Kembali
MARATHON 7 min read 1 October 2026

Maraton Asian Games 2026: Robi Syianturi Keenam, Odekta Naibaho Kesembilan

Robi Syianturi finis keenam dengan 2:13:12 dan Odekta Naibaho kesembilan dengan 2:35:24 di maraton Asian Games 2026 Nagoya. Berikut hasil lengkap, perjalanan rekor nasional Robi, dan seberapa jauh jarak Indonesia ke elite dunia.

Tiga pelari terdepan memimpin lomba maraton di jalan raya Sevilla, Spanyol, disaksikan penonton di tepi jalan (foto ilustrasi)
Foto: Anual / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0). Foto ilustrasi pelari terdepan di Maratón de Sevilla 2020, bukan dokumentasi Asian Games 2026.

Dua pemegang rekor nasional maraton Indonesia, Robi Syianturi dan Odekta Elvina Naibaho, menuntaskan maraton Asian Games 2026 di Nagoya, Sabtu 26 September, di posisi keenam dan kesembilan. Robi finis dalam 2:13:12, hanya 59 detik dari medali perunggu, sedangkan Odekta mencatat 2:35:24, lebih cepat dari waktu ketiga emas SEA Games yang pernah ia raih. Emas putra direbut Ichitaka Yamashita dari Jepang dengan 2:10:49. Hasil ini memunculkan pertanyaan yang lebih besar: sedekat apa pelari Indonesia dengan elite dunia yang akan berlaga di Chicago pada 11 Oktober?

Baca Cepat

  • Robi Syianturi finis keenam maraton putra Asian Games 2026 (Nagoya, 26 September) dengan 2:13:12 — 2 menit 23 detik di belakang juara Ichitaka Yamashita (Jepang, 2:10:49) dan 59 detik dari perunggu Feng Peiyou (China, 2:12:13).
  • Rekor pribadi Robi, 2:12:20 di Copenhagen Marathon (10 Mei 2026), adalah rekor nasional sekaligus rekor Asia Tenggara; ia memperbaiki rekor maraton Indonesia empat kali sejak Valencia, Desember 2024 (2:17:16).
  • Odekta Naibaho (34 tahun) finis kesembilan nomor putri dengan 2:35:24, lebih baik dari hasil Asian Games 2022 (2:37:51, urutan ke-10); sebelum lomba ia mengisyaratkan Asian Games ini mungkin yang terakhir jika bertemu pasangan hidup.
  • Rekor Robi masih 9 menit 30 detik lebih lambat dari juara Berlin 2026 Guye Adola (2:02:50) dan 12 menit 50 detik dari rekor dunia Sabastian Sawe (1:59:30).

Hasil Maraton Asian Games 2026: Yamashita Juara, Robi Keenam

Maraton putra Asian Games 2026 di Nagoya diselesaikan 19 pelari dari 14 negara. Ichitaka Yamashita merebut emas dengan 2:10:49, disusul Sawan Barwal dari India yang mencatat rekor pribadi 2:11:37 untuk perak, dan Feng Peiyou dari China dengan 2:12:13 untuk perunggu. Han Il-ryong dari Korea Utara finis keempat (2:12:21), sedangkan El Hassan El Abbassi dari Bahrain, pemegang rekor Asia 2:04:43, hanya menempati urutan kelima (2:12:45).

PeringkatAtletNegaraWaktuSelisih dengan Robi
1Ichitaka YamashitaJepang2:10:49Lebih cepat 2:23
2Sawan BarwalIndia2:11:37Lebih cepat 1:35
3Feng PeiyouChina2:12:13Lebih cepat 0:59
4Han Il-ryongKorea Utara2:12:21Lebih cepat 0:51
5El Hassan El AbbassiBahrain2:12:45Lebih cepat 0:27
6Robi SyianturiIndonesia2:13:12—

Jarak di papan hasil sangat rapat: dari perunggu hingga urutan kelima hanya terpaut 32 detik, dan Robi menyusul 27 detik di belakang El Abbassi. Robi finis 52 detik lebih lambat dari rekor pribadinya (2:12:20). Jika catatan terbaik itu dipakai sebagai patokan, ia hanya tujuh detik di belakang waktu perunggu Nagoya dan satu detik lebih cepat dari pelari urutan keempat. Namun perbandingan ini perlu dibaca hati-hati: lomba kejuaraan diperebutkan demi medali, bukan demi waktu, sehingga tak bisa disamakan begitu saja dengan lomba cepat yang dirancang untuk catatan rekor.

Robi Syianturi: Empat Kali Pecahkan Rekor Nasional dalam 17 Bulan

Robi, pelari asal Belitung berusia 28 tahun, tampil di Nagoya sebagai pemegang rekor nasional sekaligus rekor Asia Tenggara. Ini debutnya di nomor maraton Asian Games; pada edisi 2018 dan 2022 ia turun di nomor 5.000 m dan 10.000 m. Lonjakan catatannya dalam waktu singkat tergolong tajam: dari 2:17:16 di Valencia pada Desember 2024 menjadi 2:12:20 di Copenhagen pada Mei 2026, atau terpangkas 4 menit 56 detik.

LombaTanggalWaktuKeterangan
Valencia Marathon1 Desember 20242:17:16Memecahkan rekor nasional yang bertahan sejak 1990-an
Gold Coast Marathon6 Juli 20252:15:04Rekor nasional
Sevilla Marathon15 Februari 20262:13:18Rekor nasional dan Asia Tenggara
Copenhagen Marathon10 Mei 20262:12:20Rekor nasional dan Asia Tenggara, finis ke-10
Maraton Asian Games, Nagoya26 September 20262:13:12Finis keenam

Di sela rekor-rekor itu, Robi juga merebut emas maraton SEA Games 2025 di Thailand dengan 2:27:33. Waktu di Nagoya jauh lebih cepat dari catatan emas tersebut, tetapi 52 detik lebih lambat dari rekor Copenhagen dan tidak cukup untuk membawa pulang medali; tvOnenews menyebut Robi gagal mempersembahkan medali dari nomor maraton putra.

Perlengkapan Latihan Menuju Rekor Pribadi
PUMA Sepatu PUMA x HYROX Deviate NITRO™ 4 Pria
Sepatu lari performa dari lini PUMA Deviate NITRO edisi kolaborasi HYROX, cocok untuk sesi tempo dan lari cepat jelang lomba.
Lihat →
Tas Hydropack Trail Running Zoya 10L Pria Wanita
Tas hidrasi 10 liter untuk membawa air dan perlengkapan saat long run tanpa mengganggu ritme lari.
Lihat →
Nu Fit – Headband yoga / bandana olahraga / Headband Olahraga Pria / Headband Olahraga Wanita
Headband olahraga untuk pria dan wanita yang membantu menahan keringat saat berlari di cuaca panas.
Lihat →

Odekta Naibaho: Lebih Cepat dari Tiga Emas SEA Games, tetapi Medali Masih Jauh

Di nomor putri, Odekta Naibaho (34 tahun, asal Sumatera Utara) finis kesembilan dengan 2:35:24. Ia terpaut 7 menit 53 detik dari peraih emas asal Bahrain (2:27:31) dan 7 menit 28 detik dari perunggu Mikuni Yada dari Jepang (2:27:56), sementara perak diraih atlet China (2:27:43). Hasilnya lebih baik dibanding Asian Games 2022, ketika ia finis kesepuluh dengan 2:37:51, dan jauh lebih cepat daripada tiga emas SEA Games yang ia kumpulkan: 2:55:27 pada 2021, 2:48:14 pada 2023, serta 2:43:13 pada 2025.

Hasil itu sejalan dengan perkiraannya sendiri. Dalam wawancara menjelang Games, Odekta memperkirakan finis di kisaran urutan 8–10 dan menyebut medali "sangat berat" karena faktor jam terbang dan sejumlah faktor lain, sebagaimana dikutip Republika. Catatan Nagoya masih 3 menit 50 detik lebih lambat dari rekor nasionalnya, 2:31:34 di Gold Coast Marathon 2025, yang memecahkan rekor Triyaningsih (2:31:39) yang bertahan sekitar 14–15 tahun.

Menjelang keberangkatan, Odekta juga sempat mengisyaratkan kemungkinan pensiun: dalam laporan ANTARA 26 Agustus, ia mengatakan Asian Games ini mungkin yang terakhir jika ia bertemu pasangan hidup. Hingga 1 Oktober, kami belum menemukan pengumuman resmi mengenai keputusannya setelah lomba.

Seberapa Jauh Maraton Indonesia dari Elite Dunia?

Angka memberi ukuran yang paling jernih. Rekor nasional Robi, 2:12:20, hanya 3 menit 59 detik lebih lambat dari rekor Asian Games, tetapi jaraknya melebar tajam saat dibandingkan dengan puncak dunia.

Tolok ukurWaktuLebih cepat dari 2:12:20Rekor Robi lebih lambat
Rekor Asian Games — Takeyuki Nakayama (Jepang), Seoul 19862:08:213:593,1%
Rekor Asia — El Hassan El Abbassi (Bahrain), Valencia 20182:04:437:376,1%
Juara Berlin 2026 — Guye Adola (Ethiopia)2:02:509:307,7%
Juara Chicago 2025 — Jacob Kiplimo (Uganda)2:02:239:578,1%
Rekor dunia — Sabastian Sawe (Kenya), London 20261:59:3012:5010,7%

Dengan kata lain, rekor nasional Indonesia sekitar 7,7 persen lebih lambat dari waktu Guye Adola dan sekitar 10,7 persen lebih lambat dari rekor dunia Sawe. Jacob Kiplimo, juara bertahan yang dijadwalkan kembali turun di Chicago pada 11 Oktober, mencatat 2:02:23 tahun lalu, 9 menit 57 detik di depan rekor Robi. Di nomor putri, rekor nasional Odekta (2:31:34) masih 4 menit 3 detik lebih lambat dari waktu emas Nagoya (2:27:31). Jalan menuju level elite dunia memang panjang, tetapi arah progres Robi memberi sinyal positif: selisihnya terhadap waktu Adola menyempit dari 14 menit 26 detik (dengan rekor Valencia 2024) menjadi 9 menit 30 detik.

Pelajaran dari Nagoya untuk Pelari Indonesia

Pertama, rekor-rekor Robi lahir di lintasan cepat di luar negeri — Valencia, Gold Coast, Sevilla, dan Copenhagen — sementara lomba kejuaraan seperti Asian Games menguji hal lain: strategi dan ketahanan mental dalam perebutan medali. Pelari yang mengejar rekor pribadi sebaiknya memilih lomba sesuai tujuannya.

Kedua, target yang realistis membantu menyiapkan puncak performa. Odekta hanya menurunkan nomor maraton, memperkirakan finis di urutan 8–10, dan akhirnya finis kesembilan. Menakar kemampuan dengan jujur lebih berguna daripada menyebar tenaga ke terlalu banyak target.

Ketiga, bagi pelari rekreasional yang bermimpi merasakan lomba kelas dunia, Bank of America Chicago Marathon 2026 digelar Minggu 11 Oktober dari Grant Park; panitia menyebut lebih dari 200.000 orang mendaftar dan lebih dari 55.000 pelari diperkirakan finis. Pendaftaran edisi 2027 (Minggu, 10 Oktober 2027) dibuka Kamis 8 Oktober pukul 08.00 hingga Kamis 29 Oktober pukul 14.00 waktu Chicago, setara 20.00 WIB 8 Oktober sampai 02.00 WIB 30 Oktober. Pendaftar tanpa jalur masuk terjamin mengikuti undian yang hasilnya diumumkan 8 Desember, sedangkan kualifikasi waktu, program amal, dan operator tur resmi, antara lain, menyediakan jalur terjamin. Biaya standar bagi pendaftar non-AS tercatat US$260 di situs resmi panitia.

Artikel ini dirangkum dari:

  • ANTARA — “Robi Syianturi dan Odekta tembus sembilan besar maraton Asian Games” antaranews.com
  • Wikipedia — “Athletics at the 2026 Asian Games – Men’s marathon” en.wikipedia.org
  • Wikipedia — “Athletics at the 2026 Asian Games – Women’s marathon” en.wikipedia.org
  • Cerita Pelari — “Hasil Final Marathon Asian Games 2026” ceritapelari.com
  • tvOnenews — “Finis di Peringkat ke-6, Robi Syianturi Gagal Persembahkan Medali dari Nomor Marathon Putra di Gelaran Asian Games 2026” tvonenews.com
  • tvOnenews — “Meski Gagal Bawa Pulang Medali Asian Games 2026, Odekta Naibaho Lampaui Catatan Waktu saat Hattrick Emas SEA Games” tvonenews.com
  • ANTARA — “Odekta Naibaho pertimbangkan pensiun setelah Asian Games 2026” antaranews.com
  • Republika — “Merdeka Run 2026 Jadi Pemanasan Odekta Elvina Naibaho Menuju Asian Games” news.republika.co.id
  • CXO Media — “Tembus Rekor Nasional Marathon, Robi Syianturi Jadi Harapan Baru Dunia Lari Indonesia” cxomedia.id
  • ANTARA — “Robi Syianturi pecahkan rekor nasional dan Asia Tenggara di Sevilla” antaranews.com
  • Cerita Pelari — “Robi Syianturi Pecahkan Rekor Marathon Asia Tenggara di Sevilla Marathon 2026” ceritapelari.com
  • KONI Kepulauan Bangka Belitung — “Copenhagen Marathon 2026, Robi Syanturi Pecahkan Rekor Nasional” konikepri.id
  • Marathon Handbook — “2026 Berlin Marathon Results” marathonhandbook.com
  • Wikipedia — “2026 London Marathon” en.wikipedia.org
  • Wikipedia — “2025 Chicago Marathon” en.wikipedia.org
  • Bank of America Chicago Marathon — “Apply” chicagomarathon.com
  • Running USA — “2026 Top Stories and Broadcast Information” runningusa.org
EXPLORE 20FIT

More ways to move.