Setelah lebih dari 5 miliar dolar dari PIF Arab Saudi, LIV Golf kini berada di pengadilan kebangkrutan New Jersey. Nasib liga ditentukan akhir Oktober 2026.

Lebih dari 5 miliar dolar AS mengalir dari Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi ke LIV Golf sejak 2022. Empat tahun kemudian, liga yang pernah membajak Phil Mickelson, Dustin Johnson, dan Jon Rahm itu duduk di ruang sidang kebangkrutan di New Jersey, menunggu hakim memutuskan apakah ia masih punya masa depan.
Batas waktunya dekat. Pengacara LIV mengatakan kepada pengadilan bahwa keputusan antara menutup operasi atau melanjutkan model baru bernama “LIV Golf 2.0” akan diambil sebelum akhir Oktober 2026, sementara pemain diberi tenggat 25 Oktober untuk berkomitmen. Yang dipertaruhkan bukan hanya nasib satu liga, melainkan juga peta bisnis golf profesional pria yang terbelah sejak 2022.
Ringkasnya: LIV Golf mengajukan perlindungan kebangkrutan Chapter 11 pada 8 September 2026 setelah PIF menghentikan pendanaan, dengan utang diperkirakan 500 juta hingga 1 miliar dolar AS. Firma BC Partners menjanjikan pendanaan 300 juta dolar untuk “LIV 2.0” yang mayoritas sahamnya dimiliki pemain. Keputusan lanjut atau tutup dijadwalkan akhir Oktober 2026.
Masalah LIV sederhana di atas kertas: model bisnisnya bergantung pada satu penyandang dana. Menurut NBC News, PIF menyatakan sedang meninjau ulang strategi investasinya, dan LIV kehilangan sumber uang utamanya. Liga itu bahkan membatalkan kejuaraan penutup musim di Michigan pada Agustus, sebelum mengajukan Chapter 11 di Pengadilan Kebangkrutan AS distrik New Jersey pada 8 September.
Dokumen pengadilan, seperti dilaporkan NBC News dan Front Office Sports, menaksir aset LIV 100 juta hingga 500 juta dolar, sementara kewajibannya 500 juta hingga 1 miliar dolar. Front Office Sports mencatat LIV hanya memegang kas sekitar 15 juta dolar saat masuk proses kebangkrutan. Ironisnya, PIF tetap hadir sebagai pemberi pinjaman: dana talangan debtor-in-possession senilai 49,6 juta dolar untuk membiayai proses itu, dengan 14 juta dolar pertama disetujui hakim pada sidang 9 September.

Daftar kreditur LIV memperlihatkan betapa mahalnya proyek ini. Menurut NBC News, klaim terbesar dari kalangan pemain dimiliki Jon Rahm, sekitar 7,47 juta dolar, disusul Bryson DeChambeau (sekitar 5,76 juta dolar), Dustin Johnson (5,48 juta dolar), dan Cameron Smith (4,85 juta dolar). Al Jazeera juga menempatkan Rahm sebagai pemain dengan klaim tertinggi, sekitar 7,5 juta dolar.
Dampaknya meluas ke luar lapangan. Front Office Sports melaporkan Kooyonga Golf Club di Adelaide meminta kejelasan pengadilan soal turnamen yang direncanakan Maret 2027, karena klub itu akan mengeluarkan lebih dari 200 ribu dolar untuk persiapan sementara LIV belum merilis jadwal 2027. Adelaide selama ini menjadi salah satu pasar paling ramai bagi LIV.
Penyelamat yang ditawarkan adalah BC Partners, firma ekuitas swasta yang berbasis di London. Dalam sidang 14 Oktober, Hakim Michael B. Kaplan menyetujui perjanjian dukungan restrukturisasi antara LIV dan BC Partners yang memuat pendanaan kumulatif 300 juta dolar, menurut Golf.com. Struktur kepemilikan yang diusulkan: pemain 52,5 persen, BC Partners dan investor lain 45 persen, manajemen 2,5 persen. Front Office Sports menambahkan bahwa LIV merencanakan lapangan berisi 75 pemain untuk turnamen mendatang.
Kaplan mengingatkan bahwa persetujuan itu belum menjamin apa-apa. “Persetujuan [perjanjian ini] adalah langkah penting, tetapi tidak serta-merta menentukan konfirmasi sebuah rencana,” katanya, seperti dikutip Golf.com. Ketika hakim bertanya kapan LIV akan tahu apakah mereka “beralih ke penutupan atau 2.0 jalan terus,” pengacara LIV, Robert Fitzgerald dari Gibson Dunn, menjawab keputusan diperkirakan diambil sebelum akhir bulan, sebagaimana juga dilaporkan ESPN.
Saat pengajuan kebangkrutan, CEO LIV Scott O’Neil masih optimistis. “Proses ini memberi kami struktur dan waktu untuk mengejar transaksi bersejarah dan memulai babak berikutnya LIV Golf,” katanya, dikutip NBC News. Tidak semua pengamat sepakat. John J. Sparacino dari firma hukum McKool Smith mengatakan kepada Front Office Sports bahwa ada “risiko signifikan” LIV tidak keluar dari Chapter 11, sementara Brian A. Marks dari University of New Haven memperingatkan kasus ini bisa beralih ke likuidasi Chapter 7.

Sidang yang sama menyetujui permintaan LIV untuk menolak kontrak 19 pemain, termasuk DeChambeau dan Johnson, karena kontrak itu menurut LIV tidak mencerminkan struktur kompensasi LIV 2.0. Golf Digest mencatat langkah itu membebaskan keduanya untuk bernegosiasi ulang atau mencari jalan lain. Pengacara Rahm menyatakan di pengadilan bahwa kliennya tidak akan bermain di LIV 2.0, sementara David Puig, Abraham Ancer, dan Adrian Meronk, yang awal Oktober menjuarai Dunhill Links di St Andrews, juga sudah pergi, menurut Golf.com dan ESPN.
Tekanan juga datang dari Eropa. CEO DP World Tour Guy Kinnings mengatakan kepada BBC Sport bahwa tur itu tidak akan lagi memberi keanggotaan bersyarat kepada pemain LIV 2.0 mulai 2027. “Pemain harus membuat pilihan,” katanya, seperti dikutip Golf Monthly. Kebijakan itu praktis menutup jalan pemain LIV ke tim Ryder Cup Eropa.
Fitzgerald membalas di pengadilan. “Waktunya secara khusus bagi kami tampak jelas sebagai upaya mencampuri proses kami dengan para pemain,” katanya, dikutip Golf.com. “Kebebasan pemain adalah alasan LIV Golf diciptakan, dan itu fondasi LIV Golf 2.0.” Kaplan menyebut pernyataan Kinnings “menimbulkan kekhawatiran.”
Kesepakatan kerangka antara PGA Tour dan PIF yang diumumkan pada 2023 tidak pernah difinalisasi, catat NBC News. Kini, tanpa uang Saudi, daya tawar LIV untuk merekrut bintang dengan kontrak garansi ratusan juta dolar praktis lenyap. Model baru yang menempatkan pemain sebagai pemilik mayoritas adalah taruhan bahwa ekuitas bisa menggantikan cek tunai, di tengah golf profesional yang juga sedang menghadapi pertanyaan besar lain, dari aturan rollback bola hingga kalender yang padat.
Beberapa sidang lanjutan masih dijadwalkan hingga 5 November, menurut Front Office Sports. Namun angka yang paling menentukan mungkin bukan nominal dolar, melainkan berapa banyak pemain yang menandatangani komitmen sebelum 25 Oktober. Seperti kata Rahm kepada BBC, dikutip NBC News, “Banyak hal bisa terjadi, dan ini salah satu hal yang hanya waktu yang akan menjawab.”
Kapan LIV Golf mengajukan kebangkrutan?
LIV Golf mengajukan perlindungan Chapter 11 di Pengadilan Kebangkrutan AS distrik New Jersey pada 8 September 2026, setelah PIF Arab Saudi menghentikan pendanaan.
Apa itu LIV Golf 2.0?
LIV Golf 2.0 adalah rencana restrukturisasi dengan pendanaan 300 juta dolar dari BC Partners, dengan pemain memiliki 52,5 persen saham, investor 45 persen, dan manajemen 2,5 persen.
Kapan nasib LIV Golf diputuskan?
Pengacara LIV menyatakan keputusan menutup operasi atau melanjutkan LIV 2.0 akan diambil sebelum akhir Oktober 2026, dengan tenggat komitmen pemain 25 Oktober.
Kartu siap posting dibuat otomatis dari artikel ini.
Di HP, tombol Share to Instagram membuka menu share dan Anda tinggal pilih Instagram Stories atau Feed. Di desktop, gambar disimpan dulu lalu diunggah dari Instagram.
20FIT Media
Any amount helps. You choose.
You’ll finish paying right here — this page stays open.
QRIS, bank transfer, e-wallet or card.
Trouble with an e-wallet? Open the payment page in a new tab.
Finished? — thank you for supporting 20FIT.
Opening secure checkout…