Kovac Ubah Taktik di Baku, Dortmund Menang Usai Pekan 11.322 Km
Home / Insight

Kovac Ubah Taktik di Baku, Dortmund Menang Usai Pekan 11.322 Km

Setelah kalah di Bodø dan 0-0 di Berlin, Niko Kovac mengubah Dortmund menjadi dua striker di Baku. Hasilnya kemenangan 2-1 dan 22 tembakan.

On this page

    Gregor Kobel menyebut pekan itu “sangat melelahkan, tetapi bagian dari pekerjaan”. Borussia Dortmund menutupnya dengan kemenangan 2-1 di Baku, setelah terbang 11.322 kilometer dalam tujuh hari: ke Bodø di utara Norwegia, ke Berlin, lalu ke Azerbaijan. Satu per satu, tiga laga tandang itu mengubah wajah tim Niko Kovac.

    Pekan itu dimulai dengan kekalahan, berlanjut dengan hasil imbang yang dikritik habis di Jerman, dan berakhir dengan sistem baru: dua striker dalam formasi 3-2-3-2. Di tengah rekor perjalanan itu, Dortmund tetap memimpin Bundesliga, klub yang belum juara liga sejak 2011-12, menurut beIN SPORTS.

    Ringkasnya: Dortmund kalah 0-1 di Bodø/Glimt, bermain 0-0 di Union Berlin, lalu menang 2-1 di Sabah FK setelah Kovac beralih ke dua striker. Pendekatan baru itu menghasilkan 22 tembakan dan dua gol Serhou Guirassy, tetapi Dortmund masih harus membuktikan diri di laga besar melawan Bayern pada 31 Oktober.

    Mengapa musim Dortmund tiba-tiba terasa goyah?

    Sampai awal Oktober, semuanya mulus. Setelah kalah 1-2 dari Bayern di Supercup, tim Kovac menang empat laga liga beruntun dan menduduki puncak klasemen. Menurut ran, pelatih itu bahkan dihadiahi perpanjangan kontrak hingga musim panas 2029. Namun pada 9 Oktober, Dortmund menguasai bola 75 persen dalam 30 menit pertama melawan Bremen tanpa satu pun tembakan, lalu unggul 2-0 lewat Daniel Svensson (80′) dan Nico Schlotterbeck (85′).

    Bremen membalas lewat Ludovit Reis (88′) dan Niclas Füllkrug (90’+2), menurut situs resmi BVB. Tiga hari kemudian, menurut ran, Dortmund kalah 0-1 di Bodø/Glimt dalam penampilan yang disebut “tidak bisa diterima”. Dua hasil itu membuka kritik yang kini sudah lazim: Dortmund bermain terlalu hati-hati.

    Jobe Bellingham membawa bola dikejar pemain Union Berlin di Stadion An der Alten Försterei
    Jobe Bellingham beradu cepat dengan pemain Union Berlin pada laga 0-0 di Berlin. Foto: Borussia Dortmund

    Apa yang salah di Union Berlin?

    Kovac merespons kekalahan di Norwegia dengan lima perubahan susunan pemain dan menuntut timnya bermain “di batas kemampuan”, menurut ran. Hasilnya 0-0 di hujan gerimis Berlin. Data ZDF menunjukkan Dortmund menguasai bola 60 persen dan menang duel 57 persen, namun hanya melepas 10 tembakan, dibanding 12 milik Union. Peluang pertama baru datang di menit ke-56, tembakan Maximilian Beier yang melebar tipis.

    Komentar ran menyebut itu laga ketiga beruntun tanpa kemenangan dan memuat kritik atas “gaya main yang membosankan dan penuh kehati-hatian”. Dortmund tetap di puncak, dengan 14 poin dan unggul satu poin atas Freiburg saat itu, namun Bayern (11 poin) masih punya laga melawan Leipzig pada malam yang sama. Kami mengulas bagaimana Bayern sendiri belakangan bertumpu pada Luis Díaz di ulasan Bayern vs Arsenal.

    • Bodø/Glimt 1-0 Dortmund: Liga Champions, 14 Oktober 2026
    • Union Berlin 0-0 Dortmund: Bundesliga matchday 6, 17 Oktober (10 vs 12 tembakan, per ZDF)
    • Sabah 1-2 Dortmund: Liga Champions matchday 3, 20 Oktober; tembakan 22-12 (BVB)
    • Perjalanan: 11.322 km dalam seminggu

    Bagaimana formasi dua striker mengubah laga di Baku?

    Di Baku, Kovac mengganti sistem. Menurut laporan BVB, ia beralih ke 3-2-3-2 dengan dua penyerang, Guirassy dan Fábio Silva, plus Carney Chukwuemeka di belakang mereka, sementara Felix Nmecha sering naik dari poros ganda. Dortmund menguasai bola 69 persen di awal, dan xG mereka mencapai 2,15 setelah setengah jam, dengan keunggulan tembakan 9-3.

    Gol pertama lahir dari peralihan sisi: Schlotterbeck mengirim umpan silang jauh ke Julian Ryerson, bola lewat Chukwuemeka dan Nmecha, lalu Guirassy menyambar bola muntah di menit ke-10. Sabah menyamakan lewat sundulan Aden McCarthy dari tendangan bebas (39′). Pada menit ke-52, Guirassy menyelesaikan umpan silang Joey Veerman dengan tendangan voli kaki kiri. Akhirnya 22 tembakan berbanding 12 untuk Dortmund, meski BVB mengakui tuan rumah sempat menekan di akhir laga.

    Pemain Dortmund dan Werder Bremen berebut bola saat laga Bundesliga di Signal Iduna Park
    Dortmund menghadapi blok rendah Bremen di Signal Iduna Park pada 9 Oktober. Foto: Goal

    Guirassy kini mencatat 21 gol Liga Champions sejak awal 2024-25, hanya di bawah Harry Kane (28) dan Kylian Mbappé (24), menurut BVB. “Kalau mau menang, Anda harus mencetak gol,” katanya. Kovac berkata timnya “bermain sepak bola yang sangat bagus” dan seharusnya mencetak lebih banyak gol; Kobel menimpali bahwa kemenangan itu “sedikit lebih sulit dari seharusnya”.

    Apa tantangan Dortmund berikutnya?

    Dortmund libur Kamis, lalu bermain di kandang melawan Eintracht Frankfurt pada Sabtu (24/10) dan Werder Bremen di DFB-Pokal pada 27 Oktober, menurut BVB. Menurut beIN SPORTS, mereka juga menghadapi Bayern Munich pada 31 Oktober. Untuk gambaran struktur klub-klub Bundesliga yang jadi latar persaingan ini, baca ulasan aturan 50+1.

    Pertanyaannya bukan lagi apakah Kovac punya sistem cadangan, tetapi apakah ia akan mengandalkannya. Di Baku, Dortmund menang dengan dua striker; di Berlin, mereka bermain 0-0 dengan satu striker. Pekan depan, Bayern tidak akan memberi banyak ruang untuk bereksperimen.

    Pertanyaan Umum

    Berapa jauh Dortmund bepergian dalam satu pekan?

    Menurut situs resmi BVB, tim menempuh 11.322 kilometer lewat udara dalam sepekan, dari Bodø ke Berlin lalu ke Baku, perjalanan terjauh dalam sejarah klub.

    Bagaimana hasil Dortmund dalam tiga laga tandang itu?

    Kalah 0-1 dari Bodø/Glimt di Liga Champions (14/10), imbang 0-0 di Union Berlin di Bundesliga (17/10), dan menang 2-1 atas Sabah FK di Baku (20/10) lewat dua gol Serhou Guirassy.

    Apa laga Dortmund berikutnya?

    Eintracht Frankfurt di Bundesliga pada Sabtu 24 Oktober pukul 18.30 waktu setempat, Werder Bremen di DFB-Pokal pada 27 Oktober, lalu duel dengan Bayern Munich pada 31 Oktober, menurut BVB dan beIN SPORTS.

    Sumber

    1. BVB Bags Win in Baku Behind Guirassy Brace — Borussia Dortmund (bvb.de), 20 Oktober 2026
    2. BVB Fails to Break Down Union, Earns Point in Berlin — Borussia Dortmund (bvb.de), 17 Oktober 2026
    3. BVB Concedes Stoppage-Time Equalizer Against Bremen — Borussia Dortmund (bvb.de), 9 Oktober 2026
    4. What the BVB first team thinks about the record-breaking travel week — Borussia Dortmund (bvb.de), 21 Oktober 2026
    5. Bundesliga – Kovac muss liefern: So verspielt der BVB schon im Herbst die Saison – ein Kommentar — ran, 17 Oktober 2026
    6. Bundesliga: Union Berlin erkämpft sich gegen schwachen BVB einen Punkt vor heimischem Publikum — ran, 17 Oktober 2026
    7. Bundesliga-Liveticker: 1. FC Union Berlin gegen Borussia Dortmund — ZDFheute, 17 Oktober 2026
    8. Kovac and Dortmund relishing the pressure of being Bundesliga leaders — beIN SPORTS, 8 Oktober 2026

    Was this story useful?

    Keep reading

    Explore the Ecosystem

    Satu akun untuk klinik, kelas, membership, dokter, coach, dan tiket event.

    All ›

    Book Your Session by Location

    Pilih kebutuhanmu, kami tunjukkan lokasinya.

    All ›
    Share on XWhatsApp