Presidents Cup 2026 berakhir di Medinah Country Club dengan kemenangan Amerika Serikat 17-13 atas Tim Internasional, usai membalikkan ketertinggalan 7,5-10,5 lewat sapuan 9,5 poin di sesi single Minggu.

Amerika Serikat memastikan gelar juara Presidents Cup 2026 setelah menundukkan Tim Internasional dengan skor akhir 17-13 pada sesi single yang berakhir Minggu (27/9) waktu setempat di Medinah Country Club, Illinois. Skuad asuhan kapten Brandt Snedeker membalikkan ketertinggalan 7,5-10,5 di penghujung hari ketiga dengan menyapu 9,5 dari 12 poin yang tersedia pada hari terakhir – comeback hari terakhir terbesar sepanjang sejarah turnamen ini – sekaligus mengunci trofi ke-11 secara beruntun bagi Amerika Serikat.
Presidents Cup edisi ke-16 ini resmi berakhir di Medinah Country Club Course No. 3, Illinois, setelah empat hari penuh tensi sejak Kamis, 24 September hingga Minggu, 27 September 2026. Amerika Serikat, yang tampil sebagai tuan rumah di bawah komando kapten Brandt Snedeker, menutup pekan dengan skor akhir 17-13 atas Tim Internasional besutan Geoff Ogilvy, memperpanjang dominasi mereka menjadi 11 gelar beruntun dan 14 kemenangan dari 16 edisi Presidents Cup sejak turnamen ini pertama kali digelar pada 1994.
Jalan menuju gelar itu tidak mudah. Tim Internasional sempat mengejutkan dengan menyapu bersih sesi foursomes Jumat 5-0, membangun keunggulan yang membuat mereka memasuki hari terakhir unggul 10,5-7,5 – keunggulan 54-hole pertama yang pernah diraih Tim Internasional di kandang Amerika Serikat sepanjang sejarah ajang ini. Namun tuan rumah membalas telak di sesi single Minggu dengan menyapu 9,5 dari 12 poin yang tersedia.
| Sesi | Amerika Serikat | Tim Internasional |
|---|---|---|
| Fourball (Kamis) | 3 | 2 |
| Foursomes (Jumat) | 0 | 5 |
| Fourball (Sabtu Pagi) | 2,5 | 1,5 |
| Foursomes (Sabtu Sore) | 2 | 2 |
| Single (Minggu) | 9,5 | 2,5 |
| Total Akhir | 17 | 13 |
Sembilan setengah poin yang direbut Amerika Serikat pada sesi single itu tercatat sebagai raihan terbanyak dalam satu sesi single sepanjang sejarah Presidents Cup, sekaligus melengkapi pembalikan keadaan terbesar yang pernah terjadi di hari terakhir turnamen ini.
Dari 12 partai single yang dimainkan Minggu, Amerika Serikat memenangkan sembilan partai, Tim Internasional merebut dua partai, dan satu partai berakhir imbang. Poin penentu datang dari Jacob Bridgeman, yang mengalahkan Min Woo Lee 1-up untuk memastikan trofi tetap berada di tangan Amerika Serikat.
| Pemain Amerika Serikat | Hasil | Pemain Internasional |
|---|---|---|
| Cameron Young | Menang 3&2 | Ryo Hisatsune |
| Wyndham Clark | Kalah 3&2 | Tom Kim |
| Justin Thomas | Menang 5&3 | Corey Conners |
| Scottie Scheffler | Menang 2&1 | Nico Echavarria |
| Sam Burns | Kalah 3&1 | Sungjae Im |
| Chris Gotterup | Menang 1-up | Christiaan Bezuidenhout |
| Collin Morikawa | Menang 1-up | Hideki Matsuyama |
| Patrick Cantlay | Menang 2&1 | Adam Scott |
| Jackson Koivun | Menang 2-up | Si Woo Kim |
| Jacob Bridgeman | Menang 1-up | Min Woo Lee |
| Russell Henley | Imbang | Nick Taylor |
| Xander Schauffele | Menang 2&1 | Ryan Fox |
Selain Bridgeman, kemenangan penting juga disumbangkan Cameron Young, Justin Thomas, Scottie Scheffler, Chris Gotterup, Collin Morikawa, Patrick Cantlay, Jackson Koivun, dan Xander Schauffele. Di kubu Internasional, hanya Tom Kim dan Sungjae Im yang mampu merebut poin penuh, sementara Russell Henley dan Nick Taylor berbagi angka lewat hasil imbang.
Scottie Scheffler tampil sebagai pengumpul poin terbanyak Amerika Serikat sepanjang pekan dengan rekor 3 menang, 1 kalah, dan 0 imbang dari empat partai yang dijalaninya – catatan terbaik sepanjang kariernya baik di Presidents Cup maupun Ryder Cup. Rekor itu disamai Chris Gotterup, yang mencatatkan 3 kemenangan dan 1 kekalahan pada penampilan pertamanya di Presidents Cup.
Di partai single melawan Nico Echavarria yang berkesudahan 2&1 untuk kemenangannya, Scheffler juga mencuri perhatian lewat momen di luar catatan skor. Saat seorang penonton berteriak di tengah ayunan Echavarria, Scheffler langsung menegur penonton tersebut, lalu tetap memberikan putt par lawannya begitu saja alih-alih memanfaatkan gangguan itu untuk keuntungannya sendiri. “Tidak ada tempat untuk hal semacam itu,” ujar Scheffler soal insiden tersebut.
Sepekan setelah tampil sebagai salah satu sorotan pada sesi fourball pembuka bersama Justin Thomas, rookie Jackson Koivun mengakhiri debutnya di Presidents Cup dengan catatan sempurna: tanpa terkalahkan sepanjang turnamen. Di partai single Minggu, ia sempat tertinggal dua lubang dari Si Woo Kim sebelum membalikkan keadaan dan menutup laga dengan kemenangan 2-up.
Kapten Brandt Snedeker tak menyembunyikan kekagumannya terhadap pegolf 21 tahun tersebut. “Anak ini spesial. Dia berbeda. Anda bisa melihatnya – untuk pegolf berusia 21 tahun bisa berdiri di sana dan memukul dua bola terakhir seperti yang dia lakukan,” kata Snedeker soal penampilan penutup Koivun. Hasil ini melengkapi perjalanan singkat Koivun, yang hanya berselang hitungan bulan sejak menjuarai NCAA bersama Auburn hingga kini berstatus pegolf tak terkalahkan di panggung Presidents Cup.
Meski akhirnya kalah, Tim Internasional sempat berada di ambang pencapaian bersejarah. Keunggulan 10,5-7,5 yang mereka bawa ke hari terakhir merupakan keunggulan 54-hole pertama yang pernah diraih Tim Internasional di tanah Amerika Serikat, dan seandainya bertahan, kemenangan itu akan jadi yang pertama bagi mereka sejak 1998 – satu-satunya edisi yang pernah dimenangkan Tim Internasional sepanjang sejarah Presidents Cup, di luar hasil imbang pada 2003 di Fancourt.
Tom Kim dan Sungjae Im tampil sebagai penyelamat muka Tim Internasional di sesi single, masing-masing mengalahkan Wyndham Clark dan Sam Burns. Namun kekecewaan mendalam dirasakan Adam Scott, yang tampil pada penampilan ke-12 beruntunnya – menyamai rekor jumlah penampilan terbanyak Phil Mickelson – namun kembali gagal meraih trofi pertamanya setelah takluk 2&1 dari Patrick Cantlay.
Kemenangan di Medinah ini memperpanjang rekor keseluruhan Amerika Serikat menjadi 14 menang, 1 kalah, dan 1 imbang dari 16 edisi Presidents Cup sejak 1994, dengan 11 gelar beruntun sejak kekalahan terakhir mereka pada 1998. Comeback hari terakhir yang mereka ciptakan di Medinah – dari tertinggal 7,5-10,5 menjadi menang 17-13 – akan dikenang sebagai salah satu pembalikan keadaan paling dramatis dalam sejarah golf beregu, sekaligus memperpanjang penantian Tim Internasional untuk merebut kembali trofi yang terakhir mereka bawa pulang pada 1998.
Kartu siap posting dibuat otomatis dari artikel ini.
Di HP, tombol Share to Instagram membuka menu share dan Anda tinggal pilih Instagram Stories atau Feed. Di desktop, gambar disimpan dulu lalu diunggah dari Instagram.
20FIT Media
Choose what this story was worth to you.
You’ll finish paying right here — this page stays open.
QRIS, bank transfer, e-wallet or card.
Trouble with an e-wallet? Open the payment page in a new tab.
Finished? — thank you for supporting 20FIT.
Opening secure checkout…