Germany Premier Padel P2 2026 di CASTELLO Düsseldorf memasuki babak utama. Empat unggulan teratas putra mendapat bye dan baru turun di 16 besar yang dijadwalkan Kamis (8/10/2026), sementara juara bertahan Chingotto/Galan dan Brea/Triay ber…

Turnamen Germany Premier Padel P2 2026 resmi memasuki babak utama di CASTELLO Düsseldorf, Jerman. Hingga Rabu (7/10/2026), babak pertama (round of 32) tengah dituntaskan pada 6-7 Oktober, sementara empat unggulan teratas putra, yakni Arturo Coello/Agustin Tapia, Alejandro Galan/Federico Chingotto, Juan Lebron/Leo Augsburger, dan Franco Stupaczuk/Jon Sanz, beristirahat lewat bye dan baru akan turun di babak 16 besar yang dijadwalkan Kamis (8/10/2026). Di sektor putri, juara bertahan Delfi Brea/Gemma Triay serta unggulan Ari Sanchez/Andrea Ustero juga menanti di 16 besar. Ajang P2 berhadiah sekitar 264.534 euro ini berlangsung 4-11 Oktober 2026 sebagai bagian dari Qatar Airways Premier Padel Tour.
Setelah babak kualifikasi yang berlangsung 4-6 Oktober, babak utama CUPRA Germany Premier Padel P2 mulai bergulir Selasa (6/10/2026) di CASTELLO Düsseldorf. Menurut penyelenggara, mm sports padel, ini adalah kali kedua turnamen tersebut digelar di kota tepi Sungai Rhine itu. Bagan putra diisi 28 pasangan, pola khas turnamen kategori P2 pada Qatar Airways Premier Padel Tour.
Format bagan membuat babak pembuka dijalani pasangan di luar empat besar unggulan. Coello/Tapia, Galan/Chingotto, Lebron/Augsburger, dan Stupaczuk/Sanz memperoleh bye sehingga langsung masuk babak 16 besar, sedangkan pasangan seperti unggulan kelima Martin Di Nenno/Francisco Navarro harus memulai lebih awal di babak pertama yang digelar pada 6-7 Oktober.
Konsekuensinya, nama-nama besar baru benar-benar diuji mulai Kamis (8/10). Mengacu bagan resmi Federasi Padel Internasional (FIP), hasil babak pertama inilah yang akan menentukan lawan para unggulan di 16 besar. Di sektor putri, babak pembuka dijadwalkan rampung pada 7 Oktober sebelum para unggulan turun sehari setelahnya, sehingga ketika artikel ini disusun turnamen masih berjalan dan hasilnya akan diperbarui babak demi babak.
Daya tarik utama Düsseldorf tahun ini adalah pertemuan antara juara bertahan dan pasangan yang sedang panas. Di nomor putra, gelar edisi 2025 direbut Galan/Chingotto, sedangkan di putri menjadi milik Brea/Triay, menurut catatan FIP dan laporan Red Bull. Keduanya kini kembali berstatus juara bertahan sekaligus unggulan papan atas di bagan masing-masing.
Di seberang mereka berdiri dua pasangan unggulan pertama. Coello/Tapia dan Sanchez/Ustero datang ke Jerman dengan modal gelar beruntun di Paris Major dan Rotterdam, menurut pratinjau resmi FIP. Artinya, bagan Düsseldorf membuka peluang terjadinya ulangan final-final besar musim ini apabila mereka sama-sama sanggup menembus babak akhir.
Catatan tahun lalu menjadi pengingat bahwa status unggulan bukan jaminan. Pada final 2025 di Düsseldorf, Galan/Chingotto menundukkan Coello/Tapia 7-6, 6-2, sementara Brea/Triay menang atas Josemaria/Sanchez 6-4, 4-6, 6-3 dalam laga sekitar 3 jam 20 menit, menurut laporan Red Bull. Rekam jejak itu membuat lapangan kaca Düsseldorf terasa istimewa, sekaligus menegaskan bahwa pasangan nomor satu dunia pernah dijatuhkan persis di panggung yang sama.
Salah satu cerita paling menarik justru datang dari tuan rumah. Melalui turnamen wildcard nasional pada awal Agustus, penyelenggara memberikan tempat di babak utama bagi pasangan putra Matthias Wunner/Johannes Lindmeyer (TC Weiden Köln) dan pasangan putri Katharina Hering/Lena Plümer (PadelCity Dortmund), menurut rilis resmi mm sports padel. Satu wildcard kualifikasi putra jatuh ke Nick Merten/Christian Böhnke.
Bagi para pemain Jerman, ini kesempatan langka menghadapi elite dunia di depan publik sendiri. Katharina Hering menyebut peluang tampil di Düsseldorf sebagai momen spesial baginya dan Lena Plümer, seperti dikutip dari rilis penyelenggara. Sorotan terbesar menanti Wunner/Lindmeyer: menurut pratinjau FIP, mereka berada di jalur yang berpotensi mempertemukan dengan unggulan keempat, Stupaczuk/Sanz, di babak 16 besar apabila lolos lebih dulu dari babak pertama.
Antusiasme tuan rumah juga tecermin dari penjualan tiket. Menurut penyelenggara, kuota tiket untuk akhir pekan final, yakni Sabtu dan Minggu, telah terjual habis, sedangkan tiket hari-hari lain masih tersedia. Turnamen dipimpin direktur Dani Battistel di bawah mm sports padel, pemegang lisensi Qatar Airways Premier Padel Tour di Jerman, yang menargetkan padel tumbuh dari akar rumput hingga level profesional di negeri itu.
Mengacu fase resmi yang dirilis penyelenggara, babak utama berlangsung Selasa hingga Kamis (6-8/10), dengan babak 16 besar dan perempat final pada Kamis sampai Jumat (8-9/10), lalu semifinal dan final pada Sabtu dan Minggu (10-11/10). Dengan kata lain, babak 16 besar, perempat final, semifinal, dan final masih berstatus dijadwalkan ketika babak pertama bergulir, dan hasilnya akan diperbarui seiring turnamen berjalan.
Karena para unggulan teratas masuk lewat bye, ujian pertama mereka baru datang di 16 besar. Laga paling dinanti adalah potensi duel Stupaczuk/Sanz melawan wildcard tuan rumah Wunner/Lindmeyer, sesuai proyeksi bagan dalam pratinjau FIP, bila pasangan Jerman menang di babak pembuka. Jika para unggulan sama-sama melaju, perempat final hingga final berpeluang menghadirkan ulangan partai-partai besar musim ini antara Coello/Tapia, Galan/Chingotto, Brea/Triay, dan Sanchez/Ustero.
Dengan total hadiah sekitar 264.534 euro, setiap kemenangan juga berarti tambahan poin ranking yang berharga di penghujung musim. Partai puncak dijadwalkan pada Minggu (11/10/2026), dan media.20fit.id akan memperbarui hasil tiap babak begitu laga rampung.
Düsseldorf adalah turnamen Eropa kedua dari tiga yang digelar beruntun, setelah Rotterdam dan sebelum Milano, menurut pratinjau FIP. Rentetan padat ini menjadi ciri khas babak akhir musim, saat perburuan poin memasuki fase menentukan dan jarak antarpasangan papan atas kian menipis.
Skala kompetisinya pun besar. Menurut penyelenggara, musim 2026 Qatar Airways Premier Padel Tour mencakup 25 turnamen di 17 negara, termasuk lokasi baru di Inggris dan Afrika Selatan, dengan siaran yang menjangkau lebih dari 244 wilayah di dunia. Status P2 menempatkan Düsseldorf satu tingkat di bawah seri P1 dan Major, tetapi tetap menghadirkan hampir seluruh nama papan atas.
Bagi penonton, format beruntun ini berarti panggung kelas dunia hadir nyaris tiap pekan. Hasil Düsseldorf akan ikut membentuk peta persaingan menuju turnamen-turnamen pamungkas, sekaligus menguji apakah dominasi pasangan nomor satu dunia bisa ditembus di lapangan tempat mereka pernah takluk pada 2025.
Buat penggemar di Tanah Air, turnamen seperti Germany P2 adalah ruang belajar. Menyaksikan bagaimana pasangan elite menyusun poin, memanfaatkan dinding kaca, dan menguasai area net memberi gambaran konkret tentang standar tertinggi padel saat ini, cabang yang baru saja mencetak medali perdana Indonesia di Asian Games. Kehadiran wildcard tuan rumah Jerman juga menunjukkan jalur yang lazim ditempuh negara berkembang, yaitu membuka pintu bagi pemain lokal untuk mencicipi level dunia di kandang sendiri. Dengan padel dijadwalkan debut sebagai cabang resmi di SEA Games 2027, mengikuti jalannya bagan Düsseldorf bukan sekadar hiburan, melainkan juga peta menuju level yang ingin didekati para pemain muda Indonesia pada tahun-tahun mendatang.
Kartu siap posting dibuat otomatis dari artikel ini.
Di HP, tombol Share to Instagram membuka menu share dan Anda tinggal pilih Instagram Stories atau Feed. Di desktop, gambar disimpan dulu lalu diunggah dari Instagram.
20FIT Media
Pick an amount and pay in seconds.
You’ll finish paying right here — this page stays open.
QRIS, bank transfer, e-wallet or card.
Trouble with an e-wallet? Open the payment page in a new tab.
Finished? — thank you for supporting 20FIT.
Opening secure checkout…