan
EXPLORE 20FIT

More ways to move.