Kembali
TECHNOLOGY 3 min read 13 April 2026

Cara Setting Smartwatch Garmin Sebelum Memulai Sesi HYROX

HYROX merupakan kompetisi kebugaran yang mengawinkan lari dengan latihan fisik yang mempertahankan daya tahan, kekuatan, dan ketahanan mental. Kompetisi hybrid ini meliputi lari 1 kilometer ditambah 1 stasiun latihan fungsional yang diulang sebanyak 8 kali. Secara keseluruhan, pe…

Cara Setting Smartwatch Garmin Sebelum Memulai Sesi HYROX

HYROX merupakan kompetisi kebugaran yang mengawinkan lari dengan latihan fisik yang mempertahankan daya tahan, kekuatan, dan ketahanan mental. Kompetisi hybrid ini meliputi lari 1 kilometer ditambah 1 stasiun latihan fungsional yang diulang sebanyak 8 kali. Secara keseluruhan, peserta akan berlari 8 kilometer dan mengikuti 8 latihan berbeda, meliputi SkiErg, Sled Push, Sled Pull, Burpee Broad Jumps, Rowing, Farmers Carry, Sandbag Lunges, dan Wall Balls.

Dengan format yang unik karena berganti-ganti antara lari dengan aktivitas fisik di station, butuh pengaturan khusus pada smartwatch peserta agar perangkat tersebut bisa akurat melacak performa secara keseluruhan. 

Pengguna memang tidak akan mendapati pengaturan HYROX pada perangkat mereka, tetapi bisa dimasukkan secara manual. Tidak semua model smartwatch dari Garmin memang mendukung fitur ini, sehingga pengguna perlu memastikan terlebih dahulu.

Melalui Aplikasi

Cara pertama dilakukan dengan membuat custom hybrid workout di aplikasi Garmin Connect di smartphone. Diawali dengan mengakses “Training and Planning” untuk memilih “Create a Workout” dan dilanjutkan dengan opsi “Multisport”. 

Tambahkan aktivitas 16 legs yakni 8 kali berlari dan 8 station secara lengkap dengan memastikan komposisinya berurutan. Ditutup dengan mengaktifkan “Transitions” untuk menambahkan jeda otomatis antara segmen lari dengan station.

Cara kedua, dengan mengatur mode HIIT yang juga bisa diakses melalui aplikasi Garmin Connect. Edit setiap step sesuai aktivitasnya dan beri nama untuk setiap station.  Susunan tersebut bisa berupa: Leg 1: Run (1km), Leg 2: HIIT – SkiErg, Leg 3: Run (1km), Leg 4: HIIT Sled Push, dan seterusnya hingga 16 leg.

Untuk pengaturan “duration type” bisa memilih “Lap Button Press” sehingga pengguna bisa menentukan sendiri kapan berpindah ke segmen berikutnya, bukan berdasarkan waktu atau rep. Diakhiri dengan memilih “done”.

Pengaturan latihan secara manual tersebut bisa diakses melalui menu “Workouts Widget” di jam tangan pintar, pilih “My Workouts” dilanjutkan dengan memilih custom hybrid training berisi 16 leg yang sudah dibuat. Pilih mode lari sebagai “indoor track” sebelum memulai, dan tekan “Continue”. Selama berlatih, tekan tombol lap untuk berpindah ke setiap step atau station berikutnya.

Pengaturan workout itu bisa dibagikan secara mudah kepada sesama pengguna smartwatch Garmin dengan memanfaatkan fitur Garmin Share yang bisa dilakukan dengan mendekatkan perangkat pengirim dan penerima. Latihan tersebut akan tersalin tanpa perlu konfigurasi ulang.

Membaca hasil latihan

Rampung berolahraga, pengguna bisa menganalisa data secara terpisah untuk dua jenis aktivitas. Dari aktivitas lari, bisa didapatkan informasi terkait jarak, pace, average heart rate, time in heart rate zones, dan time in Power Zones. Sementara itu, aktivitas strength, akan menampilkan insight mengenai daftar latihan per station beserta waktu, reps dan berat. Ada pula informasi mengenai heart rate chart selama HIIT dan training effect baik anarobic maupun anaerobic.

Selain data tersebut, ada sejumlah informasi yang relevan bagi pengguna yang aktif di HYROX:

  • Lactate Treshold, misalnya, menunjukkan pace dan heart rate maksimal yang bisa dipertahankan tanpa cepat kelelahan. Indikator ini penting untuk menyusun strategi menyusun pacing pada segmen lari.
  • VO2 Max mengukur kapasitas aerobik jangka panjang. Semakin tinggi artinya semakin baik dalam kemampuan mempertahankan intensitas tinggi secara berulang di setiap station.
  • Training Load mengukur total stres latihan dalam 7 hari terakhir, yang dibagi menjadi tiga zona yakni low aerobic, high aerobic, dan anaerobic.
  • Training status menggabungkan semua data di atas untuk menilai apakah latihan yang dijalankan termasuk productive, maintaining, overreaching, atau perlu recovery.
  • Metrik HRV, Recovery Time & Training Readiness secara bersama-sama membantu memutuskan pengguna apakah latihan hari ini tergolong “push day” atau “rest day”.

Dengan insight yang diberikan oleh pengukuran yang dilakukan oleh smartwatch setiap atlet bisa belajar untuk menjadi lebih baik dalam sesi HYROX yang dijalani.

EXPLORE 20FIT

More ways to move.