Kembali
LARI 6 min read 23 September 2026

Nomor Lari Asian Games 2026 Mulai Bergulir di Nagoya, Sable dan Boonson Jadi Sorotan

Nomor lari Asian Games 2026 resmi bergulir di Nagoya mulai Rabu (23/9), dibuka nomor jalan cepat yang mencatat dua rekor nasional Indonesia. Sorotan pekan ini: comeback Avinash Sable di halang rintang, duel sprint Puripol Boonson-Shanti Pereira, serta asa Pandu Sukarya dan Wahyudi Putra di lintasan.

Nomor Lari Asian Games 2026 Mulai Bergulir di Nagoya, Sable dan Boonson Jadi Sorotan
Foto: Wikimedia Commons

Nomor lari Asian Games 2026 mulai bergulir di Nagoya City Mizuho Park Athletic Stadium mulai Rabu (23/9), setelah cabang atletik dibuka lebih dulu oleh jalan cepat half marathon yang mencatatkan dua rekor nasional Indonesia. Sepanjang pekan ini, sorotan beralih ke lintasan lari sesungguhnya: comeback Avinash Sable di nomor halang rintang, duel sprint Puripol Boonson melawan Shanti Pereira, hingga asa Pandu Sukarya dan Wahyudi Putra membawa nama Indonesia.

Baca Cepat

  • Program atletik Asian Games 2026 resmi dimulai Rabu (23/9) di Nagoya City Mizuho Park Athletic Stadium dan berlangsung hingga 29 September.
  • Jalan cepat half marathon jadi pembuka; Hendro Yap dan Violine Intan Puspita sama-sama memecahkan rekor nasional meski finis di luar podium.
  • Avinash Sable (India) coba pertahankan gelar 3.000m halang rintang usai comeback dari cedera ACL, sementara Puripol Boonson dan Shanti Pereira incar gelar sprint.
  • Indonesia menurunkan Pandu Sukarya (3.000m halang rintang) dan Wahyudi Putra (1.500m) di nomor lari, bermodal perak SEA Games 2025.

Atletik Asian Games 2026 Resmi Bergulir di Nagoya

Cabang atletik Asian Games 2026 resmi memulai rangkaian pertandingannya pada Rabu (23/9) di Nagoya City Mizuho Park Athletic Stadium, Prefektur Aichi, Jepang, dan akan berlangsung tujuh hari hingga 29 September. Namun yang lebih dulu membagikan medali bukan nomor lari, melainkan jalan cepat half marathon putra dan putri yang digelar terpisah di Aichi Prefectural Government Office/Nagoya City Hall Loop Course.

Di nomor putra, Shengji Shi asal China tampil sebagai peraih emas dengan catatan 1:23:32, diikuti Toshikazu Yamanishi dari Jepang (1:28:01) dan Choe Byeong Kwang dari Korea Selatan (1:28:35) di posisi kedua dan ketiga. Indonesia menurunkan Hendro Yap yang finis ketujuh dengan catatan 1:36:49, memecahkan rekor nasional atas namanya sendiri yang sebelumnya berdiri di 1:37:47 sejak All Japan Takahata Walking Race 2025. “Puji Tuhan buat rekor barunya, pengen waktu yang lebih tajam lagi, tapi ya beginilah soalnya masih ada maraton nanti,” ujar Hendro seusai lomba.

Nomor putri juga milik China lewat Liujing Yang yang finis dengan catatan 1:33:40, di depan Kristina Morozova dari Kazakhstan (1:35:25) dan Jiang Yunyan dari China (1:35:26) yang melengkapi podium. Wakil Indonesia, Violine Intan Puspita, finis kedelapan dengan catatan 1:51:00, juga memangkas rekor nasional sebelumnya yang berdiri di 1:52:16. “Setiap perlombaan punya tantangannya sendiri, apalagi lawan terberat saya di sini adalah diri saya sendiri, seperti mempertanyakan apakah saya bisa melakukannya, tapi saya berusaha sekuat tenaga untuk Indonesia,” kata Violine. Meski jalan cepat merupakan nomor tersendiri yang terpisah dari lari, hasil pembuka ini cukup mengangkat mood kontingen atletik Indonesia sebelum masuk ke nomor-nomor lari di lintasan Mizuho Park mulai pekan ini.

Kembalinya Avinash Sable di Nomor Halang Rintang

Perhatian kemudian beralih ke 3.000 meter halang rintang putra, tempat Avinash Sable asal India tampil sebagai juara bertahan sekaligus figur paling dinanti publik. Sable meraih emas nomor ini di Asian Games Hangzhou 2023, namun kariernya sempat terhenti lebih dari setahun akibat robeknya ligamen ACL dan meniskus di lutut kanan, buntut insiden jatuh saat tampil di Diamond League Monaco, Juli 2025.

Comeback Sable ke lintasan terbilang meyakinkan. Ia memenangi 3.000 meter halang rintang di Indian Athletics Final Series, New Delhi, dengan catatan 8:32,39 — modal kepercayaan diri jelang usahanya mempertahankan gelar di Nagoya. Final nomor putra dijadwalkan Senin, 28 September pukul 19.42 waktu setempat (17.42 WIB), sementara nomor putri berlangsung sehari lebih dulu, Minggu 27 September pukul 21.22 waktu setempat (19.22 WIB), dengan status juara bertahan disandang Winfred Yavi asal Bahrain.

Duel Sprint Boonson dan Pereira Coba Pertahankan Gelar

Nomor sprint turut menjadi magnet perhatian di Mizuho Park. Puripol Boonson, pelari asal Thailand, membawa modal sebagai sprinter Asia Tenggara pertama yang menembus catatan di bawah 10 detik untuk 100 meter, lewat waktu 9,94 detik di babak penyisihan SEA Games 2025 Bangkok, sebelum menuntaskan gelar juara di final dengan 10,00 detik di Stadion Nasional Suphachalasai.

Di nomor putri, Shanti Pereira dari Singapura tampil sebagai juara bertahan 200 meter Asian Games yang menargetkan gelar itu musim ini. Kehadiran para sprinter papan atas ini membuat nomor 100 meter dan 200 meter menjadi salah satu tontonan paling dinanti sepanjang pekan kompetisi atletik di Nagoya.

Lengkapi Perlengkapan Lari-mu
Nike Winflo 12 Women’s Road Running Shoes
Sepatu lari jalan raya dengan bantalan responsif, nyaman dipakai untuk latihan harian maupun kejar catatan waktu di lintasan.
Lihat →
Decathlon KIPRUN Headband Lari Cooling
Headband cooling penyerap keringat yang menjaga kepala tetap sejuk saat lari di bawah cuaca panas.
Lihat →
Knee Support Brace Elastis Deker Penyangga Lutut
Deker lutut elastis yang menopang sendi dan mengurangi risiko cedera saat latihan lari intensitas tinggi.
Lihat →

Asa Indonesia di Lintasan: Pandu Sukarya dan Wahyudi Putra

Dari sekitar selusin atlet andalan yang diturunkan PB PASI ke nomor atletik Asian Games 2026, dua nama menjadi tumpuan Indonesia di nomor lari murni. Pandu Sukarya, pelari asal Jawa Barat, turun di 3.000 meter halang rintang bermodal medali perak SEA Games 2025 Bangkok dengan catatan 8:57,13 — hanya kalah dari peraih emas asal Vietnam, Nguyen Trung Cuong, yang mencatat 8:55,32.

Satu lagi, Wahyudi Putra dari DKI Jakarta, spesialis 800 meter dan 1.500 meter yang juga menyumbang perak di nomor 1.500 meter SEA Games 2025 dengan catatan sekitar 3:49. Rekor pribadinya di 1.500 meter, 3:49,03, dibukukan Desember 2025, sementara catatan terbaiknya di 800 meter adalah 1:50,93 pada Mei 2025. Selain keduanya, Indonesia juga menurunkan Dina Aulia di nomor 100 meter gawang putri, melengkapi wakil di nomor lari pada Asian Games kali ini.

Jadwal Lengkap Nomor Lari Asian Games 2026 Pekan Ini

Selain final 1.500 meter putra yang berlangsung Senin, 28 September pukul 20.05 waktu setempat (18.05 WIB) — hanya berselang sekitar 20 menit dari final 3.000 meter halang rintang putra di hari yang sama — rangkaian nomor lari Asian Games 2026 di Mizuho Park terus bergulir hingga penutupan cabang atletik pada 29 September. Nomor-nomor lain seperti 100 meter, 200 meter, 400 meter, 5.000 meter, 10.000 meter, gawang, dan estafet turut memperebutkan medali sepanjang periode yang sama, menjadikan lintasan Mizuho Park salah satu titik terpadat aktivitas Asian Games 2026 pekan ini.

Format kompetisi tujuh hari ini juga menyisakan ruang bagi kejutan dari pelari-pelari nonunggulan, mengingat nomor lari Asian Games kerap diwarnai hasil di luar prediksi dibanding ajang yang levelnya lebih tinggi seperti Kejuaraan Dunia maupun Olimpiade.

Menuju Akhir Pekan Penentuan di Mizuho Park

Dengan jalan cepat sudah menuntaskan pembagian medali dan mencatatkan dua rekor nasional Indonesia, sorotan kini sepenuhnya beralih ke lintasan lari Mizuho Park Athletic Stadium sepanjang pekan ini. Duel juara bertahan seperti Avinash Sable dan Winfred Yavi di halang rintang, ditambah persaingan sprint antara Puripol Boonson dan Shanti Pereira, diperkirakan menyita perhatian publik atletik Asia hingga penutupan cabang ini pada 29 September.

Bagi Indonesia, Pandu Sukarya dan Wahyudi Putra membawa modal medali perak SEA Games 2025 ke lintasan Nagoya, meski keduanya berhadapan dengan pelari-pelari Asia Barat dan Asia Timur yang secara umum masih unggul di nomor jarak menengah dan halang rintang. Terlepas dari hasil akhir nanti, kiprah mereka di Asian Games kali ini tetap menjadi bagian dari proses regenerasi atletik nasional menuju siklus kompetisi berikutnya.

Artikel ini dirangkum dari:

EXPLORE 20FIT

More ways to move.