Bukan Cuma Speed: Skuad Lengkap Panjat Tebing Indonesia di Asian Games 2026
Skuad panjat tebing Indonesia ke Asian Games 2026 membengkak jadi sembilan atlet di tiga nomor -- speed, lead, dan boulder. Simak profil bintang baru RI, dari emas sejarah Putra Tri Ramadani di Praha hingga saudara kembar Raviandi-Ravianto Ramadhan di boulder.
Skuad panjat tebing Indonesia ke Asian Games Aichi-Nagoya 2026 ternyata jauh lebih gemuk ketimbang sekadar barisan spesialis speed yang selama ini identik dengan cabang olahraga ini. Sembilan atlet akan turun di tiga nomor sekaligus—speed, lead, dan boulder—dengan modal yang tak kalah menjanjikan: emas sejarah Putra Tri Ramadani di nomor lead pada World Climbing Series Praha 2026, serta saudara kembar Raviandi dan Ravianto Ramadhan yang mengisi nomor boulder. “Kalau dulu kita empat atlet itu hanya untuk speed. Kita berharap bisa mengirim untuk lead. Dan syukur-syukur boulder,” kata Ketua Umum PP FPTI Yenny Wahid, menggambarkan lompatan kedalaman skuad Indonesia jelang tampil di Nagoya akhir September ini.
Baca Cepat
- Skuad panjat tebing Indonesia di Asian Games 2026 membengkak jadi sembilan atlet yang berlaga di tiga nomor—speed, lead, dan boulder—tak lagi cuma mengandalkan speed seperti sebelumnya.
- Nomor boulder dan lead menyusul speed di Nagoya International Exhibition Hall: final boulder putra digelar 30 September, sementara lead menutup seluruh rangkaian panjat tebing pada 2-3 Oktober.
- Modal utama nomor lead: emas sejarah Putra Tri Ramadani “Srondeng” (20) di World Climbing Series Praha 2026 dengan skor 43, mengalahkan Neo Suzuki (Jepang) dan juara dunia empat kali Jakob Schubert (Austria).
- Saudara kembar Raviandi dan Ravianto Ramadhan mengisi nomor boulder, dengan Raviandi merangkap ke lead sebagai satu-satunya atlet RI di dua disiplin sekaligus; FPTI menargetkan tiga medali dari Nagoya.
Sembilan Atlet, Tiga Nomor: Skuad RI Tak Lagi Cuma Speed
Selama bertahun-tahun, wajah panjat tebing Indonesia di kancah internasional nyaris selalu berarti nomor speed—dari Kiromal Katibin, Veddriq Leonardo, hingga Desak Made Rita Kusuma Dewi. Di Asian Games 2026, formasi itu melebar. Nomor speed tetap diisi Veddriq Leonardo berduet Aditya Tri Syahria di sektor putra, serta Desak Made Rita Kusuma Dewi bersama Berthdigna Devi Surya Kusuma di sektor putri. Namun kali ini Indonesia juga mengirim dua atlet lead putra (Putra Tri Ramadani dan Raviandi Ramadhan), dua lead putri (Sukma Lintang Cahyani dan Alma Ariella Tsany), serta dua atlet boulder putra (Raviandi Ramadhan dan Ravianto Ramadhan)—dengan Raviandi tercatat rangkap dua nomor sekaligus.
Ketua Umum PP FPTI Yenny Wahid menyebut pertumbuhan ini sebagai buah kerja panjang federasi. “Untuk lead dan boulder, selama puluhan tahun kita belum punya bibit yang mampu mencapai tingkat podium kejuaraan-kejuaraan internasional. Tapi sekarang kita punya banyak stok,” ujarnya. Saat ini pelatnas FPTI untuk nomor lead dan boulder saja sudah diisi 12 atlet—delapan putra dan empat putri—jauh lebih banyak dibanding stok yang tersedia beberapa tahun lalu.
Boulder dan Lead Menyusul Speed di Nagoya
Keseluruhan program panjat tebing Asian Games 2026 digelar 29 September-3 Oktober di Nagoya International Exhibition Hall. Nomor speed—andalan lama Indonesia—tampil di paruh awal: kualifikasi putri 29 September, final putri 30 September, dilanjutkan kualifikasi putra 30 September dan final putra 1 Oktober. Boulder menyusul dengan final nomor putra dijadwalkan 30 September, sebelum lead—nomor yang kini jadi incaran medali kedua RI—menutup seluruh rangkaian panjat tebing pada 2-3 Oktober lewat semifinal dan final.
Artinya, publik Indonesia bakal disuguhi drama panjat tebing hampir sepekan penuh: dari duel speed Veddriq dan Desak Made di ujung September, berlanjut ke perjuangan Raviandi-Ravianto di boulder, hingga penutup di nomor lead awal Oktober tempat Putra Tri Ramadani dan tiga rekannya diharapkan bicara banyak.
Emas Sejarah di Praha, Modal Utama Nomor Lead
Harapan Indonesia di nomor lead bersandar pada capaian Putra Tri Ramadani, climber 20 tahun asal Kota Kediri yang akrab disapa Srondeng. Pada World Climbing Series Praha 2026, Juni lalu, ia tampil dominan di final dengan skor 43—mengungguli Neo Suzuki asal Jepang (39) dan mengalahkan Jakob Schubert asal Austria (37), climber yang empat kali menjadi juara dunia lead (2012, 2018, 2021, 2023). Gelar itu tercatat sebagai emas pertama Indonesia di nomor lead pada level World Climbing Series, nama baru untuk seri IFSC World Cup mulai musim 2026.
“Ini final kedua saya dan emas pertama saya. Saya sangat senang karena rute final sangat sulit,” kata Putra seusai laga. Ia mengaku pekerjaan rumahnya bukan cuma soal fisik, melainkan juga mental: “Pekerjaan rumah saya adalah saat orientasi jalur dan mengatasi rasa grogi ketika bertanding,” ujarnya. Sepanjang musim 2026 ia juga finis keempat di seri Innsbruck dan ketiga di Chamonix, bukti performa di Praha bukan kebetulan semata jelang tampil di Nagoya.
Ramadhan Bersaudara Kejar Mimpi Kembar di Boulder
Nomor boulder putra Indonesia diisi sepasang saudara kembar, Raviandi dan Ravianto Ramadhan. Ravianto lebih dulu mengunci tiket usai tampil solid di ajang kualifikasi, termasuk menembus semifinal World Climbing Series Innsbruck 2026 dan mengakhiri kompetisi di peringkat ke-19—salah satu langkah terjauh climber boulder Indonesia di kompetisi seri dunia. Raviandi menyusul jejak kembarannya, sekaligus menjadi satu-satunya atlet Indonesia yang tampil di dua nomor pada Asian Games kali ini: lead dan boulder.
Beban ganda itu tak membuat Raviandi gentar. “Target pasti emas, cara meraihnya tentu dengan berlatih keras, karena saya satu-satunya yang ikut dalam dua disiplin jadi akan berusaha semaksimal mungkin,” ujarnya. Ia mengaku performa lead-nya saat ini lebih menjanjikan dibanding boulder, konsekuensi dari jam terbang kompetisi internasional yang lebih banyak ia dapat di nomor tersebut.
Alma dan Sukma Jaga Asa di Lead Putri
Di sektor putri, harapan lead Indonesia ada di pundak Alma Ariella Tsany dan Sukma Lintang Cahyani. Alma, yang mulai memanjat sejak usia 5 tahun dari kebiasaan memanjat pagar rumahnya sendiri, mencuri perhatian sejak debut di PON 2024 Aceh-Sumut dengan raihan tiga emas dan dua perak. Setahun kemudian, di usia 16 tahun, ia naik podium tertinggi nomor lead perorangan putri SEA Games 2025 Thailand—mengalahkan rekan setimnya sendiri, Sukma Lintang Cahyani, yang harus puas dengan perak.
Sukma sendiri bukan tanpa modal. Climber asal DI Yogyakarta ini pernah meraih perunggu nomor lead perorangan putri di PON 2024, dan tercatat sebagai satu-satunya climber lead Indonesia yang menembus babak final World Cup Wujiang, China, pada 2025. Duet Alma-Sukma menjadi pelengkap misi Indonesia merebut medali lead di luar sorotan utama yang biasanya tertuju ke nomor speed.
Tiga Medali jadi Target FPTI, Kedalaman Skuad demi Nagoya dan LA 2028
Ketua Umum PP FPTI Yenny Wahid memasang target tiga medali dari Nagoya. “Saya target tiga medali. Dari speed dua, putra-putri pastinya. Lalu kemudian untuk lead, target satu. Satu boleh medali apa saja, kalau bisa emas,” ujarnya, sembari berpesan kepada seluruh atlet untuk tampil lepas. “Pesan saya cuma satu, bertandinglah dengan hati gembira, tanpa beban. Itu saja,” katanya.
Kedalaman skuad yang mulai terbentuk ini relevan jauh melampaui Nagoya. Pada Olimpiade Los Angeles 2028, panjat tebing untuk pertama kalinya akan memperlombakan speed, boulder, dan lead sebagai tiga nomor terpisah dengan medali sendiri-sendiri—berbeda dari format gabungan boulder-lead yang masih dipakai di Paris 2024. Artinya, setiap climber lead dan boulder yang kini ditempa di pelatnas berpeluang punya jalur spesialisasi sendiri menuju Olimpiade berikutnya, dan Asian Games 2026 menjadi panggung ujian pertama mereka.
Artikel ini dirangkum dari:
- ANTARA News: FPTI mulai punya banyak stok atlet panjat tebing lead dan boulder tautan
- Periskop.id: FPTI Tak Lagi Hanya Andalkan Nomor Speed, Stok Atlet Lead-Boulder Mulai Tumbuh tautan
- Tempo.co: Daftar Atlet Panjat Tebing Indonesia untuk Asian Games 2026 tautan
- IDN Times: Putra Tri Ramadani Raih Emas di World Climbing Series Praha 2026 tautan
- detikJatim: Atlet Kediri Putra Tri Ramadani Raih Emas di World Climbing Series 2026 tautan
- ANTARA News: Raviandi termotivasi kawinkan emas lead dan boulder Asian Games 2026 tautan
- iNews: Alma Ariella Tsany Sabet Emas SEA Games 2025 dari Panjat Tebing tautan
- Tempo.co: Profil Alma Ariella Tsany, Atlet Remaja Panjat Tebing PON 2024 tautan
- Olympics.com: Sport Climbing at LA28 – What the New Olympic Format Means for the Sport tautan