Kembali
BUSINESS 3 min read 9 April 2026

Marathon Berkelanjutan: Belajar dari Boston Marathon

Peserta Bank of America Boston Marathon 2025

Marathon Berkelanjutan: Belajar dari Boston Marathon
Peserta Bank of America Boston Marathon 2025

Sebagai marathon tertua di dunia, Marathon Boston akan perhelatan ke-130 kalinya pada tanggal 20 April 2026 mendatang. Sejumlah milestone penting berhasil dicatat oleh lomba lari ini, seperti pertama kali membuka pintu bagi pelari perempuan pada tahun 1972, serta menghadirkan nomor kursi roda pada tahun 1975. Pada pelaksanaan tanggal 20 April mendatang, sebanyak 30.000 peserta dari 130 negara telah memastikan partisipasinya.

Sejak tahun 2023, Boston Athletic Association (BAA) selaku penyelenggara Boston Marathon menghadirkan tujuan keberlanjutan dalam perhelatan tersebut. Tidak hanya sukses penyelenggaraan dari sisi jumlah peserta maupun uang yang dihasilkan dari sponsor maupun pendaftaran peserta, Boston Marathon ingin menunjukkan bahwa sebuah acara marathon pun bisa memimpin dalam inklusivitas, aksesibilitas, serta akuntabilitas terhadap lingkungan.

Target yang ingin dicapai pada tahun 2030 adalah menekan emisi gas ruang kaca Scope 1 dan  2 sebesar 42% dari produksi emisi 3.505 ton karbondioksida ekuivalen yang ditetapkan pada tahun 2023. Tiga tahapan dalam mencapai target tersebut adalah investasi pada energi terbarukan, memaksimalkan efisiensi operasi, dan meningkatkan kesadaran dari seluruh karyawan terhadap dampaknya kepada iklim.

“Bersama-sama, kita membuktikan bahwa kemajuan bisa diraih bila kita bergerak dengan memiliki tujuan,” tulis Jack Fleming, CEO Boston Athletic Association dalam laporan keberlanjutan berjudul “Pushing Pace”.

Bekerja sama dengan Schneider Electric sebagai official sustainability partner untuk menerapkan prinsip keberlanjutan di ranah strategi hingga operasional, Boston Marathon menetapkan sejumlah inisiatif untuk mencapai target yang sudah ditetapkan. Salah satu pencapaian yang diraih pada pelaksanaan tahun 2024 adalah 100% penggunaan listrik yang renewable di seluruh operasi acara.

Mengalihkan limbah

Pencapaian yang digelar dari penyelenggaraan tahun 2025 adalah angka pengalihan limbah yang naik 15% dari tahun sebelumnya dari 55% menjadi 70% atas 61,96 ton limbah berupa baju bekas, materi promosi, gelas sekali pakai dan botol untuk hidrasi. 

Mereka bekerja sama dengan sejumlah pihak untuk mendaur ulang maupun dikelola lebih lanjut. Baju yang ditinggalkan peserta di lokasi mencapai 20 ton dan lebih dari 1.000 pasang sepatu diserahkan kepada mitra untuk didonasikan. Begitu pula dengan amteri promosi yang diolah kembali sebagai tas belanja.

Manajemen hidrasi menjadi bagian penting dalam pelaksanaan acara menjadi salah satu inisiatif penting dalam upaya keberlanjutan. Pengelola Boston Marathon menggunakan gelas kertas yang bisa terurai sebagai pengganti botol air minum kemasan sekali pakai. Satu kemasan air berkapasitas 5 galon yang dipakai untuk menuang air ke gelas kertas bisa menggantikan 40 botol minum kemasan sekali pakai.

Dari langkah ini, pengelola Boston Marathon bisa menekan produksi limbah hingga 10 ton.

Dari aspek sosial, Boston Marathon melakukan sejumlah inisiatif untuk membangun tim relawan yang inklusif, mulai dari tahap rekruitmen, retention dan engagement. Tercatat terdapat lebih dari 10.200 orang relawan yang terlibat dalam acara tersebut. 

Kegiatan Boston Marathon sendiri mampu menghasilkan dampak ekonomi yang terbesar sepanjang penyelenggaraan acara ini yakni sebesar USD509 juta bagi ekonomi sekitar, serta mampu mendorong donasi hingga USD 50,4 juta, atau tumbuh dari USD45,7 juta pada tahun sebelumnya.

Untuk memastikan akuntabilitas, BAA dipimpin oleh oleh dewan khusus beranggotakan 12 orang yang terdiri dari para profesional dari berbagai bidang untuk memastikan organisasi berjalan optimal dan efektif. 

Seluruh karyawan juga empat kali setahun mengikuti pelatihan tentang cybersecurity untuk menjaga kerahasiaan data pihak ketiga maupun data milik BAA sendiri untuk membangun kesadaran dan kewaspadaan terhadap risiko cybersecurity. Hal ini juga meliputi pelatihan terkait penggunaan generative AI yang sesuai etik dan transparan.

Pelajaran

Pelajaran yang bisa ditarik dari pelaksanaan Boston Marathon bagi pengelola marathon yang ingin mengikuti arah yang sama adalah berkolaborasi dengan mitra yang menguasai aspek teknis seperti dilakukan BAA yang menggandeng Schneider Electric. Penggunaan framework seperti GRI bisa menjadi dasar pelaporan untuk membangun kepercayaan dari pemangku kepentingan.

Memulai inisiatif pengurangan emisi dari hal-hal operasional, seperti penggunaan generator bertenaga baterai, bus listrik untuk transportasi atlet. Semua memiliki dampak yang bisa diukur secara jelas, dan bukan sekadar menjual estetik semata.

Upaya yang dilakukan Boston Marathon membuktikan bahwa keinginan untuk menggelar marathon yang berkelanjutan tidak harus mengorbankan kualitas, atau bahkan pengalaman bagi semua yang terlibat, mulai dari atlet, relawan, hingga warga kota. Marathon yang sukses pun bisa menjadi marathon yang berkontribusi positif kepada planet, bahkan setelah event tersebut usai.

EXPLORE 20FIT

More ways to move.