Kembali
LIFESTYLE 9 min read 19 August 2026

Pilates di Surabaya Makin Diminati: Dari Olahraga Kebugaran hingga Gaya Hidup Perkotaan

Pilates di Surabaya semakin dikenal sebagai pilihan olahraga bagi masyarakat perkotaan yang ingin menjaga kebugaran dengan latihan yang terkontrol. Perkembangan ini terlihat dari semakin beragamnya kelas yang tersedia, mulai dari mat pilates, reformer pilates, kelas untuk pemula,…

Pilates di Surabaya Makin Diminati: Dari Olahraga Kebugaran hingga Gaya Hidup Perkotaan

Pilates di Surabaya semakin dikenal sebagai pilihan olahraga bagi masyarakat perkotaan yang ingin menjaga kebugaran dengan latihan yang terkontrol. Perkembangan ini terlihat dari semakin beragamnya kelas yang tersedia, mulai dari mat pilates, reformer pilates, kelas untuk pemula, hingga latihan yang disesuaikan dengan kebutuhan tertentu.

Berbeda dari olahraga yang mengandalkan gerakan cepat dan intensitas tinggi, pilates menekankan kontrol gerakan, kekuatan otot inti atau core, keseimbangan, fleksibilitas, postur, dan koordinasi dengan pernapasan. Pendekatan tersebut membuat pilates tidak hanya dipandang sebagai olahraga untuk membentuk tubuh, tetapi juga sebagai aktivitas yang mendorong kesadaran terhadap kondisi tubuh.

Di Surabaya, perkembangan pilates juga semakin dekat dengan gaya hidup masyarakat urban. Studio, instruktur, komunitas, media sosial, hingga kelas daring ikut membuat pilihan untuk berlatih pilates semakin beragam.

Pilates di Surabaya Berkembang Mengikuti Gaya Hidup Masyarakat Urban

Perubahan pola hidup masyarakat perkotaan menjadi salah satu konteks yang membuat pilates semakin relevan. Banyak pekerja menghabiskan waktu berjam-jam dalam posisi duduk dan menjalani rutinitas yang padat.

Dalam kondisi tersebut, aktivitas fisik menjadi bagian penting untuk menjaga tubuh tetap aktif. Pilates menawarkan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada jumlah gerakan atau intensitas latihan, tetapi juga bagaimana setiap gerakan dilakukan dengan kontrol dan kesadaran.

Instruktur pilates di Surabaya, Palupi Endah, melihat meningkatnya minat terhadap pilates sebagai bagian dari perubahan cara masyarakat memandang olahraga.

Menurut Palupi, masyarakat mulai mencari aktivitas yang tidak hanya memberikan manfaat fisik, tetapi juga membantu mereka memahami dan mengontrol tubuh.

“Pilates itu bukan sekadar olahraga untuk membentuk tubuh. Kita juga belajar mengontrol gerakan, mengatur pernapasan, menjaga postur, dan lebih sadar terhadap kondisi tubuh,” ujar Palupi.

Pendekatan tersebut membuat pilates dapat ditempatkan sebagai bagian dari rutinitas kebugaran sekaligus gaya hidup sehat.

Apa Itu Pilates dan Apa yang Dilatih?

Pilates merupakan bentuk latihan yang menekankan gerakan terkontrol, koordinasi, pernapasan, keseimbangan, dan stabilitas tubuh. Salah satu fokus penting dalam latihan pilates adalah otot inti atau core.

Otot inti berperan dalam membantu menjaga stabilitas tubuh dan mendukung berbagai gerakan sehari-hari. Karena itu, latihan yang menargetkan area tersebut tidak hanya berkaitan dengan penampilan fisik, tetapi juga kemampuan tubuh untuk bergerak secara terkoordinasi.

Dalam pilates, peserta diajak berkonsentrasi pada teknik dan kualitas gerakan. Gerakan dilakukan secara perlahan dan teratur sehingga peserta memiliki kesempatan untuk memperhatikan posisi tubuh serta pola pernapasan.

Namun, intensitas latihan tetap dapat berbeda tergantung jenis kelas, metode instruktur, dan kemampuan peserta. Karena itu, pemula sebaiknya memilih kelas yang sesuai dengan tingkat pengalaman dan kondisi tubuhnya.

Mat Pilates hingga Reformer Pilates, Pilihannya Semakin Beragam

Salah satu tanda berkembangnya pilates di Surabaya adalah semakin beragamnya pilihan latihan yang tersedia.

Mat Pilates

Mat Pilates dilakukan menggunakan matras dan umumnya tidak membutuhkan alat besar. Latihan dapat berfokus pada kekuatan core, stabilitas, fleksibilitas, koordinasi, serta kontrol gerakan.

Karena kebutuhan peralatannya relatif sederhana, mat pilates juga dapat dilakukan di rumah melalui kelas daring dengan instruktur yang sesuai.

Reformer Pilates

Berbeda dari mat pilates, reformer pilates menggunakan alat khusus bernama reformer yang dilengkapi sistem pegas dan komponen pendukung lainnya.

Alat tersebut memberikan variasi resistensi dan tantangan dalam latihan. Peserta dapat melakukan berbagai gerakan dengan tingkat kesulitan yang disesuaikan dengan kemampuan dan program latihan.

Bagi peserta yang sudah mengenal dasar pilates, reformer dapat memberikan pengalaman latihan yang berbeda. Namun, penggunaan alat sebaiknya dilakukan dengan instruksi yang tepat, terutama bagi pemula.

Kelas Pilates untuk Kebutuhan Tertentu

Seiring berkembangnya studio dan instruktur, kelas pilates juga semakin spesifik. Beberapa penyedia kelas menawarkan program yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta, termasuk kelas untuk ibu hamil.

Kelas dengan kebutuhan khusus membutuhkan pendekatan yang berbeda dan sebaiknya dipandu instruktur yang memiliki kompetensi sesuai. Peserta juga perlu mempertimbangkan kondisi masing-masing sebelum mengikuti program latihan.

Pilates untuk Pemula: Tidak Harus Fleksibel

Salah satu anggapan mengenai pilates adalah bahwa seseorang harus memiliki tubuh fleksibel atau sudah terbiasa berolahraga sebelum dapat mengikuti kelas.

Palupi menilai anggapan tersebut justru dapat membuat orang ragu untuk mencoba.

“Siapa pun bisa mulai pilates. Tidak harus sudah fleksibel, tidak harus punya bentuk tubuh tertentu, dan tidak harus punya pengalaman olahraga sebelumnya. Yang penting mau belajar dan memahami kemampuan tubuh sendiri,” tuturnya.

Bagi pemula, hal terpenting adalah memilih kelas dengan tingkat latihan yang sesuai dan memahami teknik dasar. Peserta tidak perlu memaksakan gerakan hanya untuk mengikuti kemampuan orang lain.

Pendekatan tersebut juga membantu membangun kebiasaan olahraga secara lebih realistis. Alih-alih mengejar gerakan yang sulit sejak awal, peserta dapat terlebih dahulu membangun pemahaman mengenai kontrol tubuh dan teknik latihan.

Pilates dan Kebiasaan Duduk Terlalu Lama

Gaya hidup perkotaan membuat banyak orang menghabiskan waktu dalam posisi duduk, terutama ketika bekerja di depan komputer.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa aktivitas yang mengajak tubuh bergerak secara teratur semakin relevan. Pilates melatih berbagai aspek seperti stabilitas, kontrol tubuh, keseimbangan, dan kekuatan otot.

Namun, pilates bukan pengganti pemeriksaan atau terapi medis untuk masalah postur maupun keluhan fisik tertentu. Bagi orang yang memiliki cedera atau kondisi khusus, konsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum memulai latihan dapat menjadi langkah yang lebih aman.

Bagi masyarakat yang sehat dan ingin mulai aktif, pilates dapat menjadi salah satu pilihan untuk melengkapi rutinitas olahraga. Latihan tetap perlu dilakukan secara konsisten dan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.

Pilates Tak Lagi Sekadar Soal Bentuk Tubuh

Perubahan minat masyarakat terhadap pilates juga terlihat dari bergesernya alasan seseorang mengikuti latihan.

Jika sebelumnya pilates kerap dikaitkan dengan bentuk tubuh, kini semakin banyak orang mempertimbangkan aspek lain seperti kenyamanan, kontrol tubuh, kualitas gerakan, dan keberlanjutan kebiasaan olahraga.

Palupi melihat perubahan tersebut sebagai bagian dari cara masyarakat urban memilih aktivitas fisik.

“Sekarang orang tidak hanya mencari olahraga yang bisa membentuk badan. Mereka juga mencari olahraga yang membuat tubuh lebih rileks dan pikiran lebih tenang. Pilates bisa menjadi salah satu pilihan karena gerakannya terkontrol dan kita benar-benar fokus selama latihan,” katanya.

Fokus terhadap gerakan dan pernapasan membuat sesi pilates juga dapat menjadi waktu bagi peserta untuk sejenak mengurangi perhatian terhadap kesibukan di luar latihan.

Meski demikian, manfaat yang dirasakan setiap orang dapat berbeda. Pilates sebaiknya tetap dipandang sebagai bagian dari kebiasaan hidup aktif, bukan solusi tunggal untuk seluruh kebutuhan kesehatan fisik maupun mental.

Studio Pilates dan Komunitas Membentuk Pengalaman Sosial

Pilates juga berkembang sebagai aktivitas yang memiliki unsur sosial. Peserta kelas tidak hanya datang untuk mengikuti latihan, tetapi juga berinteraksi dengan orang-orang yang memiliki ketertarikan terhadap gaya hidup sehat.

Interaksi tersebut dapat berlanjut melalui komunitas maupun grup daring. Peserta dapat berbagi pengalaman latihan, informasi mengenai kelas, tips olahraga, hingga memberikan motivasi satu sama lain.

Lingkungan sosial seperti ini dapat membantu sebagian orang mempertahankan kebiasaan olahraga. Ketika aktivitas fisik menjadi bagian dari rutinitas bersama, olahraga tidak lagi terasa sebagai kewajiban individual.

Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa studio pilates bukan hanya tempat untuk berlatih, tetapi juga dapat menjadi ruang pertemuan bagi masyarakat dengan minat yang sama.

Media Sosial Ikut Mendorong Popularitas Pilates

Media sosial turut membentuk cara masyarakat mengenal pilates. Konten mengenai pilates dapat ditemukan dalam berbagai bentuk, mulai dari tutorial gerakan, pengalaman mengikuti kelas, informasi mengenai latihan, hingga suasana studio.

Visual studio yang modern dan suasana latihan yang tenang juga membuat pilates memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat urban.

Namun, tampilan pilates di media sosial tidak selalu menggambarkan keseluruhan proses latihan. Gerakan yang terlihat sederhana tetap membutuhkan teknik dan kontrol yang tepat.

Palupi mengingatkan agar masyarakat tidak menjadikan konten media sosial sebagai ukuran kemampuan diri.

“Yang paling penting bukan bagaimana pilates terlihat di media sosial, tetapi bagaimana kita menjalankannya secara rutin dan sesuai kemampuan tubuh. Jangan memaksakan gerakan hanya karena ingin terlihat bisa,” ujar Palupi.

Dengan kata lain, konsistensi dan teknik tetap lebih penting dibandingkan kemampuan melakukan gerakan yang terlihat menarik di kamera.

Kelas Daring Membuat Pilates Lebih Mudah Diakses

Selain studio fisik, perkembangan teknologi juga membuka pilihan baru melalui kelas pilates daring.

Kelas online dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu, lokasi, atau belum merasa siap mengikuti kelas secara langsung. Peserta dapat berlatih dari rumah dengan mengikuti instruksi melalui perangkat digital.

Meski lebih fleksibel, latihan daring tetap membutuhkan perhatian terhadap teknik dan keamanan. Peserta perlu memastikan memiliki ruang yang cukup, menggunakan peralatan yang sesuai, serta mengikuti instruksi dari instruktur yang kompeten.

Untuk pemula, kelas tatap muka dapat memberikan keuntungan berupa koreksi langsung dari instruktur. Sementara itu, kelas daring dapat menjadi pilihan tambahan bagi peserta yang sudah memahami dasar-dasar latihan.

Pilates Semakin Inklusif di Surabaya

Keragaman kelas dan metode latihan menunjukkan bahwa pilates tidak harus menjadi olahraga yang eksklusif untuk kelompok tertentu.

Pemula dapat memulai dari kelas dasar. Peserta yang ingin meningkatkan tantangan dapat mencoba reformer pilates, sementara mereka yang memiliki kebutuhan khusus dapat mencari kelas dengan pendekatan yang sesuai.

Prinsip utamanya tetap sama: latihan perlu disesuaikan dengan kemampuan tubuh.

Tidak ada bentuk tubuh tertentu yang menjadi syarat untuk mengikuti pilates. Begitu pula seseorang tidak harus memiliki fleksibilitas tinggi sebelum memulai.

Dengan pendekatan tersebut, pilates berpotensi menjangkau masyarakat yang sebelumnya merasa kurang cocok dengan olahraga berintensitas tinggi.

Perkembangan Pilates di Surabaya Menunjukkan Perubahan Cara Berolahraga

Perkembangan pilates di Surabaya memperlihatkan perubahan cara masyarakat perkotaan memandang aktivitas fisik.

Olahraga tidak lagi selalu identik dengan latihan berintensitas tinggi atau target fisik tertentu. Sebagian masyarakat mulai mencari aktivitas yang dapat dilakukan secara konsisten dan tetap memberikan ruang untuk memperhatikan tubuh.

Pilates menawarkan kombinasi antara latihan kekuatan, kontrol gerakan, keseimbangan, koordinasi, fleksibilitas, dan pernapasan. Pilihan kelas yang semakin beragam juga membuat aktivitas ini dapat disesuaikan dengan tingkat pengalaman dan kebutuhan peserta.

Pertumbuhan studio, variasi kelas, komunitas, serta kelas daring menjadi bagian dari ekosistem yang membuat pilates semakin mudah dikenal di Surabaya.

Pada akhirnya, pilates bukan hanya tentang melakukan gerakan di atas matras atau menggunakan reformer. Bagi masyarakat urban, sesi latihan juga dapat menjadi kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas, berkonsentrasi pada tubuh, dan membangun kebiasaan hidup yang lebih aktif.

Di tengah kehidupan Surabaya yang serba cepat, pilates perlahan menjadi bagian dari wajah baru olahraga perkotaan: lebih terkontrol, lebih beragam, dan berorientasi pada keberlanjutan kebiasaan bergerak.

FAQ Pilates di Surabaya

Apa itu pilates?

Pilates adalah latihan yang menekankan kontrol gerakan, kekuatan otot inti, keseimbangan, koordinasi, fleksibilitas, dan pernapasan. Latihan dilakukan dengan gerakan yang terkontrol dan dapat disesuaikan dengan kemampuan peserta.

Apakah pilates cocok untuk pemula?

Ya. Pemula dapat mengikuti kelas dasar pilates untuk mempelajari teknik, pernapasan, dan kontrol gerakan. Peserta tidak harus sudah fleksibel atau memiliki pengalaman olahraga sebelumnya.

Apa perbedaan mat pilates dan reformer pilates?

Mat pilates dilakukan menggunakan matras dengan memanfaatkan berat tubuh dan, pada beberapa latihan, alat bantu sederhana. Reformer pilates menggunakan alat khusus dengan sistem pegas yang memberikan variasi resistensi dan tantangan dalam latihan.

Apakah pilates hanya untuk perempuan?

Tidak. Pilates dapat dilakukan oleh siapa saja. Jenis kelamin, bentuk tubuh, maupun tingkat fleksibilitas bukan syarat untuk memulai latihan.

Apakah pilates bisa dilakukan di rumah?

Bisa. Mat pilates dapat dilakukan di rumah dengan ruang yang memadai dan mengikuti panduan instruktur yang kompeten. Kelas daring dapat menjadi alternatif bagi orang yang memiliki keterbatasan waktu atau akses ke studio.

Apa manfaat utama pilates?

Pilates berfokus pada kekuatan otot inti, kontrol gerakan, keseimbangan, koordinasi, fleksibilitas, dan kesadaran terhadap tubuh. Hasil latihan dapat berbeda pada setiap orang dan dipengaruhi oleh jenis latihan serta konsistensi.

Apakah pilates cocok untuk ibu hamil?

Beberapa studio menyediakan kelas pilates yang dirancang untuk ibu hamil. Namun, latihan selama kehamilan membutuhkan pendekatan khusus. Peserta sebaiknya memilih instruktur yang memiliki kompetensi terkait dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sesuai kondisi masing-masing. (*)

Laporan kontributor Surabaya, Sekar Arum

EXPLORE 20FIT

More ways to move.