Akhir Pekan Ini Padel Mampir ke Jogja: NAVEN Series Bikin Lapangan Jadi Ruang Nongkrong Baru
NAVEN Padel Series 2026 mampir ke Yogyakarta 28-30 Agustus. Simak jadwal, kategori, dan kenapa padel Indonesia lagi tumbuh pesat.
Dua hari lagi, Sabtu 28 Agustus, seri kedua NAVEN Padel Series 2026 mendarat di Yogyakarta. Bukan sekadar turnamen berhadiah miliaran, ini sinyal bahwa padel di Indonesia sedang tumbuh dari sekadar tren jadi ekosistem, lengkap dengan komunitas, gaya hidup, dan jalur karier profesional.
Padel Bukan Cuma Numpang Viral
Kamu mungkin sudah bosan dengar orang bilang “padel lagi hype”. Tapi coba lihat lebih dekat: yang sedang terjadi di Indonesia bukan lagi soal foto Instagram dengan raket berbentuk sendok itu. Ada struktur yang mulai terbentuk di baliknya.
Akhir pekan ini, tepatnya 28-30 Agustus 2026, seri kedua NAVEN Padel Series 2026 digelar di Yogyakarta, bertempat di Wii Social Hub. Ini adalah lanjutan dari seri pembuka yang baru saja rampung di Milo’s Padel, Kemang, Jakarta, pertengahan Agustus lalu. Total, ada empat kota yang disambangi sepanjang Agustus sampai September, dengan hadiah kolektif menembus Rp1 miliar.
Angka pesertanya bukan main-main: 2.048 pemain atau 1.024 pasangan berebut tempat di berbagai kategori. Buat sebuah cabang olahraga yang lima tahun lalu nyaris tak dikenal di sini, itu lompatan yang layak kamu perhatikan.
Jogja Jadi Seri Kedua: Apa yang Terjadi 28-30 Agustus
Setelah Jakarta, giliran Yogyakarta yang jadi tuan rumah. Pilihan kota ini menarik. Jakarta jelas punya basis komunitas dan jaringan profesional yang tebal, tapi Jogja mewakili sesuatu yang berbeda, kota dengan denyut anak muda, kampus, dan budaya nongkrong yang kuat.
Founder NAVEN, Taufik Andre Kusumo, sempat menjelaskan strategi ekspansi mereka: masuk dulu ke kota-kota besar sebelum merambah kota lapis kedua. Jogja ada di titik menarik dalam peta itu, cukup besar untuk punya komunitas padel yang hidup, tapi juga jadi pintu masuk ke pasar yang lebih luas di luar dua-tiga metropolitan utama.
Format turnamennya inklusif. Ada empat kategori, mulai dari Lower Bronze untuk pemula, naik ke Bronze, Silver, hingga Gold untuk level profesional. Artinya kamu yang baru pegang raket beberapa bulan pun punya kelas sendiri, tidak langsung dilempar melawan pemain jago. Ini keputusan desain yang cerdas kalau tujuannya membesarkan basis pemain, bukan cuma memamerkan yang sudah top.
“Padel punya karakter yang kuat untuk membangun interaksi. Kami ingin menghadirkannya secara premium, terukur, dan berkelanjutan.”
— Taufik Andre Kusumo, Founder NAVEN
Rincian NAVEN Padel Series 2026
Biar kamu punya gambaran utuh, ini jadwal dan detail lengkap serinya:
| Kota | Tanggal | Venue |
|---|---|---|
| Jakarta | 14-16 Agustus 2026 | Milo’s Padel, Kemang |
| Yogyakarta | 28-30 Agustus 2026 | Wii Social Hub |
| Bandung | 11-13 September 2026 | KAYA Padel |
| Bali | 25-27 September 2026 | Jungle Padel Sanur |
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Total hadiah | Rp1 miliar (seluruh seri) |
| Total peserta | 2.048 pemain (1.024 pasangan) |
| Kategori | Lower Bronze, Bronze, Silver, Gold |
| Mitra | PLN Mobile, Unilever, Bullpadel, BisaGerak.com |
| Puncak acara | Grand Final mempertemukan juara tiap kota |
Juara dari masing-masing kota nantinya akan diadu di Grand Final, meski lokasi dan waktunya belum diumumkan resmi. Bola resmi yang dipakai adalah Bullpadel, sementara PLN Mobile menangani sistem tiket digital, dan BisaGerak.com menyiapkan dukungan medis di lapangan.
Lebih dari Sekadar Skor: Padel Sebagai Gaya Hidup
Yang membedakan NAVEN dari turnamen olahraga biasa adalah cara mereka membingkai acaranya. Ini bukan cuma tempat orang bertanding lalu pulang. Konsepnya sengaja menggabungkan kompetisi, gaya hidup, dan jejaring profesional dalam satu ruang.
Lapangan padel, di tangan penyelenggara seperti ini, berubah fungsi. Ia jadi tempat komunitas berkumpul, eksekutif membangun relasi bisnis, sekaligus panggung buat merek memperkenalkan diri. Kalau kamu perhatikan, ini persis pola yang bikin padel meledak duluan di Spanyol dan negara-negara Amerika Latin, olahraga yang mudah dipelajari, ramai dimainkan berempat, dan punya sisi sosial yang kuat.
Dan geliatnya tidak berhenti di NAVEN. Bulan yang sama, Indonesia bahkan menjadi tuan rumah FIP Silver dan FIP Promises di Bali, pertama kalinya turnamen berlabel Federasi Padel Internasional level Silver digelar di negeri ini. Di jalur lain, Indonesian Padel League 2026 resmi bergulir mulai Agustus, mempertandingkan 12 klub profesional berbasis kota dari lima provinsi, dan berjalan sampai awal 2027.
“Ini yang selama ini saya impikan buat masa depan padel Indonesia.”
— Galih Kartasasmita, Ketua PBPI
Kombinasi ketiganya, turnamen komunitas seperti NAVEN, event internasional FIP, dan liga profesional IPL, menunjukkan sesuatu yang jarang terjadi di cabang olahraga baru: pertumbuhan yang terjadi di banyak lapisan sekaligus, dari pemula sampai jalur karier.
Kenapa Ini Penting Buat Kamu yang Aktif di Indonesia
Sekarang bagian yang paling relevan buat kamu. Kalau kamu sedang mencari olahraga baru yang seru tapi tidak setinggi tembok belajar tenis, padel jawabannya. Turnamen seperti NAVEN dengan kategori Lower Bronze membuktikan ada ruang buat pemula, kamu tidak perlu jago dulu untuk ikut bertanding dan menikmati suasananya.
Buat kamu yang tinggal di Jogja, akhir pekan ini adalah kesempatan langsung menonton, atau bahkan ikut merasakan atmosfernya. Buat kamu di kota lain, tinggal tunggu giliran Bandung dan Bali di September. Dan buat kamu yang serius, kehadiran liga profesional berarti padel kini bukan sekadar hobi akhir pekan, melainkan jalur yang bisa dikejar secara berkelanjutan.
Satu hal yang perlu diingat: padel itu olahraga intensitas tinggi dengan banyak gerakan cepat, berhenti mendadak, dan perubahan arah. Sama seperti latihan apa pun, tubuh yang siap akan menikmatinya lebih lama dan minim cedera. Kekuatan otot inti, kaki, dan mobilitas sendi adalah fondasi yang bikin kamu betah di lapangan, bukan tumbang setelah satu game.
Penutup
Padel di Indonesia sedang melewati fase yang menyenangkan untuk diikuti. Bukan lagi soal apakah tren ini akan bertahan, tapi seberapa dalam ia akan berakar. NAVEN Padel Series di Jogja akhir pekan ini adalah salah satu bukti kecil dari gambaran besar itu: sebuah olahraga yang perlahan membangun rumahnya sendiri, lengkap dengan komunitas, kompetisi, dan ruang buat siapa saja yang mau mencoba.
Jadi, kalau kamu penasaran, mungkin ini waktu yang pas untuk pinjam raket dan cari tahu kenapa semua orang tiba-tiba jatuh cinta pada olahraga berempat ini.
Artikel ini dirangkum dari:
- Detik Sport: Padel Series 2026 Digelar di 4 Kota, 2.048 Peserta Siap Tanding https://sport.detik.com/sportstyle/d-8618245/padel-series-2026-digelar-di-4-kota-2-048-peserta-siap-tanding
- ANTARA Megapolitan: NAVEN Padel Gelar Kompetisi Padel dengan Total Hadiah Rp1 Miliar https://megapolitan.antaranews.com/berita/544415/naven-padel-gelar-kompetisi-padel-dengan-total-hadiah-rp1-miliar
- Detik Sport: Liga Padel Indonesia 2026 Berlangsung Mulai Agustus https://sport.detik.com/raket/d-8555353/liga-padel-indonesia-2026-berlangsung-mulai-agustus