Perjalanan Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026: dari 2-0, 0-0, hingga 9-2
Tiga laga Grup A dalam enam hari mengantar Garuda ke final FIFA ASEAN Cup 2026: efisien atas Singapura, tangguh dengan 10 pemain lawan Malaysia, dan tajam saat menang 9-2 atas Bangladesh.
Perjalanan Timnas Indonesia ke final FIFA ASEAN Cup 2026 ditempuh lewat tiga laga Grup A dalam sekitar enam hari di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK): menang 2-0 atas Singapura (25/9), imbang 0-0 dengan Malaysia saat bermain 10 orang (28/9), lalu menang 9-2 atas Bangladesh (1/10). Garuda dan Malaysia sama-sama menutup grup dengan tujuh poin dan selisih gol +9, tetapi Indonesia menjadi juara Grup A karena lebih produktif (11 gol berbanding 9) dan bertemu Thailand di final, Senin (5/10/2026) pukul 20.00 WIB.
Baca Cepat
- Indonesia menang 2-0 atas Singapura (Ragnar Oratmangoen menit 13, penalti Ole Romeny menit 74), imbang 0-0 dengan Malaysia, lalu menang 9-2 atas Bangladesh: tujuh poin dari tiga laga di SUGBK.
- Garuda mencetak 11 gol dari tujuh pemain berbeda dan hanya kebobolan dua kali, keduanya di laga terakhir. Mitchell Baker mencetak lima gol dan Romeny membuat empat assist.
- Indonesia dan Malaysia sama-sama meraih tujuh poin dengan selisih gol +9. Pertemuan langsung berakhir 0-0, sehingga produktivitas gol (11 berbanding 9) menentukan juara Grup A.
- Tiket final baru terkunci lewat gol Diks (90+6) dan Baker (90+7) ke gawang Bangladesh, setelah Malaysia menang 6-0 atas Singapura di Bandung pada jam yang sama.
Laga 1: Menang 2-0 atas Singapura, Balas Dendam Piala AFF
FIFA ASEAN Cup 2026 adalah turnamen baru di kalender FIFA. Divisi 1 diikuti delapan tim dalam dua grup, tanpa semifinal: juara grup langsung ke final, runner-up bermain di perebutan tempat ketiga. Setiap laga Grup A pun terasa seperti babak gugur, dan Indonesia, sebagai tuan rumah, memainkan ketiganya di SUGBK.
Laga pembuka, Jumat (25/9), membawa beban lama. Di Piala AFF 2026, Garuda hanya imbang 1-1 di Singapura pada 7 Agustus dan gagal lolos dari fase grup. Kali ini John Herdman memakai pola 3-4-3 dengan Baker sebagai ujung tombak. Gol pertama lahir di menit ke-13 lewat umpan tarik Luke Vickery dari sisi kanan yang diselesaikan Oratmangoen.
Babak kedua berjalan lambat sampai sekitar menit ke-70, ketika Safuwan Baharudin menjegal Baker di depan kotak penalti; kartu kuning wasit berubah menjadi merah setelah tinjauan VAR. Tendangan bebas Thom Haye lalu mengenai tangan pemain Singapura, dan Romeny mengeksekusi penalti di menit ke-74. Penguasaan bola versi FIFA justru milik Singapura (55,1 persen), tetapi Indonesia lebih efisien di depan 38.702 penonton, menurut Polda Metro Jaya.
Hasil itu membawa Indonesia ke peringkat dua, di bawah Malaysia yang menang 3-0 atas Bangladesh pada hari yang sama dan unggul selisih gol (+3 berbanding +2).
Laga 2: Imbang 0-0 dengan Malaysia, Bertahan dengan 10 Pemain
Tiga hari kemudian, Derbi Nusantara, Senin (28/9), nyaris dibuka dengan gol Justin Hubner di menit-menit awal setelah lemparan jauh Kevin Diks diteruskan Elkan Baggott. Wasit Ko Hyung-jin menganulirnya karena Hubner dinilai lebih dulu melanggar kapten Malaysia, Dion Cools. Baker, starter lawan Singapura, dicadangkan.
Titik baliknya datang di menit ke-37. Haye menjegal Arif Aiman dari belakang; kartu kuning dibatalkan setelah VAR dan berganti kartu merah. Sundulan Baggott sempat membentur tiang sebelum jeda, lalu Indonesia praktis bertahan: penguasaan bola versi FIFA hanya 29,5 persen, dan Sofascore, dikutip Bola.com, mencatat Malaysia melepas delapan tembakan ke arah gawang berbanding satu milik Garuda.
Maarten Paes beberapa kali menyelamatkan gawang, sementara Baggott menempel ketat Bergson da Silva, menurut The Star. Pelatih Malaysia Tan Cheng Hoe mengaku timnya mendominasi, tetapi menilai Indonesia layak mendapat apresiasi besar. Laga ditonton 56.894 orang, naik dari 38.702 di laga pembuka. Satu poin itu membuat kedua tim sama-sama mengantongi empat poin, dengan Malaysia tetap di puncak.
Laga 3: Menang 9-2 atas Bangladesh, Dua Gol di Menit Akhir
Tiga hari berselang, Kamis (1/10), Indonesia butuh kemenangan besar sambil menunggu hasil Malaysia melawan Singapura di Bandung, yang dimainkan bersamaan. Haye absen karena skorsing. Herdman memakai 3-4-3 dan memberi Emil Audero serta Rizky Ridho start pertama mereka di turnamen ini, menurut Bola.com.
Babak pertama menjadi pesta gol. Baker membuka skor di menit ke-11 dari umpan Romeny dan menggandakannya di menit ke-20 lewat kemelut. Ridho menambah gol ketiga (32), lalu Shahriar Emon memperkecil lewat sundulan (36), kebobolan pertama Garuda di turnamen ini. Baker langsung membalas di menit ke-37 dan ke-42, dan Hubner menutup babak lewat sundulan (45+1) untuk skor 6-1.
Babak kedua jauh lebih seret. Gol Romeny di menit ke-84 dianulir karena offside, Vickery baru mencetak gol ketujuh di menit ke-90, dan Farhaan Ali Wahid membalas semenit kemudian (7-2). Di Bandung, Bergson melengkapi hat-trick untuk gol keenam Malaysia (90+3), sehingga selisih gol Malaysia (+9) melampaui Indonesia (+7). Garuda butuh dua gol lagi.
Papan tambahan waktu sempat menunjukkan dua menit sebelum direvisi menjadi tujuh; Okezone melaporkan penyebabnya miskomunikasi ofisial keempat dengan wasit utama Nasrullo Kabirov. Diks lalu menyundul bola dari situasi bola mati (90+6) dan Baker menutup laga dari assist Romeny (90+7). Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) meminta klarifikasi FIFA soal perubahan itu, tetapi menegaskan tidak mempersoalkan hasil pertandingan.
Cara Indonesia Lolos: Produktivitas Gol Kalahkan Malaysia
Indonesia dan Malaysia menutup Grup A dengan tujuh poin dan selisih gol +9. Menurut CNN Indonesia, regulasi menempatkan pertemuan langsung lebih dulu, lalu selisih gol, kemudian produktivitas gol; Detik meringkasnya sebagai poin, selisih gol, dan produktivitas gol. Hasilnya sama: laga langsung berakhir 0-0 dan selisih gol identik, sehingga 11 gol Indonesia mengungguli 9 gol Malaysia.
- Indonesia: main 3, menang 2, imbang 1, kalah 0, gol 11-2 (+9), 7 poin
- Malaysia: main 3, menang 2, imbang 1, kalah 0, gol 9-0 (+9), 7 poin
- Singapura: main 3, menang 1, imbang 0, kalah 2, gol 1-8 (-7), 3 poin
- Bangladesh: main 3, menang 0, imbang 0, kalah 3, gol 2-13 (-11), 0 poin
Indonesia menutup matchday pertama dan kedua di bawah Malaysia, dan posisi puncak baru terkunci di menit 90+7 laga terakhir. Klasemen resmi FIFA hingga Senin (5/10) masih menempatkan Garuda sebagai juara Grup A, sedangkan Malaysia, yang tidak kebobolan satu gol pun, bermain di perebutan tempat ketiga melawan Vietnam pukul 16.00 WIB.
Perjalanan Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 dalam Angka
- Tujuh pencetak gol berbeda: Baker (5) serta Oratmangoen, Romeny, Ridho, Hubner, Vickery, dan Diks masing-masing satu.
- Tiga gol (Vickery, Diks, Baker) lahir di menit 90 atau sesudahnya, semuanya ke gawang Bangladesh.
- Penguasaan bola versi FIFA: 44,9 persen (Singapura), 29,5 persen (Malaysia), 65,3 persen (Bangladesh).
- Lawan Bangladesh, Garuda melepas 32 tembakan dengan 17 tepat sasaran, menurut Flashscore yang dikutip Bola.com.
Baker (19 tahun) memimpin daftar pencetak gol fase grup Divisi 1 dengan lima gol, unggul satu gol dari Bergson, menurut penghitungan dari data pertandingan FIFA, dan menjadi pemain terbaik laga Bangladesh versi Bola.com. CNN Indonesia mencatat rekor gol terbanyak Timnas dalam satu laga tetap milik Soetjipto Soentoro dengan delapan gol. Romeny menjadi pemberi assist terbanyak dengan empat, semuanya ke gawang Bangladesh, selain penalti ke gawang Singapura; ia menyebut laga itu "pertandingan paling gila yang pernah saya mainkan", seperti dikutip Kompas.com.
Kapten Diks punya ceritanya sendiri. Ia mengaku kehabisan tenaga dalam 30 menit terakhir lawan Bangladesh setelah tiga laga dalam sekitar enam hari, meminta Herdman memindahkannya menjadi striker agar tetap bertahan di lapangan, lalu mencetak gol sundulan di menit 90+6, menurut Kompas.com.
Satu Langkah Lagi: Final Melawan Thailand, Senin (5/10)
Perjalanan itu mengantar Garuda ke final melawan Thailand, juara Grup B, Senin (5/10/2026) pukul 20.00 WIB di SUGBK. Herdman mengatakan final ini adalah yang pertama baginya bersama Timnas Indonesia, juga bagi Baker dan pemain lain, dan menegaskan trofi adalah target. CNN Indonesia mencatat, jika juara, ini akan menjadi gelar pertama Indonesia sejak 1991. Tiga laga Grup A menunjukkan tiga wajah Garuda: efisien melawan Singapura, tangguh dengan 10 pemain melawan Malaysia, dan tajam melawan Bangladesh.
Artikel ini dirangkum dari:
- FIFA: Indonesia vs Singapura, FIFA ASEAN Cup 2026 (match centre) tautan
- FIFA: Malaysia vs Indonesia, FIFA ASEAN Cup 2026 (match centre) tautan
- FIFA: Indonesia vs Bangladesh, FIFA ASEAN Cup 2026 (match centre) tautan
- FIFA: Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 tautan
- Kompas Bola: Hasil Timnas Indonesia Vs Singapura 2-0: Ole Romeny Kunci Kemenangan Garuda tautan
- Kompas Bola: LIVE Timnas Indonesia Vs Singapura 2-0: Ole Romeny Gandakan Skor Lewat Penalti tautan
- Kompas Megapolitan: Timnas Indonesia Kalahkan Singapura 2-0, Ada 38.702 Penonton di Stadion GBK tautan
- CNN Indonesia: Hasil FIFA ASEAN Cup: Timnas Indonesia Gulung Singapura 2-0 tautan
- ANTARA: Indonesia cetak kemenangan 2-0 ketika jumpa Singapura tautan
- Bola.com: Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 usai Timnas Indonesia Sikat Singapura tautan
- RCTI+ (iNews): Indonesia Angkat Koper dari Piala AFF 2026 usai Ditahan Imbang Singapura 1-1 tautan
- Kompas Bola: Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Skor Timnas Indonesia Vs Malaysia 0-0 tautan
- CNN Indonesia: Kronologi Kartu Merah Thom Haye di Timnas Indonesia vs Malaysia tautan
- Detik Sport: Hasil Indonesia Vs Malaysia: 10 Pemain Garuda Tahan Harimau Malaya tautan
- tvOne: Timnas Indonesia Vs Malaysia: Gol Cepat Justin Hubner Dianulir tautan
- Suara.com: Gol Justin Hubner Dianulir, Timnas Indonesia Gagal Unggul Cepat atas Malaysia tautan
- The Star: Malaysia fail to find breakthrough against 10-man Indonesia in Asean Cup tautan
- Bola.com: Malaysia Gagal Menang atas 10 Pemain Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup, Tan Cheng Hoe: Kami Mendominasi tautan
- Disway: 56.894 Penonton Indonesia vs Malaysia Padati GBK, 120 Suporter Negeri Jiran Dikawal Polisi Pulang tautan
- CNN Indonesia: Hajar Bangladesh 9-2, Indonesia Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 tautan
- CNN Indonesia: Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 usai Indonesia Bantai Bangladesh 9-2 tautan
- CNN Indonesia: Mitchell Baker Pencetak Quintrick Pertama di Timnas Indonesia tautan
- CNN Indonesia: Kata-kata John Herdman usai Timnas Menang Dramatis dan Lolos ke Final tautan
- CNN Indonesia: FAM Malaysia Protes ke FIFA soal Injury Time Indonesia vs Bangladesh tautan
- Kompas Bola: Hasil Timnas Indonesia Vs Bangladesh 9-2: Garuda ke Final FIFA ASEAN Cup 2026! tautan
- Kompas Bola: Kevin Diks Akui Minta Jadi Striker ke John Herdman, Langsung Cetak Gol untuk Timnas tautan
- Kompas Bola: Kata Ole Romeny Usai Membukukan 4 Assist di Indonesia Vs Bangladesh tautan
- Kompas Bola: Malaysia Minta FIFA Jelaskan Perubahan Injury Time Laga Indonesia Vs Bangladesh tautan
- Detik: Ini Alasan Indonesia Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 tautan
- Bola.com: Catatan Menarik setelah Timnas Indonesia Melibas Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Mitchell Baker Cetak 5 Gol, Garuda ke Final tautan
- Okezone: Kronologi Perubahan Injury Time dari 2 Jadi 7 Menit di Laga Timnas Indonesia vs Bangladesh tautan
- Investortrust: Format FIFA ASEAN Cup 2026: Dibagi 2 Divisi, Indonesia Tuan Rumah Divisi 1 tautan