Kembali
LARI 7 min read 8 October 2026

20 Nominasi Atlet Terbaik Dunia 2026 Diumumkan, Pelari Mendominasi

World Athletics merilis 20 nominasi Atlet Terbaik Dunia 2026 pada 6 Oktober 2026, daftar yang didominasi atlet lari seperti Agnes Ngetich, Sabastian Sawe, dan Tigst Assefa. Para pemenang diumumkan di Monaco pada 29 November.

Para pelari elite beradu di final 1.500 meter Olimpiade Paris 2024, gambar ilustrasi untuk berita nominasi Atlet Terbaik Dunia 2026.
Ilustrasi: final 1.500 meter putra Olimpiade Paris 2024. Foto: Daieuxetdailleurs/Wikimedia Commons (CC BY 4.0). Gambar ilustrasi, bukan dari pengumuman nominasi 6 Oktober 2026.

World Athletics mengumumkan 20 nominasi penghargaan Atlet Terbaik Dunia atau World Athlete of the Year 2026 melalui laman resminya pada Senin, 6 Oktober 2026, dengan masing-masing 10 nama di kategori putra dan putri yang disaring sebuah panel ahli atletik internasional. Nomor lari jarak jauh, jalan raya, dan lintasan mendominasi daftar: pelari Kenya Agnes Ngetich masuk setelah merebut gelar juara dunia half marathon dengan rekor dunia khusus putri, Sabastian Sawe dinominasikan berkat kemenangan di London Marathon dengan rekor dunia 1 jam 59 menit 30 detik, sementara Tigst Assefa dari Etiopia menembus daftar lewat kemenangan Berlin Marathon 2 jam 11 menit 04 detik, waktu tercepat ketiga sepanjang sejarah. Pemungutan suara dari empat kelompok ditutup Sabtu, 17 Oktober, enam finalis diumumkan pada 10 dan 11 November, dan para pemenang dinobatkan dalam ajang World Athletics Awards di Monaco pada 29 November 2026.

Baca Cepat

  • World Athletics merilis 20 nominasi Atlet Terbaik Dunia 2026 pada 6 Oktober, terdiri atas 10 putra dan 10 putri yang dipilih panel ahli internasional; nomor lari mendominasi dengan 12 dari 20 nama.
  • Pelari jalan raya menonjol, yaitu Agnes Ngetich (juara dunia half marathon dengan rekor dunia khusus putri, menang 50 detik), Sabastian Sawe (juara London Marathon, rekor dunia 1 jam 59 menit 30 detik), dan Tigst Assefa (Berlin Marathon 2 jam 11 menit 04 detik).
  • Sederet rekor dunia lahir sepanjang 2026, antara lain Mondo Duplantis (lompat galah 6,31 m), Josh Kerr (satu mil 3:42,66), Alison dos Santos (400 m gawang 45,80), Masai Russell (100 m gawang 12,09), dan Ja’Kobe Tharp (110 m gawang 12,75).
  • Suara dibagi ke empat kelompok dengan bobot setara 25 persen dan ditutup 17 Oktober; enam finalis diumumkan pada 10 dan 11 November, lalu pemenang diumumkan di Monaco, 29 November 2026.

Dua Puluh Nama Bersaing Memperebutkan Gelar Atlet Terbaik Dunia 2026

World Athletics, badan atletik dunia, resmi mengumumkan daftar nominasi Atlet Terbaik Dunia 2026 pada 6 Oktober 2026. Ada 20 atlet yang disaring, terdiri atas 10 nominasi putri dan 10 nominasi putra, seluruhnya dipilih sebuah panel ahli atletik internasional. Gelar World Athlete of the Year adalah penghargaan individu tertinggi dalam kalender atletik, yang pada edisi 2025 jatuh ke tangan Mondo Duplantis dan Sydney McLaughlin-Levrone.

Yang membuat daftar 2026 menarik adalah konteks musimnya. Tahun ini bukan tahun Olimpiade maupun Kejuaraan Dunia di lintasan, sehingga puncak musim justru diisi ajang baru bernama World Athletics Ultimate Championship yang perdana digelar di Budapest pada 11 sampai 13 September 2026. Banyak nominasi menegaskan kelasnya lewat gelar di Budapest, sebagian lain lewat lomba jalan raya dan rekor dunia, sehingga daftar tahun ini didominasi atlet lari.

Pelari Jarak Jauh dan Jalan Raya Mendominasi Daftar

Dari 20 nominasi, sebanyak 12 nama berasal dari nomor lari, sinyal bahwa cabang ini tetap menjadi magnet utama atletik. Di sektor putri, Agnes Ngetich menjadi wajah lari jarak jauh Kenya setelah memenangi gelar juara dunia half marathon dengan margin 50 detik dalam catatan yang diakui sebagai rekor dunia khusus putri. Rekan senegaranya di sektor putra, Sabastian Sawe, hadir dengan prestasi yang nyaris sulit dipercaya, yaitu kemenangan di London Marathon dengan rekor dunia 1 jam 59 menit 30 detik. Dari Etiopia, Tigst Assefa menembus nominasi lewat kemenangan Berlin Marathon dalam 2 jam 11 menit 04 detik, yang menurut World Athletics merupakan waktu tercepat ketiga dalam sejarah marathon putri.

Lintasan pun menyumbang banyak kandidat. Josh Kerr dari Inggris Raya masuk berkat rekor dunia nomor satu mil 3 menit 42,66 detik, sedangkan Audrey Werro dari Swiss menyapu gelar Ultimate, Diamond League, dan Eropa di nomor 800 meter. Pelari Botswana Collen Kebinatshipi menjuarai 400 meter Ultimate dengan 43,39 detik, catatan yang menempatkannya di urutan kelima sepanjang masa, sementara Marileidy Paulino dari Republik Dominika merebut gelar 400 meter Ultimate sekaligus kembali menguasai Diamond League. Nomor sprint diwakili Melissa Jefferson-Wooden yang meraih sprint ganda di Budapest dan Kenneth Bednarek yang melakukan hal serupa di sektor putra, termasuk memenangi 100 meter dengan 9,85 detik.

Perlengkapan Latihan Lari Pilihan
Decathlon KIPRUN Headband Lari Cooling
Ikat kepala berbahan sejuk untuk menahan keringat saat sesi tempo di iklim tropis yang panas dan lembap.
Lihat →
Nike Winflo 12 Women’s Road Running Shoes
Sepatu lari jalan raya berbantalan empuk untuk latihan harian maupun mengejar target waktu pribadi di lomba.
Lihat →
CREDIFOX Tas Hydropack Trail Running Seri Climber Kapasitas 10 Liter
Tas hidrasi 10 liter untuk long run dan lari trail jarak jauh agar cairan tetap terjaga sepanjang rute.
Lihat →

Panen Rekor Dunia Sepanjang Musim 2026

Daftar nominasi tahun ini terasa istimewa karena dipenuhi pemecah rekor dunia. Mondo Duplantis kembali menjadi pusat perhatian setelah menaikkan rekor dunia lompat galah menjadi 6,31 meter. Di nomor gawang, Alison dos Santos dari Brasil mencetak rekor dunia 400 meter gawang 45,80 detik, sementara Masai Russell menorehkan rekor dunia 100 meter gawang putri 12,09 detik. Kejutan datang dari Ja’Kobe Tharp yang memecahkan rekor dunia 110 meter gawang 12,75 detik di kejuaraan NCAA Amerika Serikat. Di nomor jalan cepat, Maria Perez asal Spanyol mencatat rekor dunia perdana jalan cepat half marathon dengan 1 jam 30 menit 06 detik.

Nomor lempar dan lompat melengkapi daftar. Chase Jackson dua kali memperbaiki rekor tolak peluru Amerika Utara hingga 21,14 meter, sementara Camryn Rogers dari Kanada menaikkan rekor lontar martil Amerika Utara miliknya menjadi 81,13 meter. Kristjan Ceh dari Slovenia menjuarai lempar cakram Diamond League, dan Andy Diaz Hernandez yang membela Italia menyapu gelar lompat jangkit indoor dunia, Diamond League, serta Eropa. Dua nama Asia menambah warna, yakni Rumesh Tharanga Pathirage dari Sri Lanka yang memborong gelar lempar lembing Ultimate, Diamond League, Asian Games, dan Commonwealth Games, serta Yan Ziyi dari Tiongkok yang melempar 71,74 meter pada seri pembuka musimnya, sebuah rekor Asia sekaligus rekor dunia U20. Sebagian rekor itu lahir di Budapest, ajang perdana berhadiah total 10 juta dolar AS dengan 150 ribu dolar AS untuk tiap juara nomor.

Mekanisme Pemilihan dan Jalan Menuju Monaco

World Athletics memakai sistem empat kelompok dengan bobot setara. Keempat kelompok itu adalah penggemar atletik, para atlet yang tampil di seri resmi World Athletics sepanjang 2026, anggota media terakreditasi, serta World Athletics Family yang mencakup anggota Council dan presiden federasi anggota. Masing-masing menyumbang seperempat dari total suara, skema yang dirancang agar penilaian tidak didominasi satu pihak. Pemungutan suara ditutup pada Sabtu, 17 Oktober, pukul tengah malam waktu Eropa Tengah.

Tahapan berikutnya sudah dijadwalkan rapi. Enam finalis, yakni tiga nama di kategori putri dan tiga di kategori putra, akan diumumkan pada 10 dan 11 November 2026. Para finalis kemudian diundang ke Monaco untuk menghadiri malam puncak World Athletics Awards pada 29 November 2026, saat pemenang Atlet Terbaik Dunia putra dan putri diumumkan langsung di atas panggung. Format ini mengulang pola tahun sebelumnya, ketika Duplantis dan McLaughlin-Levrone menerima penghargaan utama di kota yang sama. Bagi para kandidat, periode hingga akhir November menjadi ajang pembuktian konsistensi.

Wakil Asia dan Pesan untuk Pelari Indonesia

Kehadiran dua atlet Asia, Rumesh Tharanga Pathirage dari Sri Lanka dan Yan Ziyi dari Tiongkok, menjadi catatan menarik bagi pembaca di kawasan ini. Meski keduanya bukan pelari, nominasi mereka menunjukkan atlet Asia mampu menembus persaingan papan atas yang selama ini kerap didominasi Afrika Timur, Amerika Serikat, dan Eropa. Bagi ekosistem lari Indonesia yang tumbuh pesat, daftar ini bisa dibaca sebagai peta tolok ukur, dengan rekor dunia half marathon khusus putri Agnes Ngetich dan kemenangan sub dua jam Sabastian Sawe menandai batas baru performa manusia di jalan raya.

Angka-angka para nominasi juga bisa menjadi kaca pembanding bagi pelari rekreasional, dari rekor dunia satu mil Josh Kerr 3:42,66 hingga kemenangan sub dua jam Sabastian Sawe, meski catatan itu jauh di luar jangkauan pelari harian. Booming lari di Indonesia, yang terlihat dari membludaknya peserta berbagai half marathon berlabel dunia di Tanah Air, menunjukkan minat terhadap cabang ini terus menguat. Menonton siapa yang akhirnya mengangkat trofi di Monaco bisa menjadi sumber inspirasi, sekaligus pengingat untuk disiplin menjaga latihan, hidrasi, dan pemulihan.

Catatan Penutup

Pengumuman 20 nominasi Atlet Terbaik Dunia 2026 pada 6 Oktober menandai dimulainya hitung mundur menuju malam penghargaan di Monaco. Daftar yang didominasi atlet lari ini memadukan kekuatan jalan raya, lintasan jarak menengah, serta nomor sprint dan gawang, dibumbui sederet rekor dunia yang membuat musim non-kejuaraan ini tetap istimewa. Publik dapat ikut menentukan lewat pemungutan suara resmi World Athletics yang ditutup pada 17 Oktober, sebelum enam finalis diumumkan pada 10 dan 11 November dan pemenang dinobatkan pada 29 November 2026. Bagi penggemar lari di Indonesia, momen ini layak diikuti untuk menyerap semangat para pelari dunia yang terus memperbarui batas kemampuan mereka.

Artikel ini dirangkum dari:

EXPLORE 20FIT

More ways to move.