Janice Tjen terhenti di perempat final Monterrey Open 2026 usai kalah 4-6, 3-6 dari Yuliia Starodubtseva. Ini analisis apa yang perlu diperbaiki jelang US Open 2026.

Mimpi lolos ke semifinal Monterrey Open 2026 harus disimpan dulu. Janice Tjen, unggulan ketujuh di turnamen WTA 500 paling bergengsi di Amerika Latin ini, terhenti di babak perempat final usai takluk dari Yuliia Starodubtseva (Ukraina) dengan skor 4-6, 3-6, Rabu (27/8). Ini bukan akhir cerita — tapi ini momen penting yang perlu dicerna sebelum tantangan berikutnya datang.
Laga berlangsung di Club Sonoma, Monterrey, Meksiko, di atas lapangan hard court outdoor — permukaan yang selama ini jadi salah satu andalan Janice. Set pertama berjalan kompetitif, tapi Starodubtseva menunjukkan kontrol baseline yang lebih stabil di game-game krusial. Janice kehilangan set pertama 4-6 setelah sempat bersaing ketat.
Set kedua lebih berat lagi. Tekanan pelari-pelari Ukraina itu makin konsisten, dan Janice tidak menemukan ritme yang cukup untuk membalik keadaan. Hasil akhir 3-6 menutup pertandingan — Starodubtseva lanjut ke semifinal, Janice pulang lebih awal dari yang diharapkan.
“Menjadi unggulan di sebuah WTA 500 itu sendiri sudah pencapaian besar. Sekarang tugasnya adalah menganalisis laga ini dan memastikan pelajarannya terbawa ke turnamen berikutnya.”
Waktu antara kekalahan di Monterrey dan babak pertama US Open sangat singkat — US Open 2026 mulai 30 Agustus, hanya beberapa hari lagi. Artinya tidak ada ruang besar untuk overhauling strategi. Yang bisa dilakukan adalah penyesuaian taktis dan pemulihan fisik-mental yang cermat.
Beberapa area yang kemungkinan jadi sorotan tim pelatih Janice pasca-Monterrey:
Janice tidak punya banyak waktu untuk merenung. Babak pertama US Open 2026 di Flushing Meadows, New York, mulai 30 Agustus — hanya tiga hari dari sekarang. Ini Grand Slam pertamanya sebagai pemain yang lolos langsung ke babak utama tanpa harus melewati kualifikasi, bermodal ranking 37 dunia.
Konteks itu penting: US Open 2025 lalu, Janice harus melewati tiga laga kualifikasi dulu sebelum bisa masuk main draw. Kali ini ia langsung ada di sana sejak awal — sebuah lompatan nyata yang menunjukkan bahwa perjalanannya di 2026 secara keseluruhan sudah positif, meski hasil di Monterrey tidak sesuai target.
Di US Open, hard court Flushing Meadows lebih cepat dan lebih keras dibanding hard court outdoor di Monterrey. Gaya bermain Janice yang suka membangun poin dari baseline dengan pacing yang stabil bisa berfungsi baik di sini — tapi transisi dari kekalahan di turnamen sebelumnya ke Grand Slam dalam tempo sangat singkat juga butuh manajemen emosi yang matang.
| Babak | Hasil |
|---|---|
| Sebelum QF | Lolos ke perempat final (menang laga sebelumnya) |
| Perempat Final | Kalah vs Yuliia Starodubtseva (UKR) 4-6, 3-6 |
Kekalahan di QF Monterrey bukan prestasi yang buruk — capai delapan besar di WTA 500 sebagai unggulan ketujuh itu konsisten dengan level permainan Janice saat ini. Yang jadi pertanyaan bukan apakah ia pantas ada di sana, tapi bagaimana caranya menembus batas berikutnya: konsisten maju ke semifinal di level ini.
Jawabannya tidak akan datang di meja analisis. Jawabannya datang di lapangan — dan lapangan berikutnya sudah menunggu, tiga hari lagi di New York.
Kartu siap posting dibuat otomatis dari artikel ini.
Di HP, tombol Share to Instagram membuka menu share dan Anda tinggal pilih Instagram Stories atau Feed. Di desktop, gambar disimpan dulu lalu diunggah dari Instagram.
20FIT Media
Any amount helps. You choose.
You’ll finish paying right here — this page stays open.
QRIS, bank transfer, e-wallet or card.
Trouble with an e-wallet? Open the payment page in a new tab.
Finished? — thank you for supporting 20FIT.
Opening secure checkout…