Kembali
MARATHON 7 min read 12 October 2026

Hasil Chicago Marathon 2026: Amos Kipruto Juara, Feysa Pertahankan Gelar; Kipchoge Rekor di Melbourne

Hasil lengkap akhir pekan maraton 11 Oktober 2026: Amos Kipruto merebut gelar Chicago pertamanya dan Hawi Feysa mempertahankan mahkota putri dalam lomba pertama dengan tiga perempuan di bawah 2:15, sementara Eliud Kipchoge menang dan memecahkan rekor lintasan di Nike Melbourne Marathon.

Rombongan pelari Chicago Marathon melintasi gedung berpilar di W. Jackson Boulevard (foto ilustrasi edisi 2019, bukan lomba 2026).
Foto ilustrasi: pelari Chicago Marathon 2019 di W. Jackson Boulevard, oleh Kenneth C. Zirkel via Wikimedia Commons (CC BY 4.0). Bersifat ilustratif, bukan dari edisi 2026.

Bank of America Chicago Marathon edisi ke-48, salah satu seri Abbott World Marathon Majors, berakhir dengan kejutan di Grant Park pada Minggu 11 Oktober 2026 waktu setempat. Amos Kipruto dari Kenya merebut gelar putra dengan 2:01:09, menumbangkan juara bertahan Jacob Kiplimo yang hanya finis keempat, sementara Hawi Feysa asal Ethiopia mempertahankan gelar putri lewat 2:13:33 dalam lomba pertama sepanjang sejarah yang menampilkan tiga perempuan menembus 2 jam 15 menit. Pada hari yang sama di belahan bumi lain, legenda Eliud Kipchoge memenangi Nike Melbourne Marathon dengan rekor lintasan baru 2:09:10. Kedua lomba sudah tuntas dan hasilnya diverifikasi dari laporan resmi serta media tepercaya.

Baca Cepat

  • Chicago putra: Amos Kipruto juara dengan 2:01:09, gelar Chicago pertamanya sekaligus rekor pribadi yang menyamai catatan Eliud Kipchoge di posisi kelima tercepat sepanjang masa; Tadese Bikila (2:02:56) dan Milkesa Mengesha (2:03:46) melengkapi podium, sedangkan Kiplimo melorot ke posisi keempat (2:04:18).
  • Chicago putri: Hawi Feysa pertahankan gelar dengan rekor pribadi 2:13:33, diikuti Sharon Lokedi (2:14:07) dan Brigid Kosgei (2:14:55), menjadikannya lomba pertama dalam sejarah dengan tiga perempuan di bawah 2:15.
  • Melbourne: Eliud Kipchoge juara dengan 2:09:10, rekor lintasan baru yang memangkas catatan lama 2:09:12, unggul atas Thomas Do Canto (2:10:35); nomor putri dimenangi Camille French asal Selandia Baru (2:28:25). Ini kemenangan maraton pertama Kipchoge sejak 2023.
  • Rekor lintasan Chicago masih bertahan, yakni Kelvin Kiptum 2:00:35 (2023, putra) dan Ruth Chepngetich 2:09:56 (2024, putri); nomor kursi roda direbut Marcel Hug (1:21:34) dan Catherine Debrunner (1:33:16). Tidak ada pelari elite Indonesia yang terkonfirmasi turun di kedua lomba.

Kejutan Grant Park: Amos Kipruto Rebut Gelar Pertama Chicago

Skenario yang diramalkan banyak pihak berbalik. Jacob Kiplimo masuk sebagai juara bertahan sekaligus pelari tercepat di lapangan, tetapi yang menang di garis finis justru Amos Kipruto. Pelari Kenya itu lepas dari rombongan terdepan selepas kilometer 30 dan finis dalam 2:01:09, catatan tercepat kedua sepanjang sejarah Chicago setelah rekor lintasan Kiptum. Waktu itu memperbaiki rekor pribadinya sekitar 30 detik dan membawanya menyamai posisi kelima tercepat sepanjang masa, persis angka 2:01:09 yang pernah dicatat Kipchoge sebagai rekor dunia di Berlin empat tahun lalu. Menurut laporan World Athletics, rombongan pemimpin melewati titik separuh dalam 1:00:21, delapan detik lebih cepat dari split Sabastian Sawe saat memecahkan rekor dunia di London.

Bagi Kipruto, gelar ini menuntaskan penantian panjang di Grant Park: finis ketiga pada 2024 dan runner-up pada 2025, sehingga kemenangan 2026 melengkapi perjalanannya naik satu anak tangga tiap tahun. Ini juga gelar Abbott World Marathon Majors keduanya setelah London 2022. Lapangan yang disebut penyelenggara salah satu terdalam dalam sejarah lomba pun berbicara: sembilan dari sepuluh besar finis di bawah 2:06. Berikut urutan teratas nomor putra Chicago 2026:

  • Amos Kipruto (Kenya), 2:01:09.
  • Tadese Bikila (Ethiopia), 2:02:56, rekor pribadi.
  • Milkesa Mengesha (Ethiopia), 2:03:46.
  • Jacob Kiplimo (Uganda), 2:04:18, juara bertahan yang memudar di paruh akhir.
  • Boki Diriba (Ethiopia), 2:05:01.

Tuan rumah Amerika Serikat tetap mencuri perhatian. Clayton Young menjadi pelari Amerika terdepan di posisi ketujuh dengan rekor pribadi 2:05:23, diikuti Charles Hicks (2:05:35). Vincent Mauri finis kesepuluh dalam 2:06:45 setelah sempat berhenti karena kram pada sekitar mil ke-21 saat mengejar rekor nasional Amerika.

Hawi Feysa Pertahankan Gelar, Tiga Perempuan Tembus Sub-2:15

Nomor putri baru terputus di kilometer terakhir. Hawi Feysa dan Sharon Lokedi berlari berdampingan hingga sekitar kilometer 40 sebelum sang juara bertahan menyerang. Feysa menutup mil pamungkas dalam 5 menit dan menang dengan selisih 34 detik, membukukan 2:13:33 yang memangkas 84 detik dari rekor pribadinya saat juara pada 2025. Catatan itu menempatkannya di posisi keempat tercepat sepanjang masa, sekaligus gelar major ketiganya setelah Frankfurt 2024 dan Chicago 2025.

Yang membuat edisi ini bersejarah adalah kedalaman papan atasnya. Lokedi finis kedua dengan rekor pribadi besar 2:14:07, melompat ke posisi kedelapan tercepat sepanjang masa, sedangkan Brigid Kosgei melengkapi podium dengan 2:14:55. Ketiganya finis di bawah 2:15, sesuatu yang belum pernah terjadi dalam satu lomba maraton mana pun sepanjang sejarah. Di barisan Amerika, Emma Grace Hurley finis ketujuh dengan 2:20:47, waktu debut maraton tercepat dalam sejarah pelari putri Amerika Serikat. Baik waktu juara putra maupun putri menjadi yang tercepat kedua dalam sejarah Chicago.

Perlengkapan Lari Pendukung Latihan Jarak Jauh
Nike Winflo 12 Women’s Road Running Shoes
Sepatu lari jalan raya berbantalan empuk untuk menambah volume latihan menuju jarak maraton.
Lihat →
Leafhopper Hydropack Enlivens 8 Foldable Trail
Tas hidrasi lipat ringan untuk membawa air dan gel saat sesi long run.
Lihat →
Nu Fit – Topi Olahraga Pria – Topi Outdoor Sport UV UPF 50++ Protection Sports Visor Hat
Topi lari pelindung UV untuk sesi latihan di cuaca terik.
Lihat →

Rekor Lintasan Masih Bertahan, tetapi Catatan Kedua Tercepat

Meski waktu juara tahun ini sangat kencang, rekor lintasan Chicago belum goyah. Di nomor putra, rekor masih milik mendiang Kelvin Kiptum dengan 2:00:35 dari 2023, kala itu sekaligus rekor dunia, sedangkan di nomor putri rekornya tetap 2:09:56 atas nama Ruth Chepngetich dari 2024. Waktu Kipruto 2:01:09 dan Feysa 2:13:33 memang mengancam, tetapi keduanya berhenti sebagai catatan tercepat kedua dalam sejarah lomba. Cuaca yang dilaporkan sedikit lebih hangat dari ideal turut membatasi serangan ke papan rekor.

Di divisi kursi roda, dua nama Swiss kembali mendominasi, yakni Marcel Hug yang tercepat di nomor putra dengan 1:21:34 dan Catherine Debrunner yang menang di nomor putri dalam 1:33:16. Lomba berlabel World Athletics Platinum Label ini kembali menjadi salah satu festival lari jalan raya terbesar di dunia dengan sekitar 55.000 peserta, dan lintasan datarnya menegaskan Grant Park tetap salah satu arena maraton tercepat sejagat.

Melbourne: Kipchoge Juara dengan Rekor Lintasan Baru

Di Australia, cerita yang ditunggu akhirnya tiba. Eliud Kipchoge, yang sepanjang tur pribadinya tampil santai soal waktu, justru memenangi Nike Melbourne Marathon sekaligus memecahkan rekor lintasan. Pelari Kenya berusia 41 tahun itu finis dalam 2:09:10, dua detik lebih cepat dari rekor lama 2:09:12 milik Timothy Kiplagat Ronoh yang bertahan sejak 2022. Menurut laporan lomba, ia melewati titik separuh dalam 1:04:19 bersama kelompok kecil, lalu menyerang menjelang kilometer 27 dan berlari sendirian sepanjang 15 kilometer terakhir. Ini menjadi kemenangan maraton pertamanya sejak Berlin 2023 sekaligus gelar ke-17 dalam kariernya, diraih pada perhentian ketiga tur tujuh benuanya, Eliud’s Running World, yang mewakili Oseania.

Kipchoge menyebut harinya istimewa. “Today was such a special day,” ujarnya seperti dikutip laporan penyelenggara, merujuk pada kombinasi kemenangan dan rekor baru. Di belakangnya, dua pelari tuan rumah mengisi podium, yakni Thomas Do Canto (2:10:35) dan Reece Edwards (2:14:33). Nomor putri dimenangi Camille French asal Selandia Baru dengan 2:28:25, diikuti pelari Australia Sinead Diver (2:28:49) dan Nichola Sheridan dari Irlandia (2:29:13). Menariknya, Diver adalah pemegang rekor lintasan putri 2:25:19 sejak 2018, dan rekor itu masih bertahan. Lintasan 2026 yang sengaja dirombak lebih datar, dengan total elevasi dipangkas hingga sekitar 20 persen, terbukti menjadi kunci lahirnya rekor baru di nomor putra.

Posisi Indonesia: Rekor Nasional dan Demam Lari Massal

Tidak ada pelari elite Indonesia yang terkonfirmasi turun di lapangan utama Chicago maupun Melbourne 2026, wajar bila melihat selisih waktu dengan papan atas dunia. Tolok ukur terbaik nomor putra adalah Robi Syianturi, pemegang rekor nasional maraton dengan 2:12:20 yang ia buat di Copenhagen pada Mei 2026, menajamkan catatan 2:13:18 dari Sevilla awal tahun ini. Di nomor putri, rekor nasional dipegang Odekta Elvina Naibaho dengan 2:31:34, yang ia bukukan di Gold Coast Marathon pada 6 Juli 2025, menumbangkan rekor lama Triyaningsih 2:31:39.

Jika dibandingkan waktu juara Chicago tahun ini, jaraknya nyata. Rekor nasional putra 2:12:20 masih sekitar sebelas menit di belakang 2:01:09 milik Kipruto, sementara rekor putri terpaut belasan menit dari 2:13:33 milik Feysa. Pekerjaan rumah maraton elite nasional belum selesai, tetapi Odekta menyatakan ingin mempertajam catatannya menuju Asian Games 2026.

Di level massal, denyut lari Indonesia justru kencang. Jakarta International Marathon 2026 memecahkan rekor partisipasi dengan sekitar 45.000 pelari, sementara BFI Run 2026 menembus 10.000 peserta dan menyediakan tiket menuju Sydney serta Yokohama Marathon. Pelajaran dari akhir pekan ini sederhana bagi pelari rekreasional: lintasan cepat memang membantu, tetapi target waktu tetap perlu realistis, dengan pace konsisten serta hidrasi dan pemulihan yang terjaga.

Akhir Pekan yang Menggeser Papan Rekor Maraton

Minggu 11 Oktober 2026 menjadi salah satu akhir pekan maraton paling padat cerita dalam beberapa tahun terakhir. Di Chicago, Amos Kipruto naik ke puncak setelah dua kali gagal dan Hawi Feysa menegaskan diri lewat rekor kedalaman yang belum pernah ada, sementara juara bertahan Kiplimo melorot di lapangan yang tak memberi ampun. Di Melbourne, Kipchoge membuktikan naluri juaranya belum padam. Rekor lintasan Chicago masih utuh, tetapi tiga perempuan di bawah 2:15 dan rekor baru Melbourne menegaskan batas kecepatan maraton terus bergeser, sekaligus menjadi pemantik bagi pelari Indonesia untuk memperbaiki catatan sendiri.

Artikel ini dirangkum dari:

  • World Athletics: “Feysa and Kipruto triumph in swift Chicago races” worldathletics.org
  • LetsRun: “2026 Chicago Marathon Results: Amos Kipruto (2:01:09) and Hawi Feysa (2:13:33) Win” letsrun.com
  • Marathon Handbook: “Chicago Marathon 2026 Results And Top 10 Finishers” marathonhandbook.com
  • NBC Chicago: “After finishing 2nd and 3rd, Amos Kipruto wins 2026 Chicago Marathon” nbcchicago.com
  • LetsRun: “Hawi Feysa Drops 5:00 Final Mile to Take Down Sharon Lokedi in 2:13:33 Chicago Thriller” letsrun.com
  • Wikipedia: “2026 Chicago Marathon” en.wikipedia.org
  • Watch Athletics: “Eliud Kipchoge Wins Melbourne Marathon in Course Record of 2:09:10” watchathletics.com
  • Marathon Handbook: “Eliud Kipchoge Wins the Melbourne Marathon With a Course Record” marathonhandbook.com
  • World Athletics: “Nike Melbourne Marathon Festival – Marathon” (hasil resmi) worldathletics.org
  • RRI: “Robi Syianturi Breaks National and SEA Records at Sevilla Marathon” rri.co.id
  • VOI: “Odekta Elvina Naibaho breaks Indonesian women’s marathon national record” voi.id
  • Katadata: “BFI Run 2026 Tembus 10 Ribu Pelari, Ada Tiket ke Sydney dan Yokohama Marathon” katadata.co.id
EXPLORE 20FIT

More ways to move.