Panjat Tebing Asian Games 2026: Kiromal Katibin Tersisih, Veddriq-Desak Made Andalan Speed RI
Nomor speed panjat tebing Asian Games 2026 baru bertanding akhir September. Berikut skuad Indonesia, modal dari Kejuaraan Asia Meishan, dan sorotan absennya Kiromal Katibin di nomor perorangan.
Cabang panjat tebing Indonesia belum satu kali pun bertanding di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 hingga Rabu (23/9/2026) ini — nomor speed yang jadi andalan utama baru naik matras pertandingan pada 29 September mendatang. Skuad sudah final: Veddriq Leonardo berduet dengan Aditya Tri Syahria di nomor putra, sementara Desak Made Rita Kusuma Dewi tampil bersama Berthdigna Devi Surya Kusuma di nomor putri. Yang menarik, dua nama tercepat Indonesia lainnya, Kiromal Katibin dan Rahmad Adi Mulyono, justru tak masuk skuad speed perorangan kali ini.
Baca Cepat
- Nomor speed panjat tebing Asian Games 2026 baru bertanding 29 September (kualifikasi putri) hingga 1 Oktober (final putra) di Nagoya International Exhibition Hall.
- Skuad speed Indonesia: Veddriq Leonardo dan Aditya Tri Syahria di nomor putra, Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Berthdigna Devi Surya Kusuma di nomor putri.
- Modal musim ini: perunggu Veddriq (5,01 detik) dan emas rekor Asia Desak Made (6,07 detik) di Kejuaraan Asia Meishan, April 2026, yang sekaligus jadi ajang kualifikasi Asian Games.
- Kiromal Katibin (peringkat satu dunia) dan Rahmad Adi Mulyono tak lolos ke nomor speed perorangan; FPTI menargetkan tiga emas dari nomor speed dan lead.
Speed Baru Naik Matras 29 September
Asian Games Aichi-Nagoya 2026 sudah berjalan sejak 19 September dan akan berlangsung hingga 4 Oktober. Sejumlah cabang andalan Indonesia lain sudah lebih dulu bertanding, seperti bulu tangkis yang bergulir 20-29 September dan angkat besi yang justru baru dimulai hari ini, 23 September. Panjat tebing menjadi salah satu yang paling belakangan tampil: seluruh nomornya dijadwalkan berlangsung 29 September-3 Oktober di Nagoya International Exhibition Hall.
Nomor speed yang menjadi tumpuan utama Indonesia mendapat jatah di paruh awal jadwal tersebut. Kualifikasi speed putri digelar 29 September, dilanjutkan final keesokan harinya. Giliran putra menyusul sehari kemudian: kualifikasi pada 30 September dan final pada 1 Oktober. Artinya, publik Indonesia masih harus menunggu hampir sepekan lagi sebelum bisa menyaksikan Veddriq dan kawan-kawan turun ke dinding.
Modal dari Meishan: Emas Rekor Asia Desak Made, Perunggu Veddriq
Bekal utama Indonesia jelang turun di Nagoya datang dari Kejuaraan Asia Meishan (2026 World Climbing Asia Championship) di China, 8-12 April lalu, yang sekaligus berfungsi sebagai ajang kualifikasi Asian Games. Di nomor speed putri, Desak Made Rita Kusuma Dewi tampil dominan dengan mengunci emas sekaligus rekor Asia baru 6,07 detik di final, setelah sebelumnya sempat memecahkan rekornya sendiri di semifinal dengan catatan 6,15 detik. Perak jatuh ke tangan Zhou Yafei (China, 6,47 detik) dan perunggu untuk Qin Yumei (China, 6,77 detik).
Di nomor putra, Veddriq Leonardo harus puas dengan perunggu usai mencatatkan waktu 5,01 detik. Emas direbut Chu Shouhong dari China dengan 4,90 detik, tipis di depan rekan senegaranya Zhou Ziyu yang mencatat 4,91 detik. Hasil ini menegaskan bahwa China datang dengan modal kuat di kedua nomor speed jelang Asian Games.
Veddriq Berburu Gelar yang Belum Pernah Digenggam
Status juara Olimpiade Paris 2024 sekaligus atlet non-bulu tangkis Indonesia pertama peraih emas Olimpiade membuat nama Veddriq Leonardo identik dengan prestasi tertinggi. Namun ada satu gelar yang belum pernah ia genggam: emas speed perorangan di Asian Games. Di Hangzhou 2022, capaian terbaiknya di nomor ini baru perunggu, meski ia sempat menyumbang perak di nomor speed relay beregu bersama Kiromal Katibin, Rahmad Adi Mulyono, dan Aspar.
Menjelang Aichi-Nagoya, Veddriq mengaku programnya kini lebih banyak diarahkan ke penguatan mental ketimbang menambah porsi latihan fisik. “Sekarang tinggal bagaimana latihan mental, karena manusia kadang naik dan turun. Jadi lebih menjaga mental,” ujarnya. Ia menjalani seluruh program bersama tim pelatih tanpa sesi tambahan di luar jadwal, dengan rencana berangkat lebih awal ke Jepang agar sempat beradaptasi dengan kondisi venue.
Desak Made, Peringkat Satu Dunia yang Memilih Tenang
Status peringkat satu dunia dan emas rekor Asia dari Meishan tak lantas membuat Desak Made Rita Kusuma Dewi terbebani jelang Asian Games. “Saya tidak terbebani target dan tidak ada intensitas latihan mandiri juga,” ujarnya, menegaskan seluruh program latihannya tetap mengikuti arahan pelatih tanpa menambah porsi di luar jadwal yang sudah ditetapkan.
Dukungan keluarga turut menjadi bekal tersendiri baginya. “Kalau dari keluarga selalu mendoakan yang terbaik, tidak ada tuntutan apapun, mereka selalu bicara tentang menikmati semua prosesnya dan mereka yakin kalau saya pasti bisa,” katanya. Ketenangan ini yang diharapkan bisa membawanya mengulang performa terbaik di hadapan lawan-lawan China yang juga tampil kuat di Meishan.
Kiromal Katibin dan Rahmad Adi Mulyono Tersisih, Bukti Kedalaman Skuad
Satu fakta menarik dari skuad speed Indonesia di Asian Games 2026: dua nama tercepat sekalipun tak menjamin tempat. Kiromal Katibin, yang sepanjang musim 2025 mengoleksi gelar juara World Cup Denver, runner-up Krakow, podium ketiga Bali, serta perak World Games 2025 Chengdu hingga kokoh di peringkat satu dunia IFSC nomor speed putra, tak masuk dua slot speed perorangan Asian Games kali ini. Kiromal sempat memegang rekor dunia speed climbing dengan catatan 5,009 detik pada 2022, sebelum dipecahkan Veddriq pada 2023.
Nasib serupa dialami Rahmad Adi Mulyono, peraih perunggu speed perorangan Kejuaraan Dunia IFSC 2023 di Bern sekaligus juara World Cup Chamonix 2023, yang juga rekan seangkatan Kiromal dan Veddriq di podium perak relay Hangzhou 2022. Kedua slot speed putra Asian Games kali ini justru jatuh ke Veddriq dan Aditya Tri Syahria, yang mengamankan tiket lewat kualifikasi Meishan dengan finis keenam dan catatan 5,37 detik di perempatfinal — kalah dari Veddriq sendiri. Di nomor putri, slot kedua diisi Berthdigna Devi Surya Kusuma, mahasiswa penerima beasiswa atlet di Universitas Dian Nuswantoro Semarang asal Blora yang finis kelima kualifikasi dengan 6,73 detik dan pernah menjadi juara Asian Youth Sport Climbing Championship 2017 di Singapura.
FPTI Incar Tiga Emas, China Jadi Ujian Terberat
Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yenny Wahid menetapkan target tiga medali emas dari Asian Games 2026: dua dari nomor speed putra dan putri, satu lagi dari nomor lead. Target ini realistis mengingat modal Veddriq dan Desak Made di Meishan, meski hasil yang sama juga menunjukkan betapa tangguhnya China di kedua nomor speed.
Dengan jadwal final speed putri pada 30 September dan final putra pada 1 Oktober, publik Tanah Air tinggal menghitung hari untuk melihat apakah kedalaman skuad yang membuat Kiromal Katibin dan Rahmad Adi Mulyono tersisih di seleksi internal benar-benar bisa diterjemahkan Veddriq, Aditya, Desak Made, dan Berthdigna menjadi medali di Nagoya.
Artikel ini dirangkum dari:
- CNN Indonesia: Daftar Lengkap Atlet Panjat Tebing Indonesia Lolos Asian Games 2026 tautan
- CNN Indonesia: Jadwal Cabor Andalan Indonesia di Asian Games 2026 tautan
- Antara News: Yenny Wahid targetkan tiga medali panjat tebing di Asian Games 2026 tautan
- Antara News: Desak Made tak terbebani target emas Asian Games 2026 Aichi-Nagoya tautan