Kembali
PADEL 5 min read 23 September 2026

Padel Debut di Asian Games 2026, Indonesia Kirim 8 Atlet ke Nagoya

Padel resmi debut di Asian Games 2026 dan Indonesia untuk pertama kalinya mengirim delapan atlet ke Nagoya, Jepang, setelah pemusatan latihan 34 hari di Spanyol dan tanpa dibebani target emas oleh PBPI.

Padel Debut di Asian Games 2026, Indonesia Kirim 8 Atlet ke Nagoya
Foto: Liputan6.com

Padel akan tampil untuk pertama kalinya sebagai cabang olahraga resmi Asian Games, dipertandingkan di Nagoya City Higashi Sports Center, Jepang, pada 28 September-3 Oktober 2026. Indonesia mengambil bagian dalam sejarah ini dengan memberangkatkan delapan atlet ke Aichi-Nagoya, tim yang baru merampungkan pemusatan latihan 34 hari di Spanyol dan dijadwalkan bertolak ke Jepang pada Jumat, 25 September 2026.

Baca Cepat

  • Padel debut di Asian Games 2026 pada 28 September-3 Oktober di Nagoya City Higashi Sports Center, memperebutkan dua nomor: ganda putra dan ganda putri.
  • Indonesia mengirim delapan atlet (empat putra, empat putri) untuk penampilan pertama sepanjang sejarah, berangkat ke Jepang Jumat, 25 September 2026.
  • Giorgio Soemarno, Armando Soemarno, dan Valentinus Dyas dari Padel Pro Academy menjadi tiga dari empat atlet putra yang dikirim PBPI.
  • PBPI sengaja tak membebani tim dengan target emas karena Indonesia baru serius bermain padel 2-3 tahun, sementara rival sudah 7-8 tahun lebih dulu.

Padel Resmi Jadi Cabang Asian Games, Ini Jadwal dan Formatnya

Padel menjadi salah satu dari dua cabang olahraga baru, bersama teqball, yang ditambahkan ke program Asian Games sejak Maret 2026, menggenapkan jumlah cabor dalam pesta olahraga empat tahunan ini menjadi 43 cabang. Kompetisi padel berlangsung di Nagoya City Higashi Sports Center, salah satu venue di Prefektur Aichi, sepanjang 28 September-3 Oktober 2026, beririsan dengan penyelenggaraan Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya secara keseluruhan yang berjalan 19 September-4 Oktober.

Hanya dua nomor yang dipertandingkan pada edisi debut ini, yaitu ganda putra dan ganda putri, dengan format bertahap mulai babak penyisihan hingga perebutan medali emas dan perunggu. Padel sendiri adalah olahraga raket yang lahir di Meksiko pada 1969 dan dimainkan dua lawan dua di lapangan tertutup kaca serta jaring kawat, sehingga bola yang memantul dari dinding masih bisa dikembalikan sebagai bagian dari permainan.

Indonesia Kirim Delapan Atlet, Torehkan Sejarah Baru di Nagoya

Bagi Indonesia, keikutsertaan di nomor padel Asian Games 2026 menjadi yang pertama sepanjang sejarah keikutsertaan negara ini di ajang multicabang Asia tersebut. Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) memberangkatkan delapan atlet, terdiri dari empat putra dan empat putri, untuk mengisi dua nomor ganda yang dipertandingkan di Nagoya.

Tiga dari empat atlet putra yang dikirim, yakni Giorgio Soemarno, Armando Soemarno, dan Valentinus Dyas, merupakan binaan Padel Pro Academy di Jakarta di bawah arahan David Garrido selaku Direktur Teknik dan Metodologi akademi tersebut. Ketiganya tampil dalam laga ekshibisi internasional pada Sabtu, 19 September 2026, di Padel Pro Signature, Pondok Indah Mall 5, Jakarta Selatan, yang sekaligus menjadi acara pelepasan resmi tim menuju Asian Games.

Lengkapi Perlengkapan Padel-mu
Wilson Endure Pro V1 Raket Padel Performance
Raket padel performa dengan profil ringan dan sweet spot lebar, menopang pukulan cepat ala pemain nasional.
Lihat →
Wilson Courtglide Women Padel Shoes
Sepatu padel wanita dengan traksi stabil dan bantalan responsif untuk gerak lateral cepat di lapangan.
Lihat →
Wilson Padel X3 Performance Balls
Bola padel performa turnamen dengan tekanan dan pantulan konsisten untuk latihan maupun uji tanding.
Lihat →

Modal 34 Hari Latihan di Spanyol dan Uji Tanding Internasional

Sebelum berangkat ke Jepang, skuad padel Indonesia menjalani pemusatan latihan selama 34 hari di Spanyol, mencakup pembenahan teknik, kondisi fisik, nutrisi, hingga persiapan mental. Program ini juga mempertemukan para atlet dengan pemain-pemain dari Spanyol, Argentina, dan Swedia dalam laga uji coba, sebelum tim kembali ke Indonesia untuk beristirahat sepekan bersama keluarga.

Rangkaian persiapan ini ditutup dengan laga ekshibisi melawan pemain dari tiga negara tersebut di Jakarta pada Sabtu, 19 September 2026. Salah satu atlet timnas menyebut bekal dari Spanyol membuat performa tim meningkat signifikan, dengan variasi pukulan dan kekompakan pasangan menjadi fokus utama program latihan sebelum tim dijadwalkan bertolak ke Nagoya pada Jumat, 25 September 2026.

PBPI Tak Bebani Atlet dengan Target Emas di Debut Perdana

Wakil Ketua Umum PBPI, Mochtar Sarman, menegaskan federasi sengaja tidak membebani atlet dengan target medali emas pada penampilan perdana ini. “Ini cabang olahraga baru, jadi kita akan memberikan yang terbaik. Kalau ditanya target, pasti semua mau emas, tapi kita juga masih baru dan belum pernah melawan mereka. Jadi jangan kasih pressure ke pemain-pemain agar mereka bisa lepas mainnya dengan yang terbaik,” ujar Mochtar.

Alasannya konkret: Indonesia baru serius menekuni padel secara kompetitif selama 2-3 tahun, sementara sebagian besar negara pesaing di Asia sudah menjalani olahraga ini 7-8 tahun lebih lama. Atlet timnas, Giorgio Soemarno, menyambut baik pendekatan tanpa tekanan tersebut. “Ekspektasi sesuai dengan yang Pak Mochtar bilang, kita sangat senang dari sisi PBPI tidak di-pressure untuk harus ini atau itu. Terpenting kita bisa benar-benar fight sekeras-kerasnya,” kata Giorgio.

Modal Peringkat Ketiga Asia dan Ambisi Jangka Panjang PBPI

Meski tanpa target emas, tim putri Indonesia sebenarnya sudah mengantongi modal positif berupa peringkat ketiga Asia di ajang FIP Asia Cup 2025 yang digelar di Doha, Qatar, hasil terbaik Indonesia di level regional sejauh ini. Mochtar menyebut kesiapan tim saat ini jauh lebih matang dibanding tahun lalu berkat rangkaian pemusatan latihan dan uji tanding yang lebih terstruktur menjelang Asian Games.

PBPI sendiri telah dilantik KONI sebagai induk organisasi resmi cabang padel di Indonesia, seiring pesatnya pertumbuhan olahraga ini sejak masuk ke Tanah Air pada 2019. Ke depan, Asian Games 2026 menjadi batu loncatan penting bagi pengembangan padel nasional, dengan basis pemain muda yang terus digenjot lewat akademi-akademi seperti Padel Pro Academy.

Langkah Awal Menuju Panggung Padel yang Lebih Besar

Debut di Asian Games 2026 menjadi penanda penting bagi perjalanan padel Indonesia, yang usianya masih jauh lebih muda dibanding negara-negara Timur Tengah maupun Asia Selatan yang sudah lebih dulu serius menggarap olahraga ini. Dengan delapan atlet yang membawa modal pemusatan latihan di Spanyol dan pengalaman uji tanding internasional, tim ini berangkat ke Nagoya bukan untuk mengejar target angka, melainkan membangun fondasi.

Hasil apa pun yang didapat di Nagoya City Higashi Sports Center pada 28 September-3 Oktober mendatang akan menjadi catatan sejarah tersendiri, sekaligus modal evaluasi bagi PBPI untuk terus mengembangkan padel di Tanah Air menuju siklus kompetisi multievent berikutnya.

Artikel ini dirangkum dari:

EXPLORE 20FIT

More ways to move.