Lamine Yamal mencetak gol pembuka dan menyumbang satu assist saat Barcelona menang 5-2 di markas Real Betis, Sabtu (17/10). Facundo Bernal diusir setelah bentrok dengannya.

Lamine Yamal menerima bola tepat di wilayah Betis, lalu melesat. Dengan kaki kiri ia menggulirkan bola ke satu sisi, dengan tumit kanan ia mencungkilnya ke sisi lain, dan dari tepi kotak penalti ia mengirim tembakan ke pojok atas gawang. Setelah itu ia berlari ke bendera sudut dan memandang sekeliling, seolah bertanya: cukup, kah? Begitu penulis The Guardian menggambarkan gol pembuka Barcelona di Estadio de La Cartuja, Sabtu (17/10/2026).
Gol itu mengawali kemenangan 5-2 atas Real Betis dalam laga yang disebut ujian pertama sebenarnya bagi Barcelona: pemuncak klasemen bertemu peringkat ketiga. Yamal, 19 tahun, baru tiga hari sebelumnya melakukan aksi “hampir rabona” di Istanbul. Kini pertanyaannya bagi lawan dan komentator sama saja: bagaimana menjelaskan, apalagi menghentikan, pemain yang gol-golnya makin sulit diuraikan dengan kata-kata?
Ringkasnya: Barcelona menang 5-2 di kandang Real Betis pada pekan kesembilan La Liga. Yamal mencetak gol pembuka dan menyumbang satu assist, sebelum Facundo Bernal diusir pada menit ke-54 setelah bentrok dengannya. Pelatih Betis, Manuel Pellegrini, memprotes keputusan wasit; pelatih Barcelona, Hansi Flick, memuji penampilan Yamal.
Betis datang dengan catatan 15 laga kandang tanpa kalah, dan menurut The Guardian, terakhir kali ada tim yang mengalahkan mereka di sana adalah Barcelona juga. Yamal membuka skor sekitar menit ke-10. Valentín Gómez menyamakan lewat sundulan dari umpan Pablo Fornals pada menit ke-27, menurut Sofascore, dan Rodri membalikkan keadaan lewat sundulan dari sepak pojok Fermín López pada menit ke-41.
Sesudah jeda, Gabriel Jesus menaikkan skor menjadi 3-1 pada menit ke-51. Tak lama kemudian Ezzalzouli memangkasnya menjadi 3-2. Eric García (menit ke-62) dan Dani Olmo menutup laga. Dalam laga sepadat itu, The Guardian mencatat jarak antara penyelamatan Álvaro Valles di satu ujung lapangan dan penyelamatan Joan García di ujung lain hanya 30 detik. Tembakan voli jarak 25 yard Gio Lo Celso sempat membuat Betis mengira skor menjadi 2-2, tetapi dianulir karena handball 14 detik sebelumnya.
Statistik Sofascore menegaskan dominasi tim tamu: penguasaan bola 69 persen, 750 operan berbanding 324, dan 18 tembakan berbanding 6. Skor expected goals 3,02 berbanding 0,98. Barcelona juga menang di duel udara (58 persen) dan akurasi umpan panjang (74 persen berbanding 49 persen).

Ketegangan memuncak setelah gol kedua Betis. Menurut Goal.com, Yamal menghampiri pemain lawan karena menuntut pelanggaran atas Fermín López dalam proses gol tersebut. Facundo Bernal membalas dengan kepala ke wajah Yamal. Wasit mengeluarkan kartu merah langsung pada menit ke-54, sementara Yamal dikartu kuning.
Marca menggambarkannya lebih netral: Bernal “menyandarkan kepalanya” ke kepala Yamal. The Guardian menyebut Yamal lebih dulu mendorong Bernal, yang membalas dengan sundulan. Perbedaan deskripsi itu mencerminkan perdebatan sesudahnya. Pellegrini, kata Free Press Journal, mempertanyakan keputusan wasit. Ia juga berpendapat gol Lo Celso seharusnya sah dan gol Jesus tidak, menurut The Guardian. Ia mengaku merasa “tak berdaya”. Fran García menyebut perasaannya “frustrasi, marah, dan lelah”.

Flick menangkup kepala Yamal dan mendekat agar tak terbaca pembaca gerak bibir saat penyerang itu ditarik keluar menjelang menit ke-90. “Saya bilang saya bangga padanya karena ia bermain fantastis,” katanya, seperti dikutip The Guardian. Rodri menyebut laga itu “salah satu yang paling sulit di La Liga”.
Komentator Jorge Valdano bahkan mengeluh kehabisan kata: “Kalau ia terus melakukan hal-hal aneh, kita tak akan bisa menjelaskannya.” Yamal sendiri, menurut penuturan di The Guardian, menggambarkan sensasi saat stadion berdiri satu per satu seperti ombak; bek lawan baginya “robot”, dan sebaik apa pun robot diprogram, manusia tetap lebih baik. Gol ini pun bisa saja bukan yang terbaik akhir pekan itu: Arda Güler dan Kylian Mbappé juga mencetak gol memukau dalam kemenangan Real Madrid atas Sevilla.
Barcelona memenangi sembilan dari sembilan laga, dan Yamal belum memperlihatkan tanda-tanda mengurangi kebiasaannya. Untuk latar sebelumnya, baca Kenapa Barcelona Menang Besar Terus dan Hasil Liga Champions Matchday 2. Pertanyaan berikutnya milik para pelatih lawan: apakah ada yang punya jawaban sebelum Yamal kembali menoleh ke bendera sudut dan bertanya apakah itu sudah cukup?
Barcelona menang 5-2 di Estadio de La Cartuja, Sevilla, Sabtu (17/10/2026) pada pekan kesembilan La Liga. Gol Barcelona dicetak Lamine Yamal, Rodri, Gabriel Jesus, Eric García, dan Dani Olmo.
Wasit memberinya kartu merah langsung pada menit ke-54 setelah bentrokan dengan Yamal. Marca menyebut Bernal menempelkan kepalanya ke kepala Yamal; Yamal mendapat kartu kuning.
Barcelona memimpin La Liga dengan awal sempurna, menurut Marca, sedangkan Betis dilaporkan The Guardian berada di peringkat ketiga sebelum laga.
Kartu siap posting dibuat otomatis dari artikel ini.
Di HP, tombol Share to Instagram membuka menu share dan Anda tinggal pilih Instagram Stories atau Feed. Di desktop, gambar disimpan dulu lalu diunggah dari Instagram.
20FIT Media
Pick an amount and pay in seconds.
You’ll finish paying right here — this page stays open.
QRIS, bank transfer, e-wallet or card.
Trouble with an e-wallet? Open the payment page in a new tab.
Finished? — thank you for supporting 20FIT.
Opening secure checkout…