Setahun lalu Rafael Jódar masih bermain untuk kampus Virginia. Kini petenis Spanyol 20 tahun itu finalis Shanghai Masters dan memegang kursi terakhir menuju ATP Finals.

Pada gim-gim terakhir final Rolex Shanghai Masters, Minggu, 18 Oktober 2026, Rafael Jódar memanggil fisioterapis. Saat itu kedudukan set ketiga 4-3, pahanya dipijat di kursi pemain, dan beberapa menit kemudian ia meringis setelah kaki kirinya terkilir, menurut laporan Associated Press. Satu setengah jam sebelumnya, petenis Spanyol berusia 20 tahun itu merebut set pertama 6-1 atas rekan senegaranya, Alejandro Davidovich Fokina. Ia kalah 6-1, 6-7(5), 4-6.
Kekalahan itu tidak menghapus apa yang sudah ia capai. Jódar menjadi finalis termuda dalam sejarah Shanghai, naik ke posisi kesembilan di Race to Turin, dan dengan Jannik Sinner sudah menutup musimnya karena cedera, ia kini berada di jalur terakhir menuju ATP Finals, tulis ATP Tour. Setahun lalu ia masih bermain untuk tim kampus di Amerika Serikat dengan peringkat 283 dunia.
Ringkasnya: Rafael Jódar, lahir di Madrid pada 17 September 2006, adalah petenis termuda di 10 besar perburuan tiket ATP Finals 2026. Musim profesional penuh pertamanya berisi satu gelar ATP (Marrakech), final ATP 500 di Washington, perempat final Roland Garros, dan final Masters 1000 di Shanghai. Dua turnamen tersisa, Basel dan Paris, akan menentukan apakah ia ke Turin.
Jódar membuka final Shanghai seperti pemain yang sudah lama berada di sana. Ia mematahkan servis untuk unggul 2-0, lalu 5-1, dan menutup set pertama 6-1. Di set kedua ia sempat unggul satu break sebelum Davidovich Fokina menyamakan kedudukan 3-3, menyelamatkan break point di tiga gim servis berturut-turut, dan memenangi tiebreak 7-5, menurut laporan AP.
Set ketiga berlangsung ketat sampai fisik Jódar mulai berbicara. Puntodebreak, media tenis Spanyol, mencatat ia tampak menurun secara fisik di gim-gim penentuan. Davidovich Fokina menang pada match point kedua, ketika Jódar gagal mengembalikan servis. Laga berlangsung dua jam 27 menit.
Jódar tidak mencari alasan. “Ia juga bermain bagus. Ada detail-detail kecil di set kedua yang ia mainkan lebih baik dari saya,” katanya kepada ATP Tour. “Di set ketiga semuanya sangat seimbang, tetapi di break point ia bermain lebih baik.” Ia menambahkan: “Saya memberikan segalanya, tetapi hari ini memang belum jalannya.”
Ucapannya kepada sang juara juga singkat. “Saya senang untukmu dan karena seorang pemain Spanyol memenangi gelar ini,” kata Jódar, seperti dikutip Puntodebreak dari unggahan Movistar Plus Deportes. Belum pernah ada petenis Spanyol yang menjuarai Shanghai sebelum pekan itu.
Pekan di Shanghai tidak selalu rapi. Di babak keempat ia tertinggal satu set dari Botic van de Zandschulp sebelum menang 6-7, 6-4, 6-2 dalam dua setengah jam. Di laga itu pula wasit kursi Jimmy Pinoargote memberinya peringatan perilaku tidak sportif setelah ia memaki seorang anak gawang yang dinilainya lambat menyerahkan handuk, lapor harian Cile Emol. Jódar membela diri di lapangan dengan mengatakan ia tidak mengucapkan hal buruk; Emol tidak mencatat sanksi lanjutan.
Di perempat final ia kembali bangkit untuk mengalahkan Casper Ruud. Kantor berita EFE mencatat kemenangan itu menjadikannya semifinalis termuda dalam sejarah turnamen. Lalu datang hasil paling bersih pekan itu: 6-3, 6-4 atas Daniil Medvedev, unggulan berpengalaman yang naik ke peringkat keenam pekan itu.
“Saya yakin mentalitas saya tepat dan saya bermain bagus di Shanghai,” kata Jódar setelah semifinal, seperti dikutip Puntodebreak. Itu kemenangan keduanya atas pemain 10 besar, setelah Alex de Minaur di Madrid pada April.
Jódar lahir pada 17 September 2006 dan besar di Arroyo Culebro, Leganés, di selatan Madrid, menurut majalah ¡Hola!. Namanya tidak diambil dari Rafael Nadal, idola masa kecilnya; ayah, kakek, dan buyutnya bernama sama. Ia anak tunggal dari keluarga guru, tulis Infobae.
Sang ayah, juga bernama Rafael Jódar, adalah lulusan ilmu keolahragaan INEF Madrid dan guru pendidikan jasmani. Ia melatih teknik, menangani persiapan fisik, mengatur jadwal, dan mengurus hubungan dengan media, tetapi tidak pernah memberi wawancara, menurut Infobae. “Tim saya selalu ayah dan saya,” kata Jódar di Madrid Open. “Untuk sementara kami tidak akan mengubahnya karena ini sesuatu yang berjalan baik.”
Gelar tunggal putra junior US Open pada September 2024 bisa saja menjadi tiket langsung ke tur profesional. Jódar memilih jalan memutar: satu tahun di University of Virginia, salah satu program tenis kampus terkuat di Amerika Serikat. Profil resmi Virginia Athletics mencatat tinggi badannya 6 kaki 3 inci, sekitar 1,91 meter.

Di sela kuliah, ia mulai mengumpulkan poin di ATP Challenger. Setelah gelar di Kreta pada Agustus 2025, ia menjuarai Lincoln Challenger dan dua pekan kemudian Charlottesville Challenger, kota kampusnya sendiri. Ia masuk turnamen itu di peringkat 207 dan keluar di peringkat 166 tanpa kehilangan satu set pun, lapor koran mahasiswa The Cavalier Daily. “Ini salah satu tahun terbaik dalam hidup saya,” katanya ketika itu.

Pada 31 Desember 2025 ia mengumumkan akan bermain penuh waktu sebagai profesional. Hubungan dengan kampus tetap terjaga. “Saya masih berhubungan dengan mereka, punya hubungan yang sangat baik dengan semua rekan dan pelatih,” katanya di Shanghai kepada Puntodebreak. “Saya akan selalu berterima kasih karena pernah menghabiskan satu tahun di sana.”
Panjang batang memakai skala logaritmik terbalik (makin panjang, makin tinggi peringkat). Sumber data: Tennis Now (5 April 2026), EFE (16 Oktober 2026), The Cavalier Daily (2 November 2025), profil Wikipedia per 19 Oktober 2026.
Lonjakan sesungguhnya datang di lapangan tanah liat. Pada 5 April 2026 ia mengalahkan Marco Trungelliti 6-3, 6-2 di final Grand Prix Hassan II, Marrakech, untuk gelar ATP pertamanya. Ia menjadi remaja Spanyol keenam yang menjuarai turnamen tur, bergabung dengan Nadal, Carlos Alcaraz, Carlos Moyà, Juan Carlos Ferrero, dan Tommy Robredo, catat Tennis Now. Setahun sebelumnya ia masih di peringkat 911.
Setelah itu hasilnya datang beruntun: semifinal Barcelona sebagai pemegang wild card, perempat final Madrid dengan kemenangan 6-3, 6-1 atas De Minaur, perempat final Roma, lalu perempat final Grand Slam pertamanya di Roland Garros, tempat ia bangkit dari ketinggalan dua set atas Pablo Carreño Busta sebelum kalah dari Alexander Zverev. Pada musim panas ia mencapai final ATP 500 di Washington dan semifinal Masters di Montreal, lalu naik ke peringkat 11 pada 10 Agustus.
Tidak semua pekan berjalan mulus, termasuk kekalahan di babak pertama US Open. Namun rekornya hingga final Shanghai mencapai 43-17, menurut Infosys ATP Win/Loss Index yang dikutip ATP Tour.
Jódar bermain dengan tangan kanan dan backhand dua tangan, bertubuh sekitar 1,91 meter. Di final Marrakech ia memukul 16 winner berbanding tiga milik lawan dan memenangi 18 dari 21 poin servis pertama, catat Tennis Now. Musim ini lapangan tanah liat menjadi panggung terbaiknya: gelar Marrakech, semifinal Barcelona, dua perempat final Masters, dan perempat final Roland Garros.
Itu jumlah poin Jódar di Race to Turin per 18 Oktober, posisi kesembilan. Karena Sinner (posisi kedua) tidak akan bermain lagi musim ini, delapan besar efektif menempatkan Jódar di kursi terakhir. Arthur Fils hanya unggul 166 poin di atasnya, sementara De Minaur (2.880) dan Novak Djokovic (2.840) mengejar dari belakang, menurut ATP Tour.
Davidovich Fokina menyebut Jódar “pemain luar biasa” dan mengakui pertandingan itu sangat sulit, lapor AP; ia menambahkan bahwa di set ketiga ia “mungkin sedikit lebih bugar secara fisik”. Jódar sendiri memilih nada rendah hati: “Ada banyak hal yang harus diperbaiki untuk turnamen berikutnya,” katanya kepada ATP Tour.
Basel (ATP 500) lalu Paris Masters (2-8 November). Batas perhitungan Race to Turin kini adalah akhir Paris Masters, sehingga dua turnamen itu menjadi penentu. ATP Finals berlangsung 15-22 November di Turin, menurut EFE.
Perbandingan dengan dua bintang Spanyol tak terelakkan, meski skalanya berbeda. Nadal dan Alcaraz sudah juara Grand Slam pada usia 19; Jódar belum. Tetapi jejaknya di 2026 menempatkannya di kelompok yang sama dalam satu hal: ia menjadi remaja pertama sejak Nadal pada 2005 yang mencapai perempat final Madrid dan Roma dalam satu musim, catat Tennishead.
| Musim (usia) | Gelar | Menang-kalah | Grand Slam terbaik | Peringkat |
|---|---|---|---|---|
| Nadal 2005 (19) | 11 | 79-10 | Juara Roland Garros | No. 2 akhir tahun |
| Alcaraz 2022 (19) | 5 | 57-13 | Juara US Open | No. 1 akhir tahun |
| Jódar 2026 (19-20) | 1 | 43-17* | Perempat final Roland Garros | No. 11 (terbaik) |
Tabel itu bukan vonis. Nadal dan Alcaraz adalah dua musim remaja paling luar biasa dalam sejarah tenis putra. Yang menonjol dari Jódar adalah kecepatan: dari peringkat 911 ke 11 dalam sekitar 16 bulan, sebagian besar ketika masih menjalani tahun pertama di tur penuh.
Kalender Jódar tinggal dua pekan. Ia terdaftar di Swiss Indoors Basel, yang diisi hampir dua lusin pemain 50 besar termasuk Ben Shelton, Fils, dan Taylor Fritz, plus Djokovic dengan wild card. Turnamen itu juga menjadi panggung perpisahan Stan Wawrinka, seperti dibahas dalam laporan 20FIT soal Swiss Indoors 2026. Menurut situs resmi Swiss Indoors Basel, laga babak pertama dimulai Selasa, 27 Oktober, dan final digelar 1 November.
Fils, rival terdekatnya, juga bermain di Basel, sehingga satu kemenangan atau kekalahan di St. Jakobshalle bisa langsung menggeser urutan. Peta lengkap perebutan lima kursi tersisa bisa dibaca di analisis 20FIT tentang ATP Finals 2026 tanpa Sinner.
Setelah Basel, Paris Masters di Plenitude Arena, Nanterre, 2-8 November, menjadi pintu terakhir. Jika lolos, Jódar akan menjadi debutan di Turin pada usia 20 tahun, setahun setelah ia meninggalkan bangku kuliah.
Swiss Indoors Basel memulai babak pertama pada Selasa, 27 Oktober 2026. Undian dan jam laga Jódar belum dirilis saat artikel ini ditulis; Basel memakai waktu Eropa Tengah (UTC+1), enam jam di belakang WIB, jadi laga sore di sana jatuh pada malam hari di Indonesia. Final Basel digelar Minggu, 1 November. Paris Masters menyusul 2-8 November, dan ATP Finals di Turin 15-22 November.
Petenis Spanyol kelahiran Madrid, 17 September 2006. Ia juara junior US Open 2024, bermain setahun di University of Virginia, lalu menjuarai ATP Marrakech 2026 dan mencapai final Shanghai Masters 2026. Peringkat terbaiknya No. 11 dunia.
Ayahnya, Rafael Jódar, lulusan INEF Madrid dan guru pendidikan jasmani, yang melatihnya sejak kecil dan juga menangani persiapan fisik serta jadwal, menurut Infobae.
Belum pasti. Per 18 Oktober ia berada di posisi kesembilan Race to Turin dengan 3.159 poin, yang secara efektif menjadi kursi terakhir karena Sinner absen. Penentuannya di Basel dan Paris Masters.
Kartu siap posting dibuat otomatis dari artikel ini.
Di HP, tombol Share to Instagram membuka menu share dan Anda tinggal pilih Instagram Stories atau Feed. Di desktop, gambar disimpan dulu lalu diunggah dari Instagram.
20FIT Media
Any amount helps. You choose.
You’ll finish paying right here — this page stays open.
QRIS, bank transfer, e-wallet or card.
Trouble with an e-wallet? Open the payment page in a new tab.
Finished? — thank you for supporting 20FIT.
Opening secure checkout…