Kembali
LIFESTYLE 7 min read 19 August 2026

Sarabba Khas Makassar, Minuman Hangat dengan Jahe yang Jadi Favorit Warga

Sarabba merupakan salah satu minuman tradisional khas Makassar yang identik dengan rasa hangat, manis, gurih, dan sedikit pedas. Minuman ini umumnya dibuat dari perpaduan jahe, gula aren, santan, dan rempah-rempah, kemudian disajikan dalam keadaan hangat.

Sarabba Khas Makassar, Minuman Hangat dengan Jahe yang Jadi Favorit Warga

Sarabba merupakan salah satu minuman tradisional khas Makassar yang identik dengan rasa hangat, manis, gurih, dan sedikit pedas. Minuman ini umumnya dibuat dari perpaduan jahe, gula aren, santan, dan rempah-rempah, kemudian disajikan dalam keadaan hangat.

Bagi masyarakat Makassar, sarabba bukan sekadar minuman tradisional. Minuman berbahan dasar jahe ini juga menjadi bagian dari kebiasaan menikmati suasana malam, terutama di kawasan Jalan Sungai Cerekang yang dikenal sebagai salah satu tempat menikmati sarabba di Kota Makassar.

Kehangatan jahe menjadi salah satu daya tarik utama sarabba. Selain memberikan rasa dan aroma khas, jahe mengandung senyawa bioaktif seperti gingerol yang telah banyak diteliti. Sejumlah penelitian menunjukkan potensi jahe dalam membantu mengatasi beberapa jenis mual, meski manfaatnya dapat berbeda tergantung kondisi dan bentuk konsumsi.

Apa Itu Sarabba?

Sarabba adalah minuman tradisional yang berkembang dalam budaya kuliner masyarakat Bugis-Makassar dan Sulawesi Selatan. Bahan utamanya terdiri dari jahe, gula aren, santan, dan rempah-rempah.

Komposisi tersebut menghasilkan karakter rasa yang berbeda dari minuman jahe pada umumnya. Jahe memberikan sensasi pedas dan hangat, gula aren menghadirkan rasa manis, sedangkan santan memberikan tekstur lebih lembut sekaligus rasa gurih.

Dalam beberapa penyajian, sarabba juga ditambahkan telur ayam kampung. Ada pula varian yang menggunakan susu untuk menghasilkan rasa yang lebih manis dan creamy.

Sarabba umumnya diminum hangat, terutama pada sore hingga malam hari. Kebiasaan tersebut membuat minuman ini tidak hanya dikenal sebagai bagian dari kuliner tradisional Makassar, tetapi juga sebagai teman bersantai.

Jahe dalam Sarabba dan Sensasi Hangatnya

Jahe merupakan bahan yang paling menonjol dalam sarabba. Rimpang ini mengandung berbagai senyawa bioaktif, termasuk gingerol, yang berkontribusi terhadap rasa pedas dan karakter khas jahe.

Senyawa dalam jahe juga memiliki aktivitas antioksidan yang telah banyak diteliti. Namun, manfaat kesehatan dari jahe sebaiknya dipahami secara proporsional karena penelitian mengenai jahe tidak selalu menggunakan bentuk konsumsi yang sama dengan jahe dalam makanan atau minuman seperti sarabba.

Salah satu manfaat jahe yang memiliki dukungan penelitian adalah potensinya dalam membantu mengurangi beberapa jenis mual. National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH) mencatat bahwa penelitian pada manusia telah mempelajari jahe untuk beberapa kondisi mual dan muntah, meski sebagian besar penelitian menggunakan suplemen jahe, bukan makanan atau minuman.

Karena itu, sarabba lebih tepat dipandang sebagai minuman tradisional berbahan jahe yang dapat menjadi bagian dari pola makan, bukan sebagai pengganti pengobatan untuk keluhan kesehatan tertentu.

Sensasi hangat yang muncul setelah meminum sarabba juga menjadi salah satu alasan minuman ini populer. Bagi banyak penikmatnya, rasa hangat dari jahe membuat sarabba terasa nyaman diminum pada malam hari atau ketika cuaca terasa lebih dingin.

Kandungan Bahan dalam Sarabba

Selain jahe, bahan lain dalam sarabba ikut membentuk rasa dan karakter minuman.

BahanPeran dalam Sarabba
JaheMemberikan rasa pedas, aroma khas, dan sensasi hangat
Gula arenMemberikan rasa manis dan aroma karamel
SantanMemberikan rasa gurih dan tekstur lebih creamy
Rempah-rempahMenambah aroma dan kompleksitas rasa
Telur ayam kampungMenambah rasa dan tekstur pada varian tertentu
SusuMemberikan rasa lebih manis dan creamy pada varian susu

Komposisi sarabba dapat berbeda antara satu penjual dan penjual lainnya. Karena itu, rasa sarabba di Makassar tidak selalu sama. Ada yang lebih kuat jahenya, lebih manis, lebih gurih, atau lebih kental karena penggunaan santan dan bahan tambahan.

Sarabba di Sungai Cerekang, Salah Satu Ikon Kuliner Malam Makassar

Salah satu kawasan yang dikenal sebagai tempat menikmati sarabba di Makassar adalah Jalan Sungai Cerekang.

Menjelang petang, sejumlah lapak penjual sarabba mulai beraktivitas di kawasan tersebut. Jalan ini kemudian menjadi salah satu tujuan warga yang ingin menikmati sarabba dan aneka makanan pendamping pada malam hari.

Keberadaan para penjual sarabba di Sungai Cerekang juga telah menjadi bagian dari aktivitas ekonomi kuliner lokal. Sebuah penelitian mengenai keberlanjutan usaha sarabba di lingkungan Sungai Cerekang menunjukkan bahwa kawasan tersebut menjadi bagian dari ekosistem usaha minuman tradisional sarabba di Kota Makassar.

Suasana kawasan semakin ramai ketika malam tiba. Warga datang bersama keluarga, teman, maupun sendiri untuk menikmati minuman hangat sambil bercengkerama.

Di tempat seperti inilah sarabba tidak hanya berfungsi sebagai minuman, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman kuliner malam Kota Makassar.

Sarabba Original hingga Sarabba Telur

Pilihan sarabba yang tersedia di kawasan Sungai Cerekang cukup beragam.

Sarabba original menjadi pilihan bagi penikmat yang ingin merasakan karakter dasar jahe, gula aren, santan, dan rempah. Rasa jahe biasanya lebih menonjol sehingga memberikan sensasi hangat dan pedas yang khas.

Ada pula sarabba susu yang mendapatkan tambahan susu sehingga rasanya lebih manis dan creamy. Varian ini dapat menjadi pilihan bagi orang yang menginginkan rasa jahe yang lebih lembut.

Sementara itu, sarabba telur menggunakan tambahan telur, umumnya kuning telur, yang membuat rasa dan teksturnya lebih kaya.

Perbedaan resep tersebut membuat setiap warung dapat memiliki karakter sarabba masing-masing. Bagi pencinta kuliner, mencoba lebih dari satu penjual juga dapat menjadi cara untuk menemukan racikan yang paling sesuai dengan selera.

Sarabba dan Teman Makan di Malam Hari

Sarabba di Sungai Cerekang biasanya tidak dinikmati sendirian.

Pengunjung dapat menemukan berbagai makanan pendamping seperti mi instan dan aneka gorengan. Kombinasi sarabba hangat dengan gorengan menjadi salah satu pilihan sederhana untuk menemani waktu bersantai pada malam hari.

Harga yang relatif terjangkau juga membuat sarabba mudah dijangkau oleh berbagai kalangan. Dalam naskah ini, harga yang ditemukan mulai sekitar Rp10 ribu per gelas, tetapi harga dapat berbeda menurut penjual, ukuran, dan varian. Sebaiknya harga diperbarui berdasarkan observasi terbaru sebelum artikel diterbitkan.

Penikmat Sarabba: Hangat dan Nyaman Diminum Malam Hari

Bagi penikmatnya, daya tarik sarabba tidak hanya terletak pada bahan atau manfaat jahe, tetapi juga pengalaman saat meminumnya.

Imran, salah seorang penikmat sarabba, mengatakan minuman tersebut menjadi pilihannya ketika ingin menikmati minuman hangat pada malam hari.

“Kalau minum sarabba, badan terasa hangat. Apalagi kalau malam atau cuaca dingin, enak sekali diminum hangat,” kata Imran.

Ia juga mengaku biasa menikmati sarabba ketika perut terasa kembung.

“Kalau perut terasa kembung, saya biasanya minum sarabba. Setelah itu rasanya lebih nyaman dan kembung seperti berkurang,” ujarnya.

Pengalaman tersebut merupakan persepsi pribadi penikmat dan tidak dapat disamakan dengan bukti bahwa sarabba dapat mengobati kembung. Jahe memang telah lama digunakan secara tradisional untuk keluhan pencernaan dan telah diteliti dalam berbagai kondisi, tetapi bukti manfaatnya berbeda-beda menurut kondisi dan bentuk penggunaannya.

Sri, penikmat sarabba lainnya, juga mengatakan bahwa sensasi hangat menjadi salah satu alasan dirinya menikmati minuman khas Makassar tersebut.

“Bikin badan hangat dan enak diminum kalau sedang tidak enak badan atau perut terasa kembung,” kata Sri.

Sarabba Bukan Sekadar Minuman Penghangat

Popularitas sarabba menunjukkan bahwa kuliner tradisional dapat memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar makanan dan minuman.

Di Makassar, sarabba hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Minuman ini dapat ditemukan di warung atau lapak kuliner dan menjadi bagian dari kebiasaan berkumpul pada malam hari.

Kehangatan jahe, rasa manis gula aren, gurih santan, serta aroma rempah menciptakan karakter yang mudah dikenali. Ketika dinikmati di tengah suasana Sungai Cerekang, pengalaman tersebut menjadi bagian dari identitas kuliner malam Kota Makassar.

Bagi wisatawan, sarabba juga dapat menjadi salah satu minuman tradisional yang menarik untuk dicoba ketika berkunjung ke Makassar. Pemerintah Indonesia melalui Indonesia.travel juga mencatat sarabba sebagai minuman tradisional khas Makassar yang dikenal karena perpaduan jahe, santan, gula aren, dan rempah-rempah.

Sarabba dan Tradisi Kuliner Malam Makassar

Pada akhirnya, daya tarik sarabba tidak hanya berasal dari rasa hangat jahe atau bahan-bahan yang digunakan.

Di Sungai Cerekang, segelas sarabba menjadi bagian dari suasana malam. Deretan lapak, pengunjung yang datang silih berganti, makanan pendamping, dan obrolan antarpengunjung menciptakan pengalaman kuliner yang khas.

Sarabba menjadi contoh bagaimana minuman tradisional dapat terus bertahan di tengah perubahan gaya hidup masyarakat. Resepnya tetap sederhana, tetapi cara masyarakat menikmatinya membuat sarabba memiliki tempat tersendiri dalam kehidupan kuliner Makassar.

Jadi, ketika berada di Makassar dan ingin mencoba minuman tradisional khas Sulawesi Selatan, sarabba bisa menjadi salah satu pilihan. Nikmati dalam keadaan hangat, rasakan perpaduan jahe, gula aren, santan, dan rempah, lalu lengkapi pengalaman dengan suasana malam di kawasan Sungai Cerekang.

FAQ Sarabba Khas Makassar

Apa itu sarabba?

Sarabba adalah minuman tradisional khas Makassar yang umumnya dibuat dari jahe, gula aren, santan, dan rempah-rempah. Minuman ini biasanya disajikan hangat dan memiliki rasa manis, gurih, serta pedas dari jahe.

Apa manfaat jahe dalam sarabba?

Jahe mengandung senyawa bioaktif seperti gingerol dan telah diteliti untuk berbagai manfaat kesehatan. Salah satu manfaat yang memiliki bukti penelitian adalah potensinya membantu mengurangi beberapa jenis mual. Namun, penelitian tersebut tidak selalu menggunakan jahe dalam bentuk sarabba sehingga manfaat minuman sarabba tidak dapat disamakan dengan hasil penelitian suplemen jahe.

Apakah sarabba bisa mengatasi perut kembung?

Sebagian penikmat sarabba mengaku merasa lebih nyaman setelah meminumnya ketika mengalami kembung. Namun, pengalaman tersebut bersifat individual dan sarabba tidak dapat dianggap sebagai obat untuk mengatasi kembung.

Apa saja jenis sarabba?

Varian sarabba yang umum ditemukan antara lain sarabba original, sarabba susu, dan sarabba telur. Setiap penjual dapat memiliki resep dan komposisi yang berbeda.

Di mana tempat menikmati sarabba di Makassar?

Salah satu kawasan yang dikenal dengan penjual sarabba adalah Jalan Sungai Cerekang, Makassar. Kawasan tersebut menjadi salah satu lokasi kuliner malam yang banyak didatangi untuk menikmati sarabba dan makanan pendamping.

Berapa harga sarabba di Makassar?

Harga sarabba bergantung pada penjual dan varian yang dipilih. Dalam observasi untuk artikel ini, harga yang disebutkan mulai sekitar Rp10 ribu per gelas. Harga sebaiknya dikonfirmasi kembali saat artikel diterbitkan karena dapat berubah. (*)

Laporan kontributor Makassar, Ina Maharani

EXPLORE 20FIT

More ways to move.