Lazio asuhan Gennaro Gattuso memimpin Serie A bersama Inter dengan 19 poin, tetapi Stadion Olimpico sepi oleh boikot suporter terhadap Claudio Lotito.

Pada 8 Oktober, dalam acara Premio Colalucci di Roma, Gennaro Gattuso mengaku sangat merindukan orang-orang di stadion, para suporter yang mendorong tim dari tribun. Sepuluh hari kemudian, tim yang ia latih menang 3-0 di Turin atas Juventus. Lazio, klub yang tribunnya hampir kosong karena boikot, kini memimpin Serie A.
Awalnya jauh dari meyakinkan. Gattuso menggantikan Maurizio Sarri, lalu langsung kalah 0-2 di kandang dari Mantova di Coppa Italia pada 16 Agustus. Kini Lazio mencatat enam kemenangan dalam tujuh laga liga pertama, sesuatu yang belum pernah terjadi di klub itu, menurut SportFair. Ini kisah tentang pelatih yang disambut skeptis, skuad yang kehilangan pemain penting, dan stadion yang ditinggalkan penontonnya.
Ringkasnya: Lazio asuhan Gattuso belum terkalahkan di Serie A 2026/27, dengan 19 poin dari tujuh laga, sejajar dengan Inter di puncak. Kuncinya pressing agresif, sisi kiri yang produktif, dan pemain-pemain lama yang dihidupkan kembali, di tengah boikot suporter terhadap presiden Claudio Lotito.
Rivista Undici menggambarkan kemenangan di Turin sebagai pertunjukan yang “tak memberi ruang untuk bantahan”. Menurut analisis majalah itu, Gattuso menempatkan lima pemain di lini serang sejak fase membangun serangan, menekan balik begitu bola hilang, dan menguasai transisi menyerang maupun bertahan. Sisi kiri lewat Nuno Tavares dan Isaksen disebut sebagai jalur utama: delapan gol liga datang dari sisi itu.
Pertahanan sama pentingnya. Lazio hanya kebobolan empat gol dalam enam laga pertama, lebih sedikit daripada kebanyakan pesaing gelar, menurut LaLazio.com. Kiper Mandas dicatat Undici menyelamatkan tim lewat penyelamatan penting melawan Monza dan Venezia; SportFair menyebut ia menepis penalti dalam kemenangan 2-0 di Venezia.

SH Mag mencatat skuad ini dibangun dengan sisa-sisa. Gila, Romagnoli, dan Provedel pergi, Pedro pensiun, dan Marusic, Dele-Bashiru, serta Rovella cedera di awal musim. Yang kini menjadi pilar justru Mandas, Floriani, Provstgaard, Tavares, Belahyane, Cancellieri, dan Noslin, nama-nama yang oleh media itu disebut dihidupkan kembali oleh Gattuso. SH Mag juga mengutip Gattuso: uang terbatas dan harus dibelanjakan dengan baik.
Kepada DAZN setelah laga di Turin, ia membagi pujian: kemenangan itu jasa para pemain; ia dan staf mengusulkan, lalu sepanjang pekan bekerja keras. Undici menyimpulkan inti pendekatannya sebagai manajemen manusia: berbicara, mendengarkan, dan menempatkan pemain pada posisi untuk tampil maksimal. Nasib Juventus asuhan Spalletti, yang kini terpuruk, kami bahas di sini.
Penyebabnya Claudio Lotito, presiden sejak 2004. Menurut SportFair, suporter memboikot laga kandang dengan spanduk “Lotito vattene” dan “Libera la Lazio”, sementara sebagian menolak memperpanjang tiket musiman. Kritik mereka sederhana: klub dianggap tak punya ambisi dan proyek olahraga. Gubernur Lazio, Francesco Rocca, mendesak Lotito berdamai dengan suporter atau mundur.

Rekor itu tercipta di depan tribun yang separuh kosong, menurut SH Mag. SportFair menyebut ada pula penyelidikan sejak September 2026 atas dugaan tekanan agar Lotito menjual klub. Di lapangan, Gattuso, menurut SportFair dan Undici, menjaga tim dari kebisingan di luar dan menuntut keberanian bermain.
Gattuso sendiri tak bernada pesta. “Kami tahu harus memakai helm,” ujarnya, menurut SH Mag. Reputasinya juga memberi alasan untuk berhati-hati: media itu mencatat Italia gagal lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya berturut-turut saat ia menjadi pelatih tim nasional. Lazio pun belum sempurna; Undici mengakui beberapa laga sebelumnya bisa berakhir lain.
Di klasemen, Roma berada di belakang dengan 17 poin dan Milan 15, sementara Como asuhan Cesc Fàbregas di posisi kelima, menurut Wikipedia. Jalan ke depan panjang. SH Mag mengajukan pertanyaan yang menggantung: apakah ini awal sebuah dongeng, atau api jerami. Jawabannya mungkin ada pada hal yang paling Gattuso rindukan, yaitu stadion yang penuh.
Lazio mengumpulkan 19 poin dari enam kemenangan dan satu imbang, setara dengan Inter di puncak, dengan 14 gol dan 4 kebobolan menurut tabel Wikipedia.
Suporter memboikot laga kandang sebagai protes terhadap presiden klub Claudio Lotito, menurut SportFair dan SH Mag. Sebagian pendukung juga tidak memperpanjang tiket musiman.
Gennaro Gattuso, yang menggantikan Maurizio Sarri. Awalnya ia disambut skeptis setelah Lazio tersingkir dari Coppa Italia oleh Mantova pada 16 Agustus.
Kartu siap posting dibuat otomatis dari artikel ini.
Di HP, tombol Share to Instagram membuka menu share dan Anda tinggal pilih Instagram Stories atau Feed. Di desktop, gambar disimpan dulu lalu diunggah dari Instagram.
20FIT Media
Any amount helps. You choose.
You’ll finish paying right here — this page stays open.
QRIS, bank transfer, e-wallet or card.
Trouble with an e-wallet? Open the payment page in a new tab.
Finished? — thank you for supporting 20FIT.
Opening secure checkout…